
Sementara itu pemuda yang berprofesi sebagai bodyguard tersebut terus marah marah, dan berusaha mengusir orang orang yang ada di situ untuk pergi
Namun kemarahannya tidak digubris oleh siapapun, termasuk oleh Dragon dan anak buahnya. Apalagi oleh tujuh orang pelatih Taekwondo tersebut
Mereka asyik makan dan minum, serta tidak memperdulikan Omelan bodyguard arogan itu. Tapi saat dua orang bodyguard memukul meja yang pelatih itu gunakan, sontak saja mereka marah, dan segera bereaksi dengan menendang tubuh bodyguard itu hingga terjerembab ke tanah
Bukan hanya itu saja yang mereka lakukan. Salah seorang dari mereka mendatangi orang yang dipanggil tuan muda itu untuk membuat perhitungan
Baru saja dia sampai, langsung menendang kursi yang pemuda itu duduki. Tapi usahanya tidak berhasil, karena sebelum tendangan itu sampai, kursi yang ia duduki sudah diangkat serta digeser ke samping, hingga tendangan pelatih tersebut tidak mengenainya
"Oh!. Ternyata kau bisa silat juga ya anak muda?"
"Tidak percuma kau dipanggil tuan muda oleh orang orang mu. Ternyata kau juga menguasai ilmu ilmu silat."
"Katakan siapa guru mu?, agar aku tidak salah saat bertindak?" Respon pelatih itu marah
"Kau belum pantas tahu siapa guru ku!, karena aku adalah guru itu sendiri!"
"Kau pantasnya jadi murid ku, dan berlatih terus untuk bisa mengalahkan ku!" Jawab tuan muda tersebut sombong sekali
"Kurang ajar!. Ditanya baik baik malah ngelunjak begitu!"
"Kau memang ingin dihajar!, agar bisa bersikap sopan pada orang yang lebih tua dari mu" Reaksi Samba emosi
Kemudian menerjang pemuda tersebut dengan pukulan serta tendangan lurus. Tapi bukan Freddy namanya, kalau hanya dengan serangan ringan seperti itu akan kalah
Tendangan Samba di balas dengan tendangan, dan saling beradu di udara. Tapi pukulan cepatnya hanya mengenai angin. Malah tubuhnya sendiri yang terkena pukulan, hingga membuatnya terdorong mundur beberapa langkah
Selama naik tingkat sebagai pelatih, atau guru 100 orang murid. belum pernah dia mendapatkan pukulan keras seperti itu, walau dikeroyok sekalipun. Tapi malam ini serangan super cepat lawannya tidak bisa dielakkan
Terang saja tubuhnya menjadi korban, hingga membuat dadanya sesak, dan mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya
"Adik!. Kau mundurlah!. Dia bukan lawan mu!"
"Tingkatannya sudah lebih tinggi empat tingkat darimu."
"Jika kau memaksakan juga, maka kau yang akan mati!" Ucap kakak kedua dari para pelatih tersebut dengan ekspresi khawatir
"Tenang saja kak!. Aku belum kalah!. dan aku masih punya jurus yang bisa membuat dia takluk!" Jawab Samba tidak mau mendengar nasehat dari seniornya
"Aku bilang mundur ya mundur!. Jangan membangkang seperti itu!"
"Apakah kau pikir ilmumu itu sudah tinggi?. Sadarlah!. Tingkatannya jauh lebih tinggi darimu!. Ingat itu!" Bentak kakak keduanya marah
"Baik!. Aku anggap kali ini kau beruntung!. Tapi lain kali kau akan tau siapa aku anak muda!" Ucap Samba belum juga menyadari perbedaan antara dia dengan lawannya
Kemudian kembali ke mejanya, dan menyeka darah yang keluar dari mulutnya itu
"Untung aku belum berkelahi dengan orang itu!"
"Ternyata dia jago karate dan taekwondo!"
"Guru saja kalah apalagi aku!" Batin pemuda yang ngotot melawan tadi dalam hati sambil bergidik ngeri
"Anak muda!. Mewakili saudara saudara juga murid murid ku, aku minta maaf atas nama mereka."
"Mohon masalah sampai disini saja, dan kami akan pergi!"
"Tapi tolong sampaikan salam maaf kami pada gurumu Sutawijaya Itu."
"Sampaikan bahwa kami tidak akan mengulangi lagi perselisihan ini."
"Selamat tinggal dan selamat bersenang senang!" Ucap Rambudi mencoba mengalah
"Enak saja!. Setelah membuat tuan muda kami marah, kau malah ingin pergi begitu saja!"
__ADS_1
"Bawa dulu dua orang murid mu itu kemari, agar aku bisa merobek mulut lancangnya itu!"
"Setelah itu permasalahan kita kami anggap selesai, dan kalian boleh pergi. Tapi dua orang itu tidak!" Respon Prilly tidak terduga
"Mana bisa begitu!. Kami kan sudah minta maaf. dan kami akan segera pergi."
"Jadi silakan gunakan meja itu. biaya apa yang kalian makan, akan kami tanggung!" Jawab Rambudi masih bersikap sabar
Kalau saja bukan karena Sutawijaya, yang terkenal sakti dan berjuluk pengemis dari utara itu. Mana mungkin seorang Rambudi akan merasa takut.
Tapi karena dia sadar kekuatannya masih kalah jauh dengan kekuatan pengemis dari utara tersebut, maka dia mencoba mengalah dengan membiarkan harga dirinya di injak-injak
Dia berbuat seperti itu karena belum tahu, kalau Sutawijaya atau pengemis dari utara itu sudah mati. Dan sangat kebetulan sekali saat dia mengatakan seperti itu, Dragon mendengarnya dengan jelas
Kemudian mengutus Abhicandra, untuk menyelidiki siapa anak muda yang dipanggil tuan muda itu bagi Sutawijaya
Apakah mungkin dia orangnya Sutawijaya. karena Rambudi tadi mengatakan, bahwa Sutawijaya adalah guru dari Freddy. Lalu di mana salahnya
Mungkinkah Sutawijaya adalah guru karate, taekwondo dan ilmu-ilmu silat lainnya, yang juga menguasai ilmu sihir. Sampai seorang Rambudi begitu takut padanya
"Ini harus ditanyakan langsung pada anak muda itu, agar rasa ingin tahu tuan muda terjawab." Batin Abhicandra dalam hati
"Selamat malam anak muda!. Kalau boleh tahu apa hubungan mu dengan sutawijaya itu?"
"Apakah kau muridnya?" Tanya Abhicandra pada Freddy sesopan mungkin
"Siapa kau orang tua?. Apa urusanmu dengan guru ku itu?"
"Apakah kau mengenalnya?" Jawab Freddy malah balik bertanya
"Oh!. Kebetulan orang yang kau akui sebagai guru mu itu saat ini sudah mati!"
"Jadi aku ingin berbuat kebaikan, dengan menyampaikan berita ini pada anda." Jawab Abhicandra apa adanya
"Lalu siapa yang membunuhnya?" Respon Freddy dengan ekspresi marah
"Kebetulan orang itu adalah tuan mudaku."
"Dia terpaksa melakukan itu, karena guru mu itu telah menebarkan kejahatan di tempat lain."
"Jadi terpaksa harus dihabisi, agar kejahatan itu hilang." Jawab Abhicandra dengan ekspresi datar
"Kurang ajar!. Cari mati kau!" Respon Freddy emosi
Kemudian menyuruh bodyguardnya untuk menyeret Dragon, dan dibawa menghadapnya
Sementara orang orang yang dia bawa, dibiarkan begitu saja, bahkan dari tadi belum disuruh duduk, karena kursi dan meja yang ada di tempat itu, dipakai oleh Dragon juga yang lain
Mereka itu adalah teman teman seangkatan Freddy Jaya, yang malam ini diajaknya untuk merayakan kenaikan jabatan, dalam organisasi penyihir besutan nenek wolf itu
Tapi rencana mereka tidak berjalan mulus, karena sasaran mereka salah. Orang yang mereka gertak itu adalah Dragon. Ditambah dengan murid murid perguruan juga guru gurunya
Jadi saat digertak itu jelas tidak mempan, apalagi saat beberapa bodyguard mendatanginya
Belum juga sampai. empat orang bodyguard itu sudah dibuat tumbang hanya dalam sekali serang
Siapa lagi yang membuatnya kalau bukan Bumi. Dia marah saat tuan mudanya akan diperlakukan tidak sopan oleh mereka. Mau diseret lagi. Memang siapa mereka. Berani beraninya bersikap tidak sopan pada Dragon?
"Cari mati saja!" Rutuk Bumi tidak senang
"Siapa kau?. Kenapa berani melukai anak buah ku?" Respon Freddy jaya juga tidak senang
"Katakan saja apa yang kau Mau kan?. Jangan bertele tele seperti itu!" Ucap Dragon ingin penjelasan
"Apakah kau yang telah membunuh Sutawijaya guru ku itu?" Tanggapan Freddy Jaya penuh penekanan
__ADS_1
"Ya!. Itu memang aku. Kamu mau apa?"
"Apakah kau keberatan jika nyawa busuk gurumu itu aku cabut?" Jawab Dragon dengan sikap tenangnya
"Ya aku keberatan!"
"Jadi hari ini aku akan membalaskan dendam nya pada mu!. Dan kau harus mati!" Respon Freddy cukup berani
Kemudian menyerang Dragon dengan pukulan terbaiknya. Tapi gerakannya dihalangi oleh Leon, dengan sebuah pukulan cukup keras ke arah dadanya, hingga membuat tubuh Freddy terjungkal ke tanah, dan berguling jatuh ke laut
Anak buahnya yang melihat itu menjadi panik. Kemudian reflek terjun ke laut untuk menolong tuan mudanya
Beruntung laut saat itu tidak sedang pasang. Jadi dengan mudah tubuh Freddy yang jatuh itu ditemukan, dengan kondisi tidak sadarkan diri. Tak lama kemudian tubuhnya di angkat ke darat
Komandan pengawal yang membawahi delapan orang itu memandang sejenak ke arah Leon, kemudian berkata dengan suara mengandung ancaman. "Kalian sudah berani berurusan dengan keluarga Atmaja!"
"Dengan kejadian ini!. Jangan harap kalian akan bisa hidup tenang!"
"Tuan besar kami pasti akan membuat perhitungan dengan kalian!" Ujarnya penuh ancaman
"Aku ingin melihat apa yang bisa tuan mu lakukan terhadap tuan muda kami!"
"Kalau tanggung-tanggung tidak usah!"
"Nanti tuanmu sendiri yang akan mendapatkan bala!" Jawab Jenifer merasa geram
"Jangan ikut campur gadis jelek!"
"Aku tidak sedang berbicara dengan mu. Minggir!" Respon komandan itu tidak memberi muka pada Jenifer, dan menganggapnya tidak ada
"Besar juga nyali mu pengawal!"
"Nampaknya kau perlu dihajar!" Jawab Jenifer merasa tersinggung
Kemudian merilis teknik inti pedang, yang dibentuknya menjadi ribuan panah api dan siap dilesatkan ke arah lawan
"Si si siapa kau?. Sihir apa yang kau gunakan?"
"A a apakah kau juga seorang penyihir?" Reaksi komandan itu tiba tiba gugup
"Aku adalah malaikat maut mu!, yang akan mencabut nyawa busuk mu itu!" Jawab Jenifer penuh ancaman
"Ja ja jangan!. Tolong ampuni aku!"
"Aku berjanji tidak akan mencari masalah lagi dengan mu." Ucap komandan tersebut ketakutan
Kemudian buru buru memerintahkan pada bawahannya untuk pergi dari tempat itu, dengan membawa tuan mudanya
Tapi langkah mereka dihalangi oleh seseorang, dengan mengeluarkan aura penindasan yang sangat kuat sekali
Orang orang yang ada disitu, termasuk tujuh ketua dan 30 muridnya, turut merasakan aura penindasan tersebut, dan tubuh mereka berat, oleng kemudian ambruk ke tanah
Termasuk yang terkena penindasan itu adalah seluruh pengawal Freddy, juga 25 orang temannya itu. Pemilik kafe, pengunjung lain juga merasakan tekanan itu
Mereka jatuh terduduk di semen, atau di tanah berpasir, yang ada di tepi pantai itu, dan tidak bisa bergerak, karena merasakan bagai ditindih oleh ribuan gunung
Tapi anak buah Dragon tidak merasakan tekanan itu, karena punya penangkalnya. Namun bagi orang awam tidak demikian
Mereka merasakan tekanan itu bagai ingin membunuhnya. Akibatnya tubuh tubuh mereka bertumbangan ke semen juga ke tanah
Namun setelah berlangsung sekitar satu menit, aura penindasan itu sudah hilang, dan berganti dengan situasi lain
"Siapa mereka?. Kenapa auranya pemimpinnya sangat mengerikan sekali?"
"Apakah mereka pendekar, atau penyihir seperti orang orang Suta itu?" Batin Rambudi dalam hati
__ADS_1