
Tiga hari kemudiannya. Apa yang diutarakan oleh Dragon pada 104 anak buahnya tersebut sudah ia kerjakan.
Seluruh orang-orang itu sudah diberangkatkan ke 15 pulau yang kini sudah berada di bawah kendali Birawa Group. Tapi mereka tidak pergi sendiri. Mereka ditemani oleh sekitar 100 sampai 150 orang untuk berada di sana.
Tugas mereka adalah untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan penduduk setempat, yang sudah mendiami pulau tersebut terlebih dahulu, dan melakukan pembicaraan dengan mereka.
Namun di pulau terluar yang belum ada penghuninya. itu tidak menjadi masalah buat Dragon, karena dia langsung meminta bantuan prajurit-prajurit Kaladaksa, juga para denawa untuk membuka pulau tersebut supaya bisa ditinggali.
"Salam yang mulia!. Kami sudah siap untuk diberangkatkan." Ucap Rambaya, mewakili 117 ribu prajurit prajurit Kaladaksa, rajanya itu.
"Kami juga sudah siap yang mulia." Sambung panglima Garda, mewakili 75.000 orang orangnya juga.
"Lalu bagaimana dengan prajurit istana atas langit?. Apakah kalian juga sudah siap?" Tanya Dragon ingin jawaban tegas dari mereka.
"Kami sudah sangat siap yang mulia!. Kapanpun anda perintahkan, kami akan melakukannya dengan tekun!" Jawab panglima Daksa cukup tegas. Kemudian mengangkat tangannya tinggi tinggi, untuk memberikan komando pada 100.1 ribu anak buahnya, agar memberikan penguatan pada pernyataannya barusan.
"Kami semua sudah siap yang mulia!" Ucap mereka serempak, dengan suara yang bergemuruh, sambil mengangkat tangannya ke udara.
"Bagus!. Kalian semua, memang bisa diandalkan!" Reaksi Dragon terlihat senang.
"Sekarang dengarkan baik baik!, agar apa yang aku sampaikan nanti bisa kalian pahami"
"Tugas kalian yang pertama adalah, membuka lokasi baru, di 15 pulau yang sudah aku beli itu. terutama pulau yang belum ada penghuninya."
"Buat tempat tersebut menjadi tempat hunian baru, lengkap dengan fasilitas penunjang, juga sistem pertahanannya."
"Tinggikan tanah yang terendam air laut. terutama pulau Nipa dan pulau Putri, tapi selamatkan habitatnya dulu."
"Buat pertahanan di sekitar pulau tersebut, dengan dam penahan gelombang, yang tebalnya mencapai 10 meter. dan tingginya juga mencapai 10 meter dari permukaan air laut saat pasang tinggi."
"Timbun dan tinggikan pulau pulau itu menjadi 10 meter lebih tinggi dari air pasang tertinggi, sampai menyamai tingginya dam yang dipasang."
"Jika di pulau-pulau itu ada terdapat perbukitannya, ratakan bukit itu dan gunakan untuk menimbun tempat-tempat yang rendah, tapi sisakan bukit bukit yang bisa digunakan untuk benteng pertahanan."
"Setelah semuanya selesai. Kloning bangunan bangunan bagus yang ada di seluruh dunia, untuk ditempatkan di pulau-pulau tersebut."
"Gandakan juga semua sistem pertahanan dari negara negara maju, untuk ditempatkan di sana."
"Buat juga pabrik pengolahan hasil laut, yang diambil dari negara-negara maju, agar orang-orang yang tinggal di sana bisa bekerja di tempat itu."
__ADS_1
"Aku ingin dalam waktu yang tidak lama, tempat yang aku sebutkan tadi, sudah kalian selesaikan." Apakah kalian sanggup?" Tanya Dragon mengakhiri penjelasannya.
"Kami sanggup yang mulia!. dan kami akan mengerjakan itu dalam waktu yang tidak lama!" Jawab mereka serempak, dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke udara.
"Bagus!. Sekarang berangkatlah, dan tunaikan kewajiban kalian untuk ku!" Respon Dragon cukup senang.
Kemudian memberi kode, kepada anak buahnya yang tidak terlihat itu, untuk pergi ke 15 pulau, yang sudah dia bagi terlebih dahulu.
Maka dalam sekejap saja. Dragon bisa melihat tubuh tubuh mereka beterbangan kemana-mana, menuju tempat-tempat yang ia sebutkan tadi.
Yang menurut orang lain mustahil bisa dikerjakan. tapi buat mereka malah tidak ada yang mustahil sama sekali.
Sepeninggal mereka, Dragon tersenyum senang dan berkata sendiri dalam hati. "Aku termasuk manusia yang sangat beruntung,dengan memiliki pengikut seperti mereka."
"Tidak perlu mengeluarkan modal, tapi hasil yang didapatkan sangat luar biasa sekali!"
"Berarti dana yang 28 triliun itu, bisa digunakan untuk yang lain, termasuk yang untuk pulau Nipa dan pulau Putri dekat Batam tersbut."
"Dengan demikian, Birawa Group sudah menghemat dana yang begitu besar, karena dana-dana tersebut tidak dibutuhkan di sana."
"Kalau begitu aku mempunyai rencana lain dengan uang uang itu. yaitu, membeli pulau baru." Batinnya dalam hati, sambil senyum senyum sendiri.
Tak lama kemudian ia mengeluarkan 100 avatarnya, untuk mengawasi pekerjaan mereka di sana. Tapi tidak semua ditempatkan di situ, namun ditugaskan untuk mencari pulau-pulau lain, yang berdekatan dengan negara tetangga, yang tentunya belum ada penghuninya.
Bukan hanya formasi pertahanan saja yang mereka pasang, tapi juga formasi ilusi, formasi kutukan dan formasi kesetiaan. agar orang orang yang akan tinggal di sana merasa nyaman, dan keselamatan mereka terjamin.
Empat belas hari kemudian. Semua pekerjaan yang dipercayakan kepada makhluk makhluk itu sudah selesai dikerjakan, bahkan melebihi ekspektasi yang Dragon inginkan.
Pulau yang semula kosong, berbukit serta berawa-rawa tersebut, dengan ancaman abrasi yang setiap hari terjadi, sekarang sudah menjelma menjadi sebuah dataran tinggi, bahkan sudah berubah menjadi kota, walau belum begitu banyak penghuninya, lengkap dengan gedung gedungnya tingginya pula.
Selain gedung-gedung kantor, pertokoan, bank, dan perangkat pendukung lainnya, di pulau tersebut juga didirikan puluhan pabrik pengolahan hasil laut. Hingga mampu menampung ratusan ribu tenaga kerja, dan meringankan beban pemerintah dalam menangani masalah kelebihan tenaga kerja.
Luas pulaunya pun sudah bertambah menjadi belasan kali lipat dari luas semula, bahkan pulau Nipa dan pulau Putri, yang semula hanya seluas 3.5 hingga 62 hektar, kini sudah bertambah menjadi 200 hektar, atau sekitar 2 juta meter persegi.
Tidak ada lagi rawa-rawa dan ancaman abrasi air pasang, karena di sekeliling pulau tersebut sudah dipasangi dam setebal 10 meter dan tingginya juga 10 meter dengan dipasangi pagar di di atasnya pula.
Proyek besar yang selesai hanya dalam waktu singkat itu, tentu saja menarik perhatian orang, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Banyak yang berminat untuk menetap di pulau tersebut. Jadi mereka memutuskan untuk membeli lahan serta bangunannya, agar bisa tinggal di sana.
__ADS_1
Tapi Dragon menerapkan seleksi yang sangat ketat, terutama bagi orang orang asing. Mereka tidak boleh sembarangan untuk membeli lahan dan bangunan yang ada di situ. apalagi jika ingin mendirikan perusahaan di sana. Boleh dikatakan itu tidak mungkin buat mereka.
"Bagaimana ini?. Negara yang selama ini kita anggap rendah, sekarang sudah berubah menjadi negara maju, terutama dalam masalah persenjataan?"
"Kalau dibiarkan terus, maka negara kita akan tertinggal, dan ini bisa menjadi ancaman serius buat negara kita?. Ini tidak bisa dibiarkan!" Ucap seorang pemimpin, yang selama ini terus saja merongrong kewibawaan negara ini.
"Ya kau benar!. Kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus membuat satu terobosan, dengan melaporkan ini ke badan perserikatan bangsa bangsa, agar mereka menjatuhkan sanksi ekonomi kepada mereka!" Jawab temannya sesama pemimpin negara itu dengan sikap sinis nya.
"Tapi yang aku dengar pemilik dan pengembang 15 pulau yang langsung berbatasan dengan negara kita itu bukan pemerintah, tapi seorang pengusaha?. Kalau kita melaporkan perbuatannya itu ke badan keamanan dunia, jelas itu tidak beralasan?"
"Mereka melakukan itu untuk mempertahankan negara mereka sendiri, dan sepertinya tidak berniat ingin menginvasi negara lain?"
"Jadi aku rasa kita belum perlu untuk melaporkan kejadian itu, karena justru sanksi ekonomi yang kita usulkan akan berbalik kepada kita sendiri." Bantah yang lainnya pula.
"Jadi menurutmu bagaimana?. Apakah kita akan mendiamkannya saja, tanpa bisa melakukan sesuatu?" Tanya temannya lagi.
"Untuk saat ini, kita lihat dulu perkembangannya. dengan cara mengirimkan mata-mata. dan mencari tahu apa tujuan mereka mendirikan kota tersebut?"
"Jika kemudian hari terbukti, baru boleh melaporkan itu kepada badan keamanan dunia, agar mereka bertindak, dan jika perlu menyerang mereka." Jawab pemimpin, yang sering menentang mereka.
"Konyol pemikiran kalian itu!. Selama ini kita yang terus merongrong mereka. Mereka bukannya tidak mampu melawan, tetapi mereka membiarkan aksi konyol kita saja."
"Namun setelah pengusaha itu mengembangkan sistem pertahanan negaranya, apa yang bisa kita lakukan?"
"Kapal induk saja mereka punya, bahkan bukan satu, tapi belasan!"
"Mereka mempunyai ribuan pesawat tempur. Mereka mempunyai belasan ribu kapal perang, Mereka mempunyai jutaan kendaraan berat dari berbagai macam tipe. lalu negara kita apa?"
"Hanya mengandalkan beberapa pesawat tempur, dan beberapa kapal perang, sudah menganggap bahwa kita sangat digdaya? dan berani melawan mereka."
"Aku rasa berkaca lah dulu. Apa yang selama ini telah kita lakukan pada mereka? Lalu kenapa kita sewot saat mereka bangkit?" Ujar yang lainnya pula.
"Kalau mengirimkan mata-mata it's oke, itu sah-sah saja. Namun jika belum apa-apa sudah melaporkan masalah tersebut kepada badan keamanan dunia, Apakah kita tidak akan ditertawakan?"
"Untuk masalah mata mata,kalian harus ingat!. Mata-mata mereka juga sangat mumpuni, karena mereka sudah sangat terlatih."
"Ingat juga siapa pemilik dan pengembang pulau itu?.Mereka adalah penguasa Birawa Group, sebuah perusahaan yang sudah sangat menggurita di dunia. Aset asetnya saja sudah mencapai triliunan dollar Amerika?. Uang kita tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan uang mereka?"
"Jadi menurut ku, urungkan saja niat kalian itu, dan fokus dalam usaha mengembangkan perekonomian bangsa, bukan malah mengurus negara lain?" Ujarnya.
__ADS_1
"Ah sudahlah!. Bilang saja kau takut?. Biar aku yang maju!. Mudah-mudahan pemimpin tertinggi kita akan menerima usul ku ini." Respon pemimpin pertama yang memulai pembicaraan.
"Silakan kalau kau merasa mampu!. Tapi jangan salahkan aku jika kau nanti yang akan mendapatkan penekanan. Ingat itu!"