
"Tak kusangka baru kutinggal sebentar ternyata tempat ini sudah berubah jadi semakin suram seperti ini"
"Izumi!"
Izumi menatap mereka semua dengan tatapan mengintimidasi tanpa mengatakan apapun lagi.
"Semuanya, serang roh cacat itu!!" Teriak salah satu roh, dan mereka semua langsung berbondong-bondong menyerang Izumi.
Tentu saja melihat hal itu, para bawahan Izumi menghentikan mereka.
"Kalian semua pergi dari sini dan urusi roh sisianya diluar" Perintah Izumi
"Tapi pemimpin..." Gumam mereka
"Apa aku terlihat lemah sampai kalian mengkhawatirkanku?"
"Tidak, bukan seperti---"
"Kalau begitu cepat keluar dan bantu aku membereskan sisanya!"
Mereka jadi merinding begitu dibentak Izumi hingga tak bisa berkata-kata. Akhirnya mereka keluar dari ruangan itu hingga yang tersisa adalah Izumi, Kei dan para musuhnya.
"Heh! Kau mengusir mereka pasti karena tidak mau mereka melihat akhir hayatmu, kan?" Tanya salah satu roh
"...."
Izumi tidak menanggapi ucapannya dan hanya menatap tajam mereka.
"Lihat! Kau tidak bisa berkata-kata karena tidak bisa menyangkalnya. Hahahaha!"
"Sungguh kasihan sekali mereka punya atasan seperti ini"
"Mereka juga bodoh mau diperalat oleh roh cacat. Apalagi roh yang disebelahnya itu!" Ucapnya sambil menunjuk Kei
"Benar sekali~ Sangat bodoh~"
Mereka terus berisik hingga tak terdengar jelas apa yang mereka katakan. Ditengah itu semua, Izumi hanya diam saja mendengar semua ucapan itu.
"Tuan..." Gumam Kei
"Aku tidak apa-apa. Ini sudah biasa aku dengar jadi aku tidak akan marah. Dan maaf kau malah jadi ikut terseret"
"Tidak, tuan. Sudah seharusnya saya terus disamping anda apapun yang terjadi"
Izumi tersenyum tipis setelah mendengar itu.
"Ya, memang seharusnya seperti itu"
Izumi kembali fokus pada para roh yang sibuk mencaci Izumi dihadapannya. Lalu pandangan Izumi teralihkan pada salah satu roh yang hanya diam ditengah kerumunan roh itu.
Roh itu terlihat aneh karena hanya dia sendiri yang diam disaat semuanya sedang berusaha membuat Izumi marah. Dan dengan sekali lihat, Izumi bisa langsung tahu siapa roh itu
*
Namun, apa alasan para roh jahat itu berusaha membuat Izumi marah? Padahal bukannya lebih baik langsung serang saja daripada membuatnya emosi dan membuat kekuatannya meningkat pesat?
Tentu saja ada alasannya kenapa para roh jahat berusaha membuat Izumi marah.
Itu karena...
__ADS_1
*
Wush....
Izumi menyerang sekumpulan roh itu lebih dulu menggunakan kekuatan roh baiknya dengan bentuk seperti angin topan dan menerbangkan mereka lalu menghempaskannya begitu sudah diterbangkan ke langit-langit ruangan.
"Argh..."
"Kalian semua berisik dan cuma membuat telingaku sakit saja" Ucap Izumi tenang
*
Ya, alasan para roh berusaha membuat Izumi marah adalah karena jika Izumi dapat mengontrol kekuatannya dengan baik, dia bisa menggunakan kekuatan roh baiknya untuk menyerang.
Kekuatan roh baik adalah kelemahan roh jahat, begitu juga sebaliknya. Makanya, para roh jahat lebih memilih bertarung dengan Izumi dalam keadaan emosi karena sudah pasti ia akan menggunakan kekuatan roh jahatnya.
*
Mereka semua ambruk hanya dengan 1 serangan dari Izumi. Yang tersisa hanya satu roh yang sebelumnya hanya diam tidak berbicara disaat yang lainnya sibuk membacot.
Izumi melirik kearah roh yang berdiri sendiri ditengah para roh yang ambruk itu.
"Ada apa kau yang terhormat ini sampai datang ke bangunan kumuh yang hampir hancur ini..."
"Maeru"
"Apalagi dengan penampilan aslimu seperti ini tanpa penyamaran"
Maeru yang sebelumnya saat menemui Yurin adalah dirinya dengan penyamaran. Ia menggunakan mata dan rambut berwarna hitam untuk menutupi rupa aslinya yang memiliki rambut oranye dan mata hijau daun dengan rambut belah tengah.
Maeru mendongakkan kepalanya dan menatap balik Izumi dengan yakin. Ia lalu berjalan mendekati Izumi.
Maeru berhenti berjalan tepat didepan Izumi, lalu mengelus pipinya dengan lembut.
"Kau masih saja imut seperti dulu, adik sepupuku"
Izumi langsung tersentak dan refleks menepis tangan Maeru dari pipinya.
"Menyingkir! Dasar br*ngs*k!!" Teriak Izumi
"Tuan!"
Kei langsung mencoba menenangkan Izumi.
"Haaah... Kau terus seperti ini, tidak mau aku menyentuhmu padahal aku menyayangimu seperti adikku sendiri" Gumamnya
"Aku peringatkan! Aku bukan adik dari siapapun dan dalam bentuk apapun! Jangan bersikap seolah kita keluarga padahal kau sendiri tak pernah menganggapku keluarga!! Lalu, sejak awal kita memang tidak punya hubungan apapun!!" Teriak Izumi
"Kejamnya~ Aku takut, Izumi~" Gumamnya
"Sangat takut~ Apalagi saat mengingat kau yang membunuhku~" Gumamnya dan melirik tajam Izumi
Izumi hanya diam menahan emosi hingga tangannya gemetar karena mengepalkan tangan terlalu kuat, dan juga urat di tangan dan lehernya keluar.
"Yah~ Mungkin saja aku yang kejam karena membuat adik sepupuku sendiri marah hingga seperti ini" Ucap Maeru lalu kembali berjalan mendekati Izumi.
"Jangan mendekat!!" Teriak Izumi lalu melemparkan serangan pada Maeru
Maeru tidak mendengarkan Izumi dan bisa menghindari serangannya dengan mudah. Ia terus berjalan mendekat.
__ADS_1
"Apa kau sepanik itu? Kau tahu kan serangan gampangan seperti itu bisa aku atasi dengan mudah?" Tanya Maeru
"Sudah tuan bilang jangan mendekat!!" Teriak Kei dan menyerang Maeru
Maeru melirik kearah Kei.
"Kau bawahan yang setia. Aku senang ada roh sepertimu di sisi Izumi. Tapi...."
"Ini adalah pertemuanku dengan adik sepupuku setelah sekian lama. Jangan ganggu kami!" Ucap Maeru
Maeru mengulurkan tangannya kearah Kei, dan seketika Kei tak bisa menggerakkan badannya seperti patung.
Maeru kembali mendekati Izumi dan sekarang berada tepat didepannya.
"Jangan... kesini..." Gumam Izumi dengan wajah memucat
Maeru tersenyum lalu mengulurkan kedua tangannya dan memegang kedua pipi Izumi.
"Izumi, kau harus tahu kalau aku sangat menyayangimu, dari awal hingga sekarang. Kau pasti ingat betapa aku menyanyangimu, kan? Jangan benci aku hanya karena aku menyayangimu"
"...."
Izumi terdiam tak dapat berkutik. Matanya yang penuh ketakutan menatap lekat mata Maeru.
Maeru tersenyum melihat reaksi Izumi lalu melepas tangannya dari pipi Izumi dan berbalik badan.
"Aah~ Omong-omong, sekarang aku harus pergi karena ada urusan lain dengan bawahanku. Aku minta maaf karena bawahanku sudah merusak kastilmu. Aku tidak bisa menghentikan mereka karena sekarang aku ada di wujud asliku. Bisa berbahaya jika mereka melihat dan mengenaliku"
"Pertemuan kita selama ini tidak baik. Sebelumnya saat aku membawa perempuan yang terikat denganmu itu, sekarang di kastilmu yang hampir hancur. Lain kali aku akan menemuimu di keadaan lebih baik dengan sebuah kejutan. Semoga kau menantikan pertemuan kita yang selanjutnya~" Ucapnya lalu pergi begitu saja
Setelahnya, Kei bisa menggerakkan kembali badannya setelah berusaha keras terlepas dari serangan Maeru. Lalu Izumi masih dalam posisi tadi tanpa bergerak sedikitpun.
"Tuan! Apa anda baik-baik saja? Maafkan saya yang tidak bisa menghentikannya" Teriak Kei dan langsung lari mendekati Izumi
"...."
Izumi hanya diam tidak mengatakan apapun. Setelahnya, perlahan seluruh tubuhnya mulai gemetar dan akhirnya ia tersungkur karena kakinya tidak kuat berdiri lagi dan diikuti sesak nafas yang melanda.
"Tuan!!" Teriak Kei khawatir
"Hah... Hah... Hah...."
Izumi merasa sesak nafas begitu ancamannya pergi dan keringatnya pun mulai bercucuran.
"Berisik.... Berisik, berisik, berisik...." Gumam Izumi sambil menggaruk kedua pipinya
"Berisik sekali!!!" Teriaknya dan menggaruk pipinya lebih keras
"Tuan, tolong hentikan! Wajah anda bisa lecet jika anda menggaruknya seperti itu" Ucap Kei sambil terus berusaha menahan tangan Izumi untuk berhenti menggaruk pipinya
"Berisik sekali!! Disaat seperti ini kepalaku malah sangat berisik!!" Teriak Izumi dan tak henti menggaruk pipinya hingga kulitnya sedikit mengelupas.
"Tuan, tenangkan diri anda! Saya akan panggilkan yang lainnya untuk membantu anda"
Kei bersiap pergi untuk mencari bantuan, namun Izumi langsung menahan tangan Kei.
"Jangan panggil siapapun!"
Kei tersentak begitu merasakan hawa membunuh Izumi.
__ADS_1
"Baik, maafkan saya"