
“Kamu mau aku kelihatan kayak gimana? Senang?”
Safira merengut. “Ya, nggak gitu juga,” gerutunya, menegakan punggung.
“Terus aku harus kelihatan cemas?” tanya Ashqar lagi. Namun, saat Safira tak kunjung menjawab, ia berkata, “Bukannya kalau aku bersikap tidak biasa justru akan membuat kamu semakin kepikiran?”
“Iya, sih. Tapi, ‘kan...,” cicit Safira. “aku takut kalau gosip itu benar.”
Ashqar tersenyum tipis. Tangannya terulur untuk membelai sisi wajah Safira dan kemudian dia menyadari lingkar hitam di bawah mata istrinya semakin gelap. Hal itu membuatnya tersentuh sekaligus sedih, Safira bekerja sangat keras sebagai ibu rumah tangga dengan tiga anak yang masih kecil-kecil. Dan Ashqar menduga jika kegelisahan Safira atas gosip dirinya dengan Nita menjadi salah satu alasan lingkar hitam di bawah mata istrinya itu semakin menggelap.
Jadi sungguh tidak masuk akal baginya untuk mengkhianati pernikahan mereka. Bahkan Ashqar tidak bisa berpikir untuk mencari perempuan yang lebih baik dari Safira, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Ashqar tetap merasa Safira lah satu-satunya yang terbaik yang Tuhan jadikan jodoh hidupnya.
“Demi Tuhan, Yang. Nggak mungkin aku mengkhianati kamu, mengkhianati anak-anak dan pernikahan kita.” Ashqar menatap Safira dalam, menaruh harapan bahwa perasaannya akan tersampaikan lebih dari ucapannya. “Kamu tahu benar kalau itu cuma sekedar gosip dan nggak akan pernah jadi kenyataan. Karena satu-satunya fakta adalah bahwa hubunganku dan Nita hanya sebatas masa lalu.”
“Aku tahu. ‘Kan, aku juga yang mendekatkan kalian lagi,” cicit Safira.
__ADS_1
Salah satu alis Ashqar terangkat. “Kalau gitu, apa yang sebenarnya mengganggu pikiranmu? Hmm?” tanyanya dengan nada selembut mungkin.
Safira mengambil napas dalam dan kembali membuang pandangan, pada jendela besar di kamar mereka. Tirainya berlapis dua, berwarna abu-abu di tirai pertama yang berlubang seperti selambu dan berwarna navy di tirai kedua yang diikat tali berwarna abu-abu gelap.
“Soalnya ... Mas nggak tanya pendapatku tentang gosip itu kecuali sebelum pernikahan Kak Rafa. Mas kayaknya nggak peduli.”
Ashqar melemparkan kecupan di kening dan kedua pipi Safira. Hal itu berhasil membuat wajah ayu wanita kecintaannya bersemu merah.
“Karena aku emang nggak peduli. Aku nggak mau gosip seperti itu mengganggu pikiran dan berimbas dengan keluarga kita. Bayangin kalau setiap gosip itu ada di televisi dan kita ikut membahasnya, apa kita nggak akan ribut? Ujung-ujung kita akan bertengkar, Fi. Entah aku yang merasa lelah harus menjelaskan atau kamu yang merasa nggak aman.”
“Aku ngerti, Sayang.” Ashqar tersenyum tipis. “Istriku ini pemikir keras, sayangnya suka kebablasan.”
Safira beranjak dari pangkuan Ashqar, berjalan ke arah jendela. “Awalnya aku juga bersikap nggak peduli. Aku merasa cukup yakin kalau gosip itu bukan apa-apa, tapi semakin hari beritanya mulai aneh-aneh dan kayak nggak ada habisnya.”
Ashqar berjalan mendekat. Dia berdiri di belakang Safira. “Maaf, kalau aku tanpa sadar udah buat kamu stress. Aku nggak peduli dengan gosipnya, Sayang. Bukan sama kamu.”
__ADS_1
Safira memjamkam mata saat lengan Ashqar merayapi perut dan dugu suaminya bersandar di pundak. “Aku tahu harusnya aku nggak marah atau kesal sama, Mas. Aku cuma ... merasa nggak tenang. Aku takut kalau sewaktu-waktu gosip itu jadi besar dan nggak bisa dikendalikan. Aku takut kalau gara-gara gosip itu aku harus berpisah dengan Zain dan juga dengan Mas.”
Setelah mengungkapkan isi hatinya, Safira mengigit bibir. Perlahan matanya terasa panas dan hatinya mendadak ngilu entah apa sebabnya, dia sendiri pun tak bisa menjelaskan. Hanya saja, meski ia telah mengutarakan keresahannya, itu tak lantas membuat hatinya merasa lega. Terlebih saat Ashqar tak segera memberi respon.
“Sayang.” Ashqar membalikan tubuh Safira agar berhadapan dengannya. Manik bening istrinya berkaca-kaca dan dia bisa melihat kesedihan disana. “Apa ada orang disekitar kita yang mengatakan hal menyakitkan ke kamu?”
.
.
.
✄................................................
Nara Note :
__ADS_1
Hari ini Gaung Rasa update double. Jadi tolong ditunggu yaaa~