
Rafa dan Ranee tidak lama di rumah Rahma, tetapi mereka bertukar pikiran cukup serius mengenai apa yang sedang terjadi dengan pasangan Ashqar dan Safira. Dan topik itu terus menghantui keduanya bahkan setelah mereka pergi dari sana.
Mobil yang Rafa kendarai melaju dengan kecepatan masuk akal, membelah keramaian jalan utama kota dengan julukan Kota Budaya. Jalan Slamet Riyadi yang luas terasa menciut karena keramaian lalulintas, maklum saat ini jam sibuk dimana banyak karyawan kantor baik swasta maupun negeri hendak pulang ke rumah.
Dan di dalam mobil sedan hitam berplat H, Rafa dan Ranee memilih membisu, sementara Alvin dan Zain sudah pulas di kursi belakang.
“Mas, kamu masih kepikiran soal Safira?” tanya Ranee pada akhirnya, setelah kesunyian yang cukup lama.
Rafa menghembuskan napas berat. “Emangnya kamu nggak kepikiran juga?”
Ranee terdiam, membuang wajah ke jendela samping. Rafa tahu, walau Ranee terlihat tenang, tapi istrinya itu tak jauh berbeda dengan dirinya.
“Ya, kepikiran juga,” cicit Ranee. “Ashqar nggak biasanya seperti ini. Kalau ada apa-apa, dia biasanya langsung to the point. Tapi ini ....”
“Itu juga yang aku pikirin, Bo.” Rafa melirik dari spion tengah, memastikan kalau kedua ponakannya benar-benar tertidur.
Dan antisipasinya berhasil, Rafa melihat jika Alvin tidak benar-benar tidur. Kelopak mata anak itu bergerak-gerak gelisah dan jelas apa alasannya.
“Alvin,” panggil Rafa.
Alvin membuka kelopak matanya perlahan lalu menegakkan punggung. “Alvin ketahuan, ya?”
Pertanyaan polos Alvin menjadi hiburan kecil bagi Rafa dan Ranee.
“Alvin menguping, ya?” tuduh Rafa.
“Nggak.” Alvin mengusap kedua matanya dengan punggung tangan. “Cuma nggak sengaja kedengeran aja, kok.”
__ADS_1
Ranee mendengus. “Alasannya persis kayak siapa ya?” goda Ranee, melirik Rafa. “Alvin kayak gitu nggak baik, loh.”
“Alvin minta maaf, Bude. Tapi Alvin penasaran.”
Rafa menghela napas dalam dan menghembuskan dengan cepat. Begitu mobil berhenti di lampu merah, ia memutar tubuh sedikit. “Alvin mau tanya sesuatu? Tentang mamah?”
Alvin terdiam, memandang Rafa lamat. Mata bulatnya meneliti wajah yang mirip dengan mamahnya itu, terutama dibagian mata dan bibir sampai tiba-tiba Rafa mengalihkan wajah dan kembali mengemudikan mobil.
“Mamah ... baik-baik aja nggak, Pakde?”
Rafa sudah menyiapkan hati jika salah satu keponakannya akan bertanya mengenai orang tua mereka, tapi tetap saja rasanya tak mudah. Sebelumnya Zain yang menanyakan keberadaan papah dan mamahnya, untungnya Ranee bisa membuat anak itu percaya dengan kebohongan yang dikarang oleh istrinya. Namun, Rafa tak yakin jika ia akan berhasil mengelabui keponakannya yang satu ini.
Rafa menaik napas dalam, terasa berat dan mengganjal. “Kenapa mamahmu nggak baik-baik aja? Mamahmu itu orangnya kuat.”
Alvin menaikan kedua bahunya singkat. “Habis, semua orang kayak bingung.”
Rafa melempar pandang pada Ranee, berharap jika istrinya mengerti kode yang ia berikan.
“Kita semua bingung soalnya papahnya Alvin ngasih kabar dadakan,” kata Ranee, tidak sepenuhnya kebohongan.
Kening Alvin berkerut, alisnya tipisnya hampir menyatu. “Terus mereka dimana? Kok, Bude Rahma nggak nganter aku sama Zain ke rumah? Terus kenapa juga Pakde sama Bude Vera yang jemput kita?”
Ibarat di medan perang, Ranee seakan terkena ranjau meski ia sudah berhati-hati agar tak menginjaknya. Dan kini ia kehabisan ide untuk menutupi keberadaan Safira yang sebenarnya.
Rafa tertawa sumbang. “Alvin, pertanyaan kamu kebanyakan. Bude sampai kebingungan itu.”
“Ya, udah. Kalau gitu jawab satu-satu aja biar nggak bingung Bude.”
__ADS_1
Ranee menoleh ke belakang. Dia melemparkan senyum tipis. “Mamah dan papah kalian lagi pergi ngurus pekerjaan. Mereka perginya buru-buru makanya minta Bude Rahma buat jaga kalian sampai Bude dan Pakde Rafa jemput. Begitu. Alvin udah paham?”
Alvin menggeleng. “Nggak. Aku tahu Bude bohong, aku juga tahu ada sesuatu, tapi aku nggak tahu apa.” Alvin mengalihkan wajah, menyandarkan kepala di pintu mobil sambil memejamkan mata dan melipat lengan di dada. “Kalau Pakde dan Bude ketemu sama Mamah, tolong bilangin kalau aku sama Zain baik-baik aja. Jadi Mamah nggak usah khawatir.”
.
.
.
✄................................................
Nara Note :
Sampai jumpa minggu depan~
Happy weekend, semuanya ( ꈍᴗꈍ)
Btw, mau kasih info buat kalian yang juga pembaca karya Mamay alias Ka Umay dan Elara Sukoco, malem minggu nanti.
• Sabtu, 13 November 2021
• 19.30 WIB
Mereka mau siaran langsung di Instagram. Jadi yang malmingnya nggak ada rencana atau nanti tetiba hujan dan nggak bisa keluar rumah 🌚 silahkan diserbu. Sekian.
Luv u, guys 🤗
__ADS_1