Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Dewa kera yang jumawa


__ADS_3

Satu hari kemudian. Pagi pagi sekali. Dragon dan lima puluh orang anak buahnya, ditambah dengan Clara, sudah terlihat berada di lokasi yang kemarin ditemukan oleh Rambaya


Selain mereka, Dragon juga membawa 1.000 prajurit utama kerajaan, yang dipimpin oleh Kaladaksa. Mereka diketuai oleh dua orang jenderal dan empat orang komandan tingginya


Diantara mereka ada Rambaya dan sepuluh anggotanya. Mereka sudah bersiap untuk memerangi kelompok siluman kera pimpinan raja mereka


Saat ini rombongan itu sudah berada di depan pintu masuk dunia mereka. yang dipasangi oleh tujuh lapis formasi penuh mantra. Dan mustahil orang biasa atau siluman lain bisa masuk ke dalamnya, jika kekuatannya dibawah pembuat formasi itu


Namun buat Dragon itu bukan menjadi halangan utama, karena saat ini dia sudah menghancurkan tiga diantaranya, dan tinggal empat formasi yang belum berhasil dipecahkannya


"Cemeti Amar Rasuli. Keluarlah!" Teriak Dragon tiba tiba, hingga mengejutkan orang orang yang ia bawa


Tak cukup sampai di situ, Dragon kembali berkata. "Ajak kyai sengkelet juga yang lain, untuk bersama sama menghancurkan penghalang itu!"


"Buat semuanya hancur tanpa aku harus turun tangan!" Ucapnya lagi memberi perintah


Nguing!


Whush!


Boom!


Tak lama kemudian. Senjata berupa cemeti itu pun keluar begitu Dragon perintahkan. Disusul oleh sekitar 300 senjata sakti pilihan dari ribuan senjata yang ia temukan, yang menjadi bawahannya. Tapi pedang semesta atau kaisar pedang tidak terlihat ada dalam kumpulan senjata itu


Setelah semua senjata yang dikehendaki oleh Dragon keluar, dia segera memerintahkan kepada senjata-senjata itu untuk menghancurkan 4 lapis formasi yang masih menghalangi jalan mereka untuk masuk


Sekejap saja tempat itu sudah berubah menjadi seperti medan perang. Penuh dengan ledakan, goncangan dan api yang berkobar kobar. Diselingi oleh jatuhnya butiran es besar besar. dan ribuan aura berseliweran, karena senjata senjata tersebut mengeluarkan kekuatannya masing-masing


Sedangkan cemeti amar rasuli hanya memimpin saja, dan belum terlihat bertindak. namun kris Kiai sengkelet lain lagi. Dia menerobos ke lapisan paling akhir, tapi usahanya gagal, karena lapisan terakhir itu sangat kuat sekali. Ada aura kekuatan dari dewa kera yang melapisi formasi tersebut


Seperti mempunyai jiwa, cemeti amar rasuli terbang ke arah keris tersebut, kemudian menyuruhnya untuk mundur


Di bawah tatapan semua orang, termasuk 1000 prajurit kerajaan Kaladaksa. Cemeti amal rasuli itu berubah menjadi sebuah alat yang mirip dengan bor raksasa yang ada di dunia ini


Besar dan ukurannya melebihi ukuran pintu masuk dunia siluman tersebut, dan segera saja pemandangan sangat menakjubkan terlihat. Pintu yang dihalangi oleh formasi itu segera hancur dan meledak sangat kuat


Belum lagi selesai, keris kyai sengkelet dan yang lainnya beraksi lagi. Kali ini mereka terbang ke atas wilayah itu, dengan berubah menjadi tombak dan jutaan pedang. Tujuannya adalah menghancurkan lapisan atau perisai yang ada di atas kerajaan itu, dan seketika terjadilah pemandangan yang sangat luar biasa


Lapisan yang mengelilingi langit dunia itu hancur berkeping keping, dan menimbulkan suara yang memekakkan telinga, hingga membangunkan tidurnya sang dewa kera juga pengikutnya


Waktu terjadi pengrusakan tujuh lapisan formasi, dia masih tenang-tenang saja. Namun ketika lapisan yang mengelilingi dunianya serta yang ia buat itu hancur, ia pun terbangun, karena perisai itu terhubung dengan jiwanya


Sedangkan waktu terjadinya aksi itu, seluruh rakyat kerajaan kera bisa melihatnya dengan jelas, dan mereka berusaha menahan dengan menambah kekuatan, agar formasi yang mereka buat itu tidak hancur


Namun sekuat apapun mereka berusaha dengan terus-menerus menambahkan kekuatannya, formasi itu tetaplah hancur, karena yang menghancurkannya adalah senjata yang maha sakti yang dibawa oleh Dragon


Belum lagi Dragon turun tangan. Jika dia turun tangan, mungkin hanya sekali jentik saja, seluruh kerajaan itu akan hancur. Tapi dia tidak mau melakukannya, karena aura kesadarannya merasakan, seperti ada senjata tingkat tinggi di dalamnya. Diperkirakan senjata itu bisa mengimbangi kesaktian kaisar pedang. Jadi dia sangat berhati hati saat bertindak


"Masuklah kalian semua!. Aku sudah memagari tubuh kalian dengan aura kekuatan ku, agar kekuatan serta senjata apapun tidak mampu melukai kalian, kecuali senjata itu." Ucap Dragon memberi perintah


Sedetik kemudian, Abhicandra sang dewa metafisika, Adiwilaga, kaisar perang, atau dewa angin utara. Adhipramana, sang dewa kilat atau dewa angin selatan, Gentala, master dari segala master. Hans si tangan kilat, Robin si dewa kematian, Taraka, si mata malaikat. Awan, Langit dan Bumi, Iron si tangan besi

__ADS_1


Tak ketinggalan pula Leon, Jenifer, Ling Chia, Ling Hwa dan Ling Ma. Tiga pendekar dari Shanghai. Bersama mereka ikut juga bekas pengawal Dragon, waktu pergi berpetualang, Karena mereka sudah dibekali ilmu inti pedang dan ilmu ilmu lainnya


Sebelum mereka berangkat itu, Dragon juga sudah menurunkan beberapa ilmu yang ia turunkan dari kitab Kalamurka. Antara lain seperti pukulan Bajra. Pukulan raja bajra, pukulan pelebur sukma Inti pedang semesta, Guntur Saketi. Langkah bayangan, langkah seribu bayangan, dan masih banyak lagi sesuai dengan tugasnya masing masing


Setelah memberikan itu selama satu malam, dan diberikannya secara langsung tanpa perlu dipelajari lagi, pagi pagi sekali baru mendatangi dunia siluman raja kera. Dan saat ini mereka sudah pada masuk semua


"Perkuat pertahanan!. Masuk langsung serang, dan gunakan ilmu tingkat tinggi yang aku berikan!"


"Jangan biarkan mereka balik menyerang kalian!" Ucap Dragon memberi arahan


Sementara itu ditempat lain. Raja kera dan beberapa orang bawahannya, terlihat sedang bersimpuh di depan sosok yang sangat besar. Memakai mahkota di kepalanya. Ditangan kirinya memegang kipas kumala. Sedang ditangan kanannya memegang tombak Kalimasada. Tapi tidak mirip tombak. Namun seperti anak panah yang ukurannya cukup panjang


Ujung tombaknya berwarna merah darah, sementara gagangnya berwarna hitam dibalut sedikit warna kuning, hingga perpaduan warnanya sangat kontras sekali


Namun jangan diremehkan kekuatan tombak atau anak panah tersebut. Dia bisa berubah ke bentuk apa saja, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemiliknya


Terhadap senjata itulah Dragon sangat berhati-hati dan bersikap waspada, takut kalau digunakan untuk menyerang anak buahnya


Jadi sebelum itu terjadi Dragon berinisiatif untuk mendatangi tempat dewa kera bersemayam. Namun gerakannya sedikit terlambat, Karena dewa kera sudah duluan datang


"Apakah kau manusianya yang sudah mengacaukan kediaman ku?"


"Apakah kau tidak sadar bahwa tindakan mu itu bisa membuat ku murka?" Ucap dewa kera dengan ekspresi datar


"Aku bukannya ingin mengacau tempat kediaman mu, tapi kalian duluan yang memulai mencari gara-gara denganku!" Jawab Dragon tidak kenal takut


"Coba kau katakan!, dengan cara bagaimana aku membuat gara-gara denganmu, hingga kau membawa begitu banyak orang untuk menyerang kerajaanku?" Tanggapan dewa kera tidak terima


"Kau kenal wanita ini?. Bukankah kau telah menyuruh anak buahmu untuk menculiknya, dan menggunakan fisiknya untuk memperbaiki keturunan mu?" Jawab Dragon marah


"Benar yang mulia dewa!. Gadis itulah yang ingin dijadikan tumbal agar dewa menjadi semakin kuat, baru dijadikan istri agar keturunan dewa tetap lestari!" Jawab Gondala apa adanya


"Ternyata benar!. Gadis yang kau bawa itu adalah orang yang aku inginkan."


"Bagus! bagus! bagus!. Kau sudah sangat berjasa buatku!"


"Jadi sekarang serahkan gadis itu padaku, agar aku bisa mengampuni nyawa kalian, dan membiarkan kalian pergi dari sini dengan aman!" Reaksi dewa kera sangat menyakitkan


"Jangan bermimpi kera jelek!. Tampang mu yang berantakan seperti itu, jangan coba-coba untuk mengganggu tunangan tuan mudaku!"


"Jika kau tetap nekat juga, maka kami akan melawan!" Sergah Adiwilaga tidak senang


"Siapa kau bandot?. Jangan ikut campur urusanku!"


"Aku hanya bicara dengan orang yang mengaku tuan mudamu itu!"


"Aku hanya memberi kesempatan kepada kalian, agar nyawa kalian tidak hilang secara percuma!"


"Sebab jika aku sudah marah, tidak ada seorangpun makhluk di dunia ini yang mampu meredakan amarahku, apalagi mengalahkan ku!"


"Jadi aku sarankan, agar kalian menyerahkan gadis itu untuk aku jadikan istri, agar keturunanku menjadi semakin baik." Respon dewa kera jelas tidak senang

__ADS_1


"Cuih!. Tampang buruk seperti itu, ingin menjadikanku istri. berkacalah kau wahai kera busuk!"


"Aku Clara, tunangan dari tuan muda Dragon, tidak Sudi meladenimu lebih baik kau mati dan menghuni neraka saja!" Ucap Clara tidak terduga


"Beraninya kau anak manusia?. Apakah kau tidak tahu siapa aku?" Reaksi dewa kera sangat marah


"Aku tahu kau adalah tuabangkotan yang sudah bau tanah, tapi masih menggatal juga, dan menginginkan anak manusia untuk menjadi istrimu!. Mimpi kamu!" Jawab Clara tidak kenal takut


"jaga sikapmu anak manusia kalau bukan karena diinginkan oleh dewa kami maka sudah sejak lama kau mati di tanganku balas salah seorang panglima kerajaan siluman kera tersebut tidak senang


"Kalau aku mau kau bisa apa?" Jawab Clara menantang


"Kurang ajar!" Reaksi panglima itu semakin marah, sambil menggaruk garuk kepalanya


"Kenapa?. Marah?. Kalau berani sini maju!, biar aku buat mukamu yang jelek itu semakin jelek!" Ucap Clara menjengkelkan


"Hai anak manusia!. Aku tanyakan sekali lagi. Mau menyerah dengan sukarela atau harus dipaksa?" Tanya dewa kera mulai terpancing emosi


"Aku tetap dengan pendirianku! Percuma jauh-jauh datang ke sini tanpa persiapan yang matang."


"Aku tidak akan menyerahkan orang yang harus aku lindungi!"


"Jika kau tetap mengancam ku, maka aku akan mengancam balik!"


"Kau lihatlah di sana!. Ribuan anak buahku sedang membantai rakyatmu, dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan senjata serta kekuatan mereka tidak bisa melukai anak buahku!"


"Kau lihat juga di atas sana, Mungkin kau kenal dan tahu apa itu?" Jawab Dragon tidak terduga


"Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau bisa mengendalikan ribuan senjata seperti itu?. Apakah kau dewa?" Tanya dewa kera mulai merasa takut


"Aku tidak kenal dewa! Tapi aku lebih daripada dewa, bahkan kaisar dewa. dan jika aku mau, seluruh dewa yang kau punya, bisa aku musnahkan, termasuk kau!" Jawab Dragon cukup jumawa


"Hahahaha!. Lucu, sangat lucu!"


"Anak manusia yang mungkin belum berumur 100 tahun, sudah berani menggertakku!"


"Apakah kau tidak tahu bahwa aku adalah dewa yang sesungguhnya?"


"Kaisar dewa, bahkan penguasa dewa saja takut padaku, apalagi kau yang hanya manusia biasa!"


"Sungguh besarnya nyalimu!" Reaksi dewa kera merasa lucu


"Apakah kau tidak percaya, jika aku mampu menghancurkan seluruh kerajaanmu ini?"


"Apakah kau mau melihat kesungguhanku?" Jawab Dragon bernada ancaman


Dewa kera tidak menjawab Dia hanya memperhatikan ribuan senjata yang sedang melayang-layang di udara yang sewaktu-waktu bisa turun atas perintah Dragon


Dia ingin mencari cara, bagaimana agar senjata itu musnah tanpa sempat untuk digunakan


"Begini saja anak manusia. Aku sedang malas meladenimu!"

__ADS_1


"Aku akan melupakan perbuatan anak buahmu, yang sedang membantai rakyatku itu. Dan kalian boleh pergi dari sini."


"Tapi dengan syarat, tinggalkan perempuan itu sebagai jaminan." Ucap dewa kera masih tetap ngotot untuk mendapatkan Clara


__ADS_2