Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Titisan Dewi Pringgadani


__ADS_3

"Apakah tidak ada cara lain eyang?"


"Misalnya menarik tubuh Dewangga kesini, dan dipertemukan dengan eyang, lalu eyang menghabisi atau menarik semua ilmunya, agar tidak bisa berbuat jahat lagi?" Tanya Dragon seperti memberi usul


"Bisa!. Tapi resikonya sangat besar sekali!"


"Dunia mu ini akan terguncang, dan segala isinya akan musnah jika kita salah perhitungan!"


"Karena kekuatan yang murid murtad itu miliki, juga bersumber dari Kalamurka itu!"


"Ditambah dengan ilmu dari kitab kitab lain, yang berhasil dia pelajari."


"Salah satu kitab termasyhur pada masanya dulu, adalah sebuah kitab ciptaan empu Bharada, yang entah bagaimana bisa ada ditangannya."


"Nama kitab itu kalau tidak salah adalah Ajian Pelebur Sukma, yang berbanding terbalik dengan ajian yang sama."


"Kalau ajian yang eyang ciptakan bisa menghancurkan sukma dan raga seseorang. Ajian yang empu itu lakukan malah sebaliknya."


"Tubuh pemilik ajian tersebut tidak akan bisa hancur, walau dihantam oleh kekuatan sebesar apapun."


"Malah akan membuat tubuhnya kebal dan semakin kuat. Karena kekuatan yang berasal dari pukulan itu akan diserap, serta dijadikan senjata untuk menyerang balik lawannya."


"Jika itu terjadi. Maka kau akan merasa kesulitan, apalagi jika bertarung di alam ini"


"Satu satunya cara adalah meminta Prameswari untuk datang, dan menghadapi musuh kuat mu itu."


"Karena kelemahan Dewangga ada padanya." Jawab Ditya Prabu cukup panjang sekali


"Prameswari?"


"Tapi dia masih terlalu kecil eyang?"


"Tahun ini usianya baru saja menginjak tujuh tahun."


"Bagaimana bisa menghadapi musuh sekuat itu?"


"Bisa bisa dia sendiri yang akan binasa?" Respon Dragon tidak percaya


"Apakah kau lupa?. Bahwa adik mu itu adalah titisan Dewi Pringgadani. Seorang ratu bangsa lelembut.


Penguasa sembilan dunia langit, yang menurut kepercayaan kaum tertentu, sangat kuat sekali!"


"Jangankan Dewangga!. Raja Rawana saja sangat takut padanya."


"Jika Dewi itu turun tangan. Maka semua urusan akan selesai!"


"Jadi ancaman besar, terhadap alam ini bisa dihindari. Dan keseimbangan alam bisa dipertahankan!" Jawab Ditya Prabu berterus terang


"Tapi dalam tubuh adik ku itu, sudah bersemayam ratu Prameswari."


"Tapi kenapa dia tidak tahu, kalau didalam tubuh adikku itu ada bersemayam Dewi Pringgadani?"


"Mungkinkah mereka belum pernah bertemu selama ini?"


"Lalu dimana salahnya guru?" Tanya Dragon ingin tahu


"Prameswari tinggal didalam aura kesadaran adik mu, Sedangkan Dewi Pringgadani tinggal dilautan spiritualnya."


"Jadi wajar kalau dia tidak mengetahui, kalau ada jiwa lain yang mendiami tubuh adik mu itu. Dan keberadaannya tidak bisa dideteksi, walau oleh seorang Prameswari sekalipun." Jawab Ditya Prabu apa adanya


"Jadi didalam tubuh adikku itu, bersemayam dua orang ratu, yang berkuasa pada masanya dulu?"


"Tapi kenapa selama ini aku tidak mengetahuinya ya?" Guman Dragon pada diri sendiri


"Itu karena tingkatan mu masih rendah. Sehingga ilmu mu belum bisa menjangkaunya, kecuali Prameswari itu." Jawab Ditya Prabu apa adanya


"Luar biasa!. Ternyata ilmu ku yang sudah tergolong tinggi, belum bisa memecahkan misteri alam ini."


"Aku jadi penasaran, sekuat apa dia?.Dan bagaimana rupa dari Dewi tersebut?"


"Bagaimana keberadaannya tidak bisa aku deteksi?" Batin Dragon dalam hati


"Guru!. Apakah tidak sebaiknya kita datangkan dua orang ratu itu, untuk bertemu dengan kita?" Ucap Dragon memberi usul


"Itu juga yang sedang guru pikirkan " Jawab Ditya Prabu terkesan setuju


Kemudian tanpa diminta dua kali. langsung memanggil Pringgadani dan Prameswari, untuk datang menghadapnya


Bukan hanya mereka berdua yang datang. Tapi tubuh fana milik Dyah Isma Prameswari juga didatangkan, dan hasilnya sangat mengagetkan Dragon


Pringgadani yang disangka kuat itu, ternyata adalah murid dari Ditya Prabu. Adik seperguruan Prabu Brawijaya


Itu diketahui saat dia datang, langsung memberi hormat ke arah eyang Prabu. Juga memberi salam kepada kakak seperguruannya yaitu Prabu Brawijaya

__ADS_1


"Salam sembah murid tidak berbakti ini guru!" Ucap Dewi Pringgadani terdengar tulus


"Bangunlah!. Sudah cukup penghormatan mu padaku!" Jawab Ditya Prabu dengan lemah lembut


"Terima kasih Guru!" Jawab Pringgadani singkat. Kemudian bangkit dari berlututnya, dan langsung memberi salam kepada kakak seperguruannya


Sementara Prameswari atau Wari, yang juga dipanggil untuk datang itu hanya berdiri diam, bengong, dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan


Dalam pikirannya membatin, apakah dia sudah berbuat salah?. Atau ada yang tidak senang, karena dia telah berani menempati tubuh fana Dyah Isma, saudara perempuan dari tuannya itu, atau ada alasan lain?"


Memikirkan itu, dia jadi salah tingkah, Apalagi setelah melihat Dragon juga ada di tempat itu


Dia juga melihat, Dyah Isma Prameswari, yang belum bangun dari tidurnya itu jadi mengerti, bahwa jiwanya telah dikeluarkan secara paksa, oleh orang yang bernama Ditya Prabu, bersama dengan Dewi Pringgadani


Namun dia tidak mengenal, siapa dua orang itu. Jadi Prameswari hanya menunggu untuk dikenalkan pada mereka


Tapi ditunggu sekian lama mereka belum juga menyapanya


"Siapa kedua orang itu?. Kenapa auranya sangat kuat sekali?" Batin Prameswari dalam hati


"Apakah kau bingung Wari?"


"Kenalkan ini guru ku. juga guru dari tuan mu itu!"


"Kalau kau pernah mendengar nama Ditya Prabu, berarti itu adalah dia. Dan inilah orangnya!"


"A a apa?. Berarti ini yang mulia sesembahan seluruh bangsa lelembut juga bangsa manusia!"


"Hormat hamba yang mulia prabu!" Respon Prameswari cepat. Lalu menjatuhkan lututnya ke tanah, pertanda sedang memberi hormat


"Bangunlah Wari!. Jangan lakukan itu!"


"Aku sebagai leluhur dari tuan mu. Sangat berterima kasih padamu. Karena kau sudah menjaga keturunan ku dari mara bahaya."


"Kenalkan!. Ini murid kedua ku. Ratu Pringgadani, penguasa sembilan istana langit, yang dua diantaranya sudah dikuasai oleh Dewangga, murid murtad ku itu!".


"Nama lengkapnya, Dewi Isma Pringgadani. Adik seperguruan murid pertama ku itu. Yaitu Prabu Brawijaya."


"Aku yakin kau sudah kenal dengannya."


"Ketahuilah oleh mu Wari!. Bahwa Pringgadani ini juga tinggal di tubuh cucu ku ini, tapi berlainan alam dengan mu"


"Kau tinggal di aura kesadaran cucu ku. Sedangkan dia tinggal dilautan spritual terdalam dari cucu ku ini."


"Oleh karena itu mulai hari ini. Kalian berdua bekerja samalah, dalam memberantas kejahatan yang tidak lama lagi akan datang"


"Khusus untuk mu Dewi!Ketahui!. Anak yang kau bimbing untuk menjadi seorang satria piningit itu. telah mengkhianati mu juga guru mu ini!"


"Dia sengaja membuat permusuhan dengan keturunan ku. Dengan menjadikan dunia yang kuciptakan itu menjadi miliknya!"


"Ditambah dia juga telah membuat cucuku ini susah dan merasa terhina!"


"Orang yang seharusnya mengabdi padanya, telah berani menawarkan agar cucuku ini bergabung dengannya, dan menjadi pengawal di kerajaannya!"


"Oleh karena itu kau kupanggil kemari, untuk memberi hukuman pada Dewangga itu!" Ucap Ditya Prabu memberi penjelasan


"Tapi bagaimana caranya aku bisa mendatangi murid murtad itu, kalau sarana yang ku gunakan masih lemah seperti itu?"


"Apakah dengan mengandalkan sukma ku ini, bisa mengalahkannya guru?" Jawab Pringgadani terkesan protes


"Kau jangan khawatir Dewi!. Bukankah kau sudah tahu, bahwa tubuh anak ini bukan tubuh sembarangan?"


"Hanya dia satu satunya orang yang mewarisi tubuh penopang langit. atau tubuh kaisar semesta, yang keberadaannya hanya ada dalam seribu tahun?"


"Kenapa kau malah meragukan kekuatannya?"


"Apakah kau ingin melawan guru mu ini?" Respon Ditya Prabu kurang senang


"Murid tidak berani guru!" Jawab Pringgadani tidak enak hati. Sambil membungkuk hormat kearah gurunya


"Sudahlah!. Jangan dibahas lagi!"


"Guru hanya menguji kesungguhan mu saja!"


"Sekarang kalian berdua masuklah ke tubuh anak ini!"


"Aku akan mengaktifkan tubuh langka itu, agar bisa kalian gunakan melawan Dewangga."


"Ketahuilah!. Dewangga sekarang bukanlah manusia fana!"


"Dia sekarang telah menjadi mahluk keabadian."


"Tubuhnya tidak bisa hancur, kecuali oleh kekuatan yang berasal tubuh anak ini!"

__ADS_1


"Jadi gunakan lah kekuatan itu dengan bijak, dan jangan keluar dari arahan yang akan guru berikan!"


"Jangan lupa bekerja sama dengan Wari juga Dragon cucuku ini."


"Jika mengalami kesulitan, maka guru sendiri yang akan turun tangan." Ucap Ditya Prabu memberi penguatan


"Mohon maaf guru!. Kenapa tidak guru sendiri yang turun tangan?"


"Tarik dia kemari, dan cabut semua ilmunya."


"Jadi keseimbangan alam bisa dijaga, dan tidak menimbulkan fenomena yang tidak diinginkan?"


"Karena semua ilmu yang dia kuasai berasal dari guru. Jadi mudah untuk mencabutnya." Ucap Pringgadani memberi usul


"Kau jangan salah Dewi!. Bukan hanya ilmuku saja yang dia kuasai, tapi ilmu dari guru-guru lain juga dia kuasai. termasuk ilmu yang berasal dari Empu Bharada, adik seperguruan ku itu!"


"Berkat ilmu-ilmu tersebut. Dia sekarang telah lepas dari tubuh fana nya, dan berubah menjadi tubuh dewa iblis, yang kekuatannya sudah tidak diragukan lagi!".


"Jika hanya cucuku saja yang turun tangan, sulit untuk mengalahkannya."


"Oleh karena aku minta bantuan kalian, untuk membantu cucuku dalam memerangi, serta merebut istana atas langit Itu."


"Kalau guru yang turun tangan, untuk apa kalian ada?"


"Jadi dalam hal ini, guru hanya bertugas menjaga keseimbangan alam, bersama dengan kakak seperguruan mu ini. agar tidak timbul fenomena yang tidak dinginkan." Jawab Ditya Prabu cukup bijaksana


"Baiklah guru!" Jawab Pringgadani patuh. Kemudian memasuki tubuh Dyah, bersama dengan ratu Prameswari


Setelah mereka menghilang. Ditya Prabu langsung menyentuh kening Dyah, agar terbangun dari tidurnya


Tapi sebenarnya dia sedang mengaktifkan dan merubah tubuh fana Dyah Isma menjadi tubuh penopang langit, atau tubuh kaisar matahari, yang disebut dengan tubuh kaisar semesta


Begitu dia bangun. Dyah Prameswari menjadi kebingungan, karena dia belum pernah melihat dunia yang seindah itu


Tubuhnya berputar ke sana ke mari, sambil matanya menatap semua yang ada, dan berhenti saat bersitatap dengan Dragon


"Kakak!. Apakah itu kau?"


"Dimana kita ini kak?. Tempat apa ini?"


"Kenapa pemandangannya sangat indah sekali?" Tanya Dyah Prameswari ingin tahu


"Adik!. Baru tiga bulan tidak bertemu, adik sudah sebesar ini?"


"Kuat makan ya?" Respon Dragon meledek adiknya


"Ah kakak ini!. Pertanyaan adik belum kakak jawab. malah bertanya pula!"


"Di mana kita ini kak?. dan apa nama tempat ini, serta siapa mereka?" Tanya Dyah Prameswari sambung menyambung


"Guru!. Apa yang harus aku katakan pada adikku ini?"


"Apakah aku harus berterus terang, tentang dunia kecilku ini?" Tanya Dragon ingin mendapatkan dukungan dari guru-gurunya tersebut


"Belum waktunya untuk dia tahu."


"Katakan saja, bahwa ini adalah satu tempat yang ada di muka bumi. Tapi belum pernah dikunjungi oleh siapapun!"


"Katakan juga, bahwa kami berdua ini adalah guru gurumu. dan jangan ada satupun yang terlewatkan, kecuali tentang dunia kecilmu ini!"


"Ajak dia berkeliling, agar dia tidak bertanya lagi tentangnya!" Jawab Ditya Prabu melalui transmisi suara juga


"Adik!. Kenalkan!. Ini eyang Prabu. Dan yang ini pangeran Brawijaya atau Prabu Brawijaya."


"Mereka berdua adalah guru kakak, yang membimbing kakak selama ini, hingga menjadi orang kuat."


"Tentang tempat ini. Suatu saat nanti, adik akan mengetahuinya juga."


"Sekarang mari ikut kakak mengelilingi tempat ini, agar adik merasa senang." Jawab Dragon berdiplomasi


Kemudian meminta izin kepada Ditya Prabu, juga prabu Brawijaya, untuk membawa adiknya ke tempat lain


Di sela-sela melihat pemandangan. Dragon menyempatkan diri mengamati tubuh adiknya, yang katanya merupakan tubuh langka, yang hanya ada dalam kurun waktu 1000 tahun


Tapi selama pengamatan itu, Dragon tidak menemukan keistimewaan apapun. Namun dia yakin, bahwa guru-gurunya itu tidak berbohong


Pasti ada rahasia yang tersembunyi dalam kelangkaan tersebut. Mungkin dia akan bereaksi, saat berhadapan dengan musuh yang terlalu kuat


"Kakak, lihat itu!. Bukankah itu seperti istana?" Teriak Dyah Prameswari cukup kuat


"Ya kau benar!. Itu memang istana. dan kebetulan adalah istana kakak!"


"Jadi kau boleh masuk ke situ, dan mengambil apa saja yang kau inginkan!" Jawab Dragon. merasa senang

__ADS_1


__ADS_2