Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Dikhianati


__ADS_3

Ceklek... Tap... Tap... Tap... Tap... Currrrr...


Terdengar sekelompok orang masuk kedalam toilet lalu menghidupkan keran untuk mencuci tangan.


Mereka sibuk tertawa terbahak-bahak sambil memainkan air.


"Dia bodoh sekali! Saking bodohnya, aku jadi kaget. Hahahaha!"


"Benar sekali~"


"Eh, disini tidak ada orang lain, kan? Bahaya kalau ada yang dengar~"


"Tidak ada, tenang saja~"


"Suara ini... Dia teman Reiya!" Pikirku kaget


"Siapa yang dia bicarakan? Aku? Tapi di bagian mananya aku yang terlihat bodoh? Apa karena tidak melawan mereka?" Pikirku


"Kalau aku keluar sekarang malah akan membuatku akan dikeroyok mereka. Jadi lebih baik diam saja seakan tidak ada siapapun kecuali mereka disini"


"Dan untuk jaga-jaga, lebih baik merekam pembicaraan mereka" Pikirku lalu mengeluarkan HP dari saku


Aku terus diam menunggu mereka keluar.


"Si Reiya itu, kalau aku jadi dia, aku tidak akan jadi bodoh sepertinya. Dengan latar belakangnya itu, dia bisa melakukan semuanya sesukanya"


"Dia terlalu polos~ Saking polosnya malah jadi bodoh, hahahaha!"


"Sangat mudah diperas. Dibaikin sedikit dia langsung seperti akan memuja kita, menuruti semua perkataan kita"


"Sebelumnya juga aku berbohong pura-pura tidak membawa uang, dan dia mau mentraktirku makan makanan mewah. Bodoh sekali, bukan?"


"Soal Yurin itu juga! Aku sedikit menghasut dia, dan dia langsung percaya dengan ucapanku! Hahahaha"


"Iya! Aku benci dengan Yurin itu. Cuma karena ranking 1 di kelasnya dia jadi belagu. Saat membicarakan itu ke Reiya, dia langsung percaya"


"Syukurlah, rasa kesal kita semua terhadap Yurin itu sekarang dilimpahkan ke dia sendiri, dan kita hanya akan terlihat seperti bawahan yang mengikuti atasan saja"


"Benar-benar bodoh~"


"Tapi itu bagus, kan? Kedepannya dia masih akan sangat berguna apalagi dimasa ulangan ini. Sebelumnya aku meminta jawaban untuk ulangan selanjutnya, dan dia memberikannya~"


"Apa? Bagi padaku doong~"


"Baiklah, akan kuberi saat kita kembali ke ruang ulangan. Sekarang ayo kembali, nanti Reiya curiga karena kita terlalu lama menghilang"


"Ayo, ayo~"


Mereka semua pun keluar dari toilet.


"!!!"


Deg... Deg... Deg...


Aku kaget sekaligus tegang karena mendengar sesuatu yang tidak seharusnya kudengar.

__ADS_1


Dengan pose yang masih kaget, aku menekan HP-ku untuk menghentikan rekaman suara.


"Reiya.... Dikhianati oleh temannya! Lalu masalah Reiya yang menuduhku mengepek itu juga masih ada campur tangan mereka" Pikirku


"Aku perlu berbicara dengannya nanti. Ini juga agar hubunganku dan dia membaik!" Pikirku


Aku perlahan keluar dari toilet sambil memperhatikan sekeliling memastikan teman-teman Reiya sudah tidak ada lagi. Setelah memastikan mereka tidak ada, aku langsung buru-buru kembali ke kantin.


Ketika aku kembali ke kantin, Yui langsung mengomeliku.


"Kau lama sekali, Ririn. Aku hampir lumutan hanya karena menunggumu saja!"


"Bukan itu yang penting sekarang!" Teriakku


"Apa maksudmu?" Tanyanya


Aku langsung tersentak.


"Tidak boleh mengatakannya dulu. Tunggu sampai aku berbicara berdua dengan Reiya dan memastikannya, baru katakan pada Yui" Pikirku


"Tidak, bukan apa-apa"


*


Disaat waktu pulang hampir tiba, pemikiranku jadi terfokus pada Reiya.


"Pulang ini.... Saat pulang aku harus mencegatnya lebih dulu sebelum dia bergabung dengan teman pengkhianatnya" Pikirku


Tak lama kemudian, bel pertanda waktunya pulang telah berbunyi.


"Waktunya sudah habis, letakkan pena dan kumpul ulangannya"


Aku dengan cepat mengumpulkan kertas ulangan dan keluar kelas lebih dulu menunggu Reiya keluar.


Saat Reiya berjalan melewatiku dan mencoba menyenggolku menggunakan bahunya, aku langsung menarik tangannya dan menyeretnya pergi.


"Ap... Apa yang kau lakukan?!" Teriak Reiya


Reiya berusaha melepaskan diri dariku, tapi tubuh nona ini lebih lemah dariku, jadi dia tidak bisa melawan.


Aku menyeretnya naik ke atap gedung sekolah. Di atap sudah pasti sepi karena murid-murid sudah akan pulang.


Setelah sampai di atap, Reiya pun marah.


"Apa-apaan ini?! Apa maumu membawaku kesini? Mau membunuhku dengan mendorongku jatuh ke bawah?!" Teriaknya


"Sayangnya aku masih waras dan tidak ada untungnya membunuhmu" Jawabku


"Kalau begitu apa maumu membawaku kesini?!" Tanyanya dengan suara tinggi


"Aku ingin bertanya...."


"Apa alasanmu tidak menyukaiku?" Tanyaku


Reiya tersentak.

__ADS_1


"Tentu saja karena kau mengepek saat ulangan, tidak tahu diri, berani bicara kasar padaku" Jawabnya tegas


"Kalau cuma itu, artinya kau baru membenciku disaat ulangan ini, kan? Karena sebelumnya kita tidak ada masalah apapun"


"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?!" Tanyanya kesal


"Aku ingin tahu, apa ada orang yg memberi tahumu kalau aku mengepek? Karena aku yakin kau tahu aku tidak mengepek saat ulangan hari pertama sebelumnya"


"Ya! Aku dengar dari temanku! Dia bilang kau pakai cara curang, makanya ranking 1!" Teriaknya


"Lalu kalian sendiri? Memangnya kalian tidak curang?" Tanyaku


Reiya kembali tersentak untuk kedua kalinya.


"Cepat katakan apa maumu membawaku kesini! Jangan bertele-tele!" Teriaknya


"Sebelum ke pembicaraan utama, ada yang harus aku pastikan lebih dulu, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang aku tanyakan ini" Jawabku


"Kalau kau ingin aku cepat mengatakan apa mauku membawamu kesini, maka kau juga cepat jawab pertanyaanku"


"Akan aku anggap jawaban dari pertanyaanku sebelumnya itu kalian memang berbuat curang, aku akan lanjut ke pertanyaan selanjutnya"


"Apa kau percaya dengan temanmu itu?" Tanyaku


Reiya menggeram lalu mendekatiku dengan kesal. Dia bersiap untuk memukulku tapi aku menahan tangannya lebih dulu.


"Oh? Sebenarnya kau tidak percaya dengan teman-temanmu?" Tanyaku


"Aku percaya! Aku percaya pada teman-temanku! Mereka orang baik!" Teriaknya


"Tapi, kau bilang kau tidak menyukaiku karena kau mengira aku mengepek, tidak tahu diri, dan berani bicara kasar padamu"


"Apa hubungannya temanku dengan alasan aku tidak menyukaimu?!" Tanyanya


"Bukankah.... Temanmu itu sama persis dengan yang kau sebutkan itu?" Tanyaku


"Apa maksudmu?" Tanyanya


"Aku tidak bermaksud merusak hubungan pertemanan kalian, tapi mereka tidak sebaik yang kau pikirkan" Ucapku lalu mengeluarkan HP dan menghidupkan rekaman suara yang kuambil dari toilet sebelumnya.


Reiya tercengang begitu mendengar suara teman-temannya yang menghinanya di belakang.


Dia mematung dengan ekspresi tidak percaya, lalu jatuh terduduk.


"Dari mana.... Kau mendapatkannya?" Tanyanya dengan suara kecil


"Aku tidak sengaja... Mendengarnya di toilet tadi saat istirahat" Jawabku


"Kenapa kau memberi tahuku? Apa ini caramu untuk membalas dendam padaku?" Tanyanya


"Tidak ada orang yang balas dendam dengan cara ini"


Reiya terdiam.


"Aku tahu..." Gumamnya

__ADS_1


"Aku tahu mereka sebenarnya tidak sebaik itu"


__ADS_2