Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Serangan Balik


__ADS_3

aku menoleh ke belakang melihat Izumi. matanya masih tertutup. lalu Izumi berdiri dan membuka matanya.


mata Izumi berwarna merah dengan pupil mata memanjang seperti ular.


Izumi menatap tajam para hantu itu dan membuat para hantu itu merasa seperti terintimidasi.


"tidak mungkin? sungguh? bagaimana jika aku bisa menyingkirkan kalian semua?" tanya Izumi


"lalu, aku bukan hanya pemimpin roh baik, dan aku bukan hanya roh baik" ucap Izumi


"apa-apaan dia?! dia roh baik dan roh jahat? selama aku menjadi roh disini, aku baru mendengar ada yang seperti itu" ucap seorang hantu


"aku jadi semakin ingin memakannya!" ucap hantu lainnya


Izumi tersenyum merendahkan mereka


"siapa yang paling kuat diantara kalian disini?" tanya Izumi


"oh, kau mau mengajakku bertanding?" tanya seorang hantu perempuan berseragam dokter


"jangan bercanda, bocah! jika kau ingin melawanku, kau akan kalah dengan cepat. yah, itu memang lebih baik" ucap hantu itu


Izumi menadahkan tangan kanannya, lalu butiran hitam berkumpul melayang diatas telapak tangan Izumi dan membentuk sebuah jarum panjang yang kecil dan tipis.


"wush"


Izumi melempar jarum itu ke arah hantu dokter itu dengan sangat kencang dan mengenai dada hantu itu. karena Izumi melemparnya sangat kencang, jarum itu menusuk beberapa hantu lainnya yang berada di belakang hantu dokter itu. dan beberapa saat kemudian, hantu yang terkena jarum itu berubah menjadi asap hitam dan menghilang.


"hoo~ ternyata omongannya yang sangat meyakinkan tadi itu hanya omong kosong belaka" ucap Izumi saat melihat asap hitam dari tubuh hantu dokter


para hantu lainnya yang melihat itu mulai ketakutan dan mundur beberapa langkah


"bagaimana dengan kalian?" Izumi melirik tajam ke arah sekelompok hantu yang ketakutan itu


"jangan takut! ingatlah bahwa sekarang dia ada di wilayah kita. sekarang dia pasti hanya berpura-pura kuat saja agar kita semua takut dan membiarkannya pergi begitu saja" teriak seorang hantu


karena kata-kata hantu itu, hantu yang lainnya jadi tidak takut pada Izumi


"pilihan bodoh" ucap Izumi tersenyum


"semuanya! bersiap menyerang" teriak seorang hantu


"I... Izumi... bagaimana ini?" tanyaku yang ada di belakangnya


Izumi hanya tersenyum sekilas ke arahku dan kembali fokus melihat ke depan


"serang!" teriak para hantu itu serempak


banyak serangan-serangan meluncur ke arah Izumi. Izumi hanya mengibaskan sebelah tangannya dan semua serangan itu hilang

__ADS_1


"sudah kubilang kalian itu bodoh!" ucap Izumi dengan tatapan menghina mereka


Izumi kembali mengibaskan tangannya. seketika mereka semua menghilang bagaikan angin


"sa... sangat hebat!! apakah dia sungguh Izumi yang aku kenal?" pikirku sambil melihat pundak Izumi dari belakang


"Izumi..." panggilku


Izumi menoleh. pupil matanya tidak memanjang lagi dan kembali seperti normal. namun bola matanya masih tetap berwarna merah.


"Izumi... ayo pulang..." ucapku yang memegang lengan baju Izumi.


Izumi berbalik menghadapku dan menggendongku


"I... Izumi! turunkan aku. aku bisa jalan sendiri kok" ucapku


Izumi tak menghiraukan ucapanku dan kami pun teleportasi. kupikir teleportasinya akan berpindah ke hutan. namun aku salah. ternyata kami berpindah langsung ke kamarku.


setelah sampai, Izumi menurunkanku pelan-pelan


"terima kasih, Izumi" ucapku


setelah aku mengatakan itu, tubuh Izumi terhuyung dan jatuh.


aku pun refleks langsung menangkap Izumi. namun karena sebelah kakiku sakit aku jadi tak seimbang dan ikut terjatuh. aku terjatuh dengan posisi duduk dan menopang tubuh Izumi yang ada di depanku.


"sepertinya Izumi sudah kehabisan tenaga karena pertempuran tadi. karena itu dia langsung tertidur sekarang" pikirku sambil memperbaiki posisinya.


"haha... Izumi sekarang terlihat seperti anak-anak" pikirku gemas


setelah aku puas mengacak-acak rambut Izumi, aku dengan susah payah menyeretnya dengan kaki pincang dan menaruhnya di atas sofa.


"selamat istirahat" gumamku


aku meninggalkannya di sofa, menaruh tas, dan pergi mandi.


lalu aku menyadari kalau sekarang Yui sedang tidak di rumah.


"hm? Yui tidak ada? dia pergi kemana, ya?" pikirku


"mungkin lagi ketemu sama temannya, kan" pikirku


setelah mandi, aku mendekati Izumi lagi. dia tidak bergerak sama sekali dari posisi awal aku menaruhnya.


tanpa sadar aku mendekatkan wajahku ke wajahnya untuk memperhatikan wajahnya lebih dekat.


"hmmm... aku baru menyadarinya... bulu mata Izumi ternyata lumayan panjang juga untuk ukuran laki-laki" pikirku


"Izumi begitu menawan dan sempurna. dia juga cukup baik, hanya kadang sedikit mengesalkan saja. aku masih ragu kalau dia membenci manusia dan membunuh teman-temannya" pikirku

__ADS_1


"tapi... kalau dilihat dari kekuatannya saat bertarung tadi, memang bukan hal yang mustahil Izumi membunuh teman-temannya sendiri, kan? disaat yang sama, ternyata Izumi juga menyeramkan" pikirku


"tunggu? apa yang aku pikirkan? aku meragukan Izumi?! sadarlah, Yurin! Izumi melakukan itu juga untuk menolongmu!" pikirku teriak


aku kembali menatap wajah Izumi yang ada di depanku.


tanpa ada tanda-tanda, Izumi langsung membuka matanya sangat lebar dan langsung bangun.


kepalaku yang ada di atas kepalanya pun terbentur sangat keras.


"awww.... kenapa kau tiba-tiba bangun?!" rintihku kesakitan


Izumi hanya diam dengan tangan kanannya memegang kepalanya


"itu... apa kau baik-baik saja?" tanyaku


Izumi melihat ke arahku


"tidak apa-apa" ucap Izumi dan menurunkan tangan kanannya.


aku kaget saat melihat tangan kanan Izumi. di tangannya ada luka yang sangat besar. mungkin karena tangan kanannya tadi ditutupi tangan kirinya, jadi sekarang aku baru menyadarinya.


"Izumi! tangan kananmu terluka!" teriakku


Izumi melihat ke tangan kanannya sekilas dan bicara dengan santai,


"tak apa" ucapnya


aku langsung mendekatinya dan melihat lukanya itu


"tak apa dari mana? luka ini sangat besar! lihat, tanganmu sampai gemetar!" teriakku


"kau tunggu sebentar" ucapku lalu mengambil kotak obat.


"walau tidak diobati pun tak masalah. luka ini pasti akan menutup dengan sendirinya walau aku tak menggunakan kekuatanku sekalipun" ucap Izumi


"tidak boleh! lukanya harus diobati!" paksaku


"dilihat sekilas saja ini sudah terlihat menyakitkan" ucapku


"ini tidak sakit" ucap Izumi


"tidak sakit?! tanganmu gemetar karena menahan sakitnya" ucapku heran


"kubilang tidak sakit, ya tidak sakit! aku yang merasakannya!" ucap Izumi kesal


"tapi melihat ini, aku jadi ikut sakit!" ucapku


Izumi langsung kaget

__ADS_1


"sebenarnya tadi aku tak merasa sakit. tapi begitu melihat lukanya itu, tanganku langsung terasa sedikit nyeri. aku juga tak ingin melihat dia terluka begitu karena melindungiku" pikirku


"nah, sekarang lukanya akan aku obati" ucapku


__ADS_2