Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Ditemukan banyak kecurangan


__ADS_3

"Lapor tuan muda!. Barusan masuk berita dari negara tetangga, bahwa orang yang mencoba menghancurkan perusahaan kita telah mati terbunuh saat mau ditangkap."


"Namun sayangnya bukan hanya dia saja yang mati, tapi puluhan petugas lokal dan belasan petugas dari luar juga ikut menjadi korban."


"Gedung yang diperuntukkan untuk perkantoran, telah diledakkan oleh orang yang bernama Robert Chang, karena dia menolak saat mau ditangkap."


"Bersama dengan kematian mereka, banyak karyawan kantor perusahaan lain yang juga menjadi korban, termasuk para petingginya."


"Mereka diperkirakan berjumlah 1.235 orang. yang saat itu sedang sibuk bekerja di gedung itu."


"Jadi sekarang negara tetangga sedang bergejolak. dan itu telah menarik perhatian dunia internasional."


"Banyak yang mengutuk tindakan tersebut. Banyak juga yang menyayangkannya. Bahkan ada yang mendukung tanpa diketahui penyebabnya."


"Demikian laporannya tuan muda!" Ucap Rams apa adanya.


"Hemm!. Jadi orang yang berusaha merongrong kewibawaan perusahaan ku adalah Robert Chang?. Warga negara tetangga itu?"


"Sungguh berani dia!" Reaksi Dragon kurang senang, sesaat setelah mendengar laporan dari anak buahnya tersebut.


"Lalu bagaimana dengan aset-asetnya?. Apakah sudah kalian pindahkan?" Tanya Dragon merasa penasaran.


"Kebetulan sudah tuan muda. Bahkan 7 jam setelah database mereka kita kuasai."


"Berdasarkan perintah dari tuan besar. Guru Deon dan senior Austin telah memindahkan bukukan uang yang tersimpan di dua bank luar negeri ke rekening sebelas yayasan amal yang berada di dalam maupun di luar negeri."


"Jadi praktis uang itu sudah ada di bawah kendali mereka."


"Sedangkan aset aset nya sudah diserahkan pada negara yang bersangkutan. Kecuali dua properti yang saat ini ditempati oleh keluarganya." Jawab Rams berterus terang.


"Bagus!. Setelah ini sasar pula perusahaan yang berasal dari dalam negeri, karena firasat ku mengatakan, bahwa mereka sudah mulai menyusun rencana untuk menjatuhkan perusahaan kita, dengan cara menyebarkan berita bohong, bahwa perusahaan kita akan memutus hubungan kerja pada ribuan karyawan, yang saat ini sedang bekerja."


"Jadi aku ingin kalian cegah rencana tersebut,


dengan cara menguasai akun dan sistem informasi mereka, sama seperti yang dilakukan pada perusahaan luar negeri itu."


"Sekarang juga mulailah bekerja. Beritahu gurumu dan senior Austin juga yang lain, agar memblokir berita yang mulai mereka sebarkan itu melalui media sosial."


"Cari dan temukan serta adili siapa pelakunya?. Aku ingin hari ini juga mereka sudah di bangkrut kan!" Ucap Dragon memberi arahan.


"Siap tuan muda!" Jawab Rams bersemangat, lalu meminta izin pada tuannya untuk pergi.


Baru saja Rams beranjak dari tempat itu, anak buah Dragon yang tidak kasat mata datang menemuinya.


Begitu mereka menghadap, langsung memberi hormat seperti biasanya." Salam yang mulia!. Semoga yang mulia panjang umur." Ucap mereka serempak dengan ekspresi cukup sopan.


"Terima kasih!. Salam kalian aku terima!"


"Sekarang katakan, ada apa kalian menemuiku?. Bukankah kalian masih dalam masa istirahat?" Jawab Dragon sambil bertanya alasan mereka menemui nya.


"Istirahat cukup satu atau dua hari yang mulia. Selebihnya harus bekerja karena keluarga juga butuh makan dan perhatian."


"Oleh karena itu kami memutuskan untuk mengakhiri masa istirahat itu setelah tiga hari dari 10 hari yang tuan hamba berikan."


"Jadi sekarang ini kami sudah siap untuk menjalankan tugas dari yang mulia" Jawab Rambaya, ketua kelompok pengawal ghaib tersebut melaporkan.

__ADS_1


"Wah kebetulan sekali!. Pucuk dicita ulam pun tiba!"


"Saat ini aku sedang kebingungan, dalam menghadapi banyaknya rongrongan terhadap perusahaan ku."


"Ingin bertindak lebih takutnya disalah artikan, walaupun sebenarnya aku mampu."


"Tapi aku ingin orang lain yang melakukannya dengan nama keadilan, bukan mengandalkan kekuatan serta kesaktian, tetapi akal."


"Kebetulan kalian datang. walaupun aku sudah menugaskan kepada anak buah ku untuk menyelidikinya."


"Tapi terlanjur kalian datang, maka sekalian saja aku meminta bantuan kepada kalian untuk menyelidiki masalah itu secara langsung. jadi tugas mereka akan semakin mudah."


"Di Indonesia bagian timur. ada beberapa buah perusahaan yang mencoba merongrong kewibawaan perusahaan ku."


"Mereka berkomplot atau sendiri-sendiri, ingin menghancurkan Birawa Group. Baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi sembunyi."


"Walau sebenarnya aku mampu menghancurkan mereka dalam sekejap mata, tapi untuk saat ini aku belum mau melakukannya karena masih ada kalian."


"Salah satu perusahaan itu bermarkas di sebuah kota cukup besar, bagian timur negara ini, yang secara terang-terangan ingin menjatuhkan nama baik Birawa Group, dengan cara menyebarkan berita bohong kepada masyarakat."


"Bahkan mereka memulainya sejak tiga hari yang lalu."


"Oleh karena itu, aku ingin kalian kesana, dan menyelidiki informasi tentang perusahaan mereka secara langsung."


"Temukan apakah perusahaan tersebut ada berbuat curang, seperti menggelapkan pajak, tidak melaporkan jumlah real karyawan dan lain sebagainya."


"Jika ada ditemukan kecurangan, segera laporkan padaku biar aku segera membuat perhitungan dengan mereka." Respon Dragon dengan ekspresi senang.


"Siap tuan hamba!. Kami akan melakukannya untuk tuan. Kecil itu?" Jawab Rambaya patuh. Kemudian mengajak anak buahnya untuk pergi ke daerah tersebut.


"Persiapkan diri kalian!. Kita akan pergi ke Indonesia bagian timur, dan langsung menuju ke perusahaan yang diincar oleh tuan kita!"


"Cari dan temukan informasi apa saja yang mereka sembunyikan dari kita."


"Jika kalian menemukan satu kejanggalan, cepat laporkan kepadaku agar aku bisa meneruskannya kepada tuan kita."


"Oleh karena itu ayo cepat berangkat, agar apa yang diinginkan oleh yang mulia cepat tercapai." Ucap Rambaya pada anak buahnya.


Tak lama sesudah itu, mereka sudah berada di perusahaan yang beberapa hari ini telah membuat Dragon tidak senang.


Karena mereka tidak terlihat, jadi mudah saja bagi mereka untuk masuk, dan mengintip aktivitas yang ada di perusahaan besar tersebut.


Kebetulan jumlah mereka sekarang jauh lebih banyak dari jumlah semula, yaitu sekitar 80 orang, yang terdiri dari satu jenderal dan 4 komandan.


Jenderal itu adalah Rambaya, yang saat ini sudah diangkat menjadi jenderal tingkat satu, atas rekomendasi dari Dragon, karena perannya yang sangat besar saat membantu Dragon memerangi Dewangga di istana atas langit beberapa bulan yang lalu.


Sementara 4 anak buahnya yang saat itu juga mendampinginya, diangkat menjadi komandan tingkat satu dan dua, menggantikan posisi Rambaya. tapi tetap ikut dengannya.


Saat mereka sudah setengah jam menyelidiki perusahaan tersebut, akhirnya salah seorang dari komandan itu melaporkan pada Rambaya.


"Lapor jenderal!. Di komputer itu ada tertulis jumlah karyawan yang sebenarnya, lengkap dengan hari kerja serta gajinya."


"Tapi di komputer yang satunya lagi tidak sesuai dengan kenyataan"


"Hal itu diketahui saat mereka melaporkan jumlah real mereka ke dinas terkait."

__ADS_1


"Jumlah seluruhnya tertulis sebanyak 2.150 orang. Tapi yang dilaporkab cuma sebanyak 700 orang."


"Berarti mereka menghindari kewajiban membayar jaminan sosial dan kesehatan buat para pekerjanya."


"Dengan ini mereka sudah bisa dikatagorikan sebagai pengemplang pajak."


"Selain itu dalam jurnal yang tertulis di komputer itu, jumlah bersih pendapatan perusahaan dalam quartal pertama mencapai 1,4 triliun.Jadi setahun dalam mencapai 4,6 triliun."


"Tapi yang dilaporkan pada pemerintah cuma sebanyak 23.17 milyar rupiah lebih."


"Berarti perusahaan ini sudah wajib di laporkan sebagai perusahaan yang menghindari pajak real."


"Jadi apa yang harus kita lakukan jenderal?" Ucap seorang komandan yang membidangi masalah itu.


"Cepat ambil data-data mereka. termasuk mengambil alih sistem pertahanan perusahaan ini!"


"Aku ingin segera melaporkan penemuan yang cukup besar ini pada yang mulia, agar lawan bisnisnya bisa diberi pelajaran." Jawab Rambaya merasa senang.


Kemudian ingin langsung menemui tuannya.Tapi salah seorang dari mereka menghentikannya dengan berkata."


"Tunggu dulu jenderal. Jangan buru buru!"


"Masih ada satu lagi rahasia dari perusahaan ini jenderal. Ternyata pemilik perusahaan ini bukan berasal dari negara ini, tapi dari negara luar."


"itu diketahui setelah timku menemukan akta yang ditandatangani oleh notaris, dan memastikan bahwa nama yang tertera di situ bukan nama orang Indonesia, tapi nama dari negara tetangga.


"Dengan begini berarti perusahaan ini telah memanipulasi data kepemilikan. jadi sudah saatnya dilaporkan, bahwa mereka berusaha penghindar pajak yang cukup besar." Ucap salah seorang dari anak buahnya melaporkan.


"Bagus!. Aku kira cuma itu saja yang kalian temukan?. ternyata masih ada yang lain?"


"Sekarang aku ingin mendengar dari kelompok yang lainnya pula, tentang apa yang kalian temukan?. Jadi silakan laporkan. Aku akan mendengarnya." Respon Rambaya malu malu, karena tadi tergesa gesa ingin pergi.


"Dari tim ku dulu jenderal!" Ucap salah seorang dari mereka maju ke depan.


"Anak buah ku menemukan adanya indikasi pengiriman bahan mentah secara ilegal, yang sebenarnya dilarang di negara tuan."


"Selain itu mereka bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu untuk memuluskan rencana mereka." Ujarnya melaporkan.


"Masih ada lagi yang ingin kalian sampaikan?" Tanya Rambaya menjadi ingin kepastian.


"Ada jenderal!. Aliran dana yang kami temukan sangat tidak biasa."


"Dana itu mengalir kepada kelompok-kelompok tertentu, yang berada di negara luar, yang terindikasi sedang melawan pemerintah."


"Berarti usaha mereka di dini hanya kedok saja."


"Oleh karena itu mohon segera ditindaklanjuti." Lapor komandan yang satunya lagi.


"Hemm!. ternyata ini jenis perusahaan brengsek!. menggunakan sumber daya alam kita untuk memperkaya diri sendiri. Bahkan berusaha melawan pemerintah yang sah di luaran sana."


"Berarti mereka sudah boleh dikatagorikan sebagai perusahaan legal tapi ilegal!"


"Dengan demikian kita harus cepat melaporkan nya pada yang mulia. agar kecurangan ini cepat diatasi!" Respon Rambaya geram bercampur marah.


"Ayo cepat kita kembali dan menghadap kepada yang mulia!"

__ADS_1


__ADS_2