Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Bangkrut semua


__ADS_3

"Sudah selesai tuan muda!. Apa yang tuan perintahkan sudah kami laksanakan semua." Lapor Deon pada tuannya.


"Bagus!. Kerja yang sangat sempurna!"


"Setelah ini aku


ingin melihat, apa yang terjadi pada pemilik perusahaan itu?"


"Apakah dia masih bersikap sombong dan jumawa, serta menganggap bahwa dialah yang paling kaya dan berkuasa?"


"Kalau sikapnya setelah di miskinkan masih tetap sombong, berarti dia bukan manusia. tapi iblis."


"Sudah jelas-jelas merugikan negara, dan menyusahkan orang lain, masih juga menganggap dirinya benar!"


"Sungguh luar biasa!" Respon Dragon senang luar biasa, dan tidak menyangka bahwa anak buahnya akan secepat itu mengerjakan perintahnya.


"Lalu apa yang harus kami lakukan lagi tuan muda? Apakah harus meretas CCTV mereka, agar apa yang tengah terjadi pada William itu bisa kita lihat?" Tanya Deon pada tuannya.


"Tidak perlu!. Karena saat ini orang orang ku yang lain, sedang berada di sana dan merekam apa yang terjadi pada mereka."


"Sekarang perhatikan layar itu. Bukankah itu mereka?" Jawab Dragon tegas. Kemudian memperlihatkan apa yang dikatakannya tadi


"Ya tuan benar!. Itu orang yang mengaku sebagai pemilik perusahaan tersebut. tapi sebenarnya bukan." Jawab anak buahnya cepat.


Kalu menanyakan siapa pemilik perusahaan tersebut sebenarnya.


"Pemilik aslinya adalah ini!" Jawab Dragon sangat mengejutkan.


Bersamaan dengan selesainya Dragon berbicara, muncul seseorang yang tidak mereka kenal. yang berada di dunia ilusi. Dialah pemilik asli perusahaan yang saat ini sedang dipermasalahkan oleh pihak berwenang.


Namun kedatangannya tidak dia sadari, bahkan terus saja bekerja mengoperasikan komputer yang selalu ada di depannya. Padahal puluhan orang sedang mengawasi aksinya tersebut.


"Perhatikan jari-jarinya, saat mengetik simbol simbol yang ada di komputer itu!"


"Bukankah itu coding untuk membuka kembali apa yang dia miliki di negara kita?"


"Berarti dia sudah tahu, bahwa orang yang dibayar untuk menggantikannya, sudah ditangkap oleh polisi, dan dia ingin menghilangkan bukti-bukti keterlibatannya."


"Jadi aku ingin kalian mencegah usahanya tersebut, dan menggagalkan rencananya untuk melepaskan diri dari tanggung jawab." Jawab Dragon sambil memberi instruksi pada anak buahnya


"Siap tuan muda!. Kami akan melakukan untuk anda!" Respon Deon dan anak buahnya serempak.


Kemudian mengoperasikan komputernya masing masing, untuk meretas komputer lawannya.


"Ternyata nama orang itu adalah william juga. berarti dia memanfaatkan orang yang bernama sama, dan kebetulan berasal dari negara kita. jadi keberadaannya tetap aman."


"Kalau begitu ceritanya. Bolehkah kami mengambil seluruh apa yang dia punya tuan muda?" Reaksi Deon meminta izin pada Dragon.


"Oh silakan lakukan apa yang kalian suka!" jawab Dragon singkat. Kemudian menunggu apa yang akan dilakukan oleh anak buahnya tersebut.


Tak lama kemudian.


"Ah apa yang terjadi?. Bagaimana bisa?. Siapa yang telah menghapus dan mengganti kode kode ku?"


"Kalau begini caranya, bakalan aku akan kena tangkap juga!" Ucapnya sesaat setelah dia menyadari bahwa komputernya telah diretas oleh seseorang.


"Huh!. Mau main-main denganku ya?"


"Kalian pikir aku tidak tahu siapa dibalik ini semua?. Tunggu saja pembalasan ku!" Ujarnya marah.


"Hah!. Pemula seperti mu ingin melawan ku. Mimpi sana!" Reaksi Deon tidak senang.


Kemudian mengunci sistem operasi komputer lawan, dan mengambil alihnya.

__ADS_1


"Sudah saatnya!" Ucap Deon pada anak buahnya.


Bib!


"Sialan!. Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini?" Reaksi orang tersebut kebingungan. saat tiga tabungan miliknya di transfer atas namanya sendiri, dan tidak diketahui ke rekening siapa.


Tak lama sesudah itu di layar komputer yang ada di depannya tersebut menampilkan notifikasi yang berbunyi. "Transfer selesai!. Terima kasih atas kerjasamanya."


"Sial, sial, sial!. Bagaimana bisa terjadi?, dan bagaimana...Hah!. Habis sudah!. Habis!" Teriaknya marah, dan tidak mampu menyelesaikan kalimatnya lagi.


Tik!


Blam!


"Argh!"


Tiba tiba saja, tubuh orang tersebut menghilang, karena dikirim oleh Dragon ke tempat Willian sedang diperiksa itu, dan sampai di sana saat tim penyidik sedang mencari informasi, siapa pemilik perusahaan tersebut sebenarnya.


"Ini dia orangnya!. Dialah pemilik asli perusahaan yang aku kelola itu!"


"Silakan tangkap dia dan lepaskan aku!" Reaksi William tidak terduga.


"William!. Apa yang kau lakukan?"


"Kenapa kau menuduhku sebagai pemilik perusahaan itu?.Bukankah selama ini kau yang mengelolanya?"


"Aku hanya pemilik modal. dan mengenai apa yang kau lakukan serta kebijakan mu ke depannya itu aku tidak tahu menahu."


"Berarti kaulah yang harus bertanggung jawab, bukan aku?" Reaksi William asli tidak senang. Kemudian bangkit dari tempat duduknya, dan berusaha mencengkram kerah baju William kedua.


Tapi tindakannya itu segera dicegah oleh beberapa orang polisi, yang bertugas sebagai penyidik. kemudian berusaha menenangkan nya.


"Ah tidak seru!. Membosankan!. Banyak sekali aturannya!"


Tik!


"Eh dimana orang itu?. Kenapa bisa datang dan menghilang begitu saja?. Siapa sebenarnya yang ada di balik semua ini?" Reaksi mereka penasaran.


"Biarkan saja!. Sekarang kita sudah tahu siapa pemilik asli perusahaan tersebut."


"Ternyata orang ini adalah kacungnya, yang bertanggung jawab mengelola perusahaan itu."


"Berarti dialah yang harus mempertanggung jawabkan itu semua."


"Segera tahan dia! dan buat BAP tentang kejahatannya itu. Begitu juga dengan orang orangnya." Ucap kasat Reskrim pada bawahan nya.


Sementara itu di tempat Dragon.


"Untuk sementara tugas kalian sudah selesai."


"Tugas selanjutnya adalah, memantau aktivitas 6 perusahaan lain, yang berusaha ingin menjatuhkan Birawa Group."


"Atau langsung kalian hancurkan saja?. Apakah mereka terlibat dalam kejahatan atau tidak!"


"Jadi sekarang kerjakan perintah ku!. Hancurkan dominasi mereka!"


"Gunakan segala kemampuan kalian untuk membuat mereka takluk. atau setidaknya menghentikan aksinya tersebut!"


"Jika masih melawan juga, hancurkan dan kuras habis hartanya sampai tidak tersisa!" Ucap Dragon pada seluruh anak buahnya


Tanpa berkomentar atau membantah. Deon, Austin Rams dan yang lain, segera mengerjakan perintah tersebut.


Maka dalam sekejap saja, di belahan dunia lain, telah terjadi kehebohan besar di sana. di mana 6 perusahaan yang masih tersisa, yang sudah diketahui lokasi serta sistem informasinya, tiba-tiba mendadak bangkrut, karena seluruh uang dan aset-asetnya disita oleh negara atas tuduhan penggelapan pajak dan pencucian uang.

__ADS_1


Tapi sebenarnya yang ada di balik itu adalah Rams, karena dia yang paling bersemangat mengerjakan perintah dari tuannya itu. Sementara Austin dan seniornya. Hanya menjadi fasilitator saja.


Kini keadaan sudah kembali aman. Delapan perusahaan yang berusaha merongrong kewibawaan Birawa Group, sudah dibuat bangkrut. Tinggal bagaimana memperkuat sistem informasi Birawa Group saja, agar tidak bisa diretas orang lagi.


***


Tiga hari kemudian.


"Ayah mendapat laporan, bahwa kau sudah berhasil memerangi orang orang yang mencoba merongrong kewibawaan perusahaan kita. Apakah itu benar?" Tanya Dragon sesaat dia kembali dari lawatannya ke luar negeri itu.


"Benar ayah!. Tapi mereka sekarang sudah tidak ada lagi. karena seluruh perusahaan tersebut sudah dibuat bangkrut, dan pemiliknya juga sudah ditangkap."


"Jadi untuk sementara perusahaan kita aman ayah."Jawab Dragon apa adanya.


"Kerja bagus!. Ayah tidak menyangka bahwa kau mampu mengemban tugas sebesar itu."


"Tidak tidak sia-sia kau bersekolah tinggi, dan mendapatkan gelar tinggi pula."


"Berarti apa yang kau lakukan itu ada gunanya sekarang." Respon Dion sangat senang.


Kemudian menepuk nepuk bahu Dragon, sebagai bentuk dukungannya.


"Bagaimana prospek tempat yang ayah kunjungi itu?. Apakah ada kemungkinan untuk didirikan usaha?" Tanya Dragon mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"Maksudmu tempat yang mana?, karena ada empat negara yang ayah kunjungi selama sepuluh hari itu."


"Jika yang kau maksudkan adalah benua Eropa, lebih baik jangan. karena usaha kita yang ada di sana ayah rasa sudah cukup."


"Lagi pula cost nya terlalu tinggi. Hanya beberapa negara yang menerapkan pajak yang cukup kecil, tapi prospek usaha di sana kurang bagus."


"Tapi kalau di benua Afrika, ayah rasa bisa. Tapi masalahnya adalah keamanan."


"Namun ada satu negara yang ayah rasa bisa kita jadikan pilot project untuk mendirikan usaha di sana."


"Selain tempatnya aman, biayanya juga murah, dan sumber daya alamnya juga cukup banyak."


"Jika kita mendirikan usaha di tempat itu, ayah rasa kita akan mendapatkan untung banyak."


"Otoritas setempat yang ayah datangi, juga mendukung rencana ayah itu, dan mereka akan memfasilitasi apa yang kita butuhkan."


"Tinggal mengerahkan kemampuan kita saja, maka ayah yakin usaha kita akan berhasil!" Jawab Dion apa adanya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi?. Kita memilih negara yang ayah maksudkan itu. Tapi negara mana?" Reaksi Dragon cukup senang. Namun belum mengetahui negara mana yang dimaksud.


"Afrika Selatan!" jawab Dion berterus terang.


"Afrika Selatan?. Mau mendirikan usaha apa dan kelebihannya apa?" Reaksi Dragon penasaran.


"Jangan salah anak ku. sudah sama-sama kita tahu bahwa negara tersebut adalah penghasil emas, platinum, berlian, batubara, bijih besi, bijih mangan, nikel, tembaga serta bijih kromium terbesar nomor dua di dunia"


"Jika kita mendapatkan semua itu, bukankah pundi-pundi kekayaan kita akan semakin banyak?" Jawab Dion apa adanya.


"Oh kalau itu aku sudah lama tahu. Tapi Bukankah di negara tersebut sudah banyak perusahaan sejenis?"


"Kalau kita masuk. Apakah tidak akan menimbulkan polemik antar perusahaan?" Tanya Dragon ingin memastikan saja.


"Kau jangan khawatir!. Ayah sudah menanyakan semua itu kepada otoritas setempat, dan kata mereka tidak masalah jika ada perusahaan lain yang masuk, karena bahan tambangnya cukup banyak. dan bisa digali selama ratusan tahun lagi."


"Kalaupun itu tidak benar. tapi setidaknya kita sudah menggali kekayaan dari tempat tersebut, sekaligus membangun wilayahnya."


"Jadi tidak ada salahnya kalau kita masuk. Bagaimana menurut mu?" Jawab Dion sekaligus meminta pendapat dari anaknya.


"Ya kalau Itu sudah keputusan ayah. Draco mendukung saja, dan akan membuat semua itu menjadi mudah." Jawab Dragon cukup melegakan.

__ADS_1


"Bagus!. Kalau begitu sudah kita putuskan. kita akan membangun delapan buah pabrik untuk memulai usaha kita di sana."


"Sedangkan para pekerjanya kita datangkan dari sini.. Sementara sisanya, kita ambil dari penduduk setempat!" Respon Dion senang. atas dukungan dari anaknya tersebut.


__ADS_2