
keesokan harinya...
"Yurin, ayo kita coba cari Izumi lagi di sekolah ini" ucap Kagusa
"em... sebenarnya kemarin aku sudah menemukan Izumi" ucapku
"sungguh?! dimana? bagaimana keadaannya?" tanya Kagusa sambil berteriak
"a... aku menemukannya di dalam hutan dekat sekolah ini setelah pulang sekolah. soal keadaannya, sepertinya dia baik-baik saja" ucapku
"ayo kita pergi ke sana sekarang!!" teriak kagusa semangat
"sekarang dia tak ada di sana" ucapku
"kenapa?" tanya Kagusa bingung
"kemarin dia bilang padaku kalau dia menghilang selama ini karena dia sedang menjaga ibunya yang sakit di rumah sakit. hari ini pun begitu" jelasku
"ibunya sakit?" tanya Kagusa
"iya. karena itu, nanti saat pulang sekolah aku akan menjenguk ibunya" ucapku
"memangnya ibunya ada di rumah sakit mana?" tanya hantu itu
"aku juga tidak tahu. Izumi bilang nanti dia akan menjemputku dan tak memberitahuku lokasinya dimana. dia hanya bilang kalau rumah sakit itu lumayan jauh dari sini" jelasku
"sepertinya aku tahu itu dimana..." ucap Kagusa sambil berpikir
"memangnya ada dimana?" tanyaku
"sepertinya rumah sakitnya di perbatasan kota ini dan kota sebelah" ucap Kagusa
"kau tahu dari mana?" tanyaku
"aku hanya menebak saja" ucap Kagusa senyum
setelah itu, Kagusa pergi untuk memberitahukan kepada hantu yang lainnya agar berhenti mencari Izumi. banyak hantu yang masih menghampiriku untuk memastikan berita itu sungguhan atau hanya lelucon. meski aku kelelahan meladeni mereka semua, tapi itu menyenangkan.
dan entah sejak kapan, aku dan para hantu itu menjadi sangat dekat. aku bahkan sudah tidak menganggap mereka hantu lagi, dan melihat mereka seperti siswa pada umumnya.
"hari ini juga sangat melelahkan, ya..." gumamku
saat aku ingin pulang, aku berbohong pada Yui. aku bilang aku ingin belajar bersama dengan teman sekelasku, padahal sebenarnya pergi menemui ibu Izumi.
__ADS_1
setelah keluar gedung sekolah, aku melihat Izumi sedang berdiri di sudut pagar sekolah dengan punggung menyandar ke pagar itu. aku pun menghampirinya
"Izumi!" panggilku dengan berbisik
"kau sudah datang?" ucap Izumi melirik ke arahku
"ya. ayo pergi" ucapku
"kita pergi ke tempat sepi dulu" ucap Izumi
Izumi mengajak masuk ke dalam hutan.
"kenapa kita malah masuk hutan?" tanyaku
"aku pikir pasti akan lama jika kau ingin naik bis atau angkutan umum. lebih baik langsung aku bawa kau ke sana" ucap Izumi
"bukankah kekuatanmu akan cepat terkuras jika membawaku?! apalagi disana juga bukan wilayah kekuasaanmu" ucapku
"kau tahu darimana soal itu?" tanya Izumi dan menatapku tajam
"um... saat kau pergi, ada hantu yang menjelaskan itu padaku..." ucapku
"dan kau percaya dengan omongannya?" tanya Izumi
setelah aku mengatakan itu, Izumi malah tertawa.
"hey, apa yang lucu?" tanyaku kesal
"aku tidak selemah itu. kalau hanya perlu membawamu dari sini ke rumah sakit dan sebaliknya, itu takkan membuatku kelelahan" ucap Izumi dengan senyum percaya dirinya
aku hanya bisa tersenyum saja. aku sadar meskipun aku lari, dia pasti akan menangkapku dengan cepat.
kami terus berjalan. setelah masuk hutan cukup dalam dan terlihat sangat sunyi, Izumi tiba-tiba memelukku dengan erat dari belakang.
aku terkejut dan langsung menepis tangan Izumi. aku berbalik menghadap Izumi.
"apa yang kau lakukan?!" teriakku
"tentu saja membawamu ke rumah sakit, kan?" ucap Izumi bingung
aku semakin bingung
sesaat kemudian, aku baru menyadari ternyata kami sudah tidak di hutan lagi dan berada di suatu tempat yang luas dengan sedikit pepohonan.
__ADS_1
"lho?" aku kebingungan
"aku kan sudah bilang akan membawamu" ucap Izumi dengan wajah heran
"jika kau ingin teleportasi, setidaknya beritahu aku dulu! jangan membuatku jadi salah faham" ucapku
"lagian, dulu saat teleportasi kau hanya memegang tanganku saja" ucapku yang masih belum memperhatikan sekitar dengan cermat
"itu berbeda. saat ini aku membawamu ke tempat yang jauh. aku tak bisa melakukannya hanya dengan memegang tangan!" ucap Izumi tak mau kalah
"sudahlah, kita bahas itu nanti. yang terpenting sekarang kita pergi menemui ibu---" ucapanku terpotong karena aku menendang sesuatu. saat aku lihat, ternyata aku menendang sebuah batu nisan.
tanpa kusadari, ternyata sekarang kami berada di kuburan. setelah kuperhatikan, suasananya benar-benar membuatku tertekan. aku juga dapat melihat beberapa bayangan yang berkeliaran kesana-kemari.
"ke... kenapa kita disini?" tanyaku
"awalnya aku ingin membawaku ke taman samping rumah sakit. namun jika siang hari seperti ini, orang-orang yang ada disana cukup ramai. tapi kalau di kuburan ini, jarang ada orang yang mengunjunginya. jadi aku pilih tempat ini" ucap Izumi
"tidak ada tempat lain yang sepi di sekitar rumah sakit selain disini sekarang" ucap Izumi
"kau hanya perlu terus berjalan lurus sekitar 200 meter dari sini. nanti kau akan menemukan rumah sakit itu" jelas Izumi
"ngomong-ngomong... kita sekarang berada dimana?" tanyaku
"perbatasan kota" jawab Izumi
"perbatasan kota? yang dikatakan Kagusa benar! ini pasti bukan kebetulan belaka, kan? dia pasti telah mengetahuinya sebelumnya" pikirku
aku masih melamun memikirkan hal yang dikatakan Kagusa tadi pagi, dan Izumi kembali berbicara
"oh, ya. ibuku ada di ruang rawat nomor 035. untuk berjaga-jaga, misalkan ada yang bertanya kau siapa, bilang saja kalau kau temanku atau sebagainya" ucap Izumi melirikku
"hmm... aku sebaiknya membeli buah apa ya?" tanyaku pada diri sendiri
"ibuku suka buah apel. kau beli saja itu" ucap Izumi lalu menghilang
aku belum sempat berkata apapun, tapi dia sudah pergi meninggalkanku sendirian di kuburan menyeramkan seperti ini.
"apa-apaan dia ini?! dia membawaku kemari dan sekarang meninggalkanku sendirian?!" pikirku kesal bercampur sedikit ketakutan dengan suasana di kuburan ini
meski sangat kesal, aku harus menahannya.
aku terus berjalan. selagi aku berjalan, aku mengunjungi toko buah dipinggir jalan dan membeli satu keranjang buah apel. setelah itu, aku melanjutkan perjalanan dan rumah sakit besar pun sekarang sudah ada didepan mataku.
__ADS_1