
Esok hari, di pagi hari yang cerah...
"Izumiiii!!" Panggilku geram
"Izumi! Aku tau kau tau aku sedang memanggilmu! Cepat keluar!"
Tak lama kemudian, muncul Izumi dengan ekspresi canggung dan postur tubuh yang kaku.
"Ya... Yaaah, aku tidak bermaksud begitu..." Gumam Izumi
"...."
Aku menatap sinis Izumi sambil menahan amarah.
*
1 jam yang lalu, sebelum semuanya dimulai...
"Ririn, Papa dan Mama harus pergi bekerja. Tidak apa kan kau tinggal di rumah?" Tanya Mama
"Tidak apa~ Aku kan sudah biasa menjaga rumah~ Papa dan Mama pergi saja~" Ucapku sambil melambaikan tangan
"Iya. Sekitar setengah jam lagi Papa dan Mama akan berangkat. Kau juga lakukanlah sesuatu" Ucap Mama
"Iya" Ucapku
Aku naik ke atas dan masuk ke kamarku.
Aku merapikan barang-barangku yang masih sedikit berantakan.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya kamarku sudah tertata.
"Fyuuh, akhirnya sudah rapi. Sekarang aku mau mandi dulu" Pikirku
Aku berjalan turun dan masuk ke kamar mandi.
Seperti biasa, tidak ada hal aneh dan aku mandi seperti biasa. Lalu saat aku sedang membersihkan badanku, aku tak sengaja menjatuhkan sabun.
"Ah, jatuh..." Gumamku
Saat aku sedang berjongkok mengambil sabun, Izumi tiba-tiba muncul menembus dinding yang ada disampingku.
"Eh?" Aku kaget
"Lho?"
"Kyaaaaaaa!!!"
Refleks aku langsung berteriak keras dan melempari barang-barang yang ada di dekatku ke Izumi dengan mata memeram.
"Ririn?! Ada apa?!" Tanya Mama khawatir dari depan pintu kamar mandi.
Aku pun membuka mataku perlahan dan melihat Izumi sudah tidak ada.
"Ti... Tidak Ma, aku hanya kaget tadi ada kecoa" Ucapku
"Haaah... Mama pikir ada apa sampai berisik begitu" Ucap Mama menghela nafas
"Sekarang Mama dan Papa sudah mau berangkat. Jangan berisik di rumah, ya"
"Iya, Ma. Maaf, aku akan berhati-hati lagi"
"Izumiiiiii!!! Lihat saja nanti!!" Pikirku marah
*
__ADS_1
Sudut pandang Izumi, 1 jam yang lalu, sebelum semuanya dimulai....
Di sekolah...
"...."
Aku sedang duduk diam dibawah pohon tempat biasanya aku istirahat. Dan seperti biasa, aku sedang menikmati waktu sendiriku dengan tenang sembari menyandar ke pohon di belakangku.
Namun, Kagusa datang menghampiriku yang sedang istirahat dan menggangguku.
"Pemimpin, kekuatan anda sudah banyak, untuk apa mengisi kekuatan lagi? Itu berbahaya karena bisa saja kekuatan roh baik dan roh jahat pemimpin jadi tidak seimbang" Ucapnya
"Berisik! Pergi sana!!" Pikirku jengkel
Aku membuka mataku dan menatap tajam kearah Kagusa.
"Hey, ngomong-ngomong kau sedang ada waktu luang, ya? Kalau begitu, bantu aku memimpin penyerangan di wilayah sebelah bersama Kei" Ucapku dingin
"Apaaaa??! Tidak adil! Semalam saya sudah membantu pemimpin mengurusi para roh baik, sekarang saya harus memimpin penyerangan wilayah lain bersama Kei?! Dia itu sangat menyebalkan dan tidak akan mudah menurut denganku. Anda ingin saya lenyap?!" Protes Kagusa
"Aku tau kau tidak selemah itu. Ikuti saja apa kataku, ini perintah atasanmu!" Ucapku tegas, lalu pergi teleportasi.
Saat aku sampai, aku sudah berada di ruangan yang terasa asing bagiku.
Aku melihat di ruangan itu. Saat itu aku mengetahui kalau ruangan ini adalah kamar Yurin.
"Harusnya dia ada disini, kan. Tapi kemana dia sekarang?" Pikirku
Aku berjalan memasuki ruangan lain, tapi aku masih tidak menemukan Yurin.
Aku turun lalu melihat ada 2 orang pria dan wanita yang sedang bersiap-siap dan mengenakan pakaian rapi.
"Itu orang tua Yurin, ya" Pikirku
Aku pun beralih dari ruangan itu ke ruangan lainnya.
Saat aku sedang memperhatikan sekitar, aku mendengar suara dari ruangan disamping.
"Ah, jatuh..."
"Itu Yurin" Pikirku
Aku langsung menembus masuk ke ruangan itu tanpa tahu itu ruangan apa.
"Eh?"
"Lho?"
"Kenapa... di kamar mandi..." Pikirku tak percaya
Aku sangat kaget ternyata ruangan yang aku masuki sekarang adalah kamar mandi, dan ada Yurin yang mandi disana.
"Kyaaaaaaa!!!"
Begitu dia menjerit, aku langsung teleportasi kembali ke sekolah.
"Hah... Hah... Hah..."
"Aku tidak melihat apapun! Aku tidak melihat apapun!" Gumamku
*
Begitulah ceritanya.
Kembali ke sekarang...
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa meyakiniku kalau kau tidak bermaksud seperti itu?!" Tanyaku sinis
"Aku bukan orang mesum seperti itu! Jika memang aku ada pikiran seperti itu, sejak dulu pasti aku mengintip orang mandi!" Teriak Izumi
Aku kaget.
"Jangan bilang selama ini kau mengintipku mandi diam-diam?!"
"Bukan begitu!!" Teriak Izumi
"Aku tidak percaya!! Bisa saja pikiranmu berubah dan pura-pura tidak tahu ruangan di rumah ini, dan melakukan aksimu seakan-akan ini hanya kecelakaan!!" Teriakku
Aku langsung mendorong Izumi hingga dia setengah terguling lalu naik ke atas tubuhnya, dan menjambak rambutnya sekerasnya.
"Ughh..."
Dan aku melupakan sesuatu, kalau rasa sakit yang diterima Izumi akan berbagi padaku yang terikat dengannya.
"Dasar ikatan sialan!!" Pikirku kesal
"Ugh, aku tidak bermaksud melakukannya dengan sengaja!" Teriak Izumi sambil menahan tanganku yang menjambaknya.
"Aku cuma mau menemuimu karena kau sangat jauh dari sekolah! Jika aku biarkan, bisa saja kau mati karena jiwamu ditarik kepadaku!"
"Jadi itu maksud perkataanmu yang membingungkan kemarin? Jadi kemarin kau ingin bilang kalau kau akan menemuiku agar aku tidak mati dan mengintipku mandi?" Tanyaku
"Sudah kubilang aku tidak melakukannya dengan sengajaaaaa!!"
"Hihihihi~"
Terdengar suara tawa anak kecil.
Sontak aku dan Izumi langsung menoleh ke sumber suara.
Disamping kami ada anak kecil yang berumur sekitar 10 tahunan, memiliki rambut dan mata berwarna hitam pekat. Berambut lurus dan rapi dengan poni yang sejajar dengan alis, lalu ada bando pita dari sebuah kain putih yang menghiasi rambutnya
Anak perempuan itu duduk rapi dengan mengenakan pakaian khas jaman dulu dan memperhatikan kami dengan senyum di bibirnya.
Aku dan Izumi langsung mematung begitu menyadari kehadiran anak kecil itu.
"Dia roh..." Gumam Izumi
"Roh?"
Aku pun melepas cengkramanku dari rambut Izumi dan turun dari atas tubuhnya.
Aku dan Izumi langsung bersikap waspada dengan anak kecil itu.
"Fufu~ Kakak tidak perlu khawatir denganku~" Ucap anak kecil itu dengan suaranya yang imut
"Dia hanyalah roh netral. Tapi aku merasakan ada yang aneh dengannya. Kita harus tetap waspada" Ucap Izumi
"Roh netral?" Tanyaku
"Roh netral adalah roh yang tidak memiliki kekuatan. Bisa dibilang roh tersebut tidak termasuk roh baik maupun jahat. Roh itu tidak pernah mengganggu atau menampakkan dirinya pada orang lain dan menetap di bumi hanya untuk melihat-lihat saja, setelah itu dia akan kembali ke langit dalam jangka waktu tertentu" Jelas anak kecil itu
"Ja... Jadi kamu adalah roh netral itu?" Tanyaku
"Eh? Tapi aku bisa melihatnya. Apa itu hanya kebetulan karena aku terikat dengan Izumi dan bisa melihat roh lainnya?" Pikirku
Anak kecil itu hanya tersenyum menanggapi pertanyaanku.
"Omong-omong, kak Yurin, kakak ini tidak bohong kok. Kakak itu tidak bermaksud melakukan hal buruk dan memang dia tak sengaja masuk karena masih asing dengan rumah kak Yurin" Ucapnya
"Kau... Tahu namaku dari mana?" Tanyaku
__ADS_1
"Aku selalu memperhatikan kakak, sejak kak Yurin masih kecil~" jawabnya
"Apa?"