
"Bolehkah aku berteman dengan kalian?"
"Hah? Setelah membuat keributan, sekarang tiba-tiba malah minta jadi teman?" Tanya Yui
"Kedepannya kita akan kembali sekelas di kelas khusus, jadi memang bagus kalau kita berteman"
"Ririn!" Teriak Yui tidak terima
Reiya tersenyum tipis mendengar ucapanku.
"Aku tidak sabar untuk kita resmi jadi murid kelas 11 nanti" Ucap Reiya
*
Setelah semua hal yang melelahkan itu, sekarang aku dan Yui berjalan pulang.
"Tidak terasa, sudah jam 3 sore" Ucap Yui sembari menatap layar HP nya.
"!!!" Lalu aku tersentak, teringat akan sesuatu.
"Ada apa?" Tanya Yui
"Ponselku tinggal di kelas!" Ucapku panik sambil memeriksa kantong rok dan baju, dan mencari didalam tas.
"Yui kau pulanglah duluan, aku kembali dulu untuk mengambil ponselku" Ucapku dan kembali lari ke sekolah
Saat aku sampai di sekolah, aku melihat Izumi sedang berdiri bersandar ke dinding disamping pintu masuk gedung sekolah.
"Kenapa kau kembali?" Tanya Izumi
"Ponselku tinggal" Ucapku dan terus lari masuk, diikuti Izumi
"Santai saja, tidak usah buru-buru. Tidak ada yang masuk kelas itu sejak tadi, jadi tidak akan hilang kalau memang di kelas" Ucap Izumi
"Ini sudah sore, apalagi mulai besok sekolah akan ditutup karena libur. Bisa saja pintunya sudah dikunci" Ucapku
"Kau lupa aku bisa teleportasi?" Tanya Izumi
"Bawahanmu yang berada di tingkat bawah akan menangis melihatmu menyia-nyiakan kekuatanmu untuk hal tidak penting"
"Tidak akan ada yang bisa bilang masalahmu itu hal tidak penting. Kalau memang ada, dia tidak akan selamat"
"Lupakan, karena sibuk bicara, kau tidak sadar kita sudah sampai di kelas"
Aku membuka pintunya, ternyata masih belum dikunci.
"Syukurlah. Aku tidak perlu repot mencari pak satpam yang biasa mengunci kelas untuk membuka pintu" Gumamku
Aku dan Izumi masuk ke kelas dan melihat ke kolong meja mencari ponselku.
"Ada?" Tanya Izumi
"Ada!" Ucapku senang bercampur lega
"Omong-omong, mungkin ini kali terakhir aku masuk di kelas ini. Aku mau disini sampai kelas akan dikunci nanti" Ucapku
"Sepertinya kau suka dengan kelas ini, ya" Ucap Izumi
"Habisnya, karena aku masuk kelas ini aku bisa ketemu Izumi, kan?" Tanyaku
__ADS_1
"Ah, begitu..." Gumam Izumi sambil memalingkan wajahnya ke kiri bawah
"Oh, ya. Aku hampir lupa mengatakannya...." Gumamku
"Apa?" Tanyanya
"Aku akan masuk kelas khusus nanti saat kelas 11, Yui juga masuk kelas 11-2, dan itu berkat Izumi. Terima kasih untuk semuanya" Ucapku sambil tersenyum lembut
"...." Izumi terdiam sesaat sambil menatapku.
"Tidak, aku tidak banyak membantu. Itu karena kalian yang sudah berusaha keras" Ucap Izumi
"Tetap saja, Izumi sudah memotivasi, membantu, dan menyemangati kami berdua. Aku menghargainya" Ucapku
"Kau terlalu tinggi menilaiku...." Gumam Izumi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Aduh~ Izumi masih malu-malu begitu. Siapa coba yang tidak menilaimu tinggi setelah semua pencapaianmu itu?" Tanyaku
"Lupakan soal itu, lalu..." Gumam Izumi
"Selamat sudah masuk kelas khusus. Kedepannya kau masih akan semakin kesulitan. Harus tetap semangat dan jangan putus asa. Kalau kau lelah, itu wajar. Disaat kau kelelahan, kau bisa istirahat sejenak"
"Kau mengerti, kan?" Tanya Izumi lalu mengusap kepalaku
"Ya! Terima kasih untuk semangat dan motivasinya!"
Bruuummm....
Ditengah-tengah percakapan kami, dari jalanan besar terdengar suara mobil dan mobil itu memasuki wilayah sekolah.
"Mobil? Siapa yang datang ke sekolah disaat hari akan libur begini? Apa ada murid pindahan?" Tanyaku sambil melirik keluar dari jendela.
Dan disaat bersamaan ada seseorang yang membuka pintu kelas.
"Hey, kau sedang apa sendirian disini? Pulanglah, kelas akan segera dikunci" Ucap pak satpam
"Ah, baik. Maaf merepotkan" Ucapku dan berjalan keluar dari kelas
Aku dan Izumi pun berjalan turun ke lantai 1 untuk pulang.
"Aku tidak mau bertemu dengan orang yang ada di mobil itu, jadi ayo kita lewat pintu belakang saja" Ucapku
Kami pun berjalan lewat pintu belakang dan berjalan keluar gerbang sekolah lewat semak dan sembunyi dibalik tembok.
"Kau ini orang yang merepotkan, ya. Berjalan santai saja kenapa?" Tanya Izumi
"Aku dan kau beda! Kau itu hantu, tidak bisa dilihat mereka, sedangkan aku terlihat" Bisikku
"Memangnya kenapa kalau dilihat? Kau juga bukannya mencuri" Ucap Izumi
"Firasatku mengatakan jangan bertemu dengannya"
"Benar-benar aneh"
Lalu, disaat aku keluar dari wilayah sekolah dengan memasuki hutan disamping sekolah, terdengar suara langkah kaki yang mendekati kami.
"Apa ketahuan?" Gumamku panik
Muncul seorang pria muda nan tampan berjalan sendirian memperhatikan sekitar sekolah.
__ADS_1
Melihat orang itu, Izumi langsung tersetak.
Pria itu memiliki rambut hitam keabuan seperti awan mendung dan bermata oranye seperti langit di sore hari. Dengan tubuhnya yang tinggi, ia menggunakan setelan jas dan berpenampilan rapi.
"Dia terlalu muda untuk ukuran menjadi orang tua. Apa dia adalah guru baru yang di rumorkan itu?" Gumamku
"Lalu, entah kenapa aku merasa agak familiar dengan orang itu. Dimana ya aku pernah melihatnya...." Gumamku
"Izumi, bagaimana menurutmu?" Tanyaku lalu menoleh ke Izumi
Dan aku langsung tersentak begitu melihat Izumi.
Izumi memasang ekspresi senang, kaget, dan marah secara bersamaan. Perlahan matanya juga berubah warna jadi merah.
"Akhirnya... Ketemu!" Gumam Izumi
"I... Izumi? Kenapa? Apa yang kau temukan?" Tanyaku panik
Mulut Izumi tersenyum sangat lebar, namun matanya menatap tajam penuh amarah ke pria itu.
"Setelah 5 tahun menghilang, akhirnya kau datang sendiri kesini dengan kakimu sendiri. Benar-benar berani!!" Gumam Izumi sambil mempersiapkan cakarnya
Perlahan, di kanan dan kiri kepala Izumi muncul tanduk berwarna merah. Gigi taringnya jadi lancip. Pupil matanya memanjang seperti ular. Bagian putih matanya berubah jadi hitam dan urat di sekitar mata, leher dan tangannya muncul.
"Ini... Sungguh Izumi? Dia jadi sangat berbeda. Apakah... Roh jahatnya menguasai dirinya sepenuhnya?" Pikirku ketakutan
Izumi bersiap lari menerkam pria itu, tapi aku langsung menghadangnya.
"Izumi, jangan lakukan itu. Kumohon tenangkan dirimu. Aku tidak mengerti kenapa kau jadi seperti ini" Ucapku
Pandangan Izumi yang tadinya fokus ke pria itu sekarang teralihkan padaku.
"Hei, kau ini selalu menggangguku, ya. Menyebalkan sekali" Ucap Izumi sinis dan perlahan berjalan mendekatiku. Refleks aku berjalan mundur menghindarinya.
"Kau ini sok berani padahal pengecut. Serangga menyebalkan yang cuma bisa mengganggu kesenanganku saja" Lanjut Izumi lalu mengeluarkan auranya. Tidak sampai 5 detik, auranya itu sudah berubah jadi sebuah sabit yang sangat besar, bahkan lebih besar dari tinggi badan Izumi sendiri.
"Tidak bisa. Sekarang Izumi sudah tidak mengenaliku lagi. Ini benar-benar gawat. Aku mana mungkin bisa menang melawan Izumi" Pikirku
"Tapi, kalau aku sama sekali tidak melakukan apapun, aku dan Izumi benar-benar akan selesai" Pikirku
Aku mengepalkan tangan lalu mengulurkan tanganku mengeluarkan lingkaran sihir pelindung.
1 detik kemudian, Izumi yang ada di depanku tiba-tiba hilang begitu saja.
"Apa?!" Pikirku kaget
Aku langsung menoleh ke belakang. Begitu aku menoleh, Izumi sudah menghunuskan sabitnya padaku dengan sangat keras.
Prang!
Hanya dengan 1 serangan Izumi, lingkaran pelindung yang kubuat hancur berkeping-keping dan aku terlempar karena efek serangan Izumi.
Izumi berjalan mendekatiku sambil memutar-mutar, memainkan sabitnya dengan santai.
"Hanya segitu kekuatanmu? Bahkan tanpa aku menggunakan alat apapun juga akan menang telak darimu" Ucap Izumi santai dan terus berjalan mendekatiku
"Bagus sekali. Disaat seperti ini kakiku malah terkilir" Pikirku
Sekarang Izumi sudah berdiri tepat didepanku yang sedang terduduk di tanah.
__ADS_1
"Selamat tinggal" Ucap Izumi lalu bersiap mengayunkan sabitnya padaku