Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Kan tahu akibatnya?


__ADS_3

"Apa yang paman Ramu lakukan?. Dia ini pacar ku!. Jadi jangan sembarangan mengatai orang!" Respon Yunita tidak terima


"Apa kau bilang?, Calon?"


"Bukankah calon mu itu David?. Kenapa malah membawa orang yang tidak jelas kesini?" Tanggapan Ramujaya mencengangkan


"Benar apa yang dikatakan oleh tuan Ramu itu!. Calon mu adalah David, bukan pemuda gembel itu!" Sambung ayah Yunita menguatkan


"Aku tidak mau dijodohkan dengan pemuda brengsek seperti itu!"


"Dia pemuda yang tidak bertanggung jawab, dan selalu merayu wanita untuk menjadi pemuas nafsunya!"


"Jika aku menikah dengannya, apa yang akan terjadi denganku?. Mungkin baru sebulan saja sudah dicampakkannya!" Bantah Yunita tidak terduga


"Yunita!. Beraninya kau mengatai tuan muda dari keluarga tuan Ramu!"


"Apakah kau tidak tahu bahwa perusahaan kita selalu mendapatkan bantuan darinya?" Teriak Angelina ibunya Yunita marah


"Aku tidak mau tahu ibu!. Itu urusan ayah dan ibu!"


"Jika karena itu kalian ingin menjualku, maka kalian salah besar!. Aku Yunita, tidak akan pernah mau menerimanya!" Jawab Yunita tidak mau kalah


"Dasar anak yang tidak tau diri!. Percuma aku melahirkan mu, kalau tidak bisa membalas budi!" Bantah Angelina tidak suka


"Aku juga tidak meminta untuk dilahirkan dari rahim mu ibu, kalau hanya untuk menjadi alat transaksi antar perusahaan saja!"


"Yunita bukan barang yang seenaknya saja diperjualbelikan!"


"Yunita sudah punya calon sendiri, yang Yunita cintai dan tidak dipaksakan!"


"Kalau kalian mau tau, dialah orangnya!" Teriak Yunita garang, sambil menggandeng tangan Dragon untuk pergi dari tempat itu


Tapi langkah mereka dihadang oleh sekelompok orang, yang jika dihitung berjumlah kurang lebih 16 orang. Penampilan mereka rata-rata sangar apalagi pemimpinnya


Namun ada salah seorang yang bersikap tenang. Jika sekilas diperhatikan, orang tersebut mempunyai kekuatan yang tidak sembarangan, dan Dragon menyadari itu. Namun setelah dia mengukur melalui aura kesadarannya, kekuatan orang tersebut tidak berarti apa-apa buat Dragon


Jadi terhadap peringatan itu Dragon tidak menjadi tegang. Dia malah tersenyum senang, karena sebentar lagi dia yakin akan ada pertunjukan yang menegangkan


Benar saja seperti yang diperkirakan. 16 orang itu segera mengepung Dragon, dan menarik tangan Yunita untuk pergi darinya


"Apa yang kalian lakukan?. Cepat singkirkan tangan kalian!. Jangan sentuh tanganku!" Respon Yunita tidak senang. Kemudian menarik tangannya agar terlepas dari pegangan tangan pengawal itu


"Nona Yuni!. Tolong jangan mempersulit kami!"


"Kami hanya menjalankan perintah dari tuan Ramu, karena dia tidak mau nona kenapa-napa!" Jawab pengawal tersebut memberi alasan


Tapi respon yang diberikan oleh Yunita sungguh tidak terduga. Tangan kanannya yang bebas itu, refleks menampar wajah pengawal tersebut, hingga membuat pipinya memerah


Mendapat perlakuan yang memalukan tersebut, membuat pengawal itu marah, dan refleks juga melayangkan tinjunya ke arah Yunita. Tapi tindakan gegabahnya itu dicegah oleh Dragon, dengan cara menangkap tangannya


"Jangan berlaku kasar pada perempuan, jika kau tidak mau direndahkan!" Ucap Dragon memberi peringatan. Kemudian menepis tangan pengawal tersebut hingga membuatnya terdorong ke belakang


"Jangan ikut campur gembel!, kalau kau tidak mau dihancurkan!" Respon komandan pengawal itu meradang


Kemudian memerintahkan kepada bawahannya untuk memukul Dragon. Tapi bukan Dragon namanya kalau hanya dengan ancaman seperti itu akan takut


Dengan tenangnya dia meladeni serangan orang-orang tersebut, bahkan hanya menggunakan satu tangan saja. Tapi akibatnya tubuh tubuh mereka beterbangan ke ke segala arah, karena Dragon menggunakan teknik kekosongan. Jadi jurus apapun yang mereka peragakan, tidak akan mampu mengenainya, malah wajah dan tubuh mereka sendiri yang menjadi korban


Hanya membutuhkan waktu sekitar 1 setengah menit, 16 orang pengawal itu sudah dibuat pingsan, termasuk komandannya itu. Tapi Dragon tidak menyerang mereka dengan menggunakan tenaga dalam. Dia hanya menggunakan tenaga luar, tetapi pukulannya sangat mematikan


Melihat itu, mulut semua orang menganga lebar. termasuk Ramujaya, David dan kedua orang tua Yunita


Tapi tidak buat pria misterius tadi. Dia malah tersenyum sinis, karena sepintas dia melihat bahwa jurus-jurus Dragon itu sudah biasa, dan mudah sekali dia patahkan


"Hanya jurus anak-anak saja sudah merasa bangga!"

__ADS_1


"Kau belum tahu siapa aku?. Aku adalah master bela diri tingkat delapan, dan sudah mendekati sempurna."


"Satu tamparan saja kau pasti akan terjengkang!" Batin Savana merendahkan


Tapi baru saja dia berpaling, Dragon sudah ada di depannya, lalu melayangkan pukulan ke arah dada, dan tidak sempat pula dia hindari. Maka tubuhnya terjengkang ke belakang dan jatuh menabrak meja


Bukan hanya sampai di situ saja yang Dragon lakukan. Saat musuhnya jatuh itu, Dragon bergerak cepat, menyusul dan mendekatinya. Lalu setelah dia sampai, Dragon pun berkata. "Bukankah kau tadi meremehkan ku orang tua?"


"Hanya dengan menggunakan satu pukulan, aku sudah dibuat terjengkang. Tapi apa nyatanya?. malah kau sendiri yang aku buat tidak berdaya." Ucap Dragon dengan cara berbisik


Kemudian mengirimkan aura kesadarannya untuk menekan kekuatan lawan, hingga membuatnya teritimediasi, dan tidak berani lagi berbuat macam macam


"Aku mengaku kalah!" Ujarnya lemah. Kemudian berkata lagi, sambil meringis menahan sakit


"Kekuatanmu sangat luar biasa! Aku yang berada di master beladiri tingkat 8 saja tidak berdaya dibuatnya."


"Tapi kalau boleh tahu siapakah anda? dan kenapa kekuatan anda sangat kuat sekali?"


"Bolehkah aku tahu siapa guru anda?" Jawab dan tanya Savana merasa penasaran


"Kau tidak perlu tahu siapa aku!. Tapi yang jelas kedepannya kau jangan mencari masalah lagi denganku!"


"Pergi dari sini dan bawa orang orang mu itu sebelum aku berubah pikiran!" Jawab Dragon penuh intimidasi


"Baik, baik, baik!. Aku akan patuh padamu, dan ke depannya jika kau mendapatkan kesulitan, silakan hubungi aku."


"Aku Savana. murid pertama perguruan tapak jingga, dan anda?" Ucap Savana memperkenalkan diri


"Panggil saja Mahesa!" Jawab Dragon singkat, kemudian berdiri dari tempat itu dan mendekati Yunita, lalu berkata." Terima kasih atas undangan mu, aku permisi dulu!" Ujarnya tegas


"Kau mau ke mana Mahesh? Bukankah kau datang bersama ku?"


"Ini hotel mewah. mungkin kau bisa tersesat karenanya." Respon Yunita sambil memandang lekat-lekat kearah wajah Dragon


"Aku mau pergi dulu, karena aku ada sedikit urusan. Nanti kalau ada waktu, aku akan kembali lagi." Jawab Dragon tegas


"Setelah apa yang kau lakukan pada anak buahku, seenaknya saja kau mau keluar dari tempat ini!"


"Kau harus bertanggung jawab, dan membayar ganti rugi atas kerusakan yang sudah kau perbuat!" Ucap seseorang dengan suara lantang


"Kerugian apa yang kau maksudkan?. Apakah karena orang-orang lemah ini?"


"Berapa besar gaji yang kau berikan pada mereka?. Apakah cukup untuk menghidupi keluarga, atau setidak-tidaknya membuat mereka hidup sejahtera?" Jawab Dragon malah balik bertanya


"Itu bukan urusanmu!. Sekarang ganti rugi padaku, karena kau sudah membuat mereka babak belur seperti itu!" Jawab Ramujaya tidak senang


"Oh kalau begitu dengarkan perkataanku ini!. Yang bisa masuk ke ruangan ini bukan orang sembarangan. Hanya orang-orang tertentu saja atau orang-orang kaya yang bisa menyewanya."


"Karena kalian merasa orang kaya, maka kalian harus membayar tempat ini tiga kali lipat, karena gara-gara kalian tempat ini menjadi rusak." Respon Dragon tidak terduga


"Apakah kau gila?. Harga sewa tempat ini sudah sangat tinggi. Satu jamnya saja sudah menghabiskan uang 100 juta, apalagi kalau digandakan menjadi tiga kali lipat!"


"Aku pikir otakmu sudah tidak waras, karena kau tidak diterima di sini!" Respon Ramujaya tidak terima


"Kalau aku bilang bayar ya bayar! Memangnya kau bisa apa?" Jawab Dragon dengan suara tegas


Kemudian memberikan kode melalui kamera CCTV, agar orang-orang yang menonton di sana menjadi paham


Tak lama kemudian. Serombongan orang pun datang, dengan membawa tagihan yang mereka makan, termasuk tambahan sewa ruangan tersebut, mereka dipimpin oleh general managernya langsung, dan didampingi pula oleh belasan bodyguard-nya, serta empat orang manajernya


Baru saja mereka sampai, Ramujaya yang merasa diintimidasi, langsung mendekati manager hotel tersebut, Lalu mengadu padanya dengan berkata." Tuan manager!. Tolong bantu aku memberi pelajaran pada anak kurang ajar ini!"


"Gara-gara dia ruangan ini menjadi berantakan, dan selera makan kami menjadi hilang."


"Padahal awalnya aku ingin mengadakan lamaran untuk gadis itu, tapi pemuda itu telah menggagalkan acara yang sudah aku gagas ini."

__ADS_1


"Oleh karena itu mohon keadilan dari tuan, minimal mengusirnya dari tempat ini, dan membayarkan ganti atas kerusakan yang telah ia timbulkan." Ucap Ramujaya mengarang cerita


Plak!


"Argh!"


"Apa yang telah kau lakukan?. Kenapa kau berani menamparku? Apakah kau tidak tahu siapa aku?" Reaksi Ramujaya tidak menduga


"Kau bukan siapa-siapa di hotel ini!. Kau hanya seorang penyewa, yang sudah membuat gara-gara dengan orang yang seharusnya tidak bisa kau singgung!"


"Karena tindakanmu itu, kami dari pihak hotel, terpaksa harus menaikkan harga sewa dan harga makanannya."


"Jika tidak, maka kau akan aku bawa ke ranah hukum!" Jawab manager tersebut dengan muka masam


"Apa maksudmu manager?. Bukankah harga sewanya sudah aku bayar?. Tapi kenapa kau seenaknya menaikkan harganya, dan memaksa kami untuk menambahnya lagi?" Reaksi Ramujaya tidak terima, tanpa mampu mencerna perkataan dari general manager barusan


"Karena kau sudah membuat pemilik hotel ini menjadi tidak senang, ditambah lagi dengan banyaknya barang yang rusak, jadi sebagai dendanya, maka kau harus membayar ganti rugi sebesar 500 juta, ditambah dengan 3 kali lipat sewa ruangan, plus makanannya."


"Maka setelah kami hitung, kau harus membayar uang sewa dan denda sebesar 1,5 miliar rupiah kepada pihak hotel."


"Jika kau tidak mau membayar, maka orang-orang ku ini yang akan membuat perhitungan!" Jawab Stephan dengan suara garang


"Tidak bisa!. Ini sepenuhnya bukan salahku, tapi salah bocah itu!"


"Gara-gara dia acaraku menjadi berantakan, dan perjodohan anakku dengan gadis itu sudah pasti batal."


"Oleh karena itu dia yang harus disalahkan, dan harus membayar ganti rugi atas kerusakan yang telah dia timbulkan!" Jawab Ramujaya sekali lagi tidak terima


"Pengawal!. Tangkap orang-orang ini, dan masukkan ke kurungan!"


"Tunggu sampai pihak kepolisian datang, baru kita serahkan kepada mereka!" Tanggapan Stephan sangat mengejutkan


"Tunggu!. Ini bukan kesalahan kami!. Orang yang bernama Ramujaya itu yang telah mengundang kami ke sini, dan kami tidak berbuat apa-apa sejak dari tadi."


"Sedangkan dia dan para pengawalnya yang telah membuat gara-gara, dengan cara mengeroyok pemuda itu.Tapi mereka tidak bisa mengalahkan nya."


"Oleh karena itu tolong kecualikan kami, karena kami tidak terlibat!" Ucap Daniella, ayah dari Yunita memohon belas kasihan


"Daniel!. Apa yang kau lakukan?. Apakah kau ingin lepas tanggung jawab?, dan apakah kau ingin perusahaanmu bangkrut?" Reaksi Ramujaya meradang


"Aku tidak peduli dengan urusanmu!. Nau bangkrut ya bangkrut lah!, karena selama ini aku sudah sangat tertekan!" Jawab Daniella cukup mengejutkan


"Kalau begitu baik!. Tunggu pembalasanku!"


"Sebentar lagi perusahaanmu akan bangkrut!" Respon Ramujaya marah. Kemudian berusaha membuka handphonenya Untuk membatalkan kerjasama yang telah mereka buat, dengan cara menarik bantuan yang telah ia keluarkan


Tapi belum juga niatnya terlaksana, dia melihat dua buah notifikasi yang terpampang di layar hp-nya. dan notifikasi itu mengatakan, bahwa modalnya yang berada di kampus tersebut telah dibatalkan, dan dibeli oleh pihak konsorsium dengan harga lunas


Bukan hanya itu saja notifikasi yang ada di layar hp-nya. Di situ juga tertera notifikasi yang mengatakan, bahwa perusahaan yang selama ini dikembangkan nya, telah diakuisisi oleh perusahaan lain. Sedangkan modalnya sudah dihilangkan


Jadi otomatis modalnya sudah sangat berkurang, karena cara mengakuisisi perusahaan tersebut, dengan cara melunasi hutang, yang dibuat dengan pihak bank. sedangkan pihak bank itu adalah milik Birawa Group


Membaca dua notifikasi tersebut, kaki Ramujaya mendadak lemas, Badannya bergetar, kepalanya langsung pusing dan membuatnya hampir pingsan


Dragon yang melihat itu memberikan kode kepada Stephan, agar menyudahi dramanya, dan pergi dari tempat itu tanpa menghormat ke arahnya


Tak lama kemudian Stephan dan rombongannya sudah pergi dari ruangan itu. tanpa menoleh sedikitpun ke arah Dragon, dan itu memang sesuai seperti yang di kode-kan oleh nya


"Ayah!. Lalu bagaimana perjodohanku dengan Yunita? Apakah gara-gara bocah itu menjadi gagal?" Ucap David tiba tiba


Plak!


"Argh!"


"Dasar anak kurang ajar!. Gara gara kau perusahaanku jadi bangkrut, dan sekarang kita sudah jadi miskin!"

__ADS_1


"Kalau aku tidak bisa menghabisimu, Maka jangan panggil aku Ramujaya!" Jawabnya sambil mencengkram kerah baju anaknya, serta dibantingnya ke lantai


__ADS_2