
Rafa kehilangan kata-kata, beberapa kali mulutnya terbuka dan tertutup. Namun, tak ada satupun kalimat yang keluar. Lain halnya dengan Ashqar yang mendadak kesal melihat bagaimana respon Rafa.
“Reaksimu biasa aja bisa nggak? Ngeselin.”
“Biasa aja mbahmu!” sembur Rafa, berdiri dan menatap nyalang iparnya. “Kowe opo wes edan?¹ Kamu mau Safira kerja keras gimana lagi, heh?”
“Mohon maaf, tapi yang kerja keras bukan cuma Safira makanya sekarang bisa jadi. Emangnya kamu, Ranee sampe sekarang hilalnya belum keliatan.”
Siku-siku imajiner tergambar di pelipis Rafa. “Bukan itu maksudnya, sialan!” maki Rafa, menendang betis Ashqar lalu kembali duduk. “Dan jangan sangkut-pautin sama Ranee.”
Ashqar hanya bisa meringis sambil memegangi betisnya yang berdenyut. Dari rasa sakit yang menjalar sampai mata kaki, Ashqar tahu jika tendangan Rafa sangat serius. Ngomong-ngomong, kapan pula iparnya itu tak serius jika menyangkut tentang Safira.
Sementara itu di tempat lain, Safira menghadapi situasi yang tak jauh berbeda. Setelah melepas rindu dengan Harsha, memberikan ASI dan menemani tidur, Safira mengecek keadaan duo krucil yang ternyata sedang asyik bersama Sari dan Raka di lantai satu.
Jadilah ia kembali ke lantai dua dan hendak menyusul Harsha yang sudah lelap sampai Ranee memanggilnya dari ruang keluarga. Keduanya bercengkrama disana, seperti dua saudari yang lama tak bertemu meski kenyataannya tidak begitu.
Safira dan Ranee sudah jarang bersua, jangankan untuk menghabiskan waktu bersama seharian penuh seperti saat mereka masih lajang, sering Safira tak memiliki waktu hanya untuk dirinya sendiri. Zain dan Harsha akan memanggilnya jika ia tidak dalam jangkauan pengelihatan kedua anaknya itu kurang dari lima menit.
Dan saat ia memiliki kesempatan untuk mengobrol dengan Ranee, Safira hampir menumpahkan segalanya. Dia bercerita tentang bagaimana ia bisa sampai masuk rumah sakit dan hal itu membuat Ranee terkejut.
“Jadi itu bukan kecelakaan?” tanya Ranee, nada suaranya tanpa sadar sedikit meninggi. Ketika Safira menggeleng, dia kembali berkata, “Apa Rafa atau Bapak udah tahu hal ini?”
__ADS_1
“Mungkin sekarang Kak Rafa tahu,” cicit Safira. “Tadi Mas Ashqar katanya mau ketemu kakak.”
“Biar mereka bicara dan cari solusinya yang penting kamu jangan sampai stres. Nggak kepikiran itu nggak mungkin, tapi jangan sampai stres. Biar masalah orang-orang itu Rafa sama Ashqar yang urus.”
Safira mengangguk halus. “Iya, Mbak Ve. Mas Ashqar juga bilang gitu. Katanya aku harus jaga kesehatan dan jangan mikir berat-berat selama masa kehamilan ini.”
“Nah! Bener itu. Apalagi kamu lagi ham— apa? Hamil?”
Safira beringsut mundur saat Ranee tiba-tiba berdiri. Dia berkedip beberapa kali lalu sesaat kemudian menyadari apa yang terjadi. Safira lupa bahwa dia belum memberitahukan perihal kehamilannya pada siapapun.
“Eng ... itu ....” Safira melirik ke sembarang arah. “Iya, Mbak. Aku ... hamil.”
Safira hanya bisa meringis melihat Ranee sampai kehilangan kata-kata. Dia tak bisa menyalahkan reaksi Ranee, bahkan kalau bisa dia sendiri akan bereaksi sama atas kehamilannya. Namun, jelas itu tidak mungkin.
“Apa kalian nggak bisa menahan diri sedikit? Atau paling nggak pakai pengaman gitu. Harsha baru umur lima bulan, Fi.”
“Aku sama Mas Ashqar nggak sesering yang Mbak pikirin, kok. Dan masalah pengaman ... Mas Ashqar nggak mau, jadi ya begitu deh.”
Ranee menatap Safira tak percaya. Sahabat yang merangkap adik iparnya ini benar-benar membuat dia tak habis pikir, bagaimana mereka melakukan itu saat Harsha berada di ruangan yang sama? Ya Tuhan, ia tak bisa memikirkannya.
“Ini bener-bener mengejutkan, Fi. Tapi bukan berarti aku nggak senang, paham?” Saat Safira mengangguk, ia menarik tubuh iparnya itu ke dalam pelukan hangat. “Selamat, selamat buat calon keponakanku.”
__ADS_1
.
.
.
✄................................................
Pojok Diksi :
¹Kowe opo wes edan? : Kamu apa udah gila?
Hi!
Kemaren aku sempet baca komentar soal kata dalam bahasa jawa dan nggak ada translate nya, itu artinya kalian nggak nyimak note ku kah? atau nggak inget? 🥺🤧
Ok, canda 🤭
Update minggu ini aku slow lagi ya dan jam 18/20 wib. Doakan kerjaanku kantor cepet selesai 🤧 aku kangen nulis dengan santai wkwkwkk
well, sampai ketemu hari kamis~
__ADS_1