
*
**
Waktu terus berlalu hingga akhirnya kini Yuji dan teman-temannya telah berada di kelas 11.
Sama seperti saat mereka awal masuk SMA dulu, di sekolah ini kembali heboh dengan kedatangan murid baru yang tampan dan cantik.
Lalu di kalangan laki-laki, ada sekelompok perempuan yang menjadi idaman mereka.
"Lihat itu! Aku yakin mereka menjadi top teratas murid baru yang paling cantik!!"
Orang-orang, termasuk 2 teman Yuji, Seki dan Rakki sibuk melihat para murid baru yang sedang berkeliling sekolah dengan dipandu OSIS.
Yuji merasa sesak dengan orang di sekelilingnya yang berisik dan banyak bergerak.
"Jou, mau pergi ke belakang gedung sekolah?" Tanya Yuji ke temannya, karena merasa terganggu dengan sekelilingnya.
"Ayo..."
Jou juga ternyata kewalahan dengan sekelilingnya.
*
Di belakang gedung sekolah...
"Yuji, kau tidak penasaran dengan cewek yang diperbincangkan itu?" Tanya Jou
"Tidak" Jawab Yuji singkat
"Bisa saja kau jatuh cinta padanya"
"Tidak akan" Jawab Yuji yakin
"Lagian, aku sudah punya calon istri yang disiapkan keluarga" Pikir Yuji
"Ayolah~ Kau bahkan belum melihatnya"
"Tidak ada gunanya juga melihat mer----"
"Nami, bagaimana ini? Kita tersesat..."
"Aduh, sekolah ini luas sekali. Dimana kakak yang jadi pemandu kita tadi?"
"Di sekitar sini sepi tidak ada orang, jadi tidak bisa bertanya. Tapi kalau kita kembali ke sana, mereka akan mengerumuni kita yang tidak bersama pemandu"
"Ini semua gara-gara para lelaki itu yang menatap kita dengan tatapan yang tidak-tidak!!"
Tiba-tiba muncul 3 perempuan didekat Yuji dan Jou.
Para perempuan yang cantik dan memiliki postur tubuh yang bagus. Perempuan pertama memiliki rambut coklat kemerahan bergelombang dengan gaya half ponytail dan mata ungu yang bersinar. Perempuan ini yang memimpin, juga dipanggil Nami oleh temannya.
Perempuan kedua berambut pendek sebahu dengan warna rambut dan mata pink, lalu tak lupa jepit rambut stroberi yang makin membuatnya memiliki kesan imut.
Perempuan ketiga memiliki rambut hitam panjang yang dikuncir kuda dengan mata kuning cerah. Tidak seperti dua temannya yang memiliki kesan imut dan ceria, ia memiliki kesan yang elegan dan pendiam.
"?!"
Dan tentunya Yuji dan Jou kaget dengan kehadiran mereka yang tiba-tiba.
"Wah, Yuji. Sepertinya langit berpihak pada kita" Bisik Jou
"Perempuan didepan kita itu... Yang jadi buah perbincangan sekarang" Lanjut Jou
"Dari sekian banyak tempat, bagaimana bisa mereka datang ke sini" Gumam Yuji tidak percaya
Para perempuan itu yang menyadari kehadiran Yuji dan Jou akhirnya memutuskan untuk bertanya.
Yuji sedikit mempertajam pengamatannya ke para perempuan itu, dan kembali kaget.
"Itu..." Pikir Yuji tidak percaya
"Permisi, kak, kami mau tanya. Aula sekolah ada di----"
Dan perempuan yang bertanya itu tersentak begitu melihat Yuji.
"Nami? Kenapa?" Tanya temannya
"Kau?!" Teriak perempuan yang dipanggil Nami itu.
"Lagi-lagi kau!! Tiap kali ada sesuatu selalu ada kau!! Aku tidak mengerti lagi dengan semua ini!!" Teriaknya tiba-tiba
"Ha?! Aku tidak melakukan apa-apa tapi kau tiba-tiba berteriak. Etika para adik kelas ternyata hanya sebatas ini" Jawab Yuji kesal
"Dasar!! Apa kau mengikuti kami, hah?! Dasar penguntit!!"
Yuji makin kesal dibuat perempuan itu.
"Kau yang datang ke kami, tapi kau menuduh kami?! Hanya karena kalian cantik, jadi semua laki-laki menyukai kalian?! Hah!! Tinggi sekali kepercayaan dirimu itu"
"Buktinya kau selalu ada kalau ada sesuatu di hidupku!!"
"Masalahmu bukan urusanku. Aku tidak ada hubungannya dengan kalian yang tersesat" Jawab Yuji ketus
"Teman-teman, ayo pergi. Kita cari sendiri saja!!" Ucap perempuan itu kesal
"Tapi Nami..." Gumam temannya dan berjalan mengikuti perempuan yang dipanggil Nami.
"Kalau kalian tersesat dan diganggu orang lain, jangan salahkan kami" Lanjut Yuji
Ketiga perempuan itu pun pergi begitu saja.
"Yuji..." Panggil Jou
"?"
"Kau kenal mereka?" Tanya Jou
"Tidak. Yang ku tahu perempuan itu gila"
"Kalau aku ingat lagi, dulu saat kita masih SMP dan menemui mereka yang sedang bersantai, kau dan cewek itu seperti ada masalah. Kapan kau mengenalnya?"
"Sudah kubilang aku tidak mengenalnya. Aku juga tidak mengerti dia tiba-tiba cari gara-gara denganku seperti tadi"
"...." Jou hanya diam saja sambil menatap lekat Yuji.
*
Dan sejak itu, Yuji dan perempuan yang dipanggil Nami itu sering bertemu dan bertengkar di berbagai tempat sekolah.
Berkat itu, secara alami Yuji tahu nama-nama mereka, dan mereka juga tahu nama Yuji dan temannya.
Perempuan yang bermasalah dengan Yuji, yang memiliki rambut coklat kemerahan dan bermata ungu itu bernama Minami. Perempuan yang berambut dan mata warna pink itu bernama Rui. Dan yang terakhir, berambut hitam dan mata kuning bernama Honoka.
Pertengkaran antara Yuji dan Minami itu tidaklah besar hingga membuat mereka berurusan dengan pihak sekolah. Namun itu sudah cukup membuat para murid berkumpul dan memperhatikan mereka.
Terkadang, hal yang dipermasalahkan tidaklah penting.
Contohnya seperti ketika istirahat dan mereka memesan makanan di kantin....
"Yuji!! Kau sengaja ya membeli makanan yang sama denganku?!"
"Bocah ini!! Aku lebih dulu memesannya! Justru kau yang mengikutiku!!"
*
Atau ketika mereka tidak sengaja ijin keluar kelas di waktu yang berdekatan....
"Heh!! Kau ini benar-benar penguntit!! Kau dan teman kutu buku mu itu mengikuti kami?!"
"Berisik!! Aku sedang tidak mau bertengkar dengan bocah tengik sepertimu!!"
*
Atau ketika pulang sekolah dan tidak sengaja posisi mereka berdekatan...
"Dari sekian banyak orang, kenapa harus kalian?!" Teriak Minami.
"Akulah yang seharusnya berkata begitu!" Jawab Yuji kesal.
Semua pertengkaran itu selalu diawali oleh Minami dan terjadi terus menerus. Hingga akhirnya mulai tersebar berbagai rumor.
"Eh, bukannya Minami itu sedikit berlebihan? Dia terus cari gara-gara dengan Yuji. Padahal Yuji itu kakak kelasnya"
__ADS_1
"Bukannya sudah jelas? Sudah pasti Minami tertarik dengan Yuji. Dia sengaja seperti itu agar Yuji memperhatikannya"
"Yuji yang itu juga mau meladeni omongan Minami. Padahal biasanya Yuji bodo amat kalau soal cewek"
"Benar, kan? Aku merasa ada sesuatu yang istimewa diantara mereka"
"Mereka juga sama-sama masuk dalam jajaran top murid tercantik dan tampan di sekolah"
"Benar, benar"
Dan para murid makin yakin mereka memiliki ketertarikan antara satu sama lain, tak terkecuali teman Yuji dan teman Minami itu sendiri.
*
"Yuji, jujurlah pada kami. Apa hubungan kau dengan Minami?" Tanya Seki serius
"Musuh bebuyutan?" Jawab Yuji
"Kami bertanya serius! Mana mungkin hanya cuma musuh" Ucap Rakki membantah Yuji
"Benar!! Dia seperti itu seakan sengaja mencoba mendekatimu, hanya saja caranya yang kasar" Lanjut Jou mendukung ucapan Rakki
"Tidak ada yang aku tutupi dari kalian. Kami sungguh tidak ada hubungan yang seperti itu" Jawab Yuji
*
**
Di sisi lain, di kelas 10.
"Nami, kau suka kak Yuji?" Tanya Rui berbunga-bunga.
"Apaan tiba-tiba?! Mana mungkin!!" Jawab Minami yakin
"Tapi Nami, rumor sudah tersebar ke seluruh sekolah kalau kau suka kak Yuji" Ucap Honoka
"Aku tidak mengerti bagian mananya aku terlihat suka sama si br*ngsek itu" Gumam Minami kesal
"Ya, itu!" Teriak Rui
"Apa?" Tanya Minami
"Kau selalu emosian di depan kak Yuji, padahal di orang lain tidak. Bukankah itu aneh?" Tanya Rui balik
"Itu karena dia penguntit!!"
"Kalau soal itu, bukankah banyak pria lain yang lebih parah menguntitnya, tapi kau tidak pernah semarah itu ke mereka"
"Itu... Karena Yuji itu sudah menguntit ku sejak aku masih kecil. Iya!!" Ucap Minami meyakinkan
"Hoho~ Bahkan kalian sudah kenal sejak kecil" Gumam Honoka menggoda Minami
"Tidak peduli ah!! Aku tidak suka dengannya!!" Teriak Minami.
Sejak itu, sebisa mungkin Minami menghindari Yuji dan tidak membuat keributan. Dan lagi-lagi, hal itu memancing perhatian dan tanda tanya murid-murid, terutama Yuji dan temannya.
"Ada apa lagi ini. Tumben dia diam" Ucap Yuji heran
"Kangen dijahilin gebetan?" Goda Seki
"Tidak" Jawab Yuji santai dan wajah datar
"Yah, semoga dia tidak menggangguku lagi"
Dan benar saja. 1 bulan telah berlalu dan keseharian Yuji tenang aman damai tanpa ada keributan dengan Minami.
Tiap kali dari kejauhan sudah terlihat mereka akan berpapasan, Minami terus menghindar dan mencari jalur lain.
Lalu...
"Minami, aku menyukaimu"
Seorang pria tak dikenal menyeret Minami ke tempat sepi ketika dia sedang berjalan sendirian dan pria itu menyatakan cinta.
"... Terima kasih..." Gumam Minami tidak nyaman
"Terima kasih? Itu saja? Hey, kau juga menyukai ku, kan?" Ucap pria itu agak memaksa, dan memegang kedua lengan Minami.
"Tolong jangan pegang! Aku harus kembali ke kelas!" Teriak Minami
Tanpa Minami dan pria itu sadari, Yuji sedang lewat di dekat mereka, dan Yuji melihat itu.
"Kenapa itu? Sepertinya ada yang terjadi" Pikir Yuji
"Yah, tidak peduli. Itu bukan urusanku. Aku tidak mau ikut campuru urusan orang lain" Pikir Yuji dan melanjutkan perjalanannya.
"Minami, jawab!!" Teriak pria itu
"Tidak! Aku tidak menyukaimu, jadi minggirlah!!" Teriak Minami ketakutan
"Ha!!"
"Aku tidak peduli. Pokoknya kau harus jadi milikku" Ucapnya dan mendekatkan wajahnya ke Minami
"Pergi sana!! Jangan mendekat!!" Teriak Minami makin ketakutan
"Ahem!!"
Yuji berdehem lalu berjalan mendekat ke pria itu dan Minami.
"Apa?" Ucap pria itu kesal
"Menjauhlah darinya, kau sampah" Ucap Yuji ketus
"Apa?! Siapa kau?!" Teriaknya kesal
"Aku... Punya hubungan khusus dengannya. Jadi pergilah" Ucap Yuji tegas yang membuat Minami dan pria itu terkejut
"Aku tidak bohong. Kami sungguh punya hubungan khusus sebagai musuh" Pikir Yuji
"K*parat sepertimu bisa aku tangani hanya dengan sekali tinju!!" Teriaknya dan langsung menyerang Yuji
Namun itu kesalahan. Yuji yang telah banyak dididik, termasuk bela diri bisa dengan mudah menangkisnya.
"Cih!"
"Kalian, lihat saja nanti!!" Teriaknya dan pergi.
"... Itu..." Gumam Minami
"Jangan salah paham! Aku bilang seperti itu agar dia tidak mendekat lagi. Kalau dia tahu kau single, dia akan terus mengganggumu" Ucap Yuji cepat
"... Terima kasih telah menolong---"
"Aah, itu juga jangan salah paham. Aku tidak sedang menolongmu. Aku hanya kesal saja dengan pria itu yang seenaknya saja" Ucap Yuji memotong ucapan Minami
"...."
Minami terdiam dengan wajahnya yang memerah.
Yuji menyadari hal itu, dan memutuskan untuk bertanya.
"Wajahmu merah. Kau tidak apa-apa?" Tanya Yuji
"Ini... Ini..." Gumam Minami panik sembari memegang kedua pipinya
"Aah, kau pasti masih kaget karena kejadian tadi"
"Kau!! Sejak kapan kau memperhatikanku?!" Teriak Minami panik dan mengubah topik pembicaraan.
"Aku cuma tidak mau kau tiba-tiba pingsan setelah ini. Kalau kau tidak suka, aku tidak akan melakukannya lagi" Ucap Yuji dan berjalan meninggalkan Minami.
"...." Minami kaget hingga dia tidak bisa berkata-kata.
"Dasar bodoh..." Gumam Minami
*
Rumor kembali muncul.
Ternyata ada beberapa orang yang melihat kejadian yang terjadi antara Minami, Yuji, dan pria asing itu dari kelas melalui jendela.
Ditambah, ucapan Yuji yang bilang kalau dia punya hubungan khusus dengan Minami terdengar jelas. Juga dari tindakan Yuji yang terlihat khawatir ke Minami makin memperkuat rumor itu.
__ADS_1
"Yuji, kau berhutang penjelasan pada kami" Ucap Seki serius
"Sejak kapan kalian pacaran?! Kenapa tidak bilang pada kami?!" Teriak Jou
"Lagi-lagi... Itu cuma rumor" Ucap Yuji lelah
"Lalu apa yang akan kau katakan pada kami tentang orang yang melihat 'kejadian' itu?!" Ucap Rakki
"Hah..."
Dengan panjang kali lebar kali tinggi, Yuji menjelaskannya pada teman-temannya agar mereka tidak salah paham. Namun mereka masih juga tidak percaya.
"Tidak mungkin kau melakukannya cuma-cuma, kan? Kau ada rasa ke Minami, kan? Kau melakukannya karena kesal si pria itu mendekati Minami, kan?" Bantah Seki
"Aku pergi!!" Ucap Yuji kesal dan meninggalkan temannya yang terus menginterogasinya.
*
Kini, Minami tidak terlalu menghindari Yuji dan terkadang menyapanya ketika bertemu. Tapi sekarang keadaannya berbalik. Justru Yuji sekarang yang menghindari Minami.
Hingga di suatu hari setelah pulang sekolah dan kebetulan mereka sedang latihan ekskul di hari yang sama, Yuji mengajak Minami berbicara.
"Ada yang mau aku katakan denganmu"
"?"
"Menjauhlah dariku seperti yang kau lakukan sebelumnya" Ucap Yuji
"Apa?" Ucap Minami kaget
"Kita tidak sedekat itu. Dan lagi sejak awal hubungan kita sangat buruk. Aku tidak mau ada rumor lagi antara aku dengan kau"
"Ap--- Kenapa tiba-tiba?" Tanya Minami
"Kenapa responnya seperti itu? Bukankah seharusnya dia senang tidak perlu mendengar omong kosong orang-orang lagi?" Pikir Yuji
"Aku sudah lelah dengan rumor tidak berdasar itu. Bagaimana bisa mereka mengira aku suka kau? Huh! Itu sama sekali tidak mungkin!!" Ucap Yuji tegas
"...."
Namun Minami hanya diam saja tanpa mengatakan apapun dengan wajah tertunduk.
"Kau juga tidak suka denganku, kan? Kau juga pasti lelah dengan itu. Jadi jangan melakukan hal yang bisa memancing rumor lagi" Lanjut Yuji
"Aku...." Gumam Minami ragu
"Yah, pokoknya jangan dekati aku. Aku membencinya" Ucap Yuji dan meninggalkan Minami
*
Keesokan harinya...
"Yo, Yuji. Minami menunggumu didepan kelas" Goda Jou
"Berhenti mengatakan itu. Aku tau dia tidak ada di depan" Ucap Yuji cuek dan terus melanjutkan membaca buku.
"Hahahaha! Padahal aku menunggu ekspresi kaget mu dengan wajah merah merona" Ucap Rakki yang tiba-tiba muncul.
"Berhentilah...." Gumam Yuji kesal
"Apa? Kau mengatakan sesuatu, Yuji?" Tanya Seki
Yuji meletakkan bukunya di meja dan menutupnya, lalu menatap ketiga temannya.
"Asalkan rumornya berhenti, tidak masalah apapun itu" Pikir Yuji
"Kubilang berhenti!! Aku punya seorang wanita yang kusukai!" Ucap Yuji
Tentunya ketiga temannya kaget.
"Apa? Siapa? Seperti apa rupa orangnya? Cepat katakan!!" Teriak Seki cepat
"Aku tidak mau membuat rumor aneh-aneh lagi dan melibatkan orang lain. Jadi aku akan mengarang saja" Pikir Yuji
"Kalian tidak mengenalnya. Dia tinggal di sekitar daerah tempat keluarga Ibuku. Aku bertemu dengannya saat mengikuti Ibu pulang ke keluarganya"
"Dia perempuan yang tidak terlalu tinggi, tapi juga tidak pendek. Rambutnya Hitam lurus hingga ke pinggang dan bermata merah"
"Aku suka dia. Matanya yang hangat dan berbinar, senyum lembutnya, juga rambut hitamnya yang halus"
"Apa?! Bagaimana ceritanya kalian bertemu?!" Teriak Rakki
"Yah... Ketika aku sedang jalan-jalan, aku tak sengaja berpapasan dengannya saat ia sedang memetik bunga" Gumam Yuji
"Wowwww!!!" Teriak ketiganya heboh
"Cinta pandangan pertama?!" Tanya Jou heboh
"Tidak. Cinta pandangan pertamanya tetap Minami" Jawab Seki
"Bagaimana kepribadiannya?" Tanya Rakki berbunga-bunga
"Biar tidak terlihat aku menyukai Minami, aku balik saja kepribadiannya dengan Minami seolah Minami bukan tipe wanita kesukaanku" Pikir Yuji
"Dia wanita yang sangat lembut. Penuh sopan santun dan terus tersenyum. Dia suka bunga. Dan saat bertemu terkadang dia memberiku bunga yang ia petik"
"Dia sangat baik, karna itu aku menyukainya"
"Oh ya, karena sudah terlanjut aku katakan, sekalian aku katakan semuanya. Tipe perempuanku itu yang baik, dan aku sudah punya yang cocok denganku. Jadi berhenti mengatakan hal aneh tentang aku dan Minami"
"...."
Dan benar saja, setelah itu teman-teman Yuji tidak lagi menggoda Yuji menggunakan Minami. Kini mereka menggoda Yuji menggunakan perempuan khayalan yang dikatakan Yuji.
Supaya terlihat tidak mencurigakan, terkadang Yuji merespon mereka malu-malu agar terlihat Yuji benar-benar menyukainya.
"Aku tidak masalah jika itu perempuan yang tidak ada. Silahkan ship aku dengan perempuan khayalan itu, tapi jangan dengan yang lain" Pikir Yuji
Kabar mengenai Yuji memiliki perempuan yang disukainya kini menyebar dan masuk ke telinga anak kelas 10.
"Kalian dengar? Senior Yuji ternyata punya cewek yang ditaksir. Dia dari sekolah lain"
"Lho? Lalu, mengenai Minami itu gimana?"
"Aku tidak tau. Mungkin salah paham? Kalau dipikir lagi, mereka memang sudah tidak sedekat itu sekarang"
"Tapi yah, melihat sikap senior yang acuh tak acuh ke perempuan itu memang tidak aneh kalau dia ternyata sudah punya perempuan yang disuka"
"Aku penasaran perempuan seperti apa dia, sampai membuat senior yang seperti itu tetap kokoh padanya~"
Meski mereka berbisik-bisik, tapi kelompok Minami bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Uwah!! Mereka sedang cari masalah dengan Nami!" Gumam Rui
"...." Minami hanya diam saja seolah tidak mendengar apa-apa.
"Nami?" Tanya Honoka
"Aah, aku lupa buat PR. Aku nyontek punyamu ya, Honoka" Ucap Minami tiba-tiba
"Kau mengalihkan pembicaraan, Nami" Ucap Rui
"....Memangnya kita membicarakan apa?" Tanya Minami
"Kak Yuji. Kau dengar, kan? Dia ada cewek yang disukai"
"Jadi? Apa hubungannya denganku?" Tanya Minami cuek
"Kau tidak merasakan apa-apa?" Lanjut Rui bertanya
"Sejak awal kami tidak punya hubungan seperti itu. Apa perlu aku marah? Justru itu aneh kalau aku marah" Ucap Minami
"Sudah cukup, jangan bicara hal aneh. Ayo lanjut jalan ke kelas"
*
Setelah itu, Yuji dan Minami tidak saling berkomunikasi lagi dan rumor-rumor itu mulai menghilang seiring berjalannya waktu.
Dan... Kini Yuji sudah berada di kelas 12.
Ketika sedang makan malam, perbincangan mengenai pertunangan itu kembali muncul.
"Orang yang akan menjadi pasanganmu di masa depan itu berasal dari keluarga Kagami. Kau sudah kelas 12, jadi Ayah dan Tuan Kagami memutuskan untuk mempertemukan kalian berdua minggu depan"
__ADS_1
"Sudah waktunya, ya" Pikir Yuji