
Keesokan harinya.
Aku terbangun sangat pagi karena merasa gerah, sempit dan tidak nyaman. Sesuai dugaanku, Izumi, Hana dan Niki kembali tidur di kasurku. Ditambah lagi, posisi tidur mereka tidak ada yang benar.
Izumi tidur berkebalikan dengan posisi tidurku. Kepalanya disamping kakiku, dan juga memeluk kaki kiriku. Lalu kaki kanannya sekarang menendang daguku.
Hana tidur dengan tubuh sejajar dengan kepalaku, dan memeluk tangan kananku. Rambut Hana yang panjang juga sebagian menutupi wajahku.
Niki tidur dengan posisi yang sama dengan Hana dan Niki menjadikan tubuhku sebagai bantal.
Meski aku tidak menggunakan selimut (Karena dilepas ketiga roh ketika Yurin masih tidur) tapi aku kepanasan oleh mereka mengerumuniku.
"Mereka ini sengaja ya kompak untuk menggangguku?" Pikirku
Tiba-tiba aku langsung bangun dan berdiri sehingga membangunkan ketiga roh yang sedang terlelap tidur.
Niki terlihat kaget, Hana terganggu karena tiba-tiba terbangun, dan Izumi bengong seperti sedang mencerna situasi yang sekarang terjadi.
"Ada musuh?!" Tanya Niki
"Ada apa?..." Gumam Hana
"..." Izumi hanya diam dengan wajah terlihat mengantuk dan mengawasi sekelilingnya.
"Kelihatannya kalian nyaman sekali tidur di kasurku, ya" Ucapku
"Kak Yurin... Kakak sedang ngapain? Ayo tidur lagi..." Gumam Hana lalu kembali tidur
Setelah melihat tidak ada apa-apa, Niki kembali tidur. Begitu juga dengan Izumi.
"Mereka ini..." Gumamku dan mengepalkan tangan
"Banguuuunn!!"
Aku langsung mengangkat salah satu sisi kasurku hingga membuat mereka bertiga terjatuh.
"Kakak ngapain?" Tanya Hana sambil mengusap mata
"Kalian itu sejak kemarin mengganggu jam tidurku. Bisakah kalian berhenti datang ke sini di malam hari?"
"Aku ingin tidur yang cukup dan nyenyak. Jadi jangan datang di malam hari!"
"Atau setidaknya, walau kalian datang tapi jangan menggangguku!"
Aku sudah berkata seperti itu, tapi perkataanku percuma karena mereka kembali tidur dengan posisi masih duduk di lantai.
"Kalian dengar tidak?" Tanyaku
"Kami kelelahan karena habis melakukan tugas kami sebagai pemimpin... Tenaga dan kekuatan kami sudah terkuras sangat banyak sekali" Gumam Izumi dengan mata terbuka setengah
"Haah... Baiklah, untuk kali ini aku maafkan. Tapi untuk selanjutnya aku tidak membiarkannya"
"Terima kasih kak..." Gumam Hana
Mereka bertiga merangkak lalu naik ke kasurku dan kembali tidur.
"Dasar mereka ini. Aku mengerti kalau mereka kelelahan, tapi kenapa mereka semua datang ke sini?" Pikirku
Tring
"Hm? Siapa yang mengirim pesan pagi buta begini?" Pikirku
Aku membuka ponselku.
"Pesan dari Yui..." Gumamku
Ririn, nanti besok sekitar jam 10 kita pergi bermain yuk! Kita kan sudah lama tidak bermain disini. Mumpung kita lagi libur juga, kan. Bagaimana kalau kita shopping?
__ADS_1
"Bermain, ya. Hmmm... boleh juga. Mereka juga tidak mungkin kan mengikutiku ketika bersama Yui" Pikirku
Aku pun membalas pesan Yui.
Ok, kita bertemu di tempat biasa, ya
*
Keesokan harinya.
Ketika hari sudah jam 8, aku sudah bersiap-siap. Aku merapikan dan membersihkan kamarku, lalu pergi mandi dan menyiapkan barang yang mau kupakai dan kubawa.
"Kakak terlihat sibuk" Ucap Hana
"Iya, karena aku akan pergi dengan temanku hari ini"
"Siapa? Maksudmu perempuan berambut coklat pendek itu?" Tanya Izumi
"Benar. Namanya Ayui" Ucapku dan masih fokus merapikan rambutku.
"Heee~ Aku mau ikut~" Ucap Hana dan memegang bajuku
"Aku akan cepat kembali, kok. Aku ingin pergi berdua saja dengan Yui. Sebagai gantinya, aku akan membawa cemilan untuk kalian"
"Beneran ya, kak Yurin!"
"Iya"
"Aku tidak akan membiarkan kalian mengikutiku. Karena mereka masih kecil, mereka masih mudah untuk disogok" Pikirku
Waktu terus berlalu, dan sekarang sudah jam 9.40. Aku pun pergi untuk menemui Yui.
*
"Yui!" Panggilku
"Ririn, kau sudah datang!"
"Tidak juga. Aku juga baru sampai, kok. Kalau begitu, ayo kita jalan"
Kami pun pergi ke tempat tujuan kami yang sebenarnya, pergi ke mall terbesar di kota.
*
"Kita mau ngapain dulu?"
"Ayo lihat-lihat baju"
Kami pun berjalan-jalan memilih toko yang akan kami masuki.
"Kenapa rasanya tubuhku agak aneh, ya?"
"Sebelumnya aku baik-baik saja. Tidak mungkin aku sakit, kan" Pikirku
Yui menatapku yang sedang melamun.
"Ada apa? Apa ada barangmu yang tinggal?" Tanya Yui
"Ah, tidak. Aku hanya bingung memilih baju yang bagaimana" Ucapku
"Selera fashion Ririn itu sudah bagus. Karena itu juga aku mengajakmu shopping. Tidak usah khawatir. Apapun yang kau gunakan akan cocok padamu!" Ucap Yui semangat
"Tidak juga. Tubuh Yui lebih bagus dariku, dan wajah Yui juga cocok dengan dandanan apapun"
"Aku setuju dengan perempuan itu sih"
Aku kaget tiba-tiba muncul suara di kepalaku.
__ADS_1
"Apa? Suara barusan, itu suara Izumi!" Pikirku
"Iya, ini aku"
Aku celingak-celinguk memperhatikan sekitarku mencari Izumi tapi tidak bisa menemukannya.
"Aaah, Izumi masuk ke tubuhku lagi?!" Pikirku teriak
"Berisik! Jangan berteriak!"
"Apa yang kau lakukan?! Cepat keluar dari tubuhku!"
"Tidak mau~ Aku akan terus disini~"
"Sudah kubilang jangan menggangguku!!"
Aku dan Izumi bertengkar dengan berbicara melalui kepalaku. Meski mulutku tidak mengeluarkan suara, namun tingkahku jadi terlihat aneh mengikuti emosiku.
"Ada apa? Daritadi kau terlihat aneh"
"Ti... tidak apa-apa. Aku mau ke toilet dulu" Ucapku gugup lalu meninggalkan Yui yang masih kebingungan
*
Di toilet wanita.
"Cepat keluar dari tubuhku!!"
"Kenapa aku harus mengikuti kemauanmu?"
"Ini tubuhku! Aku berhak mengendalikan tubuhku sesukaku tanpa dikendalikan siapapun, termasuk kau!!"
"Aku tidak akan mengambil alih kesadaranmu. Tenang saja, aku cuma numpang istirahat saja disini sambil melihat-lihat hal yang kau lihat"
"Tetap saja! Ini pertemuan pribadi aku dan Yui! Masa' kau mau ikut campur pertemuan dua perempuan?!"
"Tidak peduli~ Lagian, aku juga bukan manusia. Tidak hanya aku, ada banyak roh laki-laki lainnya disini"
"Kumohon kembalilah! Jika kau terus di tubuhku, bisa saja aku jadi berpikir kau itu penguntit mesum!"
"Citraku sejak awal sudah buruk. Aku tidak ada niat memperbaikinya dan aku juga tidak masalah jika orang lain menganggapku lebih buruk lagi"
Aku sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
"Aku... Aku akan memberimu apapun jika kau mau keluar dari tubuhku..."
"Sungguh? Apapun, ya. Aku hanya akan mengatakannya sekali dan tidak akan mengubah permintaanku"
"Asalkan itu bukan permintaan aneh"
Izumi pun keluar dan sekarang berdiri di hadapanku.
"Ok, aku sudah keluar sekarang. Dan permintaanku, aku mau istirahat di tubuhmu" Ucap Izumi lalu masuk lagi ke tubuhku
"Apaaaa?! Aku kan sudah bilang jangan permintaan yang aneh!" Pikirku teriak
"Aku juga ingin melihat-lihat. Selama ini kita bertemu di rumahmu atau di sekitar sekolah saja, kan"
Aku pun teringat kembali percakapan kami kemarin yang terputus.
"Benar juga, waktuku main dengan Izumi terbatas..." Pikirku
"Aku bisa dengar, lho~" Ucap Izumi bernada
"Baiklah, karena aku masih memikirkan pertemanan kita, untuk kali ini saja aku akan ijinkan" Ucapku
"Memang Yurin yang terbaik~"
__ADS_1
"Dasar! Sifat mengesalkannya kapan hilangnya, sih?!" Pikirku geram
"Aku bisa dengar"