
5 hari berlalu. namun Izumi masih belum kembali juga. semua hantu sekolah telah mencari Izumi kemana-mana, namun tetap tak menemukannya. di sekolah saat jam istirahat, aku sempat mencari Izumi. namun hasilnya tetap saja.
"seandainya kau dan pemimpin tidak ada 'ikatan', aku pasti akan mengira telah terjadi sesuatu yang sangat sangat buruk pada pemimpin" ucap seorang hantu yang menemaniku mencari Izumi
"apakah kau bisa sedikit menjelaskan kehidupan Izumi saat sekolah disini dulu? mungkin saja ada petunjuk dimana Izumi sekarang" ucapku
"sayangnya tidak bisa. kami tidak bisa menjelaskan apa-apa padamu. setelah Izumi menjadi pemimpin, hal pertama yang ia lakukan pada kami adalah menutup mulut kami soal kehidupannya dulu. jika kami melanggarnya, kami akan terkurung diruangan gelap dan sempit dalam waktu lama" ucap hantu itu
"baiklah, aku mengerti..." ucapku
"omong-omong, siapa namamu?" tanyaku
"kita sudah sangat sering bertemu sejak dulu. waktu itu, saat aku di hutan bersama Izumi, kau juga ada di sana ikut menjelaskan soal roh baik dan jahat padaku, sebelumnya juga kau memperingatkanku untuk tidak membicarakan tentang kehidupan Izumi, dan lainnya. agak aneh jika aku tidak tahu namamu" ucapku
"ah, benar juga" ucap hantu itu
"perkenalkan, namaku adalah Kagusa. Ikawa Kagusa" ucap kagusa
"namaku Asahi Yurin. senang berkenalan denganmu, Kagusa" ucapku
setelah itu, kami hanya berkeliling-keliling lingkungan sekolah saja. aku sudah menduga kami takkan menemukan Izumi semudah itu dan aku juga tak terlalu berharap dapat menemukannya.
"aku lelah..." pikirku
sepulang sekolah, aku masuk ke hutan, tempat aku dan Izumi bertemu dulu untuk menenangkan diri.
dan... aku dikagetkan oleh sosok pria berambut hitam yang sekarang duduk membelakangiku. dia adalah Izumi
"dia ada disini?!" pikirku kaget
"Izumi!" panggilku
Izumi tampak kaget saat aku memanggilnya dan dengan cepat menoleh ke arahku.
dan aku kembali dikejutkan oleh Izumi.
mata Izumi berwarna merah gelap yang berarti roh jahatnya sedang menguasainya. namun, mata merahnya itu mengeluarkan air dan terlihat sangat menyedihkan. sungguh pemandangan yang sangat langka.
"a... ada apa?" tanyaku
Izumi kembali menghadap kedepan dan hanya diam saja.
aku pun menghampiri Izumi dan duduk di sebelahnya.
"hey, ada apa?" tanyaku
Izumi masih tetap diam saja.
"lebih baik nanti saja aku bertanya dia dari mana saja selama ini. sekarang aku tenangkan dia dulu" pikirku.
"apa terjadi sesuatu padamu? ceritakan saja padaku" ucapku sambil menepuk-nepuk bahunya
__ADS_1
Izumi masih tidak menjawab dan malah sekarang air matanya terus mengalir tanpa henti.
"a... apakah aku malah membuatnya semakin sedih??!" pikirku khawatir
"bodohnya aku! dia sedang sedih begini, tapi kau malah mendekatinya?! dia perlu waktu untuk sendirian!" pikirku
"maaf, aku malah mengganggumu. aku akan pergi sekarang" ucapku dan bersiap untuk pergi
saat aku berdiri, Izumi malah menahan tanganku.
"apa? dia ingin aku disini?" pikirku
"kau ingin aku tetap disini?" tanyaku
Izumi hanya diam
"baiklah, aku anggap kau meng-iyakannya" ucapku lalu kembali duduk.
suasananya sangat canggung. aku tidak tahu harus berkata apa. karena setiap aku bicara, aku akan diabaikannya.
karena situasi semakin canggung, aku memberanikan diri untuk bicara
"em, Izumi... kenapa denganmu? apa yang terjadi?" tanyaku
mulut Izumi terbuka, tapi ia tak mengatakan apa-apa. lalu, perlahan-lahan tubuhnya bergoyang dan akan jatuh ke belakang.
"gawat! kepala dan punggungnya akan terbentur!" pikirku
"dia tertidur?" pikirku
aku merapikan posisi Izumi agar ia nyaman dan membuat pahaku menjadi bantalnya.
tak lama setelahnya, Izumi bangun dengan bola mata menjadi biru kembali.
"lho? aku kenapa?" gumam Izumi sambil memegang kepalanya
"akhirnya kau sadar. tadi roh jahatmu yang menguasai dirimu. lalu tiba-tiba kau terjatuh dan tertidur. jadi aku memangku dan menunggumu disini" jelasku
"oh, iya. aku sudah ingat sekarang" gumam Izumi
Izumi bangun dan duduk di sebelahku
"jadi, selama ini kau pergi kemana? aku dan hantu-hantu yang lainnya kewalahan karena terus mencarimu" ucapku
"beberapa hari ini aku sedang menemui seseorang" ucap Izumi dengan sedikit gelisah.
aku melirik ke arah tangan Izumi. tangannya saling menggenggam dengan erat. seperti sedang menahan sesuatu.
"seseorang? apakah kau menemui temanmu?" tanyaku
"bukan" jawab Izumi singkat
__ADS_1
"lalu siapa?" tanyaku
"ibuku" jawab Izumi
aku terkejut
"ibu? benar juga, Izumi tak pernah bicara soal keluarganya. apa ibunya tahu Izumi seperti ini?" pikirku
"memangnya... ibu Izumi kenapa?" tanyaku ragu
"beberapa hari lalu penyakit ibu kambuh lagi dan keadaannya menjadi kritis. jadi aku terus menjaganya di rumah sakit dan berharap dia baik-baik saja" ucap Izumi
"karena itu... tadi Izumi menangis?" pikirku
"apa ibu Izumi tahu kalau Izumi menemuinya?" tanyaku
"tentu saja dia tidak tahu. yang dapat melihatku hanya kamu saja" ucap Izumi
"kupikir jika sedarah, dia juga bisa melihat Izumi" pikirku
"lalu, Izumi... lain kali jika Izumi ingin pergi seperti ini, beri tahu aku atau yang lainnya agar kami tidak khawatir" ucapku
"iya..." ucap Izumi
"besok aku akan pergi lagi. aku masih harus menjaga ibu" ucap Izumi
"hanya kau sendiri yang menjaga ibumu?" tanyaku
"iya" jawab Izumi
"bagaimana dengan ayahmu atau keluarga ibumu? mereka tidak menjenguk ibumu?" tanyaku
"ayah sudah meninggal sejak aku masih kecil. lalu keluarga ibu tidak pernah menjenguk ibu sejak ibu mulai sakit" ucap Izumi
hatiku terasa seperti disayat oleh pedang. hanya dengan mendengar ceritanya saja rasanya aku ingin menangis
"aku sangat penasaran... kehidupan seperti apa yang Izumi jalani sebenarnya?" pikirku
"Izumi, bolehkah aku ikut denganmu untuk menemani ibumu di rumah sakit?" tanyaku
"meskipun kau ada disana, misalkan terjadi sesuatu pada ibumu, kau tak bisa meminta pertolongan orang lain jika sendirian, kan" ucapku
Izumi berpikir sejenak
"tapi jaraknya dari rumahmu sampai rumah sakit itu lumayan jauh" ucap Izumi
"tak masalah! aku bahkan berani pergi ke rumah nenekku sendirian saat aku baru kelas 6 sekolah dasar. jaraknya juga sangat jauh!" ucapku percaya diri
"kalau begitu, setelah kau pulang sekolah, aku akan menunggumu di depan gerbang sekolah" ucap Izumi
"ya!" ucapku
__ADS_1
"sebenarnya... orang seperti apa ibu Izumi itu?" pikirku