Dragon, Sang Naga Dunia

Dragon, Sang Naga Dunia
Menuju perang besar


__ADS_3

Satu hari kemudian, Dragon sudah mengumpulkan semua orang orang yang dia perlukan, termasuk prajurit Kaladaksa, Raja kera, sepasang naga yang ditugaskan untuk menjaga kota baru, yaitu naga Pertala dan naga Seruni, tidak lupa diajaknya juga, guna bersama sama memerangi raja Dewangga yang terkenal sakti itu.


Tapi seribu seratus lima puluh Avatarnya, belum ia keluarkan, karena saatnya belum tiba. Nanti setelah mereka berada di istana atas langit baru mereka akan dipanggil,


Kini mereka sedang bersiap siap untuk berangkat ke istana itu, dengan didampingi oleh Ditya Prabu dan Brawijaya, yang tetap berada di dunia jiwa milik Dragon.


Bukan hanya mereka saja yang ikut. Seluruh petinggi dan orang orang kuat Birawa Group juga diikutsertakan, karena tenaga serta keahlian mereka sangat diperlukan. karena Dragon sudah membekali mereka dengan ilmu tingkat tinggi yang berasal dari kitab Kalamurka juga kitab kitab lainnya.


Selain itu, mereka juga dibekali dengan puluhan ajian, serta senjata sakti yang Dragon dapatkan saat bepergian dulu, yang bisa mereka gunakan saat terdesak dan lawan cukupnya kuat.


Diantara ajian itu adalah ajian Guntur Bimasakti. suatu ajian yang dimodifikasi oleh Dragon dari ajian Guntur Saketi, hingga kekuatannya meningkat tiga kali lipat dari kekuatan Guntur Saketi biasa.


Ajian kedua yang diturunkan kepada mereka adalah ajian Bajra Mahadewa. yang kekuatan ledakannya 10 tingkat lebih dahsyat dari pukulan bajra biasa. dan masih banyak lagi ajian serta teknik dan keterampilan yang diberikan kepada anak buahnya, supaya mereka bisa menjaga diri dan terhindar dari intimidasi dari pihak musuh, yaitu prajurit prajurit Dewangga.


Kini mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke istana atas langit, dengan persiapan cukup matang dan terencana, karena orang yang akan mereka hadapi itu terkenal sakti mandraguna, yang tubuhnya sudah berubah menjadi tubuh setengah dewa. Kekuatannya juga sudah tidak bisa diukur. entah bagaimana caranya Dragon bisa mengalahkan nya nanti.


"Sudah siap semuanya?. Kalau begitu ayo kita berangkat!"


"Bawa semua perlengkapan kalian, termasuk senjata yang aku berikan."


"Di tubuh kalian masing masing sudah aku pasangi formasi pertahanan dan formasi ilusi."


"Jika lawan menyerang dan mengenai tubuh kalian, maka yang mereka lihat adalah tubuh kalian. Tapi sebenarnya tubuh temannya sendiri. Jadi yang mati adalah mereka bukan kalian."


"Sebaliknya kalian akan dengan mudah menghabisi mereka tanpa khawatir terbunuh."


"Oleh karena itu bersungguh-sungguhlah dalam berjuang untuk memerangi kebatilan dan merebut hak yang seharusnya sudah menjadi milik kita."


"Apakah kalian sudah siap?" Teriak Dragon memberi semangat kepada anak buahnya.


"Kami semua sudah siap tuan muda!" Jawab seribu lebih anak buahnya secara serempak.


Kemudian disusul oleh Kaladaksa dan prajurit prajuritnya dengan suara yang membahana di udara.


"Kami juga sudah siap yang mulia!" Ujar mereka berbarengan.


"Baik!. Kalau begitu mari kita berangkat!" Respon Dragon senang sekaligus bersemangat.


Baru kali ini dia merasakan rasa semangat yang begitu tinggi. Biasanya dia bersikap biasa-biasa saja. Tapi entah mengapa kali ini emosinya meledak-ledak. padahal biasanya emosinya stabil dan terkendali.


Mungkin itu disebabkan karena wejangan dari Eyang Prabu, yang sehari sebelumnya diberikan oleh guru-gurunya.


Jadi hari ini emosinya begitu tinggi. Ingin rasanya cepat-cepat menghabisi Dewangga, orang yang menurutnya selalu menyusahkan Eyang Prabu, guru yang sangat dihormatinya tersebut.


Jadi saat berangkat itu, sikap Dragon terlihat lain, dan itu disadari oleh seluruh anak buahnya. Tapi mereka hanya diam saja, dan memaklumi apa yang ada dalam hati tuannya.


Beberapa saat kemudian, Dragon dan kelompoknya sudah berada di istana atas langit, atas petunjuk yang diberikan oleh Ditya Prabu dan Brawijaya.


Jadi dengan mudahnya mereka sampai, dan memasuki tempat yang tidak dijaga sama sekali, karena tempat tersebut belum pernah mereka kunjungi.


Jadi Dewangga dan prajurit-prajurit serta rakyatnya, tidak ada seorangpun yang tahu, jika di wilayah istana atas langit, ternyata masih ada tempat yang seperti itu.


Jika mereka tahu tempat tersebut, sudah pasti akan mereka kuasai, dan akan dijaga ketat oleh mereka.


"Dari tempat ini kita bisa mengawasi mereka tanpa khawatir diketahui."


"Setinggi apapun ilmu Dewangga, Dia tidak akan mampu menembus wilayah ini, karena guruku sudah memagarinya dengan formasi tingkat tinggi, yang siapapun termasuk aku tidak bisa menembusnya."


"Jika dia memaksa juga, maka tubuhnya akan terbakar, walau setinggi apapun kesaktiannya."


"Oleh karena itu kalian tidak perlu khawatir, karena aku juga memikirkan nasib kalian."


"Untuk langkah pertama, biarkan senjata-senjataku bertindak duluan, untuk mengacaukan pertahanan lawan, dan membunuh mata-mata, yang disiagakan oleh Dewangga di setiap sudut kota!" Ucap Dragon memberikan instruksi, dan menguatkan mental anak buahnya agar tidak merasa takut.

__ADS_1


Kemudian mengeluarkan keris kyai sengkelet dan tombak Kalimasada untuk memulai serangannya.


Maka dalam sekejap saja. Dua senjata sakti tersebut beraksi, dan membunuh siapa saja yang mereka temui.


Aksi mereka yang mendadak itu, tentu saja membuat prajurit-prajurit Dewangga jadi panik dan kebingungan. Mereka tidak tahu dari mana asalnya kedua senjata sakti tersebut.


Yang mereka bisa lakukan adalah berusaha melawan, dengan memanah, menangkis serta menyerang nya dengan beberapa ajian. Tapi sekuat dan sehebat apapun mereka berusaha, senjata tersebut tetap bergeming, dan terus menghabisi prajurit-prajurit itu, hingga membuat Dewangga menjadi emosi dan memerintahkan pada seluruh perajut-prajuritnya untuk membuat formasi pertahanan, guna menahan laju dua senjata sakti yang tidak kenal ampun.


Saat mereka sedang bersiap-siap itu, datang lagi ribuan anak panah dan ribuan pedang, yang langsung menghujani tubuh prajurit-prajurit yang mencoba membuat formasi tersebut, bahkan pedang-pedang yang berseliweran juga sudah banyak memakan korban,


Dewangga yang melihat itu semakin menjadi marah. Dia tahu ada orang sakti yang sedang mempermainkan mereka. Oleh karena itu dia mengerahkan ilmu tingkat tingginya, untuk mengusir semua senjata-senjata tersebut, termasuk keris kyai sengkelet dan tombak Kalimasada.


Ternyata usahanya itu berhasil. Seluruh anak panah dan pedang yang berterbangan di udara itu langsung menghilang. yang tinggal hanya dua senjata yang tadi menyerang mereka.


Dewangga dan anak buahnya tentu saja kebingungan. Siapa sebenarnya orang yang telah menyerang dengan cara pengecut seperti itu.


Tapi saat kebingungan seperti itu, muncul ribuan orang dari tempat yang mereka tidak ketahui, dan langsung menyerang mereka dengan serangan serangan yang sangat mematikan.


Saat mereka ingin menghadapi serangan mendadak tersebut, datang lagi seribuan lebih pasukan yang wajahnya sama, rupa dan bentuknya juga sama. Ternyata mereka itu adalah Avatar avatarnya Dragon.


Dari arah lain muncul lagi belasan ribu prajurit prajurit Kaladaksa, yang langsung dipimpin olehnya. dan langsung pula menyerang anak buah Dewangga dari segala macam arah.


Belum lagi mereka bernapas lega, muncul lagi dua ekor naga yang meliuk-liuk di udara istana atas langit, dan langsung menyemburkan api dari mulutnya, serta membakar apa saja yang mereka temui. termasuk prajurit, komandan dan jenderal jenderal pengikut Dewangga.


Mendapatkan serangan yang mendadak seperti itu, tentu saja membuat Dewangga dan anak buahnya tidak siap. Banyak anak buahnya yang menjadi korban, mati dengan tubuh yang tidak utuh, karena anak buah Dragon langsung menyerang mereka dengan ajian tingkat tinggi, yang diberikan oleh tuannya sebelum berangkat berperang.


Tapi ajian tersebut tidak mempan terhadap tubuh Dewangga, karena tubuhnya kebal dan tidak mempan senjata.


Melihat itu Dragon tampil ke depan, dan menghadapi Dewangga secara langsung, agar dia tidak menebar teror dan menyerang anak buahnya.


Lalu dengan gerakan cepat, Dragon meluru ke arah Dewangga, dan memberikan pukulan serta tendangan yang cukup mematikan.


Tapi serangan-serangan itu hanya dianggap angin lalu saja. Dewangga yang sudah berpengalaman dalam medan perang, tidak takut dengan serangan serangan Dragon. malah sesekali dia melancarkan serangan ke arah Dragon, hingga mengenai tubuhnya secara telak.


"Siapa kau sebenarnya anak muda?. Kenapa pukulan dahsyat ku tidak mampu menghabisimu? Padahal selama ini siapapun yang terkena pukulan itu, tubuhnya pasti hancur, tetapi kau tidak?"


"Bahkan ajian serta jurus-jurus mu seperti aku kenal."


"Namun kau jangan senang dulu. Aku belum merasa kalah, karena ajian yang aku keluarkan belum seberapa."


"Sekarang kau lihatlah ini!. Jika kau merasa takut cepat berlutut, dan perintahkan kepada anak buahmu untuk menyerah dan menjadi pengikut ku!" Ucap dan tanya Dewangga berusaha mengintimidasi mental Dragon agar menyerah padanya.


Kemudian merilis ilmu tingkat tinggi, yang ternyata Dragon mengetahui namanya.


"Oh ho!. Pukulan pelebur sukma ya?"


"Tapi sayangnya belum sempurna. masih banyak kekurangan di sana-sini."


"Kalau itu kau tunjukkan padaku, maka kau salah besar. karena teknik itu juga aku punya"


"Sekarang kau lihatlah ini! Bukankah teknik yang kita peragakan bakalan sama?" Reaksi Dragon geli, sesaat setelah melihat Dewangga mengeluarkan teknik tingkat tingginya tersebut.


Blar!


Bom!


Bom!


"Kau ingin tahu siapa aku kan?. Sekarang perhatikan baik baik siapa aku sebenarnya?"


"Tapi setelah ini kau jangan menyesal, karena sesudahnya nyawamu akan aku cabut!" Ucap Dragon cukup mengintimidasi


"Ajian Guntur Saketi, teknik inti bumi, Ajian pelebur Sukma.Teknik penghancur semesta. Ah tidak mungkin?"

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya bhangsat?. Kenapa kau menguasai teknik serta ajian tersebut?"


"Apakah kau mencurinya dari guruku?" Respon Dewangga keheranan, di sela sela menahan rasa sakit saat menahan kekuatan dari teknik serta ajian yang Dragon keluarkan.


"Kau ingin tahu siapa aku Dewangga?. Tahanlah dulu serangan ku ini, dan coba rasakan kekuatannya, hingga kau tahu dari mana kekuatan ini berasal?" Jawab Dragon cukup mengejutkan.


Kemudian melancarkan ajian Guntur Saketi ke arah Dewangga. Tapi Dewangga juga meladeninya dengan ajian yang sama.


Namun Dragon menyusul serangannya dengan ajian pelebur Sukma, tapi Dewangga juga membalasnya dengan ajian yang sama.


Sampai giliran Dragon melancarkan ajian penghancur semesta, Dewangga tidak bisa mengantisipasinya. Hingga membuat tubuhnya terpental, dan sebagian kulitnya terbakar.


"Kurang ajar!, brengsek!, sialan!"


"Baru kali ini ada anak manusia yang berhasil melukaiku!"


"Jika aku tidak mampu membunuhmu! Maka jangan panggil aku Dewangga, manusia berkekuatan dewa!" Teriaknya marah.


Kemudian merilis ilmu tingkat tinggi lagi, untuk mengembalikan kulit nya yang terbakar tadi.


Aneh bin ajaib!. kulitnya yang terbakar barusan, mendadak sembuh, dan kembali seperti biasa. Tapi sayangnya Dragon sudah tahu tentang itu.


Jadi dia hanya berdiri tenang tenang saja. Namun karena tidak mau membuang waktu secara percuma, Dragon langsung menyerangnya dengan mengandalkan keris kyai sengkelet dan tombak Kalimasada. Walaupun keduanya mampu mendesak Dewangga, tapi mereka tidak mampu menggores walau sedikitpun kulit dari Dewangga tersebut.


"Cukup menarik!. Kalimasada dan sengkelet saja, tidak mampu melukaimu. Tapi bagaimana dengan yang ini?" Respon Dragon sesaat setelah melihat kedua senjata saktinya tersebut tidak mampu melukai musuhnya.


Kemudian mengeluarkan Cemeti Amar Rasuli, dan langsung digunakannya menyerang Dewangga.


Dewangga yang tidak menyangka bakal diserang dengan senjata maha sakti tersebut, tentu saja tidak mampu mengelak nya. tubuhnya langsung melepuh dan daging dagingnya menyembul keluar.


Tapi seperti tadi, kulitnya kembali seperti semula. dan itu membuatnya sangat bangga.


Berkali-kali Dragon menyerangnya dengan senjata maha sakti tersebut. Tapi Dewangga kembali seperti semula, hingga membuat Dragon menjadi bosan.


Sementara itu di tempat lain. ribuan anak buahnya yang dipimpin langsung oleh para petinggi Birawa Group, juga oleh raja Kaladaksa terus menggempur pertahanan lawan, termasuk pertahanan jenderal jenderalnya.


Sampai sejauh ini, Dragon belum mau mengeluarkan raja atau kaisar kera tersebut, karena dia khawatir istana atas langit akan musnah dibuatnya, karena emosinya tidak bisa dikendalikan saat dia marah.


Namun karena keadaan sangat mendesak, mau tidak mau Dragon harus melakukannya juga. Namun waktunya masih ditunda. Padahal di dalam dunia jiwa milik Dragon. Raja kera yang terus mengawasi jalannya pertempuran, ingin sekali keluar, untuk membantu tuannya memerangi Dewangga dan prajurit prajuritnya.


Itu semua dia lakukan, karena ingin menunjukkan baktinya terhadap Dragon. dan Dragon mengetahui tentang itu.


Apalagi saat melihat ratusan jenderal juga komandan yang digempur oleh anak buahnya itu, terus saja bertahan. Walaupun mereka sudah mengalami banyak luka, dan mendapatkan banyak serangan dari berbagai macam teknik dan ajian.


Namun tubuh mereka masih tetap utuh, karena mereka menggunakan sihir, dan itu membuat Dragon jadi tidak suka. Lalu memerintahkan kepada pengikutnya, yaitu Raja kera, untuk membantu pengikutnya yang lain guna mengalahkan para jenderal tersebut, yang masih tetap juga melawan.


"Grouuuuuu!" Teriak raja kera kuat kuat, sesaat setelah dilepaskan oleh Dragon, hingga membuat suasana menjadi hening. Mereka tidak menyangka akan ada makhluk yang sangat mengerikan seperti itu. Padahal selama ini mereka hanya mengetahuinya melalui cerita saja. Tapi hari ini mereka melihatnya dengan mata kepala sendiri.


"Jangan khawatir!. Itu pengikut tuan muda juga!"


"Dia akan membantu kalian!" Ucap Kaladaksa pada pengikutnya, juga pada pengikut Dragon yang lain.


"Baguslah kalau begitu! aku khawatir jika dia bukan di pihak kita?" Respon anak buah Dragon merasa senang.


Kemudian meneruskan serangannya, dan ingin menyelesaikan pertempuran tersebut secepat mungkin.


"Khiaaaaaa!" Teriak Phoenix api menggelegar di angkasa.


Disusul oleh teriakan dua ekor naga secara berbarengan.


"Grouuuuuoo!"


Di selingi pula oleh teriakan Raja kera dengan suara khasnya, hingga membuat suasana pertempuran menjadi kacau.

__ADS_1


Banyak anak buah Dewangga ciut nyalinya. dan berusaha melarikan diri dari menjadi mangsa. Tapi anak buah Dragon yang lain tidak membiarkannya. Maka dengan mudahnya mereka dihabisi. yang tinggal hanya beberapa orang jenderal serta ratusan komandan, yang masih setia menemani rajanya sampai akhir hayat mereka.


__ADS_2