
Senyum tipis, mata cerah, raut wajah ramah dan nada suara halus tengah Nita mainkan. Bahkan ketika kamera tidak menyala saat break iklan, dia terus mempertahankan hal itu. Pencitraan, katanya.
Seperti sudah sendirinya, seakan hal itu sudah menjadi naluri. Untuk berpura-pura dan kepura-puraan yang berlarut-larut menjadi bagian dari dirinya. Terkadang itu membantu terutama disaat banyak hal baik datang padanya. Namun, lain halnya dengan saat ini. Jauh di dalam hatinya, Nita merasa tertekan.
Apalagi saat pertanyaan yang ditakutkan akhirnya terlontar juga.
“Jadi kamu itu sebenernya lagi menjalin asmara sama siapa, sih? Kok, beritanya heboh banget belakangan ini,” tanya Tami Jasmine, presenter senior yang sudah puluhan tahun menjadi pembawa acara.
Sepersekian detik raut wajah Nita berubah, entah kamera berhasil merekamnya atau tidak, tapi kemudian kembali menyunggingkan senyum seakan pertanyaan yang baru didengarnya bukanlah hal besar.
“Siapa ini maksudnya gimana, Mbak?” Nita balik bertanya diiringi tawa halus yang disambut senyum menggoda si pembawa acara.
Tami Jasmine sudah sering berhadapan dengan aktris-aktris yang terlibat dalam skandal percintaan, beberapa diantaranya menunjukkan glagat yang sama dengan Nita.
“Aduh! Bisa aja yang lagi berbunga-bunga.” Tami berkelakar. “Nama dong, ya. Mas Roy juga kepo pasti, ‘kan?” sambungnya, mencari dukungan Roy, penyanyi senior aliran musik rock.
Seketika ruangan studio ramai dengan suara penonton, lebih dari setengahnya adalah penonton bayaran, dan efek musik dari band pengiring yang seakan memprovokasi.
Nita menyamankan diri bersandar di sofa sementara kaki kanannya bertumpu di atas kaki kiri, lalu ia dengan santai menaruh kedua tangan di atas paha. Hanya saja, tanpa sadar jari-jarinya saling meremas.
“Aku nggak bisa bilang nama, Mbak. Cuma ... memang ada yang lagi dekat,” jawab Nita diplomatis.
__ADS_1
“Ah, masa sih?” goda Tami. “Kalau yang lagi viral itu gimana? Siapa sih, namanya?” Tami melemparkan kode ke arah kru di belakang kamera.
“Ashqar!”
Para penonton berteriak hampir bersamaan.
Mendengar nama mantan suaminya disebut, Nita meremang. Rasa khawatir dan takut beradu meninju dada, membuatnya gelisah. Namun, berkat latihan akting yang diterimanya, lagi-lagi Nita mampu mengendalikan diri.
Dengan tenang Nita menjelaskan bahwa Ashqar adalah kerabatnya dan dia bukan orang yang saat ini tengah dekat dengannya. Dan seperti yang diharapkan dari seorang presenter kawakan sekelas Tami Jasmine, dia kembali melayangkan pertanyaan sanggahan untuk penjelasan Nita.
Pada akhirnya, Nita mencoba mempertahankan posisinya dengan memberikan argumen netral dan terkesan samar tentang gosip yang sedang beredar. Dia tidak membenarkan atau mengatakan bahwa itu tidak benar apalagi saat menyebut jika Ashqar adalah mantan suaminya dan dia sudah memiliki anak.
Sementara itu, biang dari kehebohan dunia selebriti tengah tersenyum puas atas hasil kerja mereka. Sebuah tim kecil dari platform online seputar dunia entertainment yang tidak begitu dilirik pasar dan pengguna jejaring sosial, mendadak merasa seperti ditimpa durian runtuh.
Namun, yang tidak Danu duga adalah bahwa hal itu sampai ke telinga Pak Ilham selaku katua tim 3, tim yang selalu diremehkan karena kinerja buruk jika dibandingkan dengan tim yang lain. Ilham yang menerima laporan dari anak buahnya segera menugaskan Mail, bawahan kepercayaannya, untuk membuntuti Nita.
Bermula dari satu orang hingga akhirnya Ilham menarik Danu dari tim pesaingnya, tim 1 yang selalu diunggulkan, untuk masuk ke dalam timnya dan memberikan tugas serupa untuk membuntuti orang yang diduga kuat sebagai mantan suami Nita.
Bagaikan sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui, Ilham menerima pujian dari bosnya atas kerja keras timnya juga, ia berhasil memuat berita dimana dialah satu-satunya yang tahu kebenarannya sejauh ini.
Dan begitulah alasan bagaimana akhirnya Danu bisa sampai di sebuah kota asing yang jauh dari tempat kelahirannya di tanah Sunda. Sambil membuat penyamaran sebagai mahasiswa baru, Danu menyewa kamar kost yang tidak jauh dari rumah mantan suami Nita.
__ADS_1
Ini saya mau cek lokasi, Pak
Sebuah pesan WhatsApp berhasil terkirim ke nomor Ilham.
.
.
.
✄................................................
Nara Corner :
Ditinggal menghilang, maapkan 👉🏻👈🏻😅
Aku jujur aja lagi difase mager nulis, stuck meskipun outline mah udah ada alias writer block ( ꈍᴗꈍ)
Dan dilalah aka kebetulan, saudara dari luar kota dateng ke Solo. Jadilah aku tour guide dadakan kemaren buat mereka.
Dan spoiler guys, bakal ada cerita baru diluar seri Ansu-GR 🤫
__ADS_1
Cuma aku nggak nulis disini, soalnya di NT mau namatin Gaung Rasa dulu 🥺 Lagian di NT susah sekali ya cari royalti, harus level 10 dulu baru agak layak itupun tergantung ini itu. Udah cuma gitu aja, maapkan kl notenya kebanyakan, see u~