Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Penyerangan Para Hantu Rumah Sakit


__ADS_3

aku dan ibu Izumi terus berbicara hingga matahari mulai terbenam.


"sudah jam segini..." gumamku yang sedang melihat jam di dinding ruangan itu


"aku sudah harus pulang" ucapku


"sudah mau pulang?" tanya ibu Izumi


"ya. kalau begitu, aku permisi dulu. tante jaga diri baik-baik dan semoga lekas sembuh" ucapku


"terima kasih. Yurin juga hati-hati di jalan" ucap ibu Izumi melambaikan tangannya


"ya" ucapku


"sebenarnya aku tidak perlu berjalan sejauh yang dipikirkannya, sih..." pikirku.


"ngomong-ngomong, Izumi dan ibunya sangat mirip. dari cara bicara, postur tubuh yang elegan, dan sikapnya yang ceria. hanya saja, Izumi lebih sedikit bicara dibanding ibunya" pikirku.


aku keluar dari ruangan itu dan berjalan menuruni tangga. sedangkan Izumi berjalan mengikutiku.


"kenapa kau mengikutiku?" bisikku


"kau mau pulang, kan? jadi aku harus mengantarmu" ucap Izumi


"benar juga..." pikirku


"oh ya, aku tadi lupa memperingatkannya padamu..." ucap Izumi


"memperingatkan apa?" tanyaku


"jangan pernah menyebutkan namaku jika bertemu ibuku" ucap Izumi


aku berhenti berjalan


"kenapa?" tanyaku


Izumi tak merespon pertanyaanku dan terus berjalan. aku pun mengejarnya.


"lalu, 'dia' yang dimaksud ibumu itu adalah kamu, kan?" tanyaku


Izumi hanya diam saja. lagi-lagi aku diabaikannya. dan lagi, jalannya juga jadi semakin cepat.


"hey!" panggilku


"diamlah dan kau juga cepat jalan, tapi jangan tegang! ada yang mengikuti kita" ucap Izumi

__ADS_1


aku menoleh ke belakang. ternyata ada banyak hantu di rumah sakit ini yang mengikuti kami


"penyusup! ada penyusup yang datang! ayo tangkap dia!" teriak seorang hantu yang penuh perban


"sepertinya dia adalah pemimpin dari wilayah lain. meski ada di wilayah hantu lain, tapi kekuatannya masih terasa" ucap hantu wanita dengan mata sebelah kirinya ditutup penutup mata


"bukankah itu bagus? jika kita memakannya, kita juga bisa mendapatkan kekuatannya!" teriak hantu yang berpakaian seorang suster


"aah~ aku mau memakan kepalanya! pasti sangat lezat!" ucap seorang hantu berpakaian baju pasien rumah sakit


dari yang aku lihat, mereka adalah roh jahat di rumah sakit ini dan mereka termasuk hantu tingkat menengah. tapi, meski mereka hantu yang tak terlalu kuat, mereka ada banyak dan Izumi sudah kalah jauh kalau soal jumlah.


lalu, meski tak ada darah, tapi tampang mereka sangat menyeramkan.


"I... Izumi..." gumamku


tanganku gemetar saat melihat mereka. aku langsung berlari mendekati Izumi dan bersembunyi di belakangnya


"apa yang kau lakukan?! bersikaplah biasa saja seakan-akan kau tak melihat mereka" bisik Izumi


"tidak bisa! mereka terlalu menyeramkan untukku bersikap biasa saja" aku berbisik ke Izumi


"lho? apakah aku salah? rasanya manusia itu seperti bersembunyi di balik penyusup itu" ucap hantu suster


"benar juga. dia juga seperti ketakutan" ucap hantu bertongkat


ketika hantu itu berteriak seperti itu, aku dan Izumi bisa mendengarnya. aku semakin ketakutan. melihatku seperti itu, Izumi langsung mengajakku lari


"jika kita memakannya juga tidak apa-apa, kan?" tanya hantu bertongkat


"tak apa. ayo kita serang mereka!" ucap hantu suster


mereka semua mengejar kami. Izumi sengaja mengajakku berjalan keluar melalui pintu belakang yang sepi, agar aku tidak terlihat aneh didepan manusia lainnya.


saat sedang berlari, mungkin karena aku ketakutan dan tidak fokus, aku jadi terjatuh dan pergelangan kakiku sangat sakit


"Yurin!" teriak Izumi dan menoleh ke arahku


aku berusaha berdiri. namun, aku tidak dapat berlari secepat tadi. kakiku juga jadi semakin sakit


"ada apa?" tanya Izumi


"kakiku sakit" ucapku


"cih! dasar hantu jelek itu, padahal aku tidak melakukan apa-apa, tapi mereka masih mengejar" gumam Izumi dan mendekatiku.

__ADS_1


Izumi mengarahkan tangannya ke kepalaku. tangan Izumi tiba-tiba bersinar. lalu Izumi mengarahkan tangannya turun ke tubuhku hingga ke kaki.


"barusan kau melakukan ap--- kyaa!" aku belum selesai bertanya, tapi Izumi langsung menggendongku


"nanti saja kalau mau bertanya. sekarang kita pergi dulu" ucap Izumi


Izumi membawaku keluar rumah sakit dan kami masuk ke taman di samping rumah sakit yang sangat sepi.


"kita bersembunyi disini dulu. aku masih harus memulihkan kekuatanku" ucap Izumi


Izumi duduk menyandar di bawah pohon dan menutup matanya. dia sekarang terlihat seperti sedang tidur.


tak lama kemudian, para hantu itu datang


"penyusup~ jangan bersembunyi dan tampakkan dirimu pada kami~" ucap hantu wanita


mendengar itu, aku kembali ketakutan. aku melihat ke arah Izumi. matanya masih tertutup


"penyusup~ manusia~ dimana kalian~" ucap hantu laki-laki


"ah, ketemu"


di depanku ada seorang hantu wanita dan sekarang para hantu itu berkumpul di depanku


"sepertinya penyusup itu sudah kehabisan kekuatan. kita beruntung" teriak seorang hantu yang tubuhnya dipenuhi perban


aku langsung berdiri


"kalian tidak boleh menghina Izumi! Izumi itu temanku yang sangat kuat! sekarang dia hanya menambah sedikit kekuatannya saja!" teriakku


para hantu itu malah tertawa


"kuat? sekuat apapun dia, tapi jika tidak berada di wilayahnya, meski dia adalah seorang pemimpin juga akan lebih lemah dari kami semua!" teriak seorang hantu


"aku percaya pada Izumi! dia akan melindungiku dan melawan kalian semua tanpa terluka!" teriakku


para hantu itu kembali tertawa terbahak-bahak


"tidak mungkin! dia hanya pemimpin roh baik yang lemah. dia takkan bisa melawan kami semua sendirian!" teriak hantu itu


"bagaimana jika itu mungkin?" tanya Izumi


suara Izumi terdengar sedikit berat dan lebih tajam dibanding biasanya.


aku menoleh ke belakang melihat Izumi. matanya masih tertutup. lalu Izumi berdiri dan membuka matanya.

__ADS_1


mata Izumi berwarna merah dengan pupil mata memanjang seperti ular.


__ADS_2