
*
1 bulan kemudian, saat aku sedang bersantai duduk di meja tempatku, datang roh asing itu kembali.
"Arato Izumi, bagaimana? Apa kau mau?" Tanyanya
Aku merasa sangat jengkel dengan keberadaan dia.
"Pergi dari hadapanku!!" Teriakku
"Penipu, aku mengagumi kejujuranmu sebelumnya, tapi karena kejujuranmu itu, aku tidak mau. Dan bahkan jika kau tak mengatakannya pun aku tidak akan---"
"Aku memang tidak berbohong dan aku bukan penipu" Jawabnya cepat dan memotong ucapanku
"...." Aku terdiam sejenak sambil menatapnya bingung
"Kalau begitu, kenapa kau segitu ingin aku jadi tangan kanan pemimpin roh jahat?" Tanyaku
"Kau orang yang tepat. Hanya itu" Jawabnya singkat
"Maksudmu, karena aku roh baru jadi aku mudah dihasut, begitu?" Tanyaku
"Tentu tidak"
"Jadi apa alasan kau memilihku? Karena kau mau melenyapkanku?" Tanyaku
"Sudah kubilang, aku memilihmu karena kau orang yang tepat. Aku juga tidak ada niat melenyapkanmu"
"Sudah cukup. Aku tidak mau bicara denganmu lagi" Ucapku datar dan bersiap pergi
"Sepertinya kau tidak mau jadi tangan kanan pemimpin roh jahat, ya" Ucapnya datar
"Benar. Jadi berhentilah menemuiku! Berapa kali pun kau memintanya jawabanku tetap sama" Ucapku dan keluar dari kelas yang kosong itu.
*
Hari-hari terus berlalu dan roh asing itu tidak menemuiku lagi setelahnya.
1 bulan kemudian, terdengar kabar kalau pemimpin roh jahat lenyap ditangan pemimpin roh baik.
Aku pun jadi mengerti kenapa roh asing sebelumnya menyuruhku jadi tangan kanan roh jahat. Itu karena dia mau memintaku melindungi pemimpin roh jahat dari pemimpin roh baik.
"Si penipu itu mau main-main denganku rupanya. Dia menyuruhku melindungi roh yang bahkan tidak kukenal. Sekali lagi jika aku bertemu dengannya, akan aku lenyapkan dia" Pikirku marah
Para roh lainnya juga mulai berhenti mengajakku masuk kelompok mereka.
Tentunya, terorku jadi makin lancar dan membuat kepala sekolah makin berusaha keras mengusirku.
Hingga di akhir tahun ajaran ini, hampir seluruh murid yang sekelas denganku dulu sudah mati. Aku masih merasa tidak puas karena diantara banyaknya yang mati itu, Kirian tidak termasuk.
Emosiku jadi makin naik turun mengingat Kirian yang lari begitu saja dari sekolah.
Lalu... Saat hari ulang tahunku yang ke-16 tahun dan juga 2 tahun aku jadi roh, roh asing itu kembali datang padaku.
__ADS_1
Ngunggg....
Di tangan roh asing itu ada sebuah kristal merah yang sangat bersinar dan mengeluarkan aura yang sangat kuat.
"Selamat ulang tahun ke-16 tahun dan yang ke-2 tahun sebagai roh, Arato Izumi. Aku sudah menyiapkan hadiah untukmu"
"Arato Izumi, aku berikan padamu kristal hati merah, jadilah pemimpin roh jahat" Ucapnya sambil menyodorkan kristal hati merah di tangannya.
"Jangan bercanda!!" Teriakku kesal dan melemparkan serangan padanya
Trang!!
Muncul sebuah pelindung didepan roh asing itu dan menangkis seranganku.
"Arato Izumi, aku tidak ada niat buruk padamu. Jadilah pemimpin roh jahat di sekolah ini"
"Aku tidak tertarik!! Masih banyak roh lain yang usianya puluhan bahkan ratusan tahun yang ingin jadi pemimpin. Kenapa harus aku yang baru 2 tahun jadi roh!!" Teriakku
"Kau tidak sebanding dengan mereka semua" Jawabnya santai
"Omong kosong! Tipuan apa lagi yang kau luncurkan padaku!! Kau menyuruhku jadi tangan kanan pemimpin roh jahat sebelumnya, itu karena kau menyuruhku untuk melindunginya dari pemimpin roh baik, kan?!" Tanyaku
"Aku berdiri sendiri! Aku tidak memiliki atasan, bawahan ataupun rekan!"
Aku langsung menyerangnya secara brutal, tapi dia dengan santai menanggapi semua seranganku dengan mudah.
Aku mulai merasa ada yang aneh dengannya. Aku pun menyudahi serangannya dan menjaga jarak.
Roh itu menghela nafas panjang, lalu berjalan mendekatiku dan menampakkan wajahnya.
"Matanya bukan merah. Dia roh baik?" Pikirku kaget
"Ada kesalahpahaman diantara kita, ya. Sepertinya sudah saatnya aku memperkenalkan diri"
"Seperti yang kau lihat, aku adalah roh baik"
"Tepatnya... Pemimpin roh baik, Ikawa Kagusa"
"Pemimpin... Roh baik?!" Pikirku kaget
"Ya! Akulah yang melenyapkan pemimpin roh jahat sebelumnya. Aku memintamu jadi tangan kanannya sebelumnya untuk membantuku melenyapkannya, bukan melindunginya"
"Sekarang dia sudah tidak ada. Aku ingin bekerjasama denganmu, Arato Izumi" Ucapnya dan menyodorkan kristal hati merah itu
Aku mengernyitkan dahiku dan menepis tangannya hingga kristal itu terjatuh.
"Berisik!! Aku bilang tidak mau, ya tidak mau!!" Ucapku emosi
"Hanya kau yang bisa kuajak kerja sama untuk memimpin wilayah sekolah"
"Wilayah ini dalam masa kritis. Wilayah yang tersisa hanya sekitaran sekolah dan posisi pemimpin roh jahat kosong. Kalau dibiarkan makin lama, wilayah sekolah akan musnah" Jelas Kagusa
"Aku tidak peduli!! Selama aku masih bisa menempati tempat ini dan meneror manusia menjijikkan itu, aku tidak peduli wilayah ini adalah wilayah sekolah atau apapun itu!!"
__ADS_1
Zuuunggg!!
Kagusa mengumpulkan kekuatannya dan menyerangku.
Aku langsung menepis serangannya dan bersiap melawan balik.
"Kau terlalu sombong, Arato Izumi! Kau juga sangat naif dan egois. Lihatlah dirimu yang sekarang. Kau jadi seperti ini karena emosi yang tidak bisa kau kontrol, tapi kau malah menyalahi manusia dan membunuhnya"
Aku menggertakkan gigi dan menatapnya tajam.
"Memangnya kau tahu apa tentangku?! Jangan bicara seolah kau tau apa yang aku alami!!" Teriakku
"Aku tahu" Jawabnya santai
"Sebagai pemimpin roh, aku salah satu yang akhirnya bisa membangkitkan kekuatan khusus pemimpin"
"Dan kekuatan khususku... Bisa melihat manusia yang akan menjadi roh dan melihat masa lalu dari manusia yang akan jadi roh itu"
"Seminggu sebelum kau mati, aku sudah tau kau akan mati tidak lama setelah aku melihat aura dari roh mu. Saat itulah, aku melihat masa lalumu secara lengkap"
Kagusa menutup matanya lalu kembali membuka matanya. Kini matanya berubah jadi warna hijau cerah dengan cahaya kuning.
"Arato Izumi, seorang putra tunggal dari pasangan yang tidak harmonis. Tidak pernah mendapat kasih sayang dari sang ayah. Lalu di usianya ke-8 tahun, dia tak sengaja membunuh ayahnya. Karena kejadian itu, ibunya mengalami depresi berat hingga ibunya membencinya"
"Setelahnya, dia tinggal di tempat kakeknya beberapa saat lalu diberikan pada keluarga musuh. Di sekolah maupun di rumah dia terus mendapat siksaan fisik maupun mental hingga membuatnya ingin bunuh diri. Meski begitu dia tetap bertahan hidup hingga akhirnya dibunuh oleh kakak angkatnya"
"Benar seperti itu, kan?" Tanya Kagusa
Emosiku makin meluap karenanya.
Dengan cepat aku langsung menyerang Kagusa sekuat tenaga.
"Daritadi kau terus berbicara omong kosong!!" Teriakku
Terjadi pertikaian serius diantara kami.
Kami terus bertarung berjam-jam hingga kekuatanku mulai habis. Tapi Kagusa masih segar dan tidak terlihat lelah.
"Sekarang kau sudah bisa diam, kan?" Tanya Kagusa
"Jadilah pemimpin roh jahat dan bekerjasama denganku. Ketika kristal hati merah masuk ke tubuhmu, kau akan mendapat kekuatan yang sangat besar, berkali-kali lipat lebih besar dari yang sekarang"
"Aku tidak mau!! Aku ada disini hanya untuk membalaskan dendamku pada manusia di sekolah ini!!" Teriakku
Seketika Kagusa terdiam sambil menatapku lekat.
Terlihat jelas kalau ada sebuah pemikiran terlintas di benaknya. Kagusa pun memilih mengungkapkan pemikirannya itu.
"Arato Izumi, apa hanya itu yang ada di pikiranmu yang sekarang?" Tanya Kagusa
"Tentu saja!! Memangnya apa lagi yang perlu ku pikirkan?!"
"Ibumu, apa kau tidak terpikir soal ibumu selama 2 tahun kau jadi roh?" Tanyanya
__ADS_1
Aku langsung tersentak.
"Ma... ma?"