Gaung Rasa

Gaung Rasa
Bigos


__ADS_3

Kemarin adalah salah satu hari terburuk Nita disepanjang kariernya sebagai seorang entertainer. Nita yang seharusnya menjadi bintang tamu diacara pembukaan sebuah butik milik seorang fashion designer terkenal asal Semarang harus balik kanan lantaran pengunjung, yang rata-rata adalah penggemarnya, memenuhi tempat acara.


Awalnya, setelah pemotretan untuk salah satu produk olahan susu, sebagai brand ambassador, Nita masih memiliki dua jadwal utama dan satu tambahan. Namun, semuanya gagal.


Terlebih manajernya mengabari bahwa dia melihat seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan disekitar butik, dan mencurigai bahwa orang tersebut adalah seorang wartawan. Alhasil jadilah Nita didandani ala ala penyamaran gagal oleh asistennya.


“Kenapa kudu ke restoran, sih? ‘Kan, biasanya sarapan dianter ke kamar,” keluh Nita dari kamar mandi.


“Bang Heru yang suruh.” Mira—asisten Nita, menjawab dengan cepat. Secepat tangannya yang menata barang-barang Nita kedalam koper. “Pagi pagi banget dia udah gedor-gedor pintu kamar. Minta kita langsung siap-siap buat balik ke Jakarta."


“Ah! Padahal gue masih ngantuk banget. Mana laper, belum sarapan lagi,” gerutu Nita disela kegiatannya menyikat gigi.


Mira menghembuskan napas kasar. “Nasi goreng sepiring tengah malem nggak kerasa, ya?”


Nita menjulurkan kepalanya dari dalam kamar mandi, sikat gigi di tangan kananya. “Udah jadi kotoran. Mau ngecek?” ucap Nita dengan mulut berbusa.


“Dih! Ogah!” Mira menarik koper yang paling besar ke dekat pintu. “Nit, jadi nggak mampir ke toko oleh-oleh?”


Nita yang sedang berkumur langsung menahan air di mulutnya lalu bayangan Zain terlintas di benak Nita. Hal itu membuat hatinya merasa tak nyaman.


“Nit?”


Nita berkedip, dengan cepat melanjutkan berkumur dan membuangnya di wastafel. “Nggak jadi,” katanya, mengelap mulut dengan handuk.

__ADS_1


“Kenapa? Bukannya mau lo kasih buat Zain?”


Nita menatap lurus Mira dari pantulan cermin di depannya. “Nggak kenapa-napa. Semarang deket sama Solo.” Nita lalu berbalik sambil membuka satu per satu kancing piyamanya.


“Loh? Kok, gitu?” Kening Mira berkerut, merasa heran dengan keputusan Nita. Padahal artis yang ia urus keperluannya itu begitu menggebu sejak dua hari lalu untuk membelikan banyak oleh-oleh untuk Zain dan Alvin.


“Kalau lo berubah pikiran gara-gara Bang Heru, nanti gue minta dia buat mampir bentat ke toko. Gimana?”


“Nggak usah,” jawab Nita. Piyamanya sudah berganti dengan dress selutut berwarna kuning. “Soalnya—”


“Udah selesai belum?”


Suara pintu yang terbuka bersamaan dengan suara Heru menghentikan ucapan Nita. Kedua perempuan di dalam kamar itu serentak menoleh pada arah yang sama.


Raut wajah Nita semakin masam. “Kenapa nggak dibawa kesini aja? Repot kalau nanti ada yang ngenalin aku, Bang.”


“Biar cepat. Kita harus ngejar penerbangan pagi.” Heru memandang ke sekitar, hampir semua barang sudah rapih dan dia juga melihat beberapa koper sudah berada di depan pintu. Sambil memandang Mira, Heru berkata, “Aku sama Nita duluan ke bawah. Kamu selesein sisanya, kalau udah selesai langsung susul kita.”


“Iya, Bang. Tinggal masukin peralatan mandi sama make up,” kata Mira.


“Ok. Ayo, Nit.”


Nita menatap Heru tak percaya. Dia baru saja akan mengaplikasikan lipstik, tetapi ia urungkan saat Heru langsung berbalik menuju pintu. Sambil menggerutu Nita mengekor langkah Heru.

__ADS_1


Heru melirik Nita yang berjalan di sampingnya. “Kemungkinan orang mencurigakan itu adalah wartawan yang mengambil foto kamu dan Ashqar. Mungkin juga dia orang yang sama yang menyebar gosip di platform Bigos.”


“Apa dia juga tahu hubungan aku sama Ashqar, Bang?” tanya Nita sama berbisiknya.


“Dilihat dari judul artikelnya, kemungkinan besar sih, iya. Kayaknya dia udah ngikutin kamu dari lama.”


“Terus kita harus gimana, Bang? Manajemen minta aku merahasiakan pernikahanku sebelumnya dan juga Zain, tapi kalau orang itu benar-benar tahu siapa Ashqar sebenarnya berarti nggak ada gunanya aku menyangkal.”


Nita memang tidak pernah sekalipun berterus terang kepada media tentang statusnya yang merupakan seorang janda dengan anak satu. Setiap kali pertanyaan tentang status ditujukan padanya, Nita akan berkilah dengan memberikan jawaban, saat ini aku lagi sendiri dan lagi fokus dengan karier.


“Pak Bram dan Bu Siska minta kamu menyangkal semua pemberitaan yang berkaitan dengan mantan suami kamu dan anak kalian.


.


.


.


✄................................................


Maapkan ngaret, daku sedang jadwal padat gaes...


Minta doanya semoga yang lagi aku usahakan bisa lancar 🥺

__ADS_1


ps. jaga kesehatan dan semoga selalu bahagia semuanya 🤗


__ADS_2