
"Ya itu aku dan tongkat ku ini!. Kau mau apa?. Menangkap ku?" Ucap dewa kera berterus terang
"Jelas saja ia!. Karena aku ingin tahu apa tujuan mu mengintai kami!"
"Apakah kau ingin mencuri senjata ku ini?" Tanya Dragon terdengar menyakitkan
"Terus terang saja memang iya!. Karena senjata sebagus itu hanya pantas berada di tangan ku, agar bisa ku sandingkan dengan tongkat ku ini!" Jawab dewa kera apa adanya
"Kalau begitu mati saja!" Reaksi Dragon cepat
Kemudian menyerang dewa kera dengan dua keterampilan yang sudah dirilisnya itu. Tapi dewa kera tidak mau gegabah. Dia terbang menghindari, dan tidak mau bentrok dengan dua kekuatan maha dahsyat tersebut
Akibatnya pukulan Dragon lewat begitu saja. Namun sempat membuat tubuhnya oleng dan segera jatuh ke tanah
Menyadari serangannya tidak berhasil, Dragon kembali merilis pukulannya, dengan mengunci posisi dewa kera tersebut. Akibatnya tubuh dewa kera tidak bisa bergerak. Dia meronta sekuat tenaga, dan berusaha untuk pergi dari tempat itu
Tapi terlambat. Kesal karena serangannya tidak berhasil, Dragon membuat formasi tanpa wujud, yang mampu mengikat tubuh makhluk sekuat apapun untuk tidak bisa keluar dari dalamnya, dan itu sekarang terbukti. Tubuh dewa kera yang sudah bertransformasi ke bentuk lain pun tidak mampu lepas darinya, dan..
Kaboom!
"Aaaaaargh!" Teriak dewa kera kuat kuat, saat secara telak pukulan Dragon yang dahsyat itu mengenai tubuhnya, sampai membuat mulutnya berdarah, dan nafasnya tersengal tidak karuan. Lalu...
Dhuar!
Dhuar!
Boom!
Luluh lantak tubuh dewa kera dibuatnya. Baru kali ini dia menderita begitu sakit, sampai membuat nyalinya mulai takut
"Jangan serang lagi!..Aku mengaku kalah!" Ucap dewa kera penuh permohonan
Tapi Dragon tidak mengindahkannya. Dia tetap menyerang dewa kera sampai makhluk tersebut mati. Namun tidak disangka, secara tiba-tiba tubuh dewa kera bertransformasi kembali ke bentuk lain. Kali ini dia berubah ke bentuk kera yang sangat besar, mirip seperti kingkong
"Grouurrrr!" Terdengar suaranya menggelegar, menggoncangkan tempat itu dan memporak porandakan apa saja yang ada didekatnya
Sedangkan tubuh Dragon terdorong sedikit ke belakang, dan pakaiannya berkibar-kibar, akibat kuatnya tekanan serta hembusan angin dari suara itu
Tak lama kemudian tangan besarnya mengambil bongkahan batu, yang menurutnya sangat kecil. Tapi buat Dragon sangat besar sekali, dan segera dilemparkannya ke arah Dragon
Tidak mau tertimpa batu itu, Dragon terbang menghindar, sambil melontarkan serangannya ke arah batu besar tersebut, hingga hancur menjadi debu
Tidak cukup sampai di situ. Dragon kembali melancarkan serangannya ke arah tubuh kera, dan mengakibatkan tubuhnya terjatuh
Kaisar pedang yang masih setia menemani Dragon pun beraksi. Dia meluncur ke arah kingkong itu, dengan niat untuk menembus tubuhnya. Tapi tidak disangka, tongkat keabadian penyangga langit segera bereaksi. Dia terbang sangat cepat, dan melindungi tuannya agar tidak tertembus oleh senjata maha sakti tersebut
__ADS_1
Akibatnya benturan besar pun terjadi, dan mengakibatkan percikan api cukup besar terlihat di udara, yang mengakibatkan tempat tersebut terbakar. Jika dibiarkan, maka seluruh hutan itu akan hangus menjadi api
Dragon pun bertidak cepat. Dia merilis kekuatan elemen air, dan mengirimkannya kekobaran api yang bergerak sangat cepat. Sekejap saja kobaran api yang cukup besar itu padam, karena Dragon tidak main-main pada api tersebut
Sementara itu tubuh dewa kera yang terjerembab ke tanah bangkit kembali, dan dilindungi oleh tongkat kebanggaan yang masih tetap bertahan melawan kaisar pedang
Nampaknya kekuatan dua senjata itu berimbang, karena mereka bisa saling serang, dan belum terlihat siapa yang menang dan siapa yang kalah
Dua senjata sakti tingkat langit terus berada di udara, sementara tuannya sedang bertarung mati matian untuk mempertahankan nyawanya masing-masing
Kali ini Dragon benar-benar menemukan lawan yang sangat kuat. Biasanya hanya dengan sekali serang, lawannya akan mati. Tapi kali ini, sudah diserang berkali-kali pun, bahkan menggunakan ilmu tingkat tinggi. dia masih bisa bangun kembali, dan balas menyerang.
Benar-benar lawan yang pantas dan luar biasa!
"Muridku!. Gunakan teknik kekosongan dan awal penciptaan."
"Walaupun tidak mampu membunuhnya, tapi akan membuat tubuh besarnya itu mengecil kembali. Saat itulah kesempatanmu untuk menundukkannya."
"Ingat!. Kau hanya bisa mendudukkannya, tapi bukan membunuhnya, maka jadikan lah ia pengikutmu."
"Guru akan mengirimkan mantra melalui senjata kecil ini. Tusukkan ke kepalanya saat dia lengah. Maka saat itu juga dia akan patuh padamu." Ucap Ditya Prabu melalui transmisi suaranya
Tak lama kemudian apa yang dia ucapkan itu menjadi kenyataan. Dragon segera menyimpan dua kekuatan ilmu yang tadi dirilisnya. Kemudian menggantinya dengan ilmu kekosongan dan awal penciptaan, serta mengarahkannya pada kera besar tersebut, yang saat ini sedang berusaha bangkit akibat dua kali terkena serangan dari Dragon
Sedangkan Dragon sendiri juga terpental cukup jauh, tapi dia cepat bangun. Saat bangun itulah terdengar suara gurunya
Sedetik kemudian. Pergerakan dewa kera mendadak berhenti, dan seperti baru bangun dari tidur
Sikapnya liarnya, tidak lagi terlihat. tapi nurut. Pandangan matanya kosong, menatap ke arah Dragon, dan seperti meminta belas kasihan
Dragon yang melihat itu pun membatin dalam hati. "Tidak disangka. Raja kera yang sudah bertransformasi menjadi dewa kera, dan bertransformasi lagi menjadi kaisar dewa kera. Sang penguasa gunung Andalaksa, saat ini sudah takluk pada ku."
"Kalau bukan karena pertolongan guru, tidak mungkin aku akan mampu menaklukkannya secepat ini?"
"Ke depannya, aku harus lebih banyak belajar."
"Walau ilmuku sudah tinggi. Tapi belum mampu membinasakan raja kera itu. Berarti aku belum benar-benar kuat." Batinnya bertalu talu dalam hati
Kemudian mengeluarkan suaranya seperti bergumam. "Selesai sudah!. kini kau telah menjadi pengikut ku, dan selamanya akan menjadi milik ku!:
"Sekarang aku perintahkan, agar kau masuk ke cincin ini, dan menetap selamanya di sana!" Ucapnya memberi perintah
Tak lama kemudian, dewa kera atau yang sempat menjadi kaisar dewa kera pun masuk ke dalam cincin Dragon, dengan pandangan kosong. seperti tidak percaya dia yang kuat itu bisa ditaklukan oleh seorang manusia seperti Dragon
Namun itulah yang terjadi. Saat ini dia telah menjadi pesakitan, dan tidak akan bisa lagi keluar dari cincin itu tanpa seizin tuannya
__ADS_1
***
Sementara itu di tempat lain, atau tepatnya tempat di mana Dragon mengambil mata kuliah manajemen bisnis. Saat ini dia sedang direndahkan oleh mahasiswa asing yang menjadi asisten guru besar dalam mengajar bahasa Jerman
Dia mengata-ngatai Dragon karena tidak bisa bahasa ibunya atau tepatnya bahasa jerman. Namun saat itu Dragon hanya diam saja dan tidak meladeni ucapan konyolnya itu
Dia tidak mengenal siapa itu Dragon. Jadi seenaknya dia mengucapkan kata-kata kotor pada Dragon dengan bahasa ibunya. Walaupun Dragon memahami bahasa itu, namun dia tetap diam dan meneruskan membaca
Namun saat laki-laki yang bernama Alexander atau Denim tersebut menghina ibunya, Dragon tidak bisa diam saja. Lalu bergegas bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Alexander untuk sekedar memberinya teguran
Namun apa yang terjadi?. Denim tetap menghina ibunya, hingga membuat Dragon sangat marah. dan tanpa berpikir panjang lagi melayangkan tamparannya
Namun di saat kritis seperti itu Yunita pun datang. Dia segera berteriak ke arah Dragon. "Kak Mahes!. Hentikan!. Jangan lakukan itu!"
"Jangan ladeni orang gila seperti dia!" Teriaknya cukup kuat
"Apa katamu?. Kau mengataiku orang gila?. Bukankah yang gila itu ibunya anak ini?" Reaksi Denim tidak terima
Plak!
"Noch einmal beleidigst du meine mutter.Dann schicke ich dich in die holle!" Ucap Dragon dalam bahasa Jerman, sambil mencengkeram kerah baju Alexander Denim tersebut kuat kuat
Jika diterjemahkan artinya kira-kira begini." Jika kau berani menghina ibuku lagi, maka aku akan mengirimmu ke neraka!"
"Kannst du Deutsch sprechen?"
( Apakah kau bisa bahasa Jerman?) Reaksi Alexander Denim tidak percaya
"Rede ich jetzh nicht in dieser Sprache mit dir?.Sol ich dir diesen Stift ins Ohr stecken?"
(Bukankah sekarang aku sedang berbicara padamu dengan bahasa itu?. Perlukah ku masukkan pena ini ke telinga mu" Jawab Dragon mengejutkan
"Nicht!.Tut mir leid.Ich werde es nicht noch einmal wiederholen."
(Jangan!. Maafkan aku!. Aku tidak akan mengulanginya lagi) Reaksi Alexander Denim ketakutan. Kemudian buru-buru pergi dari tempat itu, dan tidak berani lagi memandang ke belakang
"Kau bisa bahasa Jerman mahesh?. Sejak kapan?"
"Apakah kau mempelajarinya selama ini?" Respon Yunita merasa penasaran
"Ya begitulah!. Jawab Dragon singkat. Kemudian pergi begitu saja dan meninggalkan Yunita berdiri kebingungan
"Tunggu Mahesh!. Kau mau kemana?" Ucap Yunita bertanya
"Kantin!. Ikut?" Jawab Dragon asal asalan saja
__ADS_1
"Tunggu disitu!. Jangan tinggalkan aku!" Respon Yunita merasa geram
Lalu berlari kecil menuju Dragon, dan mengamit tangannya untuk ikut serta