Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Minta diangkat menjadi murid


__ADS_3

"Sudah! Sudah! Sudah!"


"Hentikan pertengkaran kalian!"


"Apa yang dia katakan itu memang benar. Kau memang sedang menderita penyakit seperti itu."


"Akui saja kalau kau sudah kalah dalam berdebat!" Ucap seorang ahli penyakit jantung kenamaan dari ibukota


"Apakah kau sedang membelanya pak Rama?. Karena dia bisa menyebutkan secara terperinci tentang penyakit ku ini?"


"Kau saja tidak bisa mengobati ku, apalagi bocah ini?"


"Aku jadi ragu dengan profesi dokter ahli penyakit jantung seperti mu!"


"Apakah kau dapatkan secara cuma cuma kalau hanya mengobati jantung saja tidak bisa?" Respon kepala jurusan bernama Dorman itu sangat tidak sopan


"Jangan sembarangan kalau bicara!. Kau bisa dituduh melecehkan profesi dokter!" Balas profesor Rama tidak terima


Kemudian berniat pergi mendekati Dorman, yang dia anggap telah keterlaluan tersebut, sekali-sekali dia harus diberi pelajaran


Dorman orangnya memang selalu blak-blakan. Apa yang ingin dia katakan maka dia katakan. Tidak peduli apakah lawan bicaranya akan tersinggung atau tidak.


Dia juga tidak peduli kalau saat ini ada Rektor dan beberapa seniornya. Bahkan ada menteri pendidikan juga dirjennya yang datang


Tapi sesuai dengan sifatnya, dia tetap maju menghadapi Dragon, yang selalu dia anggap tidak layak diberi gelar dokter selagi belum kuliah


Ternyata dialah orang yang paling getol menentang pendapat dari profesor Tama kemarin


Jadi saat pertama kali Dragon muncul, dia langsung berinisiatif untuk mempermalukan Dragon, sekaligus mempermalukan profesor Tama, yang secara diam-diam dianggap sebagai saingannya


Tapi tidak disangka orang yang ingin dipermalukannya itu bukanlah orang lemah. Apa yang ditanyakan, apa yang disangkakan semuanya berhasil ia tepis. Bahkan bisa dijawab dengan apik sekali, sampai membongkar penyakit yang selama ini Dorman derita, hingga membuat kepala jurusan Dorman menjadi terpojok. Oleh karena itulah dia marah pada Dragon. Aneh sekali!


Saat mereka berdebat itulah rektor Atmajaya mengambil peran dengan berkata. "Hentikan pertikaian kalian itu!. Kita berkumpul bukan untuk saling menjatuhkan, tapi karena ingin melihat anak yang dikatakan jenius itu!"


"Sekarang ia sudah datang. Kenapa kita malah mempersulitnya?" Ujarnya lantang


"Benar apa yang dikatakan oleh bapak Rektor ini!. Kita tidak seharusnya mempersulit mahasiswa ini, karena dia datang bukan atas kemauan sendiri, tapi malah kita yang mengundangnya."


"Jadi mari kita tunjukkan sopan santun kita sebagai tuan rumah!" Balas menteri pendidikan cukup jelas


Kemudian mengajak rektor Atmajaya untuk menyapa Dragon


Begitu sampai dia langsung berkata. "Maafkan sikap kami ini anak muda!. Maklum sudah pada tua tua semua, jadi emosi tidak bisa di kontrol!" Ujarnya terkesan ramah


"Anda adalah..?"


"Kusumawijaya. Menteri pendidikan kita yang baru, menggantikan bapak Jatmiko Putra yang sudah purna!" Sambut rektor Atmajaya memperkenalkan temannya


"Salam kenal pak menteri. Maaf kalau saya tidak mengenal anda!" Respon Dragon tidak tercela


"Anda bisa jangan terlalu sungkan begitu. Justru kamilah yang harus sungkan kepada anda, karena masih muda tapi mempunyai talenta yang sangat tinggi."


"Kami yang tua-tua ini saja dulunya tidak seperti anda. Berarti anda memang orang terjenius di abad ini."


"Itu terbukti anda bisa menebak penyakit yang diderita oleh pak Dorman itu. Kemungkinan anda juga mempunyai solusi untuk menyembuhkannya." Jawab menteri pendidikan Kusumawijaya cukup sopan


"Saya hanya mahasiswa baru, yang mencari peruntungan di kampus ini, dan belum tahu apa-apa."


"Mungkin saya satu-satunya orang yang diundang untuk menghadiri pertemuan seperti ini?"


"Tapi jujur saja saya katakan. Saya belum tahu maksud dan tujuannya diundang ke mari, bahkan dihadiri oleh orang-orang penting universitas."


"Jadi mohon kasi tahu apa yang ingin anda sampaikan kepada saya?" Jawab Dragon sangat mengena di hati dan pura-pura tidak tahu


"Hahahaha!. Hebat! hebat!. Tutur kata mu sangat teratur dan sangat jelas untuk di dengar!"


"Tapi baiklah!. Aku akan jelaskan apa yang menjadi tujuan kami!"


"Benarkah kau yang bernama Dragon Mahesa Birawa. Putra dari bapak Dion Mahesa, dan cucu dari Mahesa Birawa, penguasa Birawa Group itu?" Tanya rektor Atmajaya tidak terduga. dan ingin segera mendapatkan jawabannya


Tapi Dragon tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Dia masih menimbang-nimbang Apakah menjawab secara jujur atau mengalihkan pembicaraan. sampai dia berbicara dalam hati dengan berkata. "Gawat!. Kenapa pak rektor mengajukan pertanyaan seperti itu?. Apa yang harus aku lakukan?. Jawab secara jujur atau berbohong ya?" Batinnya ragu ragu


Kemudian membatin kembali. "Jika aku berkata jujur, mungkin persepsi mereka terhadapku akan berbeda. Tapi resikonya sangat besar sekali!"


"Aku tidak mau mendapatkan gelar karena ada hubungan keluarga dan melihat kedudukan orang tuaku."


"Lebih baik aku hanya berterus terang kepada Rektor Atmajaya saja, dan bukan kepada yang lain." Batinnya lagi

__ADS_1


Lalu dengan tekad membara, Dragon mendekatkan diri kepada Rektor Atmajaya, kemudian membisikkan sesuatu di telinganya


"Mohon anda rahasiakan ini. Saya memang putra dari penguasa Birawa Group. Tapi anda jangan mengungkapkan identitas saya pada mereka." Ucapnya sambil berbisik


"Kenapa?" Respon Atmajaya tidak mengerti


"No comment! Pokoknya anda harus merahasiakannya!. Oke?"


"Kalau tidak aku akan mengabarkan pada mereka, bahwa anda menderita disfungsi ereksi. Apakah anda mau rahasia anda ini aku bongkar?" Jawab Dragon masih tetap berbisik


"Eh jangan!. Aku malu!. Tolong jangan buka di forum ini!"


"Jadi apakah anda sudah tahu apa yang harus anda lakukan?" Tanya Dragon cukup tegas


"Aku mengerti!. Aku akan merahasiakannya, dan berpura-pura salah dalam bertanya." Reaksi Atmajaya ketakutan


"Hahahaha!. Ternyata begitu!. Kau memang anak yang berbakti!"


"Dengan kondisi serba pas-pasan Tapi kau bisa menjadi manusia terjenius di abad ini!"


"Tentu saja kedua orang tuamu akan merasa bangga, karena mempunyai anak cerdas seperti mu!"


"Tapi tentu kami harus mengujinya. Apakah kau bersedia Mahesa?" Ucap Rektor Atmajaya berpura-pura


"Ternyata bukan anak penguasa itu. Kalau benar itu dia, maka habislah aku!"


"Siapa yang berani melawan kekuasaan Birawa Group yang besar itu?. Tidak terkecuali aku!"


"Beruntung aku tidak salah sasaran. Jadi aku masih punya kesempatan untuk membalas dendam!" Batin Dorman dalam hati, sambil memandang sinis ke arah Dragon


Tapi apa yang diucapkannya semuanya Dragon tahu, dan mendengar dengan baik. Kemudian tanpa berpikir panjang lagi, Dragon ingin sedikit memberikan pelajaran kepada Dorman yang sombong itu. dengan membuatnya seolah-olah pingsan, karena jantungnya tiba tiba bermasalah, akibat terlalu emosi


Tiba-tiba saja tubuhnya kejang. Mulutnya mengeluarkan sedikit busa. Matanya melotot dan mulutnya melongo kesakitan


Orang-orang yang ada di situ tentu saja terkejut dan keheranan. Kenapa kepala jurusan tiba-tiba jatuh?. Apakah karena emosinya tidak tersalurkan, atau ada faktor lain?


Jadi untuk sementara mereka berpendapat demikian. Termasuk dokter ahli bedah spesialis penyakit jantung, yang tadi membela Dragon


"Cepat hubungi sopir ambulan!. untuk membawa pak Dorman ini ke rumah sakit!"


"Aku takut dia kenapa kenapa!" Ucap Rektor Atmajaya ketakutan


Kebetulan di kampus tersebut memang tersedia banyak ambulan, yang sewaktu-waktu bisa digunakan apabila keluarga besar universitas termasuk mahasiswa mengalami gangguan ataupun kecelakaan


Maka tak lama kemudian seorang sopir yang diikuti oleh perawat kampus memasuki ruangan, dan bergegas ingin mengangkat tubuh Dorman ke dalam tandu


Tapi mereka berdua tidak kuat, karena yang satu laki-laki dan yang satunya lagi perempuan


Akibat terburu-buru karena mendapatkan panggilan dari orang-orang penting universitas, maka mereka tidak mempersiapkan anggotanya dengan baik. Yang dibawa hanya seorang perawat, yang notabenenya orang lemah. Mana mungkin dia bisa mengangkat tubuh kepala jurusan yang cukup tambun itu


Namun di saat-saat kebingungan seperti itu, Rektor Atmajaya membuka suara. "Cepat bantu sopir itu untuk mengangkat tubuh pak Dorman ke dalam tandu!"


"Jangan sampai ia kenapa kenapa!" Ucapnya tegas


"Tunggu!. Biar aku yang akan memberikan pertolongan pertama pada pak Dorman ini. Mudah mudahan bisa menolong nyawanya!" Ucap profesor Rama cukup lantang


Kemudian melakukan tugasnya dalam memberikan pertolongan. Namun karena tidak membawa peralatan medis. Kondisi Dorman tidak kunjung membaik, malah semakin parah. Dan itu membuat hati semua orang yang ada di situ menjadi khawatir. termasuk menteri pendidikan dan jajarannya


Saat panik seperti itulah Dragon datang. Kemudian meminta izin pada pak Rama, agar diizinkan untuk membantu, hanya sekedar menyadarkan Dorman saja


Setelah diizinkan. Dragon pun cepat bertindak, walau dibawah tatapan mata penuh curiga dari orang orang yang ada di ruangan itu


Dengan tenang dia menepuk perut Dorman, serta menyentuh dada yang penuh dengan lemak itu. Tak lama kemudian gerakan Dorman semakin melemah dan tertidur sesudahnya


"Apa yang kau lakukan?. Apakah kau sengaja membiarkan pak Dorman sekarat seperti itu?"


"Kenapa dia seperti mati?. Apakah kau yang membunuhnya?" Ucap salah seorang pembantu kepala jurusan, dengan nada penuh ancaman


Dragon tidak menanggapi pertanyaan itu. Dia malah berjalan ke arah pak menteri, dan berbisik di telinganya dari jarak sedikit jauh." Hati hati dengan ginjal anda. Sepertinya sudah ada tanda tanda diserang."


"Apakah anda suka meminum minuman keras, dan mengkonsumsi obat obatan dalam jangka lama?" Ucap Dragon cukup mengejutkan


"Bagaimana anda bisa tahu, kalau aku menderita penyakit itu?"


"Apakah anda bisa melihatnya?" Respon Kusumawijaya terheran heran


"Itu mudah saja bagiku. Tapi bukan bagian terpenting dari pertemuan ini."

__ADS_1


"Sejujurnya aku sudah mulai bosan, dan ingin cepat cepat pergi dari sini karena kalian orang orang pandai selalu menekan yang lemah."


"Jadi cepat beri keputusan. Kalau aku bisa menyembuhkan penyakit mu itu. apa yang harus kau lakukan?" Jawab Dragon sambil memberi pilihan


"Aku akan mendorong agar urusan disini cepat selesai. Dengan memaksa mereka untuk tidak mempersulit mu!" Jawab menteri pendidikan dengan suara bergetar


"Baik!. itu anda yang berjanji. Aku tagih janji anda itu nanti."


"Ulurkan tangan mu dan biarkan aku menyentuh pinggang mu, agar aku bisa menyembuhkannya." Sambut Dragon dengan suara lirih


Menteri pendidikan pun segera memberikan akses untuk itu, dan membiarkan Dragon mengobatinya


Tak lama kemudian dia berteriak lantang. "Ah!. Pinggang ku sudah tak sakit lagi!. Aku sudah sembuh!. Aku sudah sembuh!" Teriaknya kegirangan, sambil berlari lari kecil di sekitar ruangan itu, dan melupakan posisinya sebagai menteri pendidikan


"Benarkah yang pak menteri katakan itu?. Benarkan anda sudah sembuh?" Tanya rektor Atmajaya tidak percaya


"Ya. Aku sudah sembuh!. Pinggang ku sudah tidak sakit lagi!"


"Ini berkat anak muda ini. Sekarang aku percaya dengan kemampuannya!"


"Sekarang aku setuju menandatangi surat pernyataan, bahwa dia layak menyandang gelar dokter, dan bisa melanjutkan ke jenjang pasca sarjananya!" Jawab menteri pendidikan berterus terang


Belum juga yang lain bertepuk tangan, dan mengakui kemampuan Dragon. Tiba-tiba dari arah belakang terdengar sebuah teriakan cukup kuat." Lihat!. Pak Dorman juga sudah siuman, dan bisa berdiri tanpa bantuan orang lain!"


"Dia sudah sembuh!. Sudah sembuh!" Ucap seseorang dengan suara lantang


"Bagaimana bisa?. Bukankah tadi dia sudah divonis koma, tapi kenapa bisa sadar secepat itu?" Ucap yang lain pula


"Pak rektor!. Apa keputusan anda? Apakah masalah ini akan dibiarkan begitu daja?"


"Mahasiswa berbakat itu benar benar manusia jenius dari jenius yang ada!"


"Jika itu aku!. Sudah tentu akan langsung menetapkan, bahwa dia layak menyandang gelar dokter!" Ucap seorang ketua prodi pada rektornya


"Aku juga berpikir demikian. Jadi mari kita putuskan, apakah harus memberikan gelar istimewa pada mahasiswa itu atau tidak."


"Baik!. Ayo kita lakukan!. Jangan buang waktu lagi. Kerena waktu sangat berharga buat kita!" Sambung menteri pendidikan memberi penguatan


Bruk!


"Anak muda!. Tolong maafkan kesombongan tadi."


"Sungguh aku tidak tau dengan siapa berhadapan?"


"Anda benar benar mahasiswa jenius. Yang belum pernah ada sepanjang sejarah kampus ini!"


"Berkat anda, kardiovaskular ku sudah sembuh dan jantungku pun sudah kembali normal!"


"Dengan ini aku menyatakan takluk pada mu!" Ucap Dorman tiba tiba, sambil berlutut di lantai


"Pak Dorman. Bangunlah!. Anda tidak layak melakukan itu!"


"Anda hanya tersilap kata saja, dan aku yakin dimasa yang akan datang, Anda tidak akan lagi bersikap demikian."


"Ingatlah!, bahwa di atas langit masih ada langit!"


"Di bawah lapisan bumi masih ada lapisan lain."


"Mari kita saling bekerja sama untuk memajukan kampus ini agar semakin terkenal." Jawab Dragon sungguh bijaksana sekali


"Terima kasih atas masukannya guru.


"Tolong terima aku menjadi murid mu. karena aku malu dengan sikap ku tadi."


"Jika anda tidak menerima ku, maka aku akan tetap berlutut di sini!" Ucap Dorman tak mau tau


"Pak Dorman!. Apa yang kau lakukan?. Cepat bangun!. Jangan mempermalukan diri sendiri seperti itu!" Respon Atmajaya sedikit malu


"Tidak!. Aku tetap akan berlutut di sini, sebelum master ini menerimaku sebagai murid!" Jawab Dorman kukuh dengan pilihannya


"Bagaimana ini Mahesa?. Apakah mungkin orang setua itu mau menjadi muridmu, Apa kata dunia?" Ucap dirjen Dikti pada Dragon


"Aku juga tidak tahu pak dirjen!. Aku hanya seorang mahasiswa baru, belum juga menempuh pendidikan, tapi sudah diangkat sebagai gurunya. Tolong beri penjelasan pada ku." Jawab Dragon juga bingung


"Anak muda!. Anda memang luar biasa!"


"Orang sekeras Dorman, bisa kau taklukkan dengan hanya menghilangkan penyakitnya saja."

__ADS_1


"Sungguh aku salut padamu!" Ucap seseorang yang tiba tiba memasuki ruangan itu untuk meramaikan suasana


__ADS_2