Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Episode Spesial 4 : Masa kecil Ayui


__ADS_3

*


Di rumah Ayui, saat Ayui baru saja pulang...


Muncul seorang anak laki-laki kecil berumur 11 tahun berambut coklat seperti Ayui dan bermata merah keunguan. Anak itu berlari keluar dari rumah dan memeluk Ayui.


Anak itu adalah adik Ayui, Yasa Yugito.


"Kak Yui! Selamat datang!" Teriak Yugito


"Kau berlari begitu, nanti jatuh" Ucap Ayui lembut sambil mengelus kepala adiknya.


"Kak Yui masih saja memperlakukanku seperti anak kecil..." Gumam Yugito


"Kau kan memang masih kecil" Ucap Ayui sambil tertawa kecil


"Aku akan segera tumbuh besar!!" Teriak Yugito


"Iya, iya. Cepat besar dan beri kakakmu ini hadiah sudah merawatmu" Gurau Ayui


"Tentu saja! Aku akan memberi kak Yui bunga yang sangaaaaatttt banyak!"


"Aku tunggu, ya~"


"Lihat saja nanti!!" Teriak Yugito dan langsung berlari masuk kembali ke rumah.


"Dasar, bocah itu masih saja berisik" Gumam Ayui gemas


*


**


Setelah membereskan barangnya dan beristirahat, Ayui menelpon Yurin untuk mengabarinya. Tapi telpon Ayui tidak diangkat Yurin.


"Hm? Tumben tidak diangkat. Mungkin dia masih sibuk..." Gumam Ayui


Karena telpon tidak diangkat, jadi Ayui memutuskan mengirim pesan chat ke Yurin.


..."Ririn, aku sudah sampai rumah"...


"Sekarang tinggal tunggu Ririn ada waktu senggang..." Gumam Ayui


Sembari menunggu Yurin, Ayui membaca novel untuk menghilangkan bosan. Tapi...


1 jam berlalu...


5 jam berlalu...


Esok hari pun telah tiba...


Hari sudah menjadi terik...


Hingga malam pun kembali tiba...


Dan, hari berikutnya pun datang tapi belum ada tanggapan dari Yurin.


Ayui bahkan sudah menyelesaikan 3 buku novel juga membaca beberapa buku lainnya.


"Ada yang tidak beres! Sesibuk apapun Ririn tapi seharusnya tidak sampai mengabaikan pesanku selama ini! Pasti ada sesuatu!!" Pikir Ayui curiga


Ayui baru saja mau mengirim pesan chat lagi ke Yurin untuk menanyakan kabarnya, tapi Yurin sudah lebih dulu mengirim pesan chat.


..."Yui, ada masalah"...


"Sudah kuduga" Pikir Ayui


..."Kenapa?"...


..."Mungkin ini bukan masalah bagimu, tapi... Izumi... Aku berhasil melepas ikatan kami. Jadi sekarang Izumi sudah tidak di dunia lagi"...


Ayui kaget.


"Baru juga kutinggal beberapa hari, tapi sudah ada kejadian seperti ini..." Gumam Ayui


..."Jadi kau lama membalas pesanku karena masalah Izumi itu? Bagaimana keadaanmu?"...


..."Aku tidak tahu. Tentu saja aku sedih tapi aku tidak bisa terus seperti itu. Seperti katamu, tempat Izumi yang seharusnya bukan disini. Mungkin ini yang terbaik"...


..."Oh, ya, Yui. Ada yang mau aku katakan juga selain itu"...


..."Apa?"...


..."Sebenarnya dulu saat aku masih kelas 4 SD, aku pernah bertemu Izumi. Dia menolongku saat aku tersesat. Sayangnya aku baru ingat hal itu sekarang"...


..."Lalu, kau tahu kan SMA itu sudah menjadi SMA favoritku sejak SD? Itu karena aku ingin bertemu lagi dengan Izumi yang sudah menolongku. Dulu kupikir, kalau aku sekolah disana mungkin saja aku bisa bertemu lagi dengannya"...


Untuk kedua kalinya Ayui kaget dengan yang dikatakan Yurin di pesan chat itu.


..."Takdir yang sangat rumit. Pada akhirnya kau sungguh bertemu lagi dengannya"...


..."Ya. Aku sangat menyesal baru ingat hal itu sekarang disaat Izumi sudah tidak ada"...


..."Izumi masih melihat, Ririn. Hanya saja kita tidak bisa melihatnya"...


Setelah beberapa saat mereka berdua saling bercerita dan bertukar kabar, akhirnya mereka menyudahi pembicaraannya dan kembali ke kesibukan masing-masing.


Ayui membanting tubuhnya ke kasur dan menatap kosong langit-langit kamarnya.


"Aku bisa yakin Ririn suka Izumi. Pasti itu menyakitkan. Disaat seperti ini aku malah tidak bisa menghiburnya" Pikir Ayui


"Aku memang menginginkan ikatan mereka berdua cepat lepas, karena itu bisa membahayakan nyawa Ririn jika tidak bisa lepas. Tapi jika secepat ini dan menyakiti Ririn, aku juga tidak mau" Pikir Ayui


"Ririn itu tidak cuma sekedar sahabat bagiku..."


*


**


12 tahun yang lalu, saat Ayui berumur 4 tahun...


"Lalalalala~"


Ayui bermain di taman dengan rerumputan yang luas sendirian dan ditemani kedua orang tuanya yang mengawasinya dari kejauhan.


Ayui memetik bunga dan dedaunan lalu merangkai mereka menjadi satu.


"Waaahh! Mahkota bunganya sudah jadi! Cantik, kan?" Teriak Ayui senang, dan menunjukkannya ke orang disampingnya.


"Iya, cantik sekali. Cepat beri ke ibumu"


"Iya~"


Ayui langsung berlari mendekati kedua orang tuanya.


"Ibu~ Yui buatkan ibu mahkota bunga~"


"Bagus sekali~ Ini untuk ibu?"


"Iya! Teman Yui menyuruh memberikannya ke ibu" Ucap Ayui senang, namun ibunya tampak kebingungan.


"Teman?" Tanya ibunya


"Iya! Ini, dia disamping Yui" Ucap Ayui sambil menunjuk orang tadi yang sekarang berdiri disampingnya


"Tapi... Disana tidak ada siapa-siapa..." Gumam ibunya


Ternyata, orang yang Ayui anggap teman itu sebenarnya adalah roh baik penunggu taman itu, dan Ayui tidak tahu kalau dia ternyata hantu.


Ya. Ayui sejak lahir sudah diberkati indra keenam yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus. Namun orang-orang tidak menganggap Yui seperti itu. Bagi orang dewasa, apa yang Ayui katakan soal 'teman' nya itu hanyalah halusinasi saja.


"...."


"Sayang, tidak usah anggap serius apa yang dikatakan Yui. Dia sedang berada di masa aktif-aktifnya. Dia mungkin merasa sedang bermain dengan teman saking senangnya" Ucap ayahnya, Iruki


"Tapi... Yui sungguh..."


Seketika Ayui terdiam dan tidak melanjutkan ucapannya lagi setelah melihat tatapan tajam dari ayahnya yang berada di belakang ibunya.


"Ayo sekarang kita kembali. Ibu tidak boleh terlalu lelah karena sedang mengandung adik" Ucap Iruki


Ayah Ayui langsung menggendongnya dan membawanya pergi dari taman itu.


*


Begitu tiba di rumah, ayah Ayui langsung menyuruh ibu Ayui tidur agar tidak kelelahan.


Setelah memastikan ibu Ayui tidur, ayahnya menemui Ayui.


"Yui, kau bisa melihat orang di taman tadi? Bagaimana ciri-ciri nya" Tanya Iruki


"Um... Dia anak kecil perempuan... Warna rambut dan matanya seperti daun dan rambutnya panjaaaaang sekali"


"Yui berbicara dengannya?"


"Iya! Suaranya cantik!"


Ayahnya, Iruki langsung berjongkok hingga sepantaran dengan Ayui, dan menatapnya serius.


"Yui, dia bukan manusia"


"?"


"Yui sekarang masih belum bisa membedakannya dengan manusia, tapi Yui tidak boleh berteman dengan mereka"


"Kenapa?"


"Karena mereka bukan manusia. Mereka tidak seharusnya ada, dan bisa jadi malah mencelakai Yui"


Iruki menghela nafas berat, mengetahui anaknya mendapat kemampuan indra keenam darinya.


"Tak kusangka Yui bisa melihat mereka..." Gumam Iruki


"Setelah ini, Yui akan belajar dengan ayah hal-hal yang harus dilakukan pada roh. Pastikan hal ini tidak diketahui orang lain, termasuk ibu"


"Yui tidak mau... Dan kenapa ibu tidak boleh tau?" Gumam Ayui

__ADS_1


Mendengar itu, Iruki langsung menatap Ayui tajam seakan mengancamnya.


Ayui pun terdiam dengan wajah pucat.


Melihat Ayui yang ketakutan, Iruki kembali memasang wajahnya yang biasa dan menghela nafas.


"Ini demi Yui sendiri. Ayah tidak mau Yui dikucilkan karena kemampuan khusus ini. Bagi orang lain, apa yang Yui dan ayah lihat adalah hal yang menyeramkan. Orang-orang akan takut pada kita jika mereka tahu apa yang kita lihat"


"Jadi ini harus dirahasiakan, tidak ada yang boleh tau, bahkan pada ibu juga. Ini adalah rahasia ayah dan Yui saja"


"... Baik..."


*


1 minggu kemudian, mulai dilakukan pelajaran mengenai roh dari ayahnya secara diam-diam.


Untuk hal dasar, beberapa bulan dari pembelajaran itu Ayui sudah bisa membedakan mana manusia dan mana yang roh. Untuk ukuran Ayui yang masih kecil, itu sudah cukup baik bagi Iruki.


"Nah, Yui sudah tahu yang mana saja roh. Jadi, kalau Yui melihat mereka, pura-pura tidak tahu. Tidak usah pedulikan apapun yang mereka lakukan dan mereka katakan"


"Iya, ayah"


Beberapa bulan tidak terasa telah berlalu.


Hingga akhirnya adik Ayui, Yasa Yugito telah lahir 1 bulan setelah ulang tahun Ayui ke-5 tahun.


Sejak adiknya lahir, Ayui makin mudah mengabaikan para roh, karena Ayui sibuk bermain dengan adik bayi nya.


Hingga di suatu hari, terjadi hal tak terduga.


"Bayi kecil~ Dia ****sepertinya**** santapan yang enak"


Muncul roh disamping keranjang bayi, dan roh itu mencoba menggapai Yugito yang tengah tidur.


"Roh! Bagaimana ini? Ayah bilang jangan hiraukan mereka seakan Yui tidak melihat mereka" Pikir Ayui


Roh itu menyentuh kepala Yugito. Seketika Yugito langsung menangis keras.


"Adik bayi!!" Teriak Yui


Ayui langsung mengibas tangannya mengacak-acak tubuh roh itu yang berbentuk asap hingga terpisah-pisah.


"Menarik. Anak kecil ini bisa melihatku ternyata"


Asap itu terbang sedikit menjauh dan membentuk seperti manusia kembali.


"Kalau dibiarkan saat besar nanti dia bisa jadi pemburu roh. Harus dibunuh sekarang selagi dia masih kecil"


"A... Apa..."


Roh itu seketika sudah berdiri didepan Ayui dan mengulurkan tangannya ke Ayui.


"Ayah!!!" Jerit Ayui


Kesadaran Ayui mulai pudar karena terlalu kaget.


Setelah jeritan itu, terdengar suara pintu yang dibuka dengan tergesa-gesa.


"Ayui!!"


"Itu... Suara Ayah..." Pikir Ayui


Kesadaran Ayui pun hilang sepenuhnya dan pingsan.


Saat itu, Ayui masih belum diajari jenis-jenis roh oleh ayahnya, jadi dia tidak tahu kalau roh itu adalah roh jahat.


Beberapa jam kemudian, Ayui bangun dari pingsannya.


Hal pertama yang ia lihat adalah ayahnya yang setia menunggunya hingga ia sadar.


"Ayah..." Gumam Ayui


"Kau sudah bangun? Kau baik-baik saja? Ada yang sakit?" Tanya Iruki cemas


"Yui tidak apa-apa. Bagaimana dengan Yugito?"


"Adik baik-baik saja"


"Baguslah..."


"Lalu, Yui. Ayah mau memberimu sesuatu"


Iruki merogoh sesuatu dari kantong celananya. Itu adalah sebuah gelang. Iruki langsung memasangkannya ke tangan kecil Ayui.


"Gelang?" Tanya Ayui


"Iya. Terus pakai dan jangan dilepas, mengerti?"


"Iya, Ayah. Lalu, Yui mau tanya sesuatu..."


"Yang tadi itu... Apa? Ada asap berbentuk manusia..." Gumam Ayui


"..."


Iruki terdiam untuk sejenak.


*


**


Hari terus berlalu dengan Ayui yang masih tidak tahu kalau roh yang menyerangnya sebelumnya adalah roh jahat.


Kini Ayui berumur 8 tahun dan adiknya, Yugito berumur 3 tahun.


Kali ini pun, lagi-lagi ada roh jahat yang menyerangnya karena roh itu tahu Ayui punya indra keenam dan berpotensi menjadi pemburu roh.


"Manusia merepotkan. ****Harus dibereskan dari sekarang****"


"!!!"


Disaat Ayui sedang bermain dengan adiknya, lagi-lagi ada roh yang menyerang mereka.


Dengan cepat roh itu terbang menerjang Ayui.


Namun, tiba-tiba muncul pelindung didepan Ayui dan roh itu langsung lenyap begitu menerjang pelindung itu.


Ayui yang masih kecil dan belum dibekali pendidikan yang cukup soal roh, melihat sendiri didepan matanya roh itu lenyap disaat roh itu ingin menyerangnya.


Ayui yang masih syok, langsung saja tersungkur dengan tubuh gemetar.


"Ung? Akak? Akak napa cepelti itu?"


Dengan tubuh yang masih gemetar, Ayui menoleh ke adiknya yang ada disampingnya.


"Yugito... Tidak bisa melihatnya..." Pikir Ayui


"Syukurlah. Syukurlah adikku tidak mendapat kekuatan ini. Dia akan tersiksa jika melihat berbagai hal yang tidak seharusnya dia lihat"


"Kakak... Kakak tidak apa-apa" Ucap Ayui dengan suaranya yang sedikit gemetar


Yugito yang tidak mengerti hanya mengangguk saja dengan wajah bingung.


Tak lama kemudian, ayahnya datang dan membawa Ayui untuk bicara berdua.


"Tadi Ayah lihat ada roh. Ayah tidak sempat mengejarnya karna dia sangat cepat. Kau baik-baik saja?"


Dengan wajah pucat Ayui menggeleng dengan keras.


"Di... Dia... Dia mau membunuh Yui..."


Ayui langsung memeluk ayahnya dan menangis.


"Yui takut, Ayah! Yui tidak mau melihat sesuatu seperti itu!!"


"Ayah mengerti. Ayah juga seperti itu dulu. Indra keenam ini bukanlah anugrah bagi kita, tapi kita harus menerimanya"


"Bagaimana... Bagaimana kalau ada yang mau menyerang Yui lagi? Kejadian tadi bisa saja terulang lagi, kan?"


"..."


Iruki tidak bisa menghentikan ketakutan Ayui. Yang Iruki lakukan cuma mencoba menenangkan putrinya itu.


Iruki mulai sadar hal ini tidak bisa terus dibiarkan. Ayui perlu pengetahuan lebih mendalam soal roh.


"Yui, kita akan mulai latihan yang lebih serius mulai sekarang"


"Latihan?" Tanya Ayui


"Ya. Sebelumnya Ayah hanya mau Ayui tahu mana yang manusia dan mana yang roh karena Ayah pikir Ayui masih terlalu kecil untuk belajar lebih. Tapi sekarang sepertinya sudah saatnya Yui tahu"


"Kita akan mulai besok"


Sejak itu, Ayui kembali diajari Ayahnya mengenai roh lebih mendalam lagi.


Karena terus latihan, kekuatan indra keenam Ayui makin pekat dan dia bisa merasakan kehadiran roh lebih sensitif dari sebelumnya.


"Eh, kalian merasa Yasa itu aneh nggak? Aku merasa dia agak aneh"


"Iya, iya. Aku juga merasa begitu. Tiap kali aku didekatnya, aku langsung merinding"


Orang-orang tidak membenci Ayui. Namun juga tidak ada yang menyukainya. Mereka berbicara seadanya saja dengan Ayui dan berusaha untuk tidak berlama-lama dengannya.


Lalu ketika Ayui SMP, Ayui mengetahui jenis kekuatannya adalah tipe senjata. Iruki pun membawa Ayui menemui temannya yang juga sama-sama pemburu roh. Alasan Iruki membawa Ayui ke temannya karena temannya juga sama-sama tipe senjata.


Ayui tidak mau mendalami hal-hal berbau roh. Namun ia dipaksa ayahnya untuk belajar memperkuat kemampuannya.


"Huh... Ayah terlalu berlebihan. Aku tidak punya rencana menjadi pemburu roh, kenapa malah disuruh belajar melakukannya? Lagian, orang normal tidak bisa melihat sesuatu seperti itu, kenapa aku yang kebetulan bisa melihatnya harus memburu mereka? Pekerjaan sekolahku lebih penting ketimbang hal yang tidak bisa dilihat itu!" Gerutu Ayui


"Gara-gara aku punya indra keenam juga, aku jadi tidak punya teman dekat. Mau berbincang dengan roh baik pun tidak dibolehkan oleh Ayah. Apa gunanya punya kelebihan ini kecuali hanya untuk menyiksa?"


Hingga, ketika Ayui sedang berjalan di lorong sekolah, ada dua roh jahat yang sedang bertarung satu sama lain.


Saat ayui baru saja menyadari adanya roh itu, Ayui melihat satu roh itu lenyap ditangan roh lainnya.


Ayui kaget dengan yang dilihatnya. Dan roh itu juga menyadari Ayui bisa melihatnya.

__ADS_1


"Masih ada pengganggu satu lagi ternyata!"


"Tidak!!" Pikir Ayui


Ayui langsung berbalik lari menjauh dari roh itu.


Lalu...


Wush...


Roh itu masuk ke tubuh Ayui.


"Tidak... Pergi dari tubuhku!!" Pikir Ayui


"Fufufu..."


Roh itu mengendalikan tangan Ayui untuk mencekik Ayui sendiri.


"Ugh..."


"Lho? Kamu Yasa Ayui, kan?" Ucap orang dibelakang Ayui


"Siapa itu?..." Pikir Ayui


"Hei, kenapa tubuhmu gemetar?" Tanyanya dan menepuk pundak Ayui.


"Arrgh...!"


Wush...


Seketika roh itu lenyap dan berubah jadi asap hitam keluar dari tubuh Ayui.


"Dia... Dia sudah keluar dari tubuhku!" Pikir Ayui


Ayui langsung menoleh ke belakang melihat orang yang menyelamatkannya itu dengan nafas yang terengah-engah karena masih sesak.


"Ah... Kamu... Kamu Asahi Yurin, kan? Aku tidak apa-apa"


"Syukurlah. Aku sedikit kaget melihatmu gemetar tadi. Kukira ada apa"


"Aa--- Ah, iya..."


"Tunggu! Kalau dilihat-lihat wajahmu pucat. Mau ke UKS? Akan aku temani"


"Tidak usah! Aku, aku tidak apa. Aku cuma sedikit kelelahan habis berlari"


"Ah!" Yurin tersentak


Yurin pun menyodorkan sebotol minuman di tangannya.


"Ini, minum saja punyaku"


"Tapi, itu punyamu"


"Tidak apa. Jangan sungkan denganku. Kita kan teman sekelas" Ucap Yurin sambil tersenyum senyum tipis.


".... Terima kasih...."


*


Keesokan harinya.


"Asahi" Panggil Ayui


"Ya? Kenapa?" Tanya Yurin


"Ini, aku kembalikan air yang kemarin" Ucap Ayui dan menaruh sebotol air di meja tempat Yurin


"Padahal tidak masalah..." Gumam Yurin


"Dia orang yang baik. Dia juga berbicara santai denganku, tidak seperti yang lain"


"Kira-kira, apa aku bisa jadi temannya?" Pikir Ayui


"Asahi, mau makan siang bersama denganku?" Tanya Ayui


"Eh? Apa boleh? Tentu saja aku mau"


Sejak itu, Yurin dan Ayui menjadi teman dekat.


Selama bersama Yurin, ada saja kejadian dimana roh jahat ikut campur saat Ayui sedang bersama Yurin.


"Manusia! Manusia itu pemburu roh!"


"Roh jahat!" Pikir Ayui kaget


Di keadaan krisi roh jahat itu mau menyerang Ayui, Yurin tiba-tiba menyela dan tanpa sengaja menyentuh roh jahat itu yang sedang melaju kencang.


"Eh, Ayui, mau pergi makan pancake habis pulang sekolah?" Tanya Yurin


Wush...


Namun anehnya, tiap kali roh jahat itu melakukan sesuatu, mereka akan lenyap begitu disentuh Yurin.


"Apa ini? Yurin itu manusia normal, tapi kenapa roh jahat lenyap begitu tersentuh Yurin?" Pikir Ayui


"Mungkin cuma kebetulan"


"Iya, ayo Yurin. Sudah lama kita tidak makan pancake" Jawab Ayui


"Omong-omong, panggil saja aku Ririn. Kita sudah sedekat ini, tidak masalah kan kalau pakai nama panggilan pendek?" Tanya Yurin


Ayui tersentak.


"Yurin memang berbeda dari orang lain. Disaat yang lain merasa aku orang yang aneh, Yurin mau berteman denganku" Pikir Ayui


"Ya, Ririn. Kalau begitu panggil saja aku Yui"


Yurin langsung tersenyum cerah dan memeluk Ayui.


"Tentu saja, Yui!"


Itulah cerita bagaimana Ayui dan Yurin bisa dekat.


Saat mereka sudah kelas 9 dan mulai fokus untuk lanjut ke SMA, sebagai teman, mereka saling bertanya tujuan SMA mereka dimana.


"Ririn, kau mau SMA dimana?" Tanya Ayui


"Mmm... Itu sangat jauh, ada di kota tetangga. Jadi aku akan berpisah dengan orang tuaku"


"Kenapa kau mau sekolah disana? Padahal banyak sekolah bagus di kota ini"


"Aku lupa alasannya, tapi aku merasa harus sekolah disana. Aku akan sangat menyesal jika tidak sekolah disana"


"Itu sekolah elit. Bangunan sekolahnya saja seperti istana dengan ciri khasnya yang warna merah. Pasti menyenangkan sekolah disana"


"Sekolah elit di kota tetangga yang punya ciri-ciri seperti itu hanya ada 1. Pasti sulit untuk masuk kesana. Tapi..."


"Kalau dengan Ririn, aku akan berusaha!"


"Sepertinya menarik. Aku tidak punya tujuan mau kemana. Jadi kalau bersama Ririn mungkin tidak masalah"


*


Begitu pulang, Ayui bertanya pada Ayahnya soal SMA itu.


"Kenapa mau disana?!" Tanya Iruki kaget


"Aku... Aku mau disana..." Gumam Ayui


Iruki berpikir serius beberapa saat.


"Kau bisa hidup sendiri tanpa Ayah dan Ibu?" Tanya Iruki


"Tidak apa! Aku juga bersama teman, jadi tidak sepenuhnya sendiri"


"Baiklah, Ayah perbolehkan, tapi ada satu syarat"


"Apa?"


"Kalau mau disana, Yui harus belajar membasmi roh lagi dengan serius. Lalu harus tanya keputusan Ibu bagaimana juga"


"Iya! Yui akan latihan dengan rajin!"


Akhirnya, Ayui mendapat persetujuan dari kedua orang tuanya untuk sekolah bersama Yurin.


Namun begitu masuk sekolah, Ayui kaget dengan banyaknya roh yang bergentayangan di sekolah.


Apalagi, ada 1 roh yang paling berbahaya malah terus menempel dan dekat dengan Yurin.


"Tidak bisa dibiarkan! Aku harus latihan lebih keras lagi untuk menyingkirkannya!"


"Sekarang aku menyesal tidak latihan dengan baik sebelumnya. Seharusnya aku mengikuti perkataan Ayah"


Setelah waktu yang cukup lama, akhirnya Ayui bisa merasakan dan komunikasi dengan roh yang terus menempel dengan Yurin, Arato Izumi.


"Akan aku lenyapkan dia yang mengganggu Ririn!"


Namun setelah berbagai kejadian yang mengharuskan Ayui tidak melenyapkan Izumi, Ayui mulai merasa ternyata roh tidak seburuk itu.


*


**


Kembali ke sekarang.


"Izumi sudah kembali tanpa perlu dilenyapkan..." Gumam Ayui


"Aku hanya tidak suka Izumi yang terus menempel dengan Ririn. Hanya itu. Terlepas dari hal itu, sebenarnya Izumi cukup baik apalagi untuk dia yang juga roh jahat. Kei juga roh jahat tapi tidak sejahat itu"


"Ayah mungkin salah paham dengan roh selama ini"


"Roh tidak jauh beda dengan manusia. Walau dia roh jahat, itu hanya jenis kekuatannya saja, belum tentu dia sungguh-sungguh jahat"


"Aku harus mengubah cara pandangku terhadap roh mulai sekarang"

__ADS_1


*


**


__ADS_2