
Saat Safira hanya terdiam dan menunduk, seketika Ashqar menyadari bahwa pertanyaannya sudah terjawab. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah siapa. Siapa orang yang tega dan kurang ajar telah menyakiti hati istrinya?
“Siapa yang udah bicara hal buruk sama kamu?” tanya Ashqar. Setengah mati ia menjaga nada suaranya. Namun, jawaban yang pria itu dapatkan hanya gelengan kepala.
Ashqar menghela napas dalam. “Sayang, kamu tahu ‘kan, kalau kamu diam kayak gini aku nggak akan ngerti. Obrolan ini udah terlanjur ditengah jalan, jadi ayo selesaiin bareng-bareng, ya?”
Pernahkah Safira mengatakan bahwa suaminya adalah perayu ulung? Kalau belum, itu adalah salah satu kesalahannya. Karena pada kenyataannya mulut manis Ashqar berhasil menggelitik logikanya.
“Tiga hari yang lalu, waktu aku belanja sayur ada yang bahas gosip itu dan dia tanya langsung sama aku, apa ....”
“Apa ...,” beo Ashqar.
Safira menaikan pandangan. “Apa aku sama Mas bakal,” lirih Safira, kembali menurunkan pandangan. Tiba-tiba sembilu menyentuh hatinya, meninggalkan luka cukup dalam. “Ba ... kal bercerai.”
Rasa dingin menjalar di sepanjang tulang belakang Ashqar, membekukan kerja otak dan syaraf di indra pengecapnya. Dia hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Andai yang mengatakan itu bukan istrinya, andai yang mengatakan hal itu adalah orang tersebut maka Ashqar mungkin sudah menampar wajah orang itu.
“Sayang, itu hal yang nggak akan pernah terjadi. Aku menjanjikan itu dengan nyawaku,” ucap Ashqar, yakin.
“Ta-tapi, Mas. Ak—” ucapan Safira terhenti oleh air mata yang luruh membasahi pipi. “Aku nggak tahu harus gimana sekarang.”
“Kamu cukup percaya sama a ... ku.” Ashqar mengangkat wajah Safira dan seketika terkejut melihat wajah istrinya sudah merah dan basah air mata. “Ya, Allah. Sayang.”
__ADS_1
Ashqar menarik Safira jatuh ke dalam pelukannya. Dan begitu tubuh mungil istrinya berada dalam dekapannya, tangis satu-dua itu menjadi sering kemudian dengan cepat mulai terdengar pilu.
Seperti mendengar lagu patah hati, Ashqar mejamkan mata dan mengeratkan lengannya di tubuh Safira tiap kali tangis istrinya mengalun tinggi. Tak terbayangkan olehnya bagaimana Safira harus menjawab pertanyaan tidak berprikemanusiaan seperti itu, dan bagaimana istrinya selama beberapa ini terlihat baik-baik saja sementara ternyata ia menahan gejolak sebesar ini. Ya, Tuhan! Bodoh sekali dia sebagai seorang suami!
◍◍◍◍
Setengah jam. Tidak. Kurang dari itu. Setelah menangis tersedu-sedu akhirnya Safira jatuh tertidur, dalam pelukannya dan dalam keadaan berdiri.
Entah keuntungan atau tidak, tubuh kecil dan seringan bulu Safira memudahkan Ashqar untuk mengangkat tubuhnya dan membaringkan di ranjang mereka.
“Maaf karena nggak peka, Sayang.” Ashqar membelai sisi wajah Safira, tatapannya sendu melihat wajah sembab istrinya. “Maaf udah buat kamu berada dalam posisi seperti ini.”
Lagi dan lagi, kata maaf tidak berhenti Ashqar ucapkan bahkan saat Safira tak lagi bisa meresponnya.
Dia segera mencari kontak Edi dan mengirimi pesan kepada mertuanya, menanyakan keberadaan mereka. Namun, sampai sepuluh menit berlalu pesan WhatsApp yang Ashqar kirimkan tak kunjung mendapatkan balasan. Sayangnya, dia juga tidak memiliki kontak Sari.
Dan tiba-tiba Ashqar juga teringat dengan kedua jagoannya yang masih diculik oleh Rahma. Dia menghembuskan napas lalu memanggil nomor Rahma.
“Halo. Assalamu'alaikum. Ada apa?”
Ashqar mengerling. “Wa'alikummussalam. Mbak Rahma, ini jam berapa ya?”
__ADS_1
“Kenapa emangnya?”
Ashqar mengerutkan kening, antara sebal dengan jawaban dan terganggu dengan suara bising di seberang sambungan. “Mbak ini udah sing, tolong kembaliin anak-anak. Jangan kesorean atau Mbak nggak usah ngajak Alvin sama Zain lagi. Assalamu'alaikum.”
Ashqar memutuskan sambungan begitu saja. Agak keterlaluan memang dia melampiaskan kekesalan pada kakak perempuannya. Namun, Ashqar juga tak menyesal. “Hitung-hitung buang energi negatif,” monolog Ashqar.
.
.
.
✄................................................
Nara Corner :
Adakah typo?
Kl ada, mohon maap 👉🏻👈🏻( ꈍᴗꈍ)
btw, happy weekend semuanya~
__ADS_1
tetap jaga kesehatan dan ikutin protokol kesehatan ya 🤗