Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Bertarung Memperebutkanku


__ADS_3

perlahan-lahan, kepercayaanku pada Izumi memudar


"syuuuussh...."


didepanku tiba-tiba ada pusaran hitam. lalu muncul Izumi dari pusaran itu.


"lepaskan dia!" ucap Izumi


***


aku melihat tali yang tadinya sangat panjang itu sekarang menjadi pendek dan berakhir di tangan Izumi.


"tidak ada gunanya lagi kau datang, Izumi..." ucap roh jahat


"dia sudah jadi pengikutku! dia sudah jadi milikku!" ucap roh jahat itu dan mengeratkan pelukannya padaku


"ayo~ kau tak ingin terus dibohonginya, bukan? dia sebenarnya tak sungguh-sungguh khawatir padamu. dia hanya menganggapmu sebagai mainannya saja. jika dia ingin, dia akan mengambilmu dengan segala cara. tapi jika dia tak mau, dia akan membuangmu kapanpun dia mau" bisik roh jahat


"cepat potong tali yang mengganggu itu. dengan begitu, kau bisa melakukan semua hal semaunya~" ucap roh jahat berbisik padaku


"ba... ik..." ucap ku


aku mengangkat tangan kananku dan bersiap memotongnya. tapi....


"grep"


Izumi menahan tangan kananku


"hey, sadarlah!! apa yang kau lakukan?!" teriak Izumi


"plak"


roh jahat itu menepis tangan Izumi yang menahan tangan kananku


"makhluk rendahan sepertimu berani menyentuh tanganku??!" ucap Izumi marah


"dia adalah milikku sekarang!!" teriak roh jahat


"jangan mimpi!!" ucap Izumi dingin


"ayo~ cepat potong tali itu" bisik roh jahat itu dengan tangan kirinya memegang pipiku


"crazz"


tangan kanan Izumi memotong tangan kiri roh jahat itu. dan tangan kiri Izumi menahan tanganku yang ingin memotong tali itu.


"kau!! beraninya memotong tanganku!" teriak roh jahat


"ah, aku hanya merasa tanganmu itu sangat mengganggu pemandangan. apa perlu yang sebelahnya juga aku potong?" tanya Izumi melirik tangan kanan roh jahat itu yang masih memelukku


"beraninya semut sepertimu melawanku!!" ucap roh jahat itu marah

__ADS_1


"sepertinya akan merepotkan" gumam Izumi


Izumi menjulurkan tangannya ke tangan kiri ku dan menggenggamnya. lalu, tali yang keluar dari tangan kiri ku pun menghilang.


"apa... yang kau lakukan?" tanyaku


"kau... pembohong..." ucapku


"benar! dia hanyalah penipu! dia bersikap sok baik padamu. padahal dia sama sekali tak peduli padamu!" ucap roh jahat


"dia adalah pembunuh! jika kau mempercayainya, kau juga akan dibunuhnya! jangan ulangi kesalahan kami. jangan percayai makhluk ini!" ucap roh jahat


Izumi kaget


"apa yang kau katakan padanya??!" teriak Izumi


"hanya mengungkapkan sedikit rahasia yang sangat ingin ia ketahui" ucap roh jahat itu


"manusia itu sangat rapuh, Izumi. kau sendiri juga tahu itu, kan?" tanya roh jahat


"manusia ini sudah tak menginginkanmu lagi, Izumi" ucap roh jahat


"diamlah!!" teriak Izumi


Izumi memotong tangan kanan roh jahat itu dan menangkapku setelah aku terlepas


"dasar! kau membuatku jadi kerepotan!" gumam Izumi sambil menatap wajahku


"pergi..." ucap ku


"ternyata kekuatanmu lumayan juga, ya... Maeru" ucap Izumi melirik roh jahat itu.


"hahaha... tak kusangka kau masih ingat dengan nama itu..." ucap roh jahat itu


"sebagai pembunuh, kau sangat teliti dengan korban yang kau bunuh" ucap Maeru


"kau juga sama" ucap Izumi dengan mata merah tajam dan senyum meremehkannya


"ekspresi itu..." gumam Maeru


"singkirkan ekspresi itu dari hadapanku!!" teriak Maeru


asap hitam mulai berkumpul di tubuh Maeru.


"sepertinya beneran harus bertarung dengannya" pikir Izumi


"tapi, jika dibiarkan, anak ini pasti akan melakukan sesuatu saat kami sedang bertarung" pikir Izumi melirikku


"disini aku tak dapat membuatnya tertidur. kalau begitu, aku akan membuatnya tak bisa bergerak lebih dulu. aku masih harus menyingkirkan makhluk itu" pikir Izumi menatapku


Izumi mengulurkan tangannya ke kepalaku. seketika aku tak dapat bergerak. aku seperti tak punya tenaga untuk menggerakkan tubuhku. bahkan satu jari pun tak bisa aku gerakkan.

__ADS_1


Izumi menggendongku dan menaruhku di bawah pohon yang aneh.


"tenanglah. aku akan melindungimu" bisik Izumi


aku hanya diam saja. karen aku tak bisa mengeluarkan suaraku. yang bisa aku lakukan hanyalah menggerakkan bola mata.


Izumi menoleh ke belakang melihat ke arah Maeru. kedua tangan Maeru telah pulih karena asap hitam miliknya.


"Izumi! akan aku buat wajah sombongmu itu mengeluarkan ekspresi yang penuh dengan keputusasaan! aku akan menginjakmu hingga tubuhmu hancur! akan aku buat harapan mu hancur dan hilang meninggalkanmu! aku akan membuatmu tersiksa!" teriak Maeru


"kau takkan pernah bisa melakukannya." ucap Izumi santai


hawa di tempat itu terasa dingin. mereka akan bertarung dengan sungguh-sungguh.


Maeru mengeluarkan kuku miliknya yang sangat panjang untuk menyerang Izumi. dan Izumi membungkus tangannya dengan asap hitamnya.


"ternyata benar... Izumi adalah roh jahat..." pikirku saat melihat asap hitam di tangan Izumi


Izumi berlari ke arah Maeru dan menyerangnya. namun Maeru berhasil menahan serangan Izumi


"lemah. kalau hanya begini, kau tak pantas menjadi pemimpin! akulah yang seharusnya menjadi pemimpin para roh!" ucap Maeru


lalu, asap hitam di tangan Izumi menyebar dan menyerang Maeru. asap itu masuk ke dalam tubuh Maeru lewat kulit.


"ohok!!" Maeru memuntahkan cairan berwarna hitam


"bagaimana rasanya? sepertinya itu masih belum cukup untukmu" ucap Izumi


"aku takkan kalah darimu!" teriak Maeru


mereka terus bertarung, namun yang terluka hanya Maeru seorang. Izumi tak terluka sedikitpun. bahkan tak ada keringat setetes pun di wajah Izumi.


"kau terpojok sekarang. aku harus melenyapkanmu" ucap Izumi


"ha... hahahaha!" Maeru tertawa


"kau takkan bisa melakukannya!" ucap Maeru


Izumi melancipkan jarinya dan menyerang Maeru


"Izumi... kau terlalu fokus bertarung hingga kau melupakan sesuatu..." ucap Maeru


dengan cepat Maeru menarikku dan membuat aku menjadi tameng untuknya


"apa??!" pikirku


"gawat! manusia itu bisa terkena seranganku! aku sudah tak bisa menghentikannya! jika dia terkena seranganku sedikit saja..." pikir Izumi


Izumi membelokkan serangannya, namun lenganku tergores karena terkena asap hitam milik Izumi.


deg... deg...

__ADS_1


"uhuk!"


dadaku terasa sangat sakit, tubuhku juga gemetar. dan aku langsung memuntahkan darah


__ADS_2