Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Episode Spesial 16 : Masa Lalu Kagusa 5 (Izumi Jadi Roh)


__ADS_3

Begitu selesai berbincang sebentar dengan Kei, kini Kagusa dan Kei pergi ke sekolah mencari Izumi.


Dan benar saja, Izumi masih hidup. Sekarang dia sedang duduk di kursi tempatnya dengan kepala bersandar diatas meja. Kondisi tubuh Izumi tidak terlihat baik-baik saja dan tampak lesu dibanding sebelumnya.


Dan lagi-lagi 'kekuatan khusus pemimpin' milik Kagusa kembali aktif.


"Sepertinya sebentar lagi. Aku bisa melihat arwahnya makin pekat dari sebelumnya" Gumam Kagusa


"Sebelum itu, bukankah ada yang mau kau katakan padaku?" Tanya Kei


"Apa maksudmu?"


"Sebelumnya kau sudah melihat masa lalu anak itu. Kau belum mengatakannya padaku"


"Memangnya harus kukatakan?" Tanya Kagusa enggan


"Kita 'rekan' sekarang" Pertegas Kei.


"..."


"Baiklah..."


Kagusa pun menceritakan apa yang dia lihat ke Kei secara garis besar.


Selama Kagusa bercerita, Kei sama sekali tidak menyela dan mendengarkannya dengan baik hingga selesai.


"Begitulah ceritanya"


Kei terdiam tidak bisa berkata-kata.


"Sekarang kau mengerti kan kenapa sebelumnya aku begitu kaget" Gumam Kagusa


Kei masih diam dan wajahnya tampak serius berpikir.


"Apa yang kau pikirkan sampai seserius itu?" Tanya Kagusa


"Aku jadi makin yakin dia akan jadi roh jahat" Ucap Kei


"Tidak ada alasan untuknya bisa jadi roh baik. Dia pasti muak dengan semua itu, kan? Dia pasti marah hingga ingin menghancurkan semua orang itu"


"..." Kagusa terdiam untuk sejenak.


"Kalau dia jadi roh jahat, apa yang akan kau lakukan?"


"Sama seperti sebelumnya kukatakan, akan kujadikan dia Tuan ku yang baru dan membantunya" Jawab Kei


"Itu kalau dia jadi roh jahat, kan? Dia belum mati, jadi kita tidak tahu apa yang akan terjadi"


"Untuk jaga-jaga, aku ingin menanyakan di situasi sebaliknya. Bagaimana jika Arato Izumi menjadi roh baik? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kagusa


"..." Kei diam tidak menjawab pertanyaan Kagusa.


"Hei, aku bertanya" Ucap Kagusa sedikit kesal karena diabaikan.


"Tidak. Anak itu tidak akan jadi roh baik. Jadi tidak perlu memikirkan hal yang tidak terjadi"


"Dia pasti! Akan jadi roh jahat"


"..." Kagusa terdiam.


"Dia sangat yakin Arato Izumi jadi roh jahat sampai menekankannya seperti itu" Pikir Kagusa.


"Yah, terserahlah. Aku tidak peduli kau mau apa jika Izumi jadi roh baik dan itu juga bukan urusanku" Gumam Kagusa


*


Lalu, keesokan harinya, di sekolah tepatnya kelas 10-1 di sore hari...


Brak!


Para pembully Izumi tiba-tiba masuk ke kelas yang hanya tersisa Izumi seorang, lalu mengepung meja Izumi.


"Disini ternyata kau bersembunyi selama ini. Pantas saja saat kami datangi ke hutan, kondisinya tidak berubah" Gumam Rusen


"Aku sangat kesal! Kau pasti akan jadi yang pertama lagi, dan aku dipermalukan seperti sebelumnya!" Teriak Kirian


"Kau harus diberi pelajaran!" Teriak Rio


Rio mendekat dan mengeluarkan sebuah cutter dari saku celananya.


Hal itu membuat Kagusa yang kini sedang mengawasi dari kejauhan langsung tersentak melihat Rio.


"Apa yang kau lakukan, bodoh!! Singkirkan cutter itu!!" Teriak Kagusa dan langsung mendekat kesana. Namun ia gagal karena Kei langsung menahan Kagusa agar tidak pergi.


"Sepertinya sekarang waktunya anak itu mati. Ini sudah takdirnya, jadi kita tidak bisa melakukan apa-apa"


"Apa?! Aku yang roh baik memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kau roh jahat! Kau bisa mencelakai para pembully sialan itu!! Kau mungkin bisa menyelamatkan Izumi!!" Teriak Kagusa


"Sudah kubilang kita tidak bisa melakukan apa-apa!! Siapapun tidak bisa melawan takdir yang sejak awal sudah ditentukan!! Kau tahu sendiri kan kalau ada hukuman jika melawan takdir!!" Balik teriak Kei


Mendengar itu, emosi Kagusa jadi memuncak.


"Belum melakukan apa-apa tapi kau bisa berkata begitu!!" Teriak Kagusa marah


"Bukan ini yang paling utama. Lihatlah mereka itu" Ucap Kei dan menunjuk ke arah Izumi


Tampak sekarang Rio tengah mengacungkan cutter itu ke dada Izumi.


"Cepat minta maaf ke Ian!" Teriak Rio


"Ma... af..."


"Kau ini! Keraskan suaramu!" Teriak Rusen emosi.


Karena terlalu emosi, tanpa sengaja Rusen mendorong Rio.


"Ti... dak..." Gumam Kagusa tak percaya


Jleb!


Cutter yang dipegang Rio menusuk dada Izumi dengan sempurna.


"Ternyata benar hari ini" Gumam Kei


"Apa yang kau lakukan?!"


"Ba... Bagaimana ini?!"


Para pembully itu langsung panik melihat Izumi bersimbah darah di hadapan mereka.


Kagusa dan Kei melihat sekelompok anak yang biasa membully Izumi kini membunuhnya, meski karena tidak sengaja.


Kagusa masih tercengang dengan apa yang ia lihat. Seketika Kagusa merasa semua indranya tidak berfungsi kecuali pengelihatannya.


Lagi, lagi, dan lagi Kagusa melihat orang mati tepat di hadapannya. Dan karena Izumi mati ditangan para pembully itu, Kagusa jadi merasa deja vu karena situasinya mirip dengan rekan lamanya, pemimpin roh jahat, juga ayahnya yang mati dikeroyok.


"Lagi-lagi mata ini melihat sesuatu yang menyeramkan seperti itu" Pikir Kagusa


"Semua orang atau roh yang aku cintai dan sayangi pergi meninggalkanku dengan cara seperti itu tepat didepan mataku..."


"Apa mungkin... Jika aku menyayangi Arato Izumi itu seperti aku menyayangi para rekanku yang sudah lenyap setelah ia menjadi roh... Dia juga akan lenyap seperti yang lainnya?" Pikir Kagusa


Seketika Kagusa merasa merinding di sekujur tubuhnya.


"Sa... Gusa..."


"Kagusa!!" Teriak Kei dan membuat Kagusa tersentak kaget.


"Mereka membawa Izumi yang sekarat ke ruangan lain. Sepertinya mereka mengira anak itu sudah mati jadi menyembunyikan tubuhnya ke tempat lain"


"Mau mengikuti mereka?" Tanya Kei.


"Ya, ikuti mereka" Jawab Kagusa.


Setelah mengikuti mereka ke gudang di lantai 3 sekolah, Izumi diletakkan didalam sebuah lemari kosong bersama tas, cutter, juga kain yang digunakan untuk membersihkan darahnya di lantai.


Dan tak lama setelahnya, Izumi meninggal.


"Takkan... Tidak akan aku maafkan mereka!!" Gumam Kagusa marah.


"Mereka telah menyiksa Izumi selama 4 tahun! Dia diperlakukan begitu buruk selama ini oleh semua orang! Pada akhirnya Izumi tidak bisa membalas perbuatan mereka. Sangat tidak adil!!"


"Tidak. Izumi sendirilah yang akan membalasnya" Bantah Kei


"Apa maksudmu?" Tanya Kagusa


Kei melirik ke arah lemari dimana tempat mayat Izumi disembunyikan. Tampak dari lemari itu mengeluarkan aura berwarna merah pekat hingga hampir kehitaman.


"Seperti dugaan ku. Dia jadi roh jahat"


*


**


Seperti perkataan Kei, Izumi sungguh menjadi roh jahat dan membalas perbuatan mereka semua yang selama ini Izumi terima.


Begitu menjadi roh, Izumi langsung meneror seisi sekolah dan membunuh mereka sedikit demi sedikit.


Juga, kini dimulai rencana mengajak Izumi menjadi rekan untuk Kagusa.


*


Di kastil kepemimpinan roh baik, ruang kerja Kagusa...


"..."


"Kenapa... Ada roh jahat di kastil roh baik..." Gumam tangan kanan Kagusa heran dan menatap lekat Kei yang ada di hadapannya.


"Kita akan memulai diskusi rencana pelenyapan pemimpin roh jahat. Karena kalau melakukan diskusi di ruang rapat biasa, pemimpin roh jahat bisa saja datang. Jadi kita lakukan disini secara diam-diam" Ucap Kagusa


"Apa?! Jadi calon pemimpin roh jahat sudah ditemukan?!" Teriaknya kaget


"Ya"


Mendengar itu, si tangan kanan langsung merapat ke Kagusa dan berbisik.


"Kalau begitu, kenapa ada ajudan roh jahat? Bukannya bahaya membicarakan itu dengannya" Bisiknya ke Kagusa


"Dia di pihak kita sekarang. Setidaknya aku bisa yakin dia menyukai calon pemimpin roh jahat itu" Jawab Kagusa


"Begitu, ya..." Gumamnya dan kembali duduk di tempatnya dengan benar.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita mulai rapatnya!"


*


Selama 1 jam mereka mendiskusikan banyak hal bersama mengenai pergantian pemimpin roh jahat.


Setelah terus berganti-ganti argumen, akhirnya mereka mendapatkan solusi terbaik.


Untuk beberapa waktu, mereka akan membiarkan Izumi bebas membalaskan dendamnya. Selama itu juga, mereka menunggu hingga Izumi berada di tingkat master.


Setelah beberapa saat, Kagusa akan menawarkan posisi tangan kanan pemimpin roh jahat ke Izumi. Alasannya agar Izumi bisa melihat sendiri kebobrokan pemimpin roh jahat dengan matanya sendiri, dan memintanya membantu proses pelenyapan pemimpin roh jahat. Dan setelahnya Kagusa akan menyuruh Izumi yang adalah tangan kanan menjadi pemimpin selanjutnya.


Begitulah rencana awalnya dibuat.


"Aku mau tanya. Kenapa harus pemimpin yang membujuk si calon pemimpin roh jahat itu? Dia roh jahat, seharusnya ajudan Kei yang melakukannya" Tanya si tangan kanan Kagusa


"Aku akan mengumpulkan informasi lebih banyak tentang si pemimpin roh jahat, dan Kagusa yang mengurusi anak itu" Jawab Kei


"Benar. Kei yang akan mengurusi soal pemimpin roh jahat, dan aku yang akan membujuk Izumi. Jadi selama itu, kau yang akan bertanggung jawab soal pengurusan wilayah" Lanjut Kagusa


"Baiklah, tuan pemimpin"


Begitulah akhirnya rapat mereka selesai.


*


**


Begitu menjadi roh, Izumi langsung menjadi pusat perhatian di kalangan roh wilayah sekolah, terutama di kalangan roh jahat karena dia yang langsung jadi roh tingkat atas juga terornya terhadap manusia tidak main-main.


Dalam beberapa waktu, sudah banyak korban yang sakit jiwa karena terus di teror, bahkan mati. 2 pembully Izumi, Maeru dan Rusen juga termasuk dalam korban mati itu.


Kekuatan Izumi sangat besar hingga bisa mengusik dunia manusia terus menerus.


Melihat itu, banyak roh yang lebih senior dari Izumi ingin memanfaatkannya dengan membuatnya berada di pihaknya, memperalatnya, dan setelahnya melenyapkannya jika dikira sudah tidak berguna.


Disisi lain, ada juga roh yang sejak awal membenci Izumi karena kearoganannya padahal baru jadi roh. Kelompok inilah yang berencana langsung melenyapkannya dan mengambil kekuatannya.


Kagusa yang menyadari hal itu, akhirnya memutuskan untuk mengajak Izumi ke pihaknya lebih cepat, bahkan sebelum Izumi berada di tingkat master.


"Aku tidak bisa mengundurnya lagi. Arato Izumi itu, dia dalam bahaya disaat dia sendiri tidak tahu kalau dia dalam bahaya. Aku perlu mengajaknya jadi rekanku sesegera mungkin" Pikir Kagusa


Akhirnya Kagusa pun memutuskan untuk menemui Izumi dengan identitas tidak jelas.


"Jika dia tahu aku roh baik, bahkan pemimpin, dia pasti tidak akan pernah mempertimbangkan ucapanku. Jadi lebih baik aku menyembunyikan identitasku dan berpura-pura jadi roh jahat hingga situasinya bagus" Pikir Kagusa.


Kagusa pun menemui Izumi disaat dia sedang sendirian.


"Aku tertarik dengan kekuatanmu itu. Bagaimana kalau kita bekerjasama?" Tanya Kagusa


"Sudah berapa kali kubilang, aku tidak tertarik!" Teriak Izumi kesal


"Ini bukan tawaran masuk kelompok. Ini kerjasama antara kita saja, tidak ada yang lain"


"Tidak!!"


"Apa aku langsung terus terang saja, ya? Dia akan jadi pemimpin nanti, mungkin tidak masalah" Pikir Kagusa


"Aku berniat untuk menjadikanmu tangan kanan dari pemimpin roh jahat begitu kau masuk tingkat master" Ucap Kagusa


"Aku tidak mau berhubungan dengan roh manapun, aku tidak perlu perlindungan siapapun, dan aku tidak mau terikat dengan hal apapun!!"


"Dia sangat keras. Tapi itu wajar untuk ukurannya" Pikir Kagusa


"Kau tak perlu mengabdikan dirimu pada pemimpin roh. Kau bisa jadi pengganti pemimpin roh jika ada keperluan, dan kau juga bisa mengatur bawahan" Jelas Kagusa


"Aku tidak tertarik dengan jabatan itu. Aku tidak mau dikekang. Aku mau bebas melakukan apapun yang kumau!"


"Kau mau membunuh, kan? Kau bisa terjun ke medan perang saat ada perang antar wilayah jika mau"


"Dendamku itu pada manusia yang ada di sekolah ini. Aku hanya membunuh manusia. Aku tidak tertarik melenyapkan roh yang tidak melakukan kesalahan padaku. Jadi berhentilah mengatakan omong kosong!"


"Kalau kau masih punya otak, maka pergilah dari hadapanku!"


"Kau akan menyesal"


"Aku tidak akan menyesal menolak penipu"


"Aku ditolak, ya... Tapi tidak masalah. Itu artinya Izumi sangat selektif pada orang di sekelilingnya. Itu bagus"


"Ini baru pertemuan pertama. Dia juga belum berada di tingkat master dan masih ada waktu sambil menunggu Kei menyelesaikan penyelidikan. Tidak perlu buru-buru" Pikir Kagusa.


"Baiklah, untuk sekarang aku akan pergi. Tapi kuharap kau masih mempertimbangkan ucapanku tadi" Ucap Kagusa dan pergi teleportasi.


Setelah itu, Kei datang dengan membawa kabar tidak baik.


"Pemimpin roh jahat buat ulah lagi. Sepertinya dia sudah mulai curiga denganku dan bergerak sendiri tanpa sepengetahuanku"


"Dia akan memulai perang saudara lagi seperti sebelumnya"


"Apa?!"


Akhirnya, mereka menunda rencana membujuk Izumi dan lebih berfokus ke pemimpin roh jahat sebelum dia bertindak lebih jauh.


Hal itu memakan banyak waktu karena mempertimbangkan posisi Kei yang masih bawahan si pemimpin, jadi Kei yang paling berada dalam bahaya karena jadi pengkhianat. Jadi sebisa mungkin mereka bergerak diam-diam.


Dan akhirnya hal itu terselesaikan dalam waktu 1 tahun lebih.


"Dan dari yang kudengar, sekarang Izumi sudah di tingkat master. Aku perlu menemui dia lagi" Pikir Kagusa


Kagusa pun kembali menemui Izumi mengajaknya bekerjasama. Dan sama seperti sebelumnya, Kagusa ditolak.


"Aku tidak tahu jebakan apa yang kau siapkan. Yang pasti aku tidak akan mengikuti omonganmu. Kalau cuma itu yang mau kau katakan, sekarang pergilah!!" Teriak Izumi


"Kalau aku mengajaknya dengan cara kolot, selamanya dia takkan tertarik. Jadi intinya aku perlu membuatnya tertarik lebih dulu" Pikir Kagusa


"Ya, disana ada jebakan. Karena itu aku menyuruhmu jadi tangan kanan pemimpin roh jahat"


Izumi tersentak mendengarnya.


"Apa tujuanmu menyuruhku melakukan itu?!"


"Bagus, dia jadi penasaran. Setidaknya pertemuan ini ada kesan yang tidak bisa dia lupakan begitu saja"


"Kau akan tahu jika kau jadi tangan kanan dari pemimpin roh jahat" Jawab Kagusa


Kagusa pun langsung pergi tanpa menjelaskan lebih lanjut.


*


1 bulan kemudian, Kagusa kembali menemui Izumi. Lagi-lagi Kagusa ditolak hingga Izumi sendiri kesal melihat Kagusa.


"Kenapa kau segitu ingin aku jadi tangan kanan pemimpin roh jahat?"


"Kau orang yang tepat. Hanya itu" Jawab Kagusa


"Maksudmu, karena aku roh baru jadi aku mudah dihasut, begitu?"


"Tentu tidak"


"Sudah cukup. Aku tidak mau bicara denganmu lagi" Ucap Izumi, dan bersiap akan pergi.


"Sepertinya kau tidak mau jadi tangan kanan pemimpin roh jahat, ya" Gumam Kagusa


"Benar. Jadi berhentilah menemuiku! Berapa kali pun kau memintanya jawabanku tetap sama" Ucap Izumi dan keluar dari kelas yang kosong itu.


"Tidak mau, ya..."


"Tidak mau jadi tangan kanan. Tapi kau tidak bilang kalau tidak mau jadi pemimpin, kan?" Gumam Kagusa


Kagusa pun teleportasi kembali ke kastilnya.


"Anda sudah kembali, Pemimpin" Sambut tangan kanan Kagusa.


"Panggil Kei sekarang. Kita akan mengganti rencana kita" Ucap Kagusa tiba-tiba.


"Apa? Ah, baik!"


Meski bingung, tapi si tangan kanan mengerti situasi, jadi dia menyingkirkan pertanyaan pribadi dan mengedepankan perintah Kagusa.


Begitu Kei datang, mereka bertiga kembali berdiskusi.


"Jadi, apa maksudmu mengganti rencana?" Tanya Kei.


"Izumi tidak gampang dibujuk. Meski bisa pun, aku bisa yakin itu akan makan banyak waktu. Sebelum bisa membujuk Izumi, kita akan kehilangan wilayah sekolah lebih dulu" Jelas Kagusa


"Jadi, apa yang akan kita lakukan? Mengganti calon pemimpin roh jahat?" Tanya tangan kanan Kagusa


"Tentu saja tidak!"


"Itu tidak mungkin!!"


Kagusa dan Kei membantahnya bersamaan.


"Aku sudah punya rencana barunya" Lanjut Kagusa


"Cara baik-baik tidak mempan di Izumi, jadi kita akan melakukan cara kasar"


"Persiapan kita semua sudah selesai. Kei juga mulai dicurigai si br*ngsek itu. Jadi kita tidak perlu menunggu Izumi, kita langsung saja lenyapkan pemimpin roh jahat dan bawahannya yang lain. Begitu dapat kristal hati merah, aku tinggal langsung beri ke Izumi dan memaksanya jadi pemimpin"


"Tapi... Bagaimana jika dia tetap bersikeras tidak mau?" Tanya si tangan kanan khawatir.


Kagusa langsung menyeringai.


"Di pihak kita sekarang ada roh jahat dan juga adalah ajudan. Setidaknya dia bisa jadi pemimpin untuk sementara waktu hingga berhasil mendapatkan Izumi"


"Apa?! Di perjanjian tidak ada hal seperti ini!!" Teriak Kei


"Aah~ Artinya kau menyerah atas Izumi, ya. Yasudah, apa boleh buat. Lupakan saja semua yang aku katakan hari ini~" Ucap Kagusa bernada


".... Baiklah... Tapi kau harus berusaha membujuknya!!"


"Iya, iya~"


*


1 bulan kemudian, rencana pelenyapan pemimpin roh jahat pun dimulai.


Dengan bantuan para bawahannya, Kagusa menyuruh mereka menahan para bawahan pemimpin roh jahat, dan menemui pemimpinnya sendiri.


"Oho~ Lama tak bertemu ya, Pemimpin roh baik"

__ADS_1


Terlihat pemimpin roh jahat sekarang tengah duduk di kursi pemimpinnya.


"Aku akan melenyapkanmu menggantikan rekanku yang telah kau lenyapkan!!" Teriak Kagusa


Mereka pun saling menyerang hingga langit malam gelap itu mulai memunculkan sang mentari.


Tepat saat matahari baru saja akan muncul, Kagusa berhasil melenyapkan pemimpin roh jahat.


"Dengan ini... Dendammu sudah terbalaskan..." Gumam Kagusa


Kagusa pun memungut kristal hati merah yang tergeletak di lantai.


"Sebentar lagi ulang tahun Izumi yang ke-16, juga ke-2 tahun jadi roh. Sekalian saja kuberi saat ulang tahunnya"


Disaat ulang tahun Izumi itu, Kagusa kembali menemuinya.


"Selamat ulang tahun ke-16 tahun dan yang ke-2 tahun sebagai roh, Arato Izumi. Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu"


"Aku berikan padamu kristal hati merah, jadilah pemimpin roh jahat"


Dan seperti biasa, Izumi menolak Kagusa dan justru marah.


"Memang tidak bisa setengah-setengah jika berhadapan dengan roh jahat. Kalau mau memaksa, harus benar-benar memaksa. Sepertinya aku perlu menyentuh bagian sensitifnya dan membuatnya bertarung hingga kelelahan"


"Pastinya aku juga akan kelelahan menghadapi roh tingkat master, tapi tidak ada cara lain" Pikir Kagusa


Akhirnya, Kagusa bilang ke Izumi kalau ia melihat masa lalu kehidupan Izumi yang adalah titik kelemahannya. Tentunya Izumi marah besar dan terjadi pertikaian diantara mereka.


Hingga akhirnya Izumi pun mulai kelelahan dan Kagusa kembali mencoba bicara baik-baik.


"Jadilah pemimpin roh jahat dan bekerjasama denganku. Ketika kristal hati merah masuk ke tubuhmu, kau akan mendapat kekuatan yang sangat besar, berkali-kali lipat lebih besar dari yang sekarang"


"Aku tidak mau!! Aku ada disini hanya untuk membalaskan dendamku pada manusia di sekolah ini!!" Teriak Izumi


"..." Kagusa terdiam mendengarnya.


"Dendam? Hanya itu yang dia pikirkan sekarang?"


"Izumi sangat menyayangi ibunya lebih dari apapun di dunia ini. Apa sejak jadi roh jahat, dia membuang sifat lembutnya saat masih hidup?" Pikir Kagusa


"Arato Izumi, apa hanya itu yang ada di pikiranmu yang sekarang?" Tanya Kagusa


Tentu saja!! Memangnya apa lagi yang perlu ku pikirkan?!"


"Ibumu, apa kau tidak terpikir soal ibumu selama 2 tahun kau jadi roh?" Tanyanya


Izumi langsung tersentak.


"Ma... ma?"


Begitu melihat ekspresi Izumi, Kagusa langsung bisa melihat perasaan rindu dan sedih yang ada di wajahnya.


"Ah, dia bukan membuangnya, tapi melupakannya karena terlalu fokus balas dendam" Pikir Kagusa.


Kagusa pun memutuskan melanjutkan obrolan itu untuk menyadarkan Izumi, dan membuatnya jadi lebih lembut dari yang sekarang. Namun Izumi terus mengelak dan tidak mengakui perasaannya sendiri.


"Tidak ada pilihan lain" Pikir Kagusa


Akhirnya Kagusa langsung membawa Izumi ke rumah sakit tempat ibunya dirawat.


Disana, kesadaran Izumi pun kembali setelah tidak melihat ibunya selama 2 tahun.


Begitu kembali, Izumi langsung menangis seperti anak kecil.


Apa yang aku lakukan? Disaat aku sedang bersenang-senang, Mama sedang sedih terus menungguku. Bahkan aku juga melupakannya karena obsesi dan dendam pada orang di sekolah"


"Aku menyalahkan Mama yang melupakanku, tapi kenyataannya Mama terus mengingatku, malah aku yang melupakannya"


"Selama 2 tahun ini, Mama terus menungguku..."


Dan tak lama setelahnya, Izumi tiba-tiba ambruk dan berteriak kesakitan.


"Agh... Arghhh!!"


"!!!"


Kagusa pun terkejut dan mendekati Izumi.


"Ada apa?!" Teriak Kagusa khawatir.


"Mataku... Sakit sekali..."


Dari mata Izumi pun keluar darah sangat banyak hingga di lantai itu penuh tetesan darah dari mata Izumi.


"Ada apa ini? Tidak mungkin karena pertarungan sebelumnya" Gumam Kagusa


Lalu, Kagusa tersentak begitu merasakan aura di sekitar Izumi.


"Tunggu!! Ini... Kekuatan roh baik... Tidak mungkin! Bagaimana bisa ada kekuatan roh baik keluar dari Izumi?!" Pikir Kagusa kaget


"Jangan-jangan..."


Hei, Izumi. Bangun dan perlihatkan matamu padaku!" Teriak Kagusa dan menegakkan tubuh Izumi yang teringkuk.


Begitu Kagusa menyingkirkan tangan Izumi yang memegang matanya dan menyuruhnya membuka mata, Kagusa sangat kaget melihat mata Izumi


"Aku sudah menduganya karena auranya berubah drastis, tapi aku tetap kaget..." Gumam Kagusa


"Matamu... Berwarna ungu... Warna merahnya luntur menjadi darah" Gumam Kagusa


"Roh baik Izumi bangkit"


"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya!! Bagaimana bisa 1 roh memiliki 2 kekuatan?! Ini benar-benar gila!!" Pikir Kagusa masih kaget


"Yang pasti, sepertinya aku perlu memasukkan kekuatanku untuk membantu kekuatan roh baik Izumi. Jika tidak... Bisa-bisa Izumi lenyap didepan mataku karena tidak sanggup menahannya" Pikir Kagusa


"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu begitu saja, Izumi!"


Kagusa pun memasukkan kekuatannya, tapi itu masih belum cukup.


"Memang harus menyerahkan kristal hati biru ke Izumi jika mau menolongnya"


"Tidak apa. Selama Izumi dan wilayah ini selamat, aku tidak masalah. Sejak awal aku diberi posisi ini untuk melindungi wilayah ini apapun caranya. Benar begitu kan, Tuan pemimpin?" Pikir Kagusa dan teringat dengan Tuannya, pemimpin roh baik sebelumnya yang telah lenyap.


Setelah memasukkan kristal hati biru ke Izumi, kekuatannya jadi lebih tenang karena kekuatan dominan Izumi (roh jahat) kalah dari kekuatan yang baru bangkit (roh baik).


Dan setelah Izumi sadar, Izumi sungguh jadi lebih lembut dari sebelum-sebelumnya.


"Terima kasih. Terima kasih telah menyadarkanku pada hal penting yang kulupakan. Terima kasih juga telah menyamatkanku"


"Berapa kali kau sudah bilang terima kasih? Padahal kau sangat dingin padaku beberapa saat yang lalu dan selalu mengusirku sebelumnya" Ucap Kagusa sambil tertawa


"Maaf"


"Ini sebuah pencapaian yang sangat besar, bisa mendengar Izumi bilang terima kasih dan maaf di waktu yang sama!!! Aku bisa mendapatkan Izumi sebagai pemimpin roh jahat, juga dia jadi roh baik!! Dia bisa melindungi wilayah ini dan aku bisa membimbingnya karena dia juga jadi roh baik!!" Pikir Kagusa bangga pada diri sendiri


Tapi, sepertinya Kagusa tidak diperlukan dalam bagian strategi perang.


"Tidak!"


"Ini juga tidak"


"Ditolak!"


Semua rencana yang dibuat Kagusa tidak ada yang disetujui Izumi. Selain itu, Izumi sungguh jadi pemimpin sempurna dan mengurus semuanya sendirian selama di awal kepemimpinannya.


"Apa gunaku, Izumi?" Pikir Kagusa sedih


Akhirnya, setelah 5 tahun Izumi memimpin dan ia telah bertemu Yurin, ada guna Kagusa dalam peran kemajuan wilayah.


"Kau lihat tumpukan kertas yang menggunung itu kan, Kagusa? Sekarang kau kerjakan semua itu. Aku mau pergi"


"Apa?! Anda menumpuk kerjaan anda sebanyak itu dan menyerahkannya pada saya?!" Teriak Kagusa kaget


"Anda pasti mau menemui manusia itu lagi, kan?!" Teriak Kagusa marah


Izumi langsung melipat tangannya ke depan dada dan memasang wajah kesal ke Kagusa.


"Kau merengek-rengek minta kerjaan padaku 5 tahun lalu. Begitu kuberi kau marah. Apa maumu sebenarnya?" Tanya Izumi


"Maksud saya, berilah kerjaan yang manusiawi!! Masa anda menyerahkan kerjaan sebanyak ini pada saya sendirian?!" Teriak Kagusa


"Kau bukan manusia. Tidak ada yang namanya manusiawi di dunia roh" Balik balas Izumi dan langsung pergi teleportasi.


"Anda jahat sekali, pemimpin!!!!" Teriak Kagusa marah


*


**


Kembali lagi ke sekarang...


"Saat itu aku sangat kesal pada Izumi. Dia dengan mudahnya menyuruhku mengerjakan kerjaannya. Tapi kalau sekarang kuingat lagi, aku tidak masalah hal itu asal dia disini. Aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri..." Gumam Kagusa


"Dan benar saja, sepertinya aku memang tidak diperbolehkan menyayangi sesuatu. Semua yang kusayangi akan pergi meninggalkanku didepan mataku..."


"Tapi untungnya... Izumi pergi dengan baik..."


"Jika aku menemukan 'kunci' untukku keluar dari dunia roh dan kembali ke langit, apa kita bisa bertemu lagi, Izumi?"


"...."


Kagusa terdiam, lalu ia tiba-tiba tertawa kencang.


"Pfft... Hahahaha!"


"Apa aku perlu menyegel diriku sendiri di buku, lalu menunggu manusia membuka segelnya dan mengajak manusia itu membuat 'ikatan' denganku? Apa dengan begitu aku bisa kembali ke langit? Hahahaha!"


"Fufu... Apa perlu kulakukan sekarang?"


Dan dari belakang tiba-tiba muncul roh dan memukul kepala Kagusa dengan keras.


"Dasar si br*ngsek ini! Kau malah bersantai-santai sambil berkhayal hal aneh! Kembali kerja sana!!" Teriak Kei marah


"Iya, iya~ Kau galak sekali~" Gumam Kagusa sambil memegang kepalanya yang dipukul Kei.


"Berisik!"


Kagusa pun diseret paksa oleh Kei kembali ke kastilnya.


...*...

__ADS_1


...Cerita masa lalu Kagusa, Selesai!...


__ADS_2