
"Kurang ajar!. Gara gara dokter gadungan itu, obat obatan yang kita produksi jadi berkurang peminatnya!"
"Ditambah lagi pasien langganan kita sudah semakin berkurang."
"Jika ini terus dibiarkan. Alamat perusahaan kita akan gulung tikar, dan banyak karyawan akan menganggur!" Ucap Durna Sasmita emosi, saat memimpin rapat pemegang saham perusahaan yang dia pimpin itu
"Bukan hanya perusahaan kita saja." Sambungnya lagi
"Perusahaan farmasi lain juga terkena imbasnya. Padahal selama ini pesanan selalu mengalir, dan membuat pundi pundi emas kita semakin bertambah!"
"Tapi begitu dokter gadungan itu muncul. Semua pesanan mereka langsung dibatalkan, terutama dari pihak kampus. dan ini berakibat buruk buat perusahaan kita!"
"Jadi kita harus cari cara untuk melenyapkan bocah itu. Jika perlu menggunakan jasa orang lain!"
"Apapun alasannya aku tidak mau tau!" Teriak Durna dengan suara sedikit lantang
Mendengar luapan amarah yang berapi api itu.Tidak ada satupun pemegang saham yang berani bicara, karena kuasa mereka di perusahaan tersebut terlalu sedikit. pun mereka tidak tau apa yang harus diusulkan
"Katakan!. Apa saran kalian?. Jangan diam saja!" Teriak Durana sangat kecewa. Tapi tiba tiba...
Tok! tok! tok! tok!
Tok! tok! tok! tok!
"Siapa?" Pekik Durna terlihat emosi
Tapi tidak terdengar ada orang yang menjawab dari luar
Tok! tok! tok! tok!
Terdengar lagi bunyi ketukan pintu dalam jumlah yang sama
"Brengsek!. Lihat siapa yang mengetuk pintu itu. Seret dia kemari!" Respon Durna luar biasa emosi
Tok!
Click!
Baru saja satu ketukan, pintu ruang rapat sudah terbuka. Tapi tidak ada siapa-siapa di sana, cuma ada satu kertas yang bertuliskan" Jangan Coba-Coba!" Bunyi tulisan itu bernada peringatan
"Presdir!. Lihat!" Teriak pengawalnya dengan wajah serius. Lalu mengambil kertas itu, dan dibawa kehadapan tuannya
"Apa itu?" Reaksi Durna ingin tahu
"Ada seseorang yang meletakkan kertas ini. Silakan tuan baca sendiri." Jawab pengawal itu takut takut
"Jangan coba coba!. Apa maksudnya ini?"
"Siapa yang ingin bermain-main denganku?. Cari mati!" Reaksi Durna tidak terkontrol lagi
Enam orang pemegang saham. 10 orang manajer, dan dua pengawal, serta tiga direktur perusahaan tersebut hanya bisa mengerutkan keningnya saja
Mereka tidak tahu siapa yang telah berani melakukan itu, dan memantik permusuhan berjangka panjang dengan bosnya
Padahal mereka selama ini aman-aman saja, walau obat-obatan yang mereka hasilkan itu kebanyakan obat keras, dan sudah menyalahi aturan yang ditetapkan
Tapi produksi yang mereka hasilkan selalu lancar-lancar saja, dan tidak ada masalah serta keluhan di pasaran. Walau sebenarnya mereka selalu berbuat curang
Baru setelah Dragon muncul, obat obatan mereka baru diselidiki. Tapi belum keluar hasilnya. Tanpa bantuan Dragon, mustahil hal itu bisa dilakukan, dan sekarang peluang sudah terbuka. Mereka sudah menabuh genderang perang dengan Dragon. Kemungkinan Dragon sudah meresponnya. Terbukti dengan adanya surat peringatan tersebut
Namun apakah itu hasil perbuatan Dragon atau orang lain, masih harus dibuktikan
Sekarang bukan perdebatan itu yang harus dipikirkan, tapi bunyi surat yang cukup membuat bulu kuduk merinding yang harus diutamakan
Maka untuk mengantisipasi ancaman tersebut, salah seorang pemegang saham pun mengajukan usul
"Pak Presdir!. Nampaknya apa yang kita bicarakan tadi sudah didengar oleh orang lain?"
"Aku curiga diantara kita ada penghianat, atau ada cctv yang telah di retas."
"Oleh karena itu mari kita periksa dan tunda membahas ini."
"Cari dan temukan siapa penghianat itu, dan periksa cctv di ruangan ini atau ruangan lain. siapa tahu pengkhianat itu bisa kita temukan." Ucap pemegang saham itu cukup masuk akal
"Benar juga usul pak Ramond itu. Aku jadi kepikiran dengan seseorang." Respon Durna bersikap waspada
__ADS_1
"Panggil Juki kemari!. Suruh bawa peralatan komputernya"
"Aku ingin lihat apakah ada yang aneh di tangkapan layar cctv diluar itu!" Ucapnya memberi perintah
"Siap laksanakan ketua!" Jawab salah seorang pengawalnya dengan suara tegas
Kemudian keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke ruangan lain
Tiga menit kemudian. Orang yang ingin dipanggil pun datang. Dia adalah Juki Septia, operator perusahaan farmasi Rindu Maju, sekaligus hacker andalan mereka
Begitu dia sampai. Presdir Durna langsung bicara. "Buka komputer mu!. Cari dan temukan siapa yang telah mengirim ku peringatan seperti ini!"
"Cari juga siapa tau database perusahaan kita sudah diretas!" Ujarnya memberi perintah
Sedetik berikutnya, perintah tersebut sudah dilaksanakan. Dilayar komputer terlihat ada sesosok bayangan hitam transparan, yang sedang mengetuk pintu, dan meletakkan kertas peringatan di lantai
Wajahnya tidak terlihat, cuma terlihat bayangannya saja, itupun hanya berbentuk kabut, lalu menghilang dengan cepat
"Hantu!. Tidak mungkin!"
"Di jaman serba digital seperti sekarang ini, mana ada hantu yang berani muncul?"
"Pasti ini perbuatan orang iseng, yang ingin menakuti kita dengan ancaman itu!"
"Coba perbesar lagi. Aku ingin lihat siapa dia!" Reaksi Durna penasaran
"Tidak bisa bos!. Semakin diperbesar malah semakin kabur gambarnya." Ucap Juki apa adanya
"Brengsek!. Siapa orang itu dan apa maksudnya?" Respon Durna merasa tertantang
"Cari menggunakan keahlian mu. Temukan siapa yang telah membobol jaringan kita. Cepat!" Ucap Durna tidak sabaran
"Siap bos!" Jawab Juki patuh
Kemudian mengerjakan apa yang sudah diperintahkan padanya. Namun apa yang dikerjakan itu tidak membuahkan hasil. Jaringan mereka tidak diretas, dan masih terlihat baik-baik saja
Tidak ada situs yang masuk ke informasi database mereka, berarti informasi perusahaan tersebut masih aman aman saja
Jika ada orang menelusuri database perusahaan. maka akan diketahui bahwa bos pemilik perusahaan tersebut telah berbuat curang, dengan memanipulasi data jumlah produksi obat-obatan yang telah mereka buat, guna menghindari pajak pendapatan
Sebenarnya alasan itulah yang membuat Durna marah marah. Ia takut jika apa yang selama ini dirahasiakannya terbongkar di depan umum
Namun begitu dia mendapatkan kabar bahwa informasi database mereka sedang tidak diretas. Durna menjadi lega. emosinya pun berangsur-angsur reda
Masalah pemutusan kerjasama, antara perusahaannya dengan dua lembaga kampus itu akan diatasi nanti
Karena masalahnya sudah jelas maka Durna segera menutup rapat, karena ingin membahas masalah ancaman tersebut secara intern saja
***
Sementara itu di bagian lain, Dragon yang saat ini sudah berada di rumahnya, terlihat sedang berada di ruang operator Birawa Group
Ia didampingi oleh Dion, Leon Jenifer dan Hans. Kedatangannya kali ini karena ada laporan dari pengikutnya, bahwa beberapa bos perusahaan farmasi marah marah, dikarenakan omset penjualan mereka menurun akibat kemunculannya
Dragon menyadari itu, tapi bukan kehendaknya juga. Zaman sudah berubah, pengobatan pun sudah semakin canggih. Banyak obat-obatan yang diciptakan, tapi obat-obatan itu mengandung bahan kimia, yang jika digunakan dalam jangka lama akan berbahaya, walaupun ada beberapa diantaranya terbuat dari tumbuh-tumbuhan atau herbal. dan itu dianggap solusi dalam dunia pengobatan
Salah satu solusi itu datang dari Dragon. dia menggunakan kemampuannya untuk mengobati orang, dan menciptakan ramuan berdasarkan buku pengobatan tingkat semesta yang ia dapatkan
Dragon hanya mau mengobati orang yang sudah divonis tidak bisa lagi disembuhkan, dan harus ada keterangan tertulis dari dokter yang menanganinya
Biasanya orang-orang yang diobati tersebut, setiap bulannya rutin mendatangi dokter ahli yang menjadi dokter pribadinya. Setiap kali mereka berkunjung, tentu obat-obatan yang disiapkan oleh perusahaan farmasi akan mereka beli, dan itu mendatangkan untung yang sangat banyak
Tapi sejak mereka disembuhkan oleh Dragon, otomatis pasien-pasien tersebut tidak perlu lagi mendatangi dokter karena mereka sudah sembuh, dan obat-obatan juga tidak mereka beli. Padahal mereka pasien yang sangat potensial
Disebabkan oleh itulah, beberapa bos perusahaan farmasi, dokter dan ahli-ahli yang lain yang tidak tahu siapa Dragon menjadi marah. Mereka bahu membahu bekerja sama untuk memboikot Dragon dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah Durna, yang saat ini sedang mengadakan rapat
Para pengikut Dragon sejak dia dinobatkan sebagai tabib semesta, mereka selalu mendampingi Dragon kemanapun dia pergi, karena raja Kaladaksa pengikut Dragon yang setia itu sudah memerintahkan pada bawahannya yang sakti-sakti untuk menjaga Dragon
Apapun yang orang lain bicarakan mereka akan tahu, karena mereka kasat mata dan tidak bisa dilihat oleh mata biasa, kecuali oleh kamera, termasuk kamera CCTV
Berkat pengamatan itulah, siapapun yang berusaha untuk mencelakai Dragon akan mereka ancam dengan tulisan" Jangan Coba-Coba!"
Setelah melakukan itu. Para pengikut Dragon langsung mengirimkan berita kepadanya, dan membeberkan rahasia yang mereka temukan
Berdasarkan rahasia itulah, Dragon menceritakan pada ayahnya, bahwa dia sudah mengendus konspirasi busuk dari orang-orang yang selama ini berkecimpung dalam bidang farmasi
__ADS_1
Maka hari ini setelah pulang dari kuliah dan mengantar Clara, Dragon langsung pamit untuk kembali ke rumahnya. Walau sebenarnya itu tidak perlu. Clara belum tahu, bahwa yang mengajaknya makan itu adalah Avatar nya Dragon
"Apa yang ingin kau dapatkan anak ku?. Apakah ada seseorang atau perusahaan besar yang ingin menjatuhkanmu?" Tanya Dion ingin tahu
"Bukan seseorang lagi ayah, tapi banyak. Beberapa bos farmasi sudah merencanakan untuk menghabisiku, walaupun Draco sama sekali tidak takut. Tapi itu akan mengganggu jalannya kuliahku."
"Oleh karena itu, Dragon tidak mau bentrok secara langsung dengan mereka. Walau hal itu mudah sekali Draco lakukan."
"Tapi Draco hanya ingin memberi pelajaran pada mereka saja, yaitu dengan mencari informasi, apakah perusahaan mereka menggelapkan pajak atau tidak?"
"Jika menggelapkan pajak, maka itu tugas dari kakek Deon, kakek Austin dan paman Rams untuk menindaklanjutinya."
"Jadi hari ini, aku ingin kepada kalian bertiga juga yang lain, untuk mencari informasi tentang perusahaan perusahaan yang aku curigai ini." Jawab Dragon berterus terang
"Tunggu apa lagi!. Segera selidiki empat perusahaan farmasi yang anakku tulis tersebut!"
"Cari dan temukan. Apakah mereka berbuat curang atau tidak?" Respon Dion memberi perintah
"Siap laksanakan tuan besar!" Jawab ketiganya patuh
Tak lama kemudian. Masing masing dari mereka memasukkan nama perusahaan yang sudah Dragon berikan itu di komputernya. Sedangkan yang satu lagi dikerjakan oleh anak buahnya
Sekejap saja. informasi yang dibutuhkan sudah terpampang di depan mata. Perusahaan Rindu Maju, diketahui telah memanipulasi data jumlah produksi tiap bulannya, dan itu telah berlangsung selama bertahun tahun, serta merugikan negara ratusan juta
Sedangkan perusahaan Suka Maju begitu juga. Tiap tahunnya perusahaan ini telah menilep pajak yang harus dia bayarkan
Jumlah yang harus dibayarkan kurang lebih 1.3 milyar. Tapi yang mereka bayarkan hanya 300 juta saja. Dan ini jelas jelas telah membuat negara rugi
Yang lebih spektakuler adalah dua perusahaan farmasi lainnya. Pajak yang harus mereka bayarkan masing masing seharusnya sejumlah 2.6 milyar. Tapi yang mereka bayarkan hanya 100 juta saja. Jadi berapa kerugian yang negara derita?
Selain kesalahan tersebut. Empat perusahaan besar itu juga telah manipulasi data karyawan. Hingga jumlah jaminan kesehatan dan asuransi keselamatan tidak disetorkan ke negara. dan itu telah berlangsung selama bertahun tahun
Tentu saja negara yang sangat dirugikan, terutama karyawan itu sendiri
Mendapati perusahaan yang telah menabuh genderang perang padanya telah berbuat curang. Dragon sontak menjadi senang
Dengan tekad mantap. Dragon meminta pada operatornya untuk mempublikasikan temuan itu, agar masyarakat luas tahu bahwa mereka perusahaan yang tidak jujur.
Tapi dampaknya akan berakibat penutupan perusahaan tersebut, dan banyak karyawannya yang akan menganggur
Mengantisipasi hal tersebut, Dragon sudah mempunyai rencana sendiri. Seluruh karyawan yang jujur akan ditampungnya, karena perusahaan barunya masih kekurangan karyawan
Jadi tanpa ragu ragu lagi dia meminta pada anak buahnya untuk bertindak. Maka dalam sekejap saja. Berita yang diunggah oleh Deon, Austin Rams juga yang lain itu menjadi viral , dan membuat bos perusahaan tersebut seperti kambing kebakaran jenggot
Hanya tinggal menghitung hari saja perusahaan itu akan ditutup. dan pemiliknya akan diadili atas tuduhan penggelapan pajak
***
"Aku tidak mengerti, bagaimana bocah itu bisa kenal dengan Clara?"
"Padahal selama ini aku tidak pernah melihat kalau dia bersama dengannya."
"Mungkin Mahesa sengaja menyembunyikan kedekatannya dengan Clara. dan itu membuat kita tidak tahu."
"Ini tidak bisa dibiarkan!. Bagaimana pun caranya bocah Mahesa itu harus disingkirkan!" Ucap Baron berapi api
"Betul apa yang kau katakan itu!. Aku setuju dengan pendapat mu!"
"Aku juga menaruh dendam dengan Mahesa. Gara gara dia usaha kita jadi gagal!" Jawab Doni menimpali
"Apa hubungannya dengan Mahesa. Apakah waktu di puncak itu?" Reaksi Baron penasaran
"Ya!. Kegagalan kita waktu itu, aku yakin ada hubungannya dengan dia!"
"Bukankah sebelum kita berangkat itu, dia seperti ingin mengatakan sesuatu pada Lola?"
"Jadi menurut asumsi ku, dia mengikuti kita.!" Jawab Doni apa adanya
"Mustahil!. Dia tidak membawa mobil. Mana bisa mengejar kita secepat itu, pun malam itu tidak ada siapa siapa?" Bantah Baron tidak percaya
"Terserah apa kata mu!. Aku sudah mengabarkannya!" Respon Doni sangat kecewa
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?. Apakah meminta penjelasan darinya?" Sambung Baron malah bertanya
"Aku mempunyai kenalan genk hantu malam. yang anggotanya tersebar sampai ke kota ini."
__ADS_1
"Kekuatan orang orangnya sudah tidak diragukan lagi."
"Meminjam tangan mereka, aku yakin Mahesa bisa dihabisi!"Jawab Doni berterus terang