Gaung Rasa

Gaung Rasa
Kursi Roda


__ADS_3

Alvin berjalan dengan santai, dengan tas tersampir di bahu kiri dan tangan kanan yang masuk ke dalam saku celana, masuk ke dalam kamar rawat Safira. “Mamah udah sehat?” tanyanya, menaruh tas di atas sofa lalu melangkah menuju ranjang.


Safira berkedip. Dia merasa ada yang janggal dengan penampilan Alvin, seperti tak seharusnya anak itu berpenampilan begitu di tempatnya saat ini.


“Alvin, kamu ... baru pulang sekolah?”


Alvin memandangi Safira dengan mata bulatnya. “Iya,” jawabnya singkat lalu duduk di kursi, di samping ranjang. “Mamah itu kayak Zain, kalau ditanya bukannya dijawab malah balik tanya. Padahal Mamah nggak suka kalau aku atau Zain nggak jawab pas Mamah tanya.”


Mendengar komplain dari Alvin membuat Safira hanya bisa meringis. “Iya, maaf maaf. Mamah udah baikan,” ucapnya, mengusap kepala Alvin.


Alvin mengangguk lalu mengalihkan pandangan pada Zain. “Zain kenapa nggak nunggangin Mas Alvin sama Papah?”


“Habisnya Mas Alvin sama Papah lama, sih.”


“Kebiasaan,” ucap Alvin sinis, matanya menyipit dan menatap Zain tajam. “Kamu mau hilang, ya? Kalau kamu dibawa sama orang jahat terus nggak ketemu Mamah sama Papah lagi, mau?”


Zain merengut. “Nggak mau. Kok, Mas Alvin bilang gitu.”


“Udah. Udah. Mas Alvin jangan galak-galak sama adiknya, ya. Tadi Zain udah mamah kasih tahu, jadi Mas Alvin nggak usah khawatir lagi. Oke?”


“Ya udah.”


Safira menghembuskan napas pasrah kemudian memberitahu Zain sekali lagi tentang tindakannya dan bagaimana Alvin khawatir kalau anak itu sampai hilang. Dan meski Zain menanggapi dengan ogah-ogahan, mengeratkan pelukannya dan semakin menenggelamkan wajah di dada Safira, tapi dia tetap meminta maaf pada Alvin dan mengulurkan tangan.

__ADS_1


“Maaf, Mas Alvin.”


Alvin menyambut uluran tangan Zain lalu mengusap kepala adiknya. “Jangan diulangi lagi.”


Dada Safira bergemuruh, ego dan asumsinya perlahan luruh. Pemandangan di hadapan matanya menjelaskan banyak hal melebihi kata-kata. Benaknya memutar kenangan dimana ia pertama kali bertemu Alvin dan Zain.


Sempat ia sangka sebagai makhluk halus, lalu berkat desakan Ranee akhirnya Safira menampung keduanya. Kemudian, rasanya, tiba-tiba saja, dua kerucil ini menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.


“Mamah?”


Panggilan Alvin membawa Safira kembali dalam kenyataan. Dia memandang Alvin dengan ekspresi tak terbaca. Dan baru saja tangannya hendak terangkat, suara pintu yang terbuka kembali mengalihkan atensinya.


Sari melangkah masuk diekori Ashqar dan seorang perawat wanita. Kemudian manik matanya menangkap hal tak biasa dari perawat tersebut, sebuah kursi roda.


Alih-alih menjawab pertanyaan Safira, Ashqar meminta Zain untuk turun dari ranjang. Kemudian ia juga meminta Alvin untuk membawa Zain ke sofa.


Siku-siku imajiner tergambar di pelipis Safira, merasa kesal dengan sikap menyebalkan Ashqar. Jadi saat suaminya itu mengulurkan tangan padanya, ia hanya diam sambil menatap uluran tangan Ashqar.


“Sayang?”


Safira menatap Ashqar skeptis, ada rasa geli dengan perlakuan Ashqar yang ia rasa sedikit berlebihan. Yang benar saja, dia jelas bukan putri dalam dongeng yang harus selalu diperlakukan spesial.


“Mas tahu ‘kan, kalau aku nggak suka yang kayak gini?”

__ADS_1


“Ashqar sengaja minta kursi roda karena kamu belum cukup sehat, Fi,” kata Sari, mencoba menjadi penengah.


“Kamu harus diperiksa, Yang. Nggak lupa, ‘kan?” kata Ashqar.


Safira menatap Ashqar dramatis. “Mas nggak kasih tahu apa-apa, loh. Jadi mana aku tahu.”


Ashqar meringis. Kemudian ia meminta maaf dan meyakinkan agar Safira mau duduk di kursi roda. Dan hal itu jelas bukan sesuatu yang mudah. Safira keras kepala dan sulit dibujuk, tetapi berkat kata-kata manis hiperbolis yang ia sendiri geli mengucapkannya, Safira akhirnya luluh meski harus mendengar gerutuan Safira. Ashqar bahkan tidak membantah setiap ucapan Safira yang mengatakan dirinya alay dan berlebihan.


.


.


.


✄................................................


Maaf ya, update ngaret 🤧


Bapak negara tepar gegara kemaren kehujanan, padahal udah pake jas hujan. Update sedikit.


Tapi ... minggu depan insya'allah update setiap hari, jadi mohon doanya semoga aku bakoh alias tahan banting 🙃😂


Btw, jaga terus kesehatan ya wan kawan, cuaca lagi nggak bersahabat. Semoga kita semua diberikan kesehatan 🤗🖤

__ADS_1


__ADS_2