
hari pun telah menjadi pagi. aku bangun dari tidurku dan teringat kejadian semalam.
*setelah aku mendorong Izumi ke dinding semalam....
"apa rencananya? apa beneran berhasil? gimana kalau nggak berhasil?" pikirku
aku terus berpikir segala kemungkinan yang ada
"apa dia akan mengajak para hantu lainnya untuk menyerang orang itu?" gumam ku
"tidak... tidak mungkin... mereka kan roh baik. tidak akan melakukan hal yang bisa menarik perhatian orang lain..." gumam ku
"jadi... apa Izumi akan mengajak roh jahat?" tanya ku pada diri sendiri
"itu juga tidak mungkin... Izumi sudah membunuh roh jahat waktu itu. tidak mungkin mereka mau membantu Izumi, kan?" gumam ku
"lalu, bagaimana Izumi akan menghadapinya??! dia kan bilang kalau orang-orang itu bisa merasakan hawa kehadirannya!!" gumam ku sambil mengacak-acak rambut karena kesal dan bingung.
lalu, Izumi tiba-tiba muncul
"tidak usah pikirkan. nanti kau akan tahu sendiri" ucap Izumi
"sebenarnya apa rencanamu? beri tahu aku agar aku merasa lebih tenang" ucap ku
"sudah kubilang kau nanti akan tahu sendiri" ucap Izumi dengan wajah kesal
"ayolah! kita ini rekan. jika terjadi sesuatu padamu, aku juga akan terkena akibatnya. beritahu aku" paksa ku
"kau ini sungguh tak mengerti arti kata 'nanti kau akan tahu sendiri', ya??!" ucap Izumi kesal
"aku hanya khawatir!" ucap ku
"berisik!! tidur sana!" ucap Izumi sambil menjentikkan jarinya. aku pun langsung tertidur
ingatan selesai
aku hanya melamun karena memikirkan semalam
"sialan!! dia terus melakukan hal seenaknya saja!!" pikirku sambil memukul-mukul bantal
setelah aku agak tenang, aku langsung bersiap untuk sekolah. saat aku sampai di kelas dan duduk di kursiku, Izumi muncul dan duduk diatas mejaku
"yo! sepertinya semalam kau tidur dengan nyenyak, ya" ucap Izumi menyapaku
"ya. berkatmu!" ucapku menyindirnya
"kau persiapkan dirimu besok, ya. jangan pergi kemanapun sampai sore hari" ucap Izumi
"walau sudah waktunya pulang?" tanyaku
"iya" ucap Izumi
__ADS_1
"yang benar saja? aku harus mengerjakan tugas sekolahku!" ucap ku
"kalau begitu, kerjakan saja disini" jawab Izumi
"apaaa??!!" ucap ku kaget
lalu, Izumi langsung pergi begitu saja
*
keesokan harinya....
"aku tidak boleh pergi dari kelas.... memangnya kenapa sih?" pikirku
"sudahlah, aku turuti saja apa kemauannya" pikirku
aku terus berada di kelas. karena hanya aku sendiri yang berada disana, Mesha jadi mengajakku keluar.
"Yurin, kita ke kantin yuk!" ajak Mesha
"maaf, aku mau belajar dulu hari ini. kau ajak yang lain saja" ucap ku
"kau terus berada di kelas, makanya aku ajak kamu" ucap Mesha
"hehe... aku lagi nggak mood keluar kelas..." ucap ku
"apa kau sakit?" tanya Mesha
"aku baik-baik saja" ucap ku sambil senyum
"iya" jawab ku singkat
aku terus duduk sambil membaca buku di kelas hingga jam sekolah usai. setelah bel pulang sekolah berbunyi, Yui datang dan mengajakku pulang, namun aku menolaknya dan ingin dikelas. Yui bersikeras mengajakku kembali. namun aku terus memohon kepadanya agar dia kembali sendirian. akhirnya Yui pun pulang sendiri karena sudah kelelahan.
"haaaah... sekarang di kelas ini hanya tinggal aku sendiri. tidak. sekarang hanya tinggal aku sendiri di sekolah ini" pikirku
"hari ini kegiatan ekskul tidak ada. rasanya sangat sepi" pikirku sambil melihat keluar jendela.
"hmmm? orang-orang itu kah yang ingin mengusir Izumi?" pikirku sambil melihat 4 orang sedang berjalan memasuki gedung pertama sekolah, yaitu tempat kelasku berada.
lalu, aku merasa tubuhku bergerak sendiri. aku berlari keluar kelas dengan sangat cepat, menuruni tangga bagian belakang gedung hingga sampai ke lantai satu. akhirnya aku bertemu keempat orang itu, dan aku menabrak salah satunya.
"a... apa yang terjadi padaku? kenapa tubuhku bergerak sendiri? kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri? kenapa aku tidak bisa bicara??!" pikirku
setelah aku menabrak orang itu, aku terjatuh.
"kenapa masih ada murid disini? kenapa kau tidak pulang?" tanya seorang pria yang aku tabrak tadi
"ma... maafkan aku... aku tadi terburu-buru hingga tidak melihat ada tuan-tuan dan nyonya disini..." ucap ku
"apa yang terjadi??!!! aku tidak mengatakan itu!!" pikirku berteriak
__ADS_1
"kami akan memaafkanmu. kalau begitu, cepat pulang ke rumahmu" ucap seorang wanita
"tapi... aku takut..." ucap ku
"tolong percaya padaku! aku tidak mengatakannya! aku tak mengatakan apapun!!!" pikirku berteriak
"takut? memangnya takut kenapa?" tanya wanita itu
"tadi saat semuanya sudah pulang, aku berjalan ke belakang gedung dan menemukan sebuah bangunan tua. saat aku masuk kesana, aku melihat ada 'sesuatu' disana. setelah itu, dia mengejarku" ucap ku
"'sesuatu' yang kau maksud itu apa?" tanya seorang pria dengan wajah serius
"itu... aku tidak tahu aku boleh mengatakannya atau tidak..." ucap ku ragu
"katakan saja pada kami!" ucap wanita itu
"itu... hantu dengan rambut berwarna hitam..." ucapku ketakutan
keempat orang itu langsung kaget dan saling melihat satu sama lain.
"sungguh!! aku tak mengatakan apapuuunn! kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri??!" pikirku depresi
aku mengetahui apa yang aku ucapkan, namun aku tidak dapat mengontrol diriku sendiri meskipun aku tak mau melakukannya
"boleh antar kami ke tempat dimana kau bertemu dengan hantu itu?" pinta salah satu pria
"umm... baiklah..." ucap ku
lalu, aku menuntun mereka ke bangunan tua dimana aku pernah menemukan sebuah foto dan hampir saja dibunuh oleh roh jahat.
"ini tempatnya...." ucap ku
"apa kalian merasakannya?" tanya seorang pria ke yang lainnya sambil berbisik
"ya!" jawab yang lainnya
"gadis kecil, sekarang kau pulanglah ke rumahmu secepatnya. kau tak usah takut diikuti hantu itu lagi" ucap wanita itu sambil memegang pundakku
"ah, benar juga... tolong tuan-tuan dan nyonya jangan katakan pada siapapun soal aku melihat hantu itu..." ucap ku
"soalnya... jika orang lain tahu, mereka pasti tidak mau berteman denganku dan menganggap aku aneh..." ucap ku memelas
"iya. kami takkan mengatakannya" ucap wanita itu
"termasuk tak mengatakannya kepada kepala sekolah" ucap ku
mereka kembali saling menatap satu sama lain dan mengangguk
"ya. kami tak akan mengatakannya" ucap wanita itu
"terima kasih, tuan-tuan dan nyonya sekalian" ucapku senyum
__ADS_1
"kami yang seharusnya berterima kasih" ucap seorang pria
aku pun akhirnya pergi menjauh dari bangunan itu