Gaung Rasa

Gaung Rasa
Sangkuriang


__ADS_3

Tidak ada yang lebih membuat Safira senang ketimbang bisa bangun lebih siang dari biasanya, bahkan suaminya tidak membangunkan untuk “sesajen” pagi, yaitu segelas kopi susu. Maka saat suami dan kedua putranya menghujani wajahnya dengan banyak kecupan, Safira kebingungan.


Dan saat ini, tiba-tiba saja, ia sudah berjalan dengan dikawal oleh dua orang laki-laki berseragam dan seorang laki-laki, bertubuh jauh lebih besar dari yang lain termasuk Safira sendiri, berjalan dibelakangnya. Posisinya saat ini membuat Safira tak nyaman.


“Ini kenapa posisinya kayak gini, ya?” ucap Safira bersamaan dengan langkah pertamanya menuruni anak tangga.


“Posisi apa, Mah?”


“Zain dilihat langkahnya, Nak.” Safira hampir berteriak saat Zain menoleh ke belakang sambil terus melangkah, jantungnya seakan mau copot.


Kemudian ia menghentikan langkah, menoleh kebelakang dan menatap Ashqar, meminta penjelasan. Safira bisa melihat jika Ashqar sedikit terkejut dengan gerakannya yang tiba-tiba dan Safira sangat menyesali itu, karena Harsha sedang dalam gendongan suaminya.


“Mas?”


Ashqar menaikan bahu sebentar. “Aku nggak tahu apa-apa. Ini rencana anak-anak.”


Setelah mendengar penjelasan singkat Ashqar, Safira meminta kedua krucil untuk melanjutkan langkah. Pada akhirnya Safira hanya bisa pasrah dengan kelakuan aneh jagoan-jagoannya. Salahkan dirinya sendiri yang masih setengah sadar saat Ashqar menuntunnya ke kamar mandi untuk membantu membasuh muka. Catat dua kata terakhir, bila perlu gunakan spidol permanen.


Demi langit dan bumi, suaminya itu sama sekali tidak memberinya izin untuk mandi atau sekedar menyikat gigi karena belum sempat Safira mengatakan keinginannya, Ashqar sudah lebih dulu menuntunnya kembali ke kamar. Maka beginilah ia dengan piyama, rambut diikat asal, dan mulut bau napas naga.


“Mas Alvin,” panggil Safira.


“Supaya Mamah aman,” ucap Alvin.

__ADS_1


Mendengar perkataan putra pertamanya, Safira lantas kebingungan. Dia sebenarnya hanya ingin menanyakan jadwal harian kedua krucil bergantian. Namun, sepertinya Alvin menanggapi lain. Kini ia sepertinya tahu siapa dalang barisan ala Paspampres ini.


Dan belum juga Safira mengkonfirmasi dugaannya, Zain sudah lebih dulu menyela.


“Iya, kata Mas Alvin supaya Mamah aman.”


Safira mengulum senyum. “Emang supaya aman dari apa, sih?”


“Aman dari ... dari apa, Mas?” bisiknya pada Alvin.


“Aman dari penyihir ja—”


“Zain! Alvin!” seru Edi, menyela ucapan Alvin.


Sementara Zain sudah menghambur ke dalam pelukan Edi, Alvin tetap menjadi cucu paling tenang dengan tetap melanjutkan langkah sambil menggandeng tangan Safira. Bocah sebelas tahun itu menuntun langkah mamahnya hingga menuju meja makan, dia bahkan menarik kursi untuk Safira.


“Aduh! Mas Alvin lahirnya telat, sih. Kalau kamu seumuran Rafa udah pasti aku berpaling ke kamu,” komentar Ranee, sengaja menggoda Alvin.


Alvin yang baru membasahi tenggorokan kontan melirik tajam pada Ranee. “Kalau aku seumuran sama Pakde Rafa, aku nggak mau sama Bude Vera yang cerewet. Mending aku sama Mamah.”


“Mau jadi kayak Sangkuriang, kamu?” komplain Rafa, menoyor kepala Alvin.


“Pakde!”

__ADS_1


“Kalau kamu sama mamahmu, kasihan nanti Papah Ashqar merana sendirian,” lanjut Rafa disusul gelak tawa.


Perdebatan yang awalnya milik Alvin dan Ranee dengan cepat berpindah tangan menjadi milik Rafa dan Ashqar. Hingga memancing emosi Safira.


“Kak Rafa. Mas Ashqar. Kalian kalau nggak mau sarapan silahkan pergi kerja aja sekarang juga.”


Nada suara Safira yang rendah membuat Ashqar dan Rafa langsung bungkam. Kemudian akhirnya mereka bisa memulai sarapan dengan tenang sampai di tengah kegiatan dan obrolan kecil mereka, Safira menyampaikan berita tentang kehamilannya.


Minus Rafa dan Ranee yang menjadi orang pertama yang tahu, juga Alvin saat Safira mengobrol semalam dengan putra pertamanya itu, lain hal dengan Edi dan Sari. Pasangan senior itu tidak bisa menyembunyikan keterkejutan dan kegembiraan yang datang bersamaan hingga terlihat bingung mengekspresikan diri. Sedangkan Zain, anak itu hanya diam kebingungan dengan situasi yang terjadi.


.


.


.


✄................................................


Hi!


Gimana awal tahun kalian semua? Aman? 🤭


Semangat melanjutkan resolusi tahun kemaren! Udah macem cicilan perabot nggak kelar-kelar ya itu resolusi 😂

__ADS_1


Well, have a great day guys~


🖤


__ADS_2