Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Ilmu menggandakan


__ADS_3

"Bagaimana kau bisa membuat bendungan itu Daksa, dan dari mana kau mendapatkan alat alatnya?" Tanya Dragon sesaat setelah Daksa datang menghadap padanya


"Izin menjawab tuan hamba!. Semua alat alat itu kami datangkan dari wilayah timur, dengan cara menggandakannya, lalu dibawa kemari untuk dipasang disini."


"Bahkan gunung gunung dan danau danau nya pun, juga berasal dari cara penggandaan tersebut." Jawab Kaladaksa berterus terang


"Jadi seluruh bangunan kota dan perlengkapannya juga kau dapatkan dengan cara seperti itu?" Tanya Dragon merasa penasaran


"Benar tuan!"


"Satu jam setelah tuan memerintahkan kami untuk merubah tempat ini menjadi kota. Saya mengerahkan ribuan anak buah saya, untuk mengitari bumi ini, mencari barang barang yang tuan butuhkan."


"Dimana saja mereka menemukan barang langka, dan belum pernah ada di negara ini, mereka harus menggandakannya, dan di simpan dalam alam kesadarannya." Jawab Kaladaksa apa adanya


"Alam kesadaran?. Maksud mu?" Tanya Dragon tiba tiba merasa tidak enak hati


Dia mengira bahwa pengikutnya itu juga mempunyai alam jiwa sepertinya. Jadi dia sedikit khawatir, bahwa mereka juga mengetahui tentang alam yang ada di tubuhnya tersebut


Tapi tenyata anggapannya itu salah. Anak buah Kaladaksa sama sekali tidak mempunyai alam jiwa atau alam kesadaran


Yang dia maksudkan itu adalah alam pikirannya. Yaitu saat menemukan benda langka, maka mereka akan merekamnya di kepala, dan bisa dikeluarkan kapan saja dibutuhkan. Bahkan bisa diperbaharui menjadi semakin canggih


"Ternyata begitu!. Aku kira alam jiwa seperti yang aku punya?" Batin Dragon dalam hati, dan kembali merasa lega


"Kalau begitu, semua yang ada disini itu hasil dari pencarian anak buah mu di seluruh permukaan bumi ya?" Tanya Dragon sesaat setelah bisa menenangkan hatinya


"Benar tuan!. Apakah tuan marah pada kami?" Jawab Kaladaksa tidak enak hati


"Oh tidak! tidak!. Bahkan aku jadi penasaran, apakah ada ilmu seperti itu di dunia ini, atau hanya ada di dunia kalian?" Jawab Dragon sekaligus bertanya


"Apakah tuan tidak tahu, bahwa kitab inti ilmu yang ada pada tuan itu, terdapat ilmu yang seperti itu?" Jawab Kaladaksa malah balik bertanya


"Dari mana kau tahu kalau aku mempunyai kitab itu Daksa?. Apakah kau menerawang tubuh ku?" Tanya Dragon kurang senang


"Hamba tidak berani tuan!. Ciri orang yang menguasai ilmu tersebut, tubuhnya bercahaya saat memasuki wilayah kerajaan ini."


"Jika tuan bukan berasal dari keturunan yang mulia Prabu. walau membawa kitab itu, tubuh tuan tidak akan bersinar saat memasuki dunia ini."


"Tapi karena tuan adalah keturunannya, maka tubuh tuan akan bersinar, sama seperti saat ini." Jawab Kaladaksa apa adanya


"Lalu apa hubungannya dengan buku itu. Apakah leluhur mu dulu mempelajari semuanya?" Tanya Dragon ingin penjelasan


"Tidak tuan. Leluhur ku hanya mempelajari ilmu menghilang saja, Ditambah dengan ilmu menggandakan benda apa saja yang ada di dunia ini. Selebihnya dia tidak tahu." Jawab Kaladaksa terdengar jujur


"Luar biasa!.Kenapa aku sampai lupa ya, kalau didalam tubuh ku ini ada kitab itu, dan isinya sangat luar biasa sekali?" Batin Dragon dalam hati


"Setelah pulang dari sini, aku harus mempelajarinya." Batinnya lagi


"Oh ya Daksa!. Dari negara mana saja kau ambil gedung gedung itu, juga pabrik pabrik nya serta yang lain?" Tanya Dragon terus mengusut asal usul semua benda yang ada di kota barunya itu


"Kalau gedung gedung itu, sebagian besarnya di ambil dari kota tuan."


"Sementara sebagian lagi di ambil dari kota kota lain di negara ini. Dan sisanya dari berbagai belahan dunia." Jawab Daksa berterus terang lagi


"Pabrik pabriknya?" Tanya Dragon tidak sabar


"Puluhan buah pabrik itu, kami dapatkan dari belasan negara maju, yang keamanannya sangat terjamin, dan teknologinya sangat luar biasa sekali." Jawab Kaladaksa merasa bangga luar biasa


"Apakah kau juga menggandakan istana ayah ku?" Tanya Dragon penuh selidik


"Kami tidak berani tuan!. Jangankan menggandakan, mendekatinya saja kami tidak berani!" Jawabnya berterus terang


"Tapi bagaimana kalian bisa menggandakan bangunan bangunan yang ada di kota tersebut. Padahal kalian tidak bisa mendekati istananya?" Tanya Dragon lagi


"Kalau memasuki kota emas itu kami bisa. Tapi mendekati istana tuan itu kami tidak berani!" Jawab Daksa

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Dragon penasaran


"Karena di tempat itu ada ibu tuan tinggal, orang yang kedudukannya lebih tinggi, dan yang harus kami hormati, sama seperti tuan." Jawabnya terdengar jujur


"Hemm!. Begitu rupanya!" Responnya sudah mulai mengerti. Kemudian berkata lagi


"Satu lagi yang ingin aku tahu dari mu Daksa. Darimana kau dapatkan ilmu lain, padahal leluhur ku hanya mewariskan dua ilmu itu saja?" Ucap Dragon bertanya


"Sebelum leluhur kami benar benar menghilang, dan ditempatkan di hutan ini. Yang mulia Prabu menganugerahkan padanya sembilan kitab tingkat tinggi, dan semuanya berhasil dikuasainya dengan baik."


"Semua kitab itu berasal dari kitab inti ilmu yang ada pada tuan."


"Tapi yang kami pelajari baru kulitnya saja. Tidak sampai menyentuh intinya."


"Karena memang isinya cuma sebatas itu saja."


"Jadi ilmu yang kami kuasai tidak sebanding dengan ilmu yang tuan miliki." Jawab Kaladaksa apa adanya


Mendengar penjelasan itu, Dragon langsung membatin sendiri dalam hati. "Baru kulitnya saja sudah sehebat itu, apalagi kalau sampai menyentuh intinya."


"Ini tidak boleh dibiarkan, dan tidak boleh hanya sebagai pajangan saja!. Aku harus mempelajarinya!"


"Bukankah waktu itu isi buku tersebut sudah masuk ke dalam pikiran ku, tentu mudah untuk mempelajarinya?" Batinnya bertanya tanya


Saat Dragon diam itu, Kaladaksa tidak berani menyela. Dia tetap menunggu sampai Dragon membuka suara


"Teruskan Daksa!. Katakan apa saja yang kau tahu tentang kisah masa lalu, antara pemilik buku tersebut dengan leluhur mu. Juga tentang buku tersebut!" Ucap Dragon akhirnya


"Sebagai bentuk terima kasihnya pada leluhur Prabu. Leluhur kami bertekad akan terus menjadi abdi nya. Dan melarang keturunannya bersikap kurang ajar pada keturunan yang mulia Prabu."


"Kapan saja bertemu dengan keturunannya, kami harus tunduk dan membantu segala keperluannya."


"Karena tuan adalah keturunan dari leluhur Prabu, maka kami harus menghormati tuan."


"Semua perkataan tuan, adalah perintah bagi kami. Maka kami harus mengerjakannya semampu yang kami bisa." Jawab Kaladaksa dengan sikap santun


"Baiklah kalau begitu. Aku terima pengabdian kalian, sekaligus berterima kasih padamu juga pada rakyat mu."


"Sekarang aku akan memasang array pelindung di seluruh wilayah kekuasaan mu."


"Semoga kedepannya, kehidupan kalian di alam ini, semakin tenang dan maju." Ucap Dragon setelah semua yang ingin dia ketahui sudah diceritakan


***


Sepulang dari kerajaan ghaib milik Kaladaksa, Dragon langsung memeriksa isi buku yang sudah ada di kepalanya itu, dan langsung pula mempelajarinya


Dalam sekejap mata, Dragon sudah mampu menguasai ilmu menggandakan benda secara sempurna. Bahkan menggandakan dirinya juga bisa


Bukan hanya satu, tapi berapapun yang dia mau juga bisa


Selain ilmu itu, Dia juga sudah menguasai ilmu sembilan dasar pengendalian jenis benda. Bahkan dikuasainya dengan sempurna


Dengan ilmu tersebut, Dragon sudah bisa memanipulasi angin, tanah, air, api, logam, kayu, besi, pikiran, bahkan pikiran serta darah juga bisa. Dan itu dikuasainya dalam waktu singkat, serta lebih tinggi penguasaannya ketimbang yang dikuasai oleh Kaladaksa juga orang orangnya


Dengan menguasai semua jenis manipulasi benda atau elemen itu, Dragon sudah menjadi yang tak terkalahkan di muka bumi ini, dan sulit menemukan lawan yang sepadan dengannya


Tapi semua itu tidak membuat Dragon tinggi hati. Karena dia sudah mendalami isi buku Wahyu Taqwa, dan itu membuatnya menjadi rendah hati serta tidak sombong


Saat Dragon mempelajari semua keterampilan itu, dia memasuki alam jiwanya dan masuk langsung dengan raganya


"Andai ku gandakan istana megah ini, apa yang akan terjadi nanti ya?" Guman nya lirih


"Ah aku rasa belum waktunya untuk itu, karena aku harus fokus untuk menyelesaikan misi mencari jati diri, serta mendapatkan jawaban, siapa yang harus aku pilih diantara mereka berdua." Guman nya lagi


"Apa kah aku harus pilih keduanya ya. Atau mencari yang lain?"

__ADS_1


"Hah!. Cinta!. Cinta!. Cinta!. Dimana kau?. Ayo bertarung dengan ku!" Teriak Dragon sedikit keras


"Huh!. Ternyata mengurusi cinta lebih sulit dari mempelajari isi dunia!" Guman nya lemah. Lalu duduk bersimpuh di lantai istananya


"Guru!. Apakah kita harus membantu Dragon, untuk menentukan siapa yang harus dia pilih?" Tanya Brawijaya pada gurunya


"Tidak usah!. Biarkan dia sendiri yang memutuskannya."


"Kita yang sudah moksa ini, tidak boleh ikut campur dalam urusan mereka. Kecuali kalau mengancam dunia dan isinya!" Jawab Prabu Ditya penuh bijaksana


"Apakah guru ingin agar Dragon memilih kedua duanya?" Tanya Brawijaya lagi


"Benar!. Dengan demikian negara tempat calon istri istri nya itu, akan menjadi daerah jangkauan cucu kita, sebagai persiapan baginya untuk menguasai dunia dengan pengaruhnya." Jawab Prabu Ditya apa adanya


"Murid mengerti guru!" Respon Brawijaya senang


"Kalau begitu ayo kita temui dia, dengan menirukan ilmu yang sudah dikuasainya!" Ucap Ditya Prabu pada Brawijaya


"Baik guru!" Jawabnya patuh


Tak lama kemudian mereka berdua sudah berada di depan Dragon. Satu Ditya Prabu dan satunya lagi Brawijaya


Tapi Dragon hanya tersenyum saja, dan tidak memperdulikan mereka berdua. Dia malah menghilang, dan muncul ditempat lain, serta langsung menemui sosok asli guru guru nya itu


"Hahahaha!. Tidak sia sia kau mempelajari ilmu penggandaan itu. Sosok tiruan kami yang sangat sempurna pun mampu kau ketahui."


"Benar benar penguasaan mu sudah sangat sempurna, dan sudah tidak diragukan lagi kekuatannya."


"Mau tidak mau kami harus merasa senang, karena keturunan yang selama ditunggu, sudah kami temukan dan sudah pula diuji kekuatannya."


"Kedepannya kau sudah boleh melangkah, dan kerjakan apa yang menurutmu pantas kau kerjakan."


"Kami berdua akan selalu mendukung mu!" Ucap Ditya Prabu pada Dragon


"Apakah termasuk menggandakan istana ini eyang?"Tanya Dragon ingin penjelasan


"Terserah apa yang mau kau lakukan. Bahkan memindahkan istana ini sekarang juga boleh kau lakukan!"


"Tapi gejolak yang akan timbul, kau sendiri yang harus menyelesaikannya!" Jawab Prabu Ditya atau Ditya Prabu menawarkan


"Kalau begitu tidak usah lah eyang!. Dragon belum siap kalau belum benar benar menguasai tatanan dunia ini." Respon Dragon malu sendiri


"Baguslah kalau begitu. Ternyata kau tau juga resiko yang akan kau hadapi."


"Sekarang kembalilah ke dunia mu, dan lanjutkan perjalanan mu untuk mengambil buku yang satu nya lagi."


"Setelah buku itu ada padamu, maka ilmu ilmu lain akan bermunculan di kepalamu, serta tidak perlu kau pelajari lagi."


"Ilmu ilmu itu akan langsung meresap ke ingatan mu, dan sudah siap untuk digunakan." Ucap Ditya Prabu menjelaskan


"Tapi bagaimana dengan abdi eyang dulu, apakah mereka tidak bisa dimaafkan?" Tanya Dragon tidak di duga


"Eyang sudah lama memaafkan leluhur mereka, termasuk keturunannya itu."


"Keberadaan mereka yang tidak terlihat itu, memang eyang sengaja kan."


"Keberadaan mu di tempat itu pun eyang yang mengaturnya. agar kau bisa bertemu dengan mereka, serta memanfaatkan tenaga mereka untuk melakukan sesuatu."


"Dan hasilnya sudah terlihat. Tinggal kau beri nama kota itu, serta mendaftarkan nya ke negara."


"Tentang masalah nama itu, kau bisa minta pendapat dengan orang orang mu. Bahkan dari luar juga boleh."


"Sekarang pergilah!. dan siapkan diri mu untuk besok. Karena ada ribuan orang yang akan meminta penjelasan mu prihal kota baru tersebut."


"Gunakan lah kesaktian mu, untuk membuat mereka tunduk, dan mengakui keberadaan mu di tempat itu!" Ucap Ditya Prabu memberi saran

__ADS_1


"Baik guru!" Jawab Dragon patuh. Kemudian keluar dari tempat itu, setelah memberi hormat kepada guru gurunya


__ADS_2