Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Menjadi roh: Perang untuk Kebangkitan


__ADS_3

*


Keesokan harinya, sekumpulan perwakilan dari roh baik dan jahat menemuiku di halaman pada kastil utama kepemimpinan untuk mendengar penjelasanku mengenai strategi perang yang akan dilaksanakan.


"Perhatian, semuanya! Sebentar lagi kita akan memulai perang dengan wilayah tenggara yang juga mengalami kritis. Kita akan menggunakan kesempatan ini untuk membangkitkan wilayah sekolah"


Mereka semuanya langsung heboh.


"Apa maksud anda kritis? Wilayah itu terlihat baik-baik saja" Tanya seorang roh baik


"Mereka aslinya mengalami krisis karena terlalu sering terjadi perang saudara. Pemimpinnya membuat seakan wilayahnya baik-baik saja untuk menghindari perang"


"Di kesempatan inilah kita akan mengambil kesempatan. Perang saudara itu membuktikan mereka tidak memiliki kesatuan dan kepercayaan satu sama lain. Akan lebih mudah untuk kita menyerang"


Keadaan menjadi kasak kusuk saling berbisik satu sama lain.


"Maaf telah meragukannya, tapi apa ada sebuah bukti yang bisa digunakan untuk meyakinkan kami kalau wilayah itu sedang kritis?" Tanya seorang roh jahat


"Benar! Wilayah itu besar. Kami tidak ingin lenyap sia-sia karena kesalahan pemimpin baru yang tidak kompeten" Sahut roh jahat yang lain


Aku menatap mereka tajam hingga membuat mereka merinding dan bungkam. Setelahnya aku menghela nafas panjang.


"Karena itulah aku menyuruh kalian kemari" Ucapku datar


Aku pun mulai menjelaskannya pada mereka sama seperti saat aku menjelaskannya ke Kagusa dan Kei kemarin.


Setelah beberapa saat kami saling melempar pertanyaan dan beberapa saat berdebat, akhirnya situasi kembali tenang dan mereka percaya dengan ucapanku.


"Jadi tuan pemim--- maksudnya Izumi, apa yang perlu kami lakukan?" Tanya seorang roh baik


"Kalian melakukan perang seperti biasa. Hanya saja pemimpin perang bukan aku, tapi Kei. Aku akan berbaur ikut di barisan penyerang bersama kalian semua"


Keadaan kembali kasak-kusuk.


"Aku akan memberi surat pengajuan perang pada mereka 1 hari sebelum penyerangan dilakukan. Dan setelahnya kalian serang mereka dengan membabi buta dan buat kerusuhan disana"


"Kenapa harus memberi surat pengajuan perang? Lebih baik langsung serang saja" Tanya seorang roh baik


"Surat itu untuk membuat mereka ragu. Pemimpin mereka pasti bingung surat itu sungguh-sungguh atau hanya lelucon anak-anak. Aku sengaja memberi mereka selang waktu 1 hari. Ditengah kebingungan dan persiapan yang belum matang kita akan menyerang mereka"


"Serangan yang membabi buta dari kita akan membuat pemimpinnya panik dan mengerahkan semua roh yang tersisa untuk balik melawan"


"Disaat itulah aku akan mengambil kesempatan itu untuk menyerang wilayah yang kosong penjagaan. Sedikit demi sedikit aku akan melahap wilayah itu dan melenyapkan pemimpinnya"


Mereka semua terdiam mencoba menyerap dan memahami penjelasanku.


"Izumi, apa kau akan menyerang pemimpin mereka sendirian?" Tanya roh jahat


"Ya. Aku seorang sudah cukup. Kalian hanya perlu fokus pada tugas masing-masing"


"Dan yang paling penting, kembalilah dengan jiwa yang masih utuh. Wilayah ini memerlukan kalian semua untuk bangkit. Mohon bantuannya untuk kalian semua"


Mereka semua tersentak seakan tak menyangka kata-kata itu keluar dari mulutku.


Serempak mereka semua langsung berjongkok memberi hormat padaku.


"Terima kasih telah mengkhawatirkan kami. Kami akan berusaha keras membangkitkan wilayah ini!" Teriak mereka serempak dan semangat


"Ya. Ayo sama-sama bangkitkan wilayah ini untuk kita semua"


"Hidup pemimpin Izumi! Hidup pemimpin Izumi!!"


Mereka langsung berteriak semangat.


*


Aku, Kagusa dan Kei mulai sibuk untuk persiapan perang.


Setelah semuanya sudah siap, aku pun memutuskan untuk mengabari pemimpin dari wilayah yang akan ku serang tersebut.


Hari ke-6, aku menulis surat dan mengirimnya untuk kedua pemimpin dari wilayah tenggara.


Aku tersenyum puas dengan hasil tulisanku.


*

__ADS_1


**


Di sisi lain, kastil utama kepemimpinan wilayah dari tenggara...


Tampak 2 roh laki-laki dan perempuan sedang duduk saling berhadapan satu sama lain dengan serius. Diketahui kalau ternyata si laki-laki adalah pemimpin roh jahat, dan perempuan adalah pemimpin roh baik.


Pemimpin roh baik dan jahat dari wilayah itu sedang melakukan rapat serius. Namun tiba-tiba muncul sepucuk surat dan perlahan turun mendarat ke meja diantara kedua pemimpin.


Di surat itu tertulis, "Untuk pemimpin roh baik dan jahat wilayah dari tenggara"


Kedua roh saling menatap bingung.


"Bagaimana kalau kita lihat surat ini lebih dulu baru lanjutkan diskusinya. Mungkin ini surat penting karena langsung terkirim pada kita" Ucap pemimpin roh jahat


"Aku setuju denganmu"


Pemimpin roh jahat berjalan mendekat ke pemimpin roh baik. Mereka bersama-sama membuka dan membaca surat itu.


...Halo,...


...Aku adalah pemimpin baru dari wilayah sekolah, Arato Izumi. Senang berkenalan dengan kalian. Sebagai pemimpin dari wilayah tetangga, aku ingin akrab dengan kalian, namun situasinya tidak memungkinkan kita untuk akrab....


...Tujuanku mengirim surat ini adalah untuk memberitahukan pada kalian kalau aku mengajukan perang dengan wilayah kalian. Dalam waktu dekat aku dan pasukanku akan menyerang wilayah kalian....


...Untuk itu, harap sambut kedatangan kami dengan baik dan relakan wilayah kalian untukku. Aku tidak ingin meninggalkan kesan buruk pada tetangga sendiri :)...


...Tolong jangan memendam rasa tidak suka dan dendam pada kami :b...


...Dari Pemimpin wilayah sekolah, Arato Izumi. Untuk tetangga tercinta....


Itulah isi surat yang kutulis dan membuat mereka berdua membatu tak bergerak dan tak bisa berkata-kata.


"A... Apa-apaan isi surat ini?!" Ucap pemimpin roh baik tak percaya


Izumi berhasil membuat kedua pemimpin itu kebingungan.


*


**


Dengan Kei yang memimpin pasukan, kami mendobrak masuk dengan paksa ke wilayah itu.


Sontak kami semua langsung membuat kekacauan dan melenyapkan tiap ada roh yang kami lihat seperti hewan buas yang kelaparan.


Disaat itulah,pemimpin roh jahat wilayah itu datang.


Dengan wajah sangar dia menatap tajam Kei yang memimpin pasukan.


"Jadi kau adalah Arato Izumi itu? Kau berani main-main dengan kami?!" Teriaknya murka


Tentu saja, Kei yang tak tahu apa-apa hanya menatap pemimpin roh jahat itu dengan bingung.


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tapi yang pasti wilayah ini akan menjadi milik kami" Ucap Kei tegas


"Kau bocah kecil terlalu dini untuk melakukan perang! Kalian semua juga tidak punya otak sampai mau dipimpin oleh roh tak becus begitu!!" Teriaknya


"Baguslah! Walau kecil tapi setidaknya wilayah kalian bisa menambah pemasokan wilayah kami"


"Kalian semua sekarang---"


"Serang!!!" Teriak Kei tiba-tiba tanpa mempedulikan ucapan pemimpin roh jahat itu.


Langsung saja, semuanya dengan semangat menyerang.


Keadaan jadi kacau. Kedua pihak saling serang sekuat tenaga mereka.


Dan kelanjutannya berjalan sama seperti rencanaku. Saat kulihat para roh sebagian besar sudah berkumpul di satu titik yang sama, aku teleportasi pergi ke sisi lain wilayah itu.


Begitu aku sampai, sama sekali tidak ada roh disana. Dan ditempat lain juga seperti itu. Itu sangat menguntungkan.


Aku pun memutuskan menemui pemimpin roh baik untuk menyelesaikan urusannya lebih cepat.


*


**

__ADS_1


Di sebuah bangunan bertingkat di lantai 13, terdapat 2 roh perempuan yang sedang berjalan dengan terburu-buru. Kedua roh itu adalah pemimpin roh baik dan tangan kanannya.


"Nyonya, ayo pergi sembunyi. Selagi anda masih ada, kita masih punya kesempatan menang. Kalau memang keadaannya kritis, kita masih bisa negosiasi dengan mereka"


"Pokoknya, anda harus selamat, Nyonya!" Teriak tangan kanan pemimpin roh baik yang memandu jalan.


"Kau benar. Ini demi wilayah kita. Aku juga cukup yakin dengan kemampuan si br*ngsek maniak pembunuh itu"


"Iya. Tuan pasti bisa menahan mereka semua"


"Saya masih tidak mengerti. Apa-apaan si pemimpin baru wilayah sebelah itu. Dia sangat memandang rendah kita semua! Bisa-bisanya mengirim surat tidak sopan itu kepada Tuan dan Nyonya. Saya tidak akan membiarkan si br*ngsek tak tahu diri itu menyentuh Nyonya!"


Lalu, tepat setelah si tangan kanan pemimpin roh baik itu selesai bicara, aku tiba-tiba muncul dan kepala si pemimpin roh baik itu pecah lantaran tertusuk tanganku hingga tembus.


Si bawahan itu langsung tercengang kaget dan tak percaya dengan yang dilihatnya.


"Nyonya!!!" Teriaknya


Darah dari pemimpin roh baik itu muncrat kemana-mana, mengenaiku dan bawahannya yang ada di sampingnya.


"Aah, sepertinya aku terlalu kasar ke wanita, ya. Bisa-bisanya aku mengincar wajah yang sangat berharga bagi wanita"


Dengan kasar aku menarik kembali tanganku. Roh dari pemimpin itu pun berubah menjadi asap putih. Ditengah gumpalan asap putih itu muncul kristal biru.


Bersamaan dengan asap itu mulai menghilang, aku langsung merebut kristal itu dan menelannya.


Jari jempolku mengusap bibir bagian bawahku sambil menatap tajam si bawahan yang terlihat sangat marah.


"Yah, siapa peduli soal kasar atau tidaknya serangan ditengah perang, ya kan? Malah lebih baik begini. Dia tidak merasa sakit sama sekali saat mati untuk kedua kalinya"


"Berani-beraninya kau melenyapkan Nyonya!!!!" Teriaknya marah


"Siapa kau?! Aku akan membalaskan kematian Nyonya!!" Teriaknya dan mulai menyerangku mati-matian


"Aku? Hanyalah roh biasa" Jawabku santai sambil menepis semua serangannya dengan mudah


Roh itu terus menyerangku, tapi aku hanya menepis serangannya dan tidak melawan hingga dia merasa heran.


"Tidak... Ini tidak benar... Aku adalah tangan kanan pemimpin. Tidak ada roh yang bisa melawanku kecuali pemimpin. Artinya..."


"Benar. Aku pemimpin roh sekolah yang baru, Arato Izumi. Lalu roh yang memimpin perang itu tangan kanan ku" Jawabku ceria


Amarah dari roh itu makin memuncak.


"Beraninya cecunguk sepertimu!!"


"Aku tidak tahu kau marah padaku atau marah pada diri sendiri yang tidak bisa melindungi atasannya sendiri~" Ucapku sambil tertawa kecil


"Baj*ngan!!"


Untuk beberapa menit aku meladeninya sekalian bersenang-senang karena aku belum pernah berhadapan langsung dengan musuh.


"Baiklah. Sudah cukup main-mainnya. Para bawahanku masih kerepotan menghadapi pemimpin roh jahat. Aku harus membantu mereka"


Aku menutup mataku dan membukanya kembali.


Sepasang mataku yang berwarna biru cerah seketika berubah menjadi merah menyala. Ekspresiku yang sebelumnya ceria pun berubah 180 derajat menjadi dingin hingga roh itu bergidik.


"Tidak mungkin... Roh jahat dan roh baik..." Gumamnya


"Sayangnya kau adalah tangan kanan wilayah musuh. Jika saja kau berada di wilayah sekolah, kekuatanmu pasti sangat berguna untuk kebangkitan wilayah"


Cras!


Kepala dari roh itu terpisah dari tubuhnya hanya dengan satu serangan dariku.


Roh itu pun lenyap menjadi asap.


Di sekitaranku penuh dengan aura hitam dari tubuhku dan di dinding dan lantai penuh dengan darah.


Perlahan, darah itu berubah jadi kristal-kristal kecil dan masuk ke tubuhku.


"Kekuatan dari pemimpin roh dan tangan kanannya memang tidak bisa diremehkan" Gumamku


Aku pun kembali teleportasi ke medan perang yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2