
Ashqar mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. “Bapak dimana?” tanya Ashqar balik sambil memasuki ruangan, setelah memastikan pintu tertutup rapat.
Sambil menyingkirkan dokumen yang dibacanya, Rafa berdiri. “Tugas negara. Rekamannya?”
“Ada,” katanya, merogoh saku dan melambaikan flashdisk di udara. “Tapi sebelum itu, aku mau tanya sesuatu.”
“Apa?”
“Dimana Pak Hendra?”
Pertanyaan Ashqar sukses membuat Rafa membatu untuk beberapa saat dan itu semakin menggelitik rasa penasaran Ashqar.
Rafa melanjutkan langkah, mengambil laptop di atas meja kerja Edi lalu memandang Ashqar yang sudah duduk di sofa dengan tatapan yang sulit ditebak.
“Di suatu tempat, mungkin.”
Ashqar menyipitkan mata. “Mungkin?”
“Iya,” jawab Rafa, menaikan bahu. “Kesampingkan hal itu, kita fokus aja sama tikus-tikus yang berani menyentuh adikku.”
Ashqar memperhatikan Rafa yang berjalan ke arahnya sambil membawa laptop di tangan. Dia sudah cukup muak dengan sifat Rafa yang suka seenaknya. Sudah cukup iparnya itu mengambil keputusan sendiri atas Safira dan mengenyampingkan dirinya dalam beberapa hal yang sengaja disembunyikan.
Meski harus diakui bahwa ia tidak memiliki kekuasaan atau pengaruh kuat seperti Rafa, tapi Ashqar meyakini bahwa dirinya jauh lebih berhak atas Safira, sebagai suami yang memikul tanggungjawab sampai napas mereka berhenti.
__ADS_1
“Kamu pikir aku bakal percaya?” Ashqar skeptis. “Kamu bisa menyimpan banyak rahasia selama ini, bahkan tetap diam saat orang paling berbahaya dalam hidup Safira berada sangat dekat dengan kami.”
“Terus?” Rafa duduk di hadapan Ashqar, bertukar pandang. “Kalau aku kasih tahu kamu, apa yang bisa kamu lakukan? Mengatasi mantan istrimu aja kamu nggak bisa.”
“Kamu tahu itu bukan hal yang bisa dikendalikan,” ucap Ashqar dari sela-sela giginya.
Rafa menatap lurus Ashqar, sedikit merasa bersalah karena sedikit kelewatan. “Oke. Aku minta maaf,” katanya, mengangkat tangan. Rafa tak berniat menyinggung suami dari adik kesayangannya, hanya saja dia masih merasa kesal dengan Ashqar yang tidak bertindak cepat. “Pakde Teguh ada di tempat yang aman, kamu nggak perlu khawatir.”
“Aku nggak khawatir, cuma aku nggak mau kamu dan Bapak bertindak melebihi batas. Aku hanya merasa Pak Hendra nggak seburuk yang itu.”
“Udah lah, nggak perlu dipikirkan.” Rafa menyodorkan tangan. “Flashdisk-nya?”
Ashqar memutar bola matanya. Alih-alih menyerahkan flashdisk secara langsung, pria itu memilih menghampiri Rafa dan duduk di sampingnya. Kemudian ia menyerahkan benda kecil itu pada Rafa.
Layar laptop 14 inci menampilkan video rekaman CCTV. Setiap detik yang ditampilkan dari video itu membuat darah Rafa mendidih, terutama saat Safira terdorong dan jatuh. Sementara Ashqar sudah membuang muka ke arah lain sejak menit pertama.
“Nggak masalah,” komentar Rafa dingin. “Rekaman ini masih bisa diperjelas nantinya.”
Ashqar bisa melihat bagaimana sorot mata Rafa berubah begitu berbeda dan hal itu membuatnya merinding.
“Safira bilang kalau dua laki-laki itu adalah wartawan. Tapi kalau dilihat dari tingkah laku mereka, rasanya nggak mungkin.”
Rafa tak langsung menjawab, dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas miliknya. “Mereka wartawan,” katanya, menyodorkan sebuah ID Card pada Ashqar. “Tapi jelas mereka melanggar kode etik profesi mereka sendiri dan hal itu bisa kita gunakan buat memenjarakan mereka.”
__ADS_1
“Darimana kamu mendapatkan ini?” Ashqar tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
“Pakde Teguh. Dia yang memungut itu saat menahan salah satunya.” Rafa menatap Ashqar serius. “Aku harap kamu lebih bisa menjaga Safira kali ini karena mungkin masalah ini selesai nggak dalam waktu dekat dan itu bisa bikin dia stress.”
Ngomong-ngomong soal stress, Ashqar sama sekali belum memberitahukan kondisi Safira saat ini.
“Aku tahu dan kamu nggak usah khawatir, tapi ...,” Ashqar menghela napas dalam, menyandarkan punggung sambil menatap langit-langit. “ada hal yang harus aku sampaikan ke kamu tentang kondisi Safira.”
Rafa menegakan tubuh. “Apa ada masalah? Apa itu berhubungan dengan insiden dia terjatuh?”
“Nggak, nggak sama sekali. Safira ... hamil.”
.
.
.
✄................................................
Aku update (づ ̄ ³ ̄)づ
Update malem yang penting update ya 🌚
__ADS_1
Writer block itu menyebalkan, padahal udah pake primbon 🤣
Btw, ada yang punya ******* nggak?