Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Pembantaian Roh Jahat


__ADS_3

Semua roh jahat itu langsung tersentak begitu melihat Izumi bisa melepaskan dirinya sendiri dengan mudah seperti itu.


"Sepertinya membantai kalian untuk menjadi pelajaran rekan kalian yang lain tidak buruk juga"


Awalnya mereka tampak ragu, namun setelahnya mereka malah jadi lebih antusias untuk melenyapkan Izumi.


"Pergi kau dari sini!"


"Lenyaplah!!"


"Dasar roh cacat!!"


"Monster pembunuh!!"


"Kau tak pantas jadi pemimpin!!"


"Dasar menjijikkan!!"


Mereka semakin menggila dan secara serempak langsung menyerang kami.


Wuuuuussshh....


Terasa hawa dingin dan muncul aura berwarna merah di sekeliling Izumi.


"Izumi, apa kau baik-baik sa---"


Bom!!


Ucapanku terpotong oleh ledakan aura Izumi.


Semua roh jahat yang menyerang Izumi langsung terpental begitu aura Izumi menyebar menyerang mereka..


"Argh...."


Mereka yang berada paling dekat dengan Izumi langsung lenyap menjadi asap karena terkena serangan Izumi paling banyak. Dan yang di belakang luka.


"Ha! HAHAHAHAHAHAHA!!!"


"Menyenangkan sekali!! Melihat para lalat berhamburan mati seperti ini!!!" Teriak Izumi senang


"Gawat!! Pemimpin kembali menggila!!" Gumam Kagusa


Syush.....


Aura Izumi itu langsung berkumpul ke sekeliling kedua tangan Izumi dan membentuk pedang kembar berwarna merah menyala.


Wush!!


Lalu Izumi langsung berlari sangat cepat bagaikan angin kearah para roh jahat itu.


Crat!!


Dan Semua roh yang Izumi lalui langsung lenyap karena tubuh mereka terbelah menjadi 2 bagian.


Izumi berbalik badan dan menatap tajam sambil tersenyum lebar pada roh jahat yang masih hidup.


"Giliran kalian datang~"


"Ti... Tidak!"


Cras!


"Aaaaargh!"


"HAHAHAHAHA!! HAHAHAHAHAHAHA!!!"


Izumi membantai mereka dengan sangat mudah dan terus tertawa kencang setiap mendengar jeritan para roh yang kesakitan itu.

__ADS_1


"Dia... Sungguh Izumi yang itu?" Gumam Yui dengan wajahnya yang memucat


Zrut!


Crat!


Zrat!


"Menyenangkan! Sudah lama aku tidak merasa sesenang ini!!" Teriak Izumi


Lalu, salah satu roh jahat menyelinap ke belakangku, memanfaatkanku yang terikat dengan Izumi.


"Mati kau!!"


!!!


Zuuun!


Aku langsung memasang pelindung tepat sebelum serangannya mengenaiku. Lalu dengan cepat, Izumi langsung berpindah ke belakang roh yang menyerangku.


Zrut! Zrut! Zrut! Zrut! Zrut! Zrut!


"Argh!!"


Izumi menusuk roh itu berkali-kali hingga tubuhnya penuh tusukan. Dia terus menusuk roh itu dengan wajah tersenyum lebar sampai akhirnya roh itu lenyap.


Syush.... Syush.... Syush.... Syush....


Lalu muncul banyak roh jahat yang berpihak pada Izumi. Mereka semua adalah roh di tingkat atas dan master dengan jumlah yang lebih banyak dibanding musuh.


Mereka berdiri dibelakang Izumi dan siap memulai perang.


"Tuan pemimpin! Saya sudah memanggil mereka!" Teriak roh bawahan Kei sebelumnya.


"Ugh...."


"Semuanya, mundur! Kita tidak bisa melanjutkannya lagi" Teriak salah satu roh jahat


Mereka pun bersiap untuk melarikan diri.


"Mau lari kemana kalian setelah berani datang ke kastilku dan membuat keributan?" Tanya Izumi


"Sudah cukup, Tuan! Anda sudah melenyapkan banyak roh tingkat menengah dan atas. Kalau seperti itu terus, kekuatan roh baik dan jahat wilayah ini tidak seimbang!!" Teriak Kei


"Kalian semua!! Jangan lenyapkan siapapun!!" Teriak Kei pada semua roh yang baru datang.


"Pemimpin! Hentikan itu!! Yang dikatakan Kei benar! Anda tidak bisa melenyapkan roh lebih banyak lagi!" Teriak Kagusa


Namun percuma. Ucapan Kei dan Kagusa tak membuat Izumi bergeming seolah izumi tak mendengar ucapan mereka.


"Pemimpin! Anda mendengar saya, kan?!" Teriak Kagusa


Tetap saja, Izumi tak memperdulikan Kagusa dan terus menyerang para roh jahat itu di detik-detik mereka akan teleport.


"Pemimpin!!" Teriak Kagusa lebih kencang dan menghadang Izumi untuk tidak melenyapkan roh lebih banyak lagi.


Izumi langsung tersentak. Dia menatap kearah Kagusa dengan tatapan tidak suka.


"Apa-apaan tindakanmu itu? Kau ingin menggangguku? Apa akhirnya kau memihak mereka dan mengkhianatiku?" Tanya Izumi sambil melotot ke Kagusa


"Semuanya, sekarang kembalilah lagi. Situasinya sekarang tidak cukup baik. Aku dan Kagusa akan menenangkan Tuan" Ucap Kei


"Baik, komandan!"


Mereka pun teleport kembali.


"Pemimpin! Tenangkan diri anda! Jika seperti ini terus anda akan kehilangan kendali diri an---"

__ADS_1


Sring....


"Kau mau mati sekali lagi? Beraninya menasehatiku" Tanya Izumi sembari menyodorkan pedangnya ke leher Kagusa


"Kei!" Teriak Kagusa


Dengan cepat Kei langsung bergerak dan menangkap Izumi dari belakang.


"Kalian berdua! Tidak akan aku maafkan!!!" Teriak Izumi sembari terus memberontak mencoba melepaskan diri


"Tuan! Tenangkan diri anda! Jika tuan terus seperti ini, tuan tidak ada bedanya dengan monster!!" Teriak Kei


"Berisik!!" Teriak Izumi


"Memangnya kenapa?! Sejak awal aku memanglah monster berbentuk manusia dengan wujud roh. Aku hanya melakukan hal yang sesuai dengan panggilan mereka padaku!!" Teriak Izumi makin kencang


Kekuatan Izumi kembali membesar hingga Kei semakin kesulitan untuk menahan Izumi.


"Aku.... Tidak tahan lagi...." Gumam Kei.


"Tidak ada cara lain lagi..." Gumam Kagusa


"Yurin, aku minta maaf. Mungkin ini agak sakit untukmu" Ucap Kagusa


Wuuung...


Kagusa menyalurkan kekuatannya ke telapak tangan lalu memukulkannya ke dada Izumi dengan sangat kencang.


"Ergh...."


Deg....


"Ugh... Dadaku sakit..." Pikirku


Kekuatan Kagusa masuk ke dada Izumi. Seiring dengan kekuatan Kagusa masuk ke tubuh Izumi, mata Izumi yang tadinya berwarna merah dengan pupil mata memanjang, kini pupil matanya menjadi normal kembali. Lalu warna matanya berubah menjadi biru.


Secara perlahan, tubuh Izumi juga melemas dan akhirnya ambruk tertidur.


"Apa... Yang terjadi dengan Izumi?" Tanyaku


"Roh jahatnya menguasai dirinya. Lalu karena Izumi tidak bisa melepaskan diri dari ikatan yang mengekang seluruh tubuhnya, lalu ada 'kertas penyegel kekuatan' yang menekan kekuatannya, dan ditambah serangan tak terduga dari para roh jahat itu, secara terpaksa Izumi menggunakan kekuatan 'kristal hati merah' miliknya untuk perlindungan diri"


"Dan karena emosi Izumi memang sedang tidak bagus, dia jadi hampir kehilangan kendali dirinya begitu mendapat kekuatan besar dari 'kristal hati merah'" Jelas Kagusa


"Hampir?? Jadi yang barusan Izumi 'hampir' kehilangan kendali dirinya??!" Tanya Yui kaget


"Benar. Jika tuan benar-benar kehilangan kendali dirinya, sejak aku menahan tubuh tuan, aku pasti sudah dilenyapkannya, begitu juga dengan Kagusa. Lalu kalian juga akan mati" Jawab Kei


"Menyeramkan... Aku terlalu memandang rendah dirinya karena dia selalu melakukan hal yang membuat kesal sambil tersenyum bodoh...." Gumam Yui


"Lalu apa yang kau lakukan pada Izumi, Kagusa? Bagaimana kau bisa menenangkan Izumi?" Tanyaku


"Izumi mengamuk seperti itu, selain karena emosinya buruk, itu juga karena kekuatan roh jahatnya sedang meluap. Untuk menghentikannya, aku jadi memasukkan kekuatanku untuk menetralkan kekuatan roh jahatnya yang meluap-luap itu"


"Dan karena kekuatannya sudah kembali normal, efek darinya yang menggunakan kekuatan 'kristal hati merah' dan bertarung habis-habisan itu langsung terasa. Izumi langsung merasa kelelahan dan akhirnya tidur" Jelas Kagusa


"Jadi begitu...." Gumamku


"Lalu, nona Ayui..." Gumam Kei


"Sebelumnya saya sudah katakan pada nona untuk tidak membiarkan tuan dalam bahaya, tapi malah berakhir seperti ini!" Ucap Kei tajam


"Um.... Maaf...." Gumam Yui


"Tolong jangan bercanda seperti itu lagi! Musuh tuan sangat banyak dan mereka terus mencari celah untuk menyerang tuan! Selanjutnya jika kejadian ini kembali terulang lagi, saya tidak akan memaafkan nona!" Lanjut Kei


"Baik, aku mengerti..." Gumam Yui

__ADS_1


__ADS_2