Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Teman


__ADS_3

Aku pun kembali ke kamar setelah beberapa saat pergi keluar.


"Aku kembali~" Ucapku ceria bersamaan membuka pintu kamar.


"Ririn~ Akhirnya kau datang~" Sambut Yui


"Apa ini hanya perasaanku saja? Suasana disini sedikit berbeda dengan saat aku meninggalkan mereka" Pikirku


"Yui, Izumi, aku membawa kue~" Ucapku dan menunjukkan mereka sebuah kotak yang kupegang.


Aku berjalan mendekati mereka lalu menaruh dan membuka kotak itu.


"Wah, kuenya warna ungu yang cantik. Kelihatannya enak" Ucap Yui


"Iya, kan? Aku sengaja memilih warna ini karena cantik"


"Oh, benar juga. Ririn kan suka warna ungu"


"Ternyata kau tau tentangku yang seperti itu juga, Yui?" Tanyaku kagum


"Tentu saja! Apa yang tidak kuketahui tentang Ririn?~" Ucap Yui bangga


Izumi hanya menyimak sambil melirik ke kami bergantian.


Aku mulai merasa tidak nyaman dengan tatapan sunyi dari Izumi.


"Ganti topik, ganti topik. Ayo bicarakan sesuatu yang bisa kami bertiga bicarakan" Pikirku


"Omong-omong, tidak terasa ya, kalian berdua sudah berteman selama 4 bulan" Ucapku sambil memotong kuenya


"Kami tidak berteman!" Teriak Yui dan Izumi bersamaan.


"Tuh, lihat~ Siapapun yang lihat pasti berpikir kalian sahabat" Aku tertawa kecil melihat reaksi mereka berdua.


"Tidak akan! Tidak ada yang bisa melihat makhluk halus ini. Bahkan yang punya indra keenam yang langka pun belum tentu bisa lihat. Jadi tidak ada yang bisa membuktikan kami dekat!" Ucap Yui tegas


"Itu benar! Derajatku sangat tinggi hingga manusia tidak bisa melihatku. Harga diriku tidak menerima diriku dekat dengan manusia rendahan sepertinya!" Lanjut Izumi


"Tapi kenyataan kalian dekat itu bukan bohong, kan?" Tanyaku sambil tersenyum tipis.


"Ajaib rasanya. Aku dan Yui saja baru bisa dekat saat kelas 8, padahal kami sudah sekelas sejak kelas 7. Tapi kalau dengan Izumi, baru bertemu langsung bisa berteman dekat"


"Benar juga. Saat kelas 7 kita hanya berbicara sekedarnya saja dan mulai dekat saat kelas 8 karena kita sebangku"


"Kemampuan berbicara Izumi sangat bagus. Saat masih hidup, Izumi pasti punya banyak teman, kan?" Tanyaku


"Teman, ya..." Gumam Izumi


"Entahlah. Kau terlalu memandang tinggi diriku. Temanku tidak sebanyak yang kau pikirkan"


"Apa-apaan coba? Sebelumnya dia bilang derajatnya itu tinggi, tapi tiba-tiba bilang kami memandangnya terlalu tinggi. Jadi apa maunya dia, sih?" Gumam Yui kesal


"Aku bisa dengar" Ucap Izumi datar


"Aku sengaja mengatakannya biar kau dengar!" Ucap Yui


Lalu tiba-tiba, Yui tersentak dan memulai pembicaraan baru.


"Eh, benar juga!"


"4 bulan sudah berlalu begitu saja di semester 2 ini. Sebentar lagi kita akan ulangan"


"Benar juga! Tidak terasa, ya. Karena terlalu fokus latihan mengendalikan kekuatan, sampai lupa sebentar lagi akan ulangan" Ucapku kaget


"Lebih baik mulai sekarang kita belajar, Ririn. Kalau sudah akan ulangan kita baru belajar, tidak akan sempat mempelajari semua materi" Ucap Yui


"Iya. Ditambah lagi aku kurang serius memperhatikan guru saat menjelaskan materi"


"Aku juga. Aku jadi khawatir, apakah bisa mempelajari semua materi atau tidak"


"Tenang saja kalau soal itu, Yui...." Ucapku lalu melirik ke arah Izumi.


Yui mengerti dengan kode yang kuberikan dan ikut melirik Izumi dengan tatapan penuh arti.


"A... Apa yang kalian mau..." Gumam Izumi takut

__ADS_1


"Izumi~ Kau tahu? Berkat kau aku bisa jadi ranking 1 di kelas, lho~" Ucapku


"Aku berubah pikiran. Izumi, kita teman, kan? Sesama teman harus saling tolong menolong. Itulah gunanya teman"


"Ada apa dengan kalian tiba-tiba begini?!" Teriak Izumi merinding


"Sayang sekali otak jenius itu tidak digunakan, kan? Itu sama saja seperti membuang berlian ke danau" Ucapku


"Yu... Yurin! Kau juga kenapa ikut-ikutan seperti itu?!" Teriak Izumi


"Eeeh?~ Apa maksudmu ikut-ikutan?" Tanyaku dan terus menatap Izumi dengan penuh arti


"Kalian...." Gumam Izumi


*


1 jam kemudian....


Sekarang aku dan Yui sedang belajar dengan ditemani Izumi yang berada dianyara kami sebagai gurunya.


"Haaah... Kenapa aku berakhir seperti ini..." Gumam Izumi pasrah


"Sebelumnya juga kau sudah mengajariku. Jadi untuk sekarang pun bisa, kan?"


"Kalian pernah belajar bersama?" Tanya Yui


"Iya" Jawabku dengan polosnya


Setelah mendengar itu, tiba-tiba Yui langsung berdiri dengan wajah kesal.


"Yui?" Tanyaku


Yui lalu duduk diantara aku dan Izumi. Dan tentu saja, Yui menimpa sebagian arwah Izumi.


"Kau kenapa, sih? Minggir sana" Ucap Izumi ketus


"Kau yang bergeser kalau tidak mau arwahmu menembus tubuhku" Jawab Yui yang tak kalah ketusnya.


Izumi mulai menggeram seperti harimau.


Brak!


Aku langsung menggebrak meja didepanku. Sontak Yui dan Izumi langsung kaget.


"Kalian berdua mau terus seperti itu?" Tanyaku geram


"....."


Suasana pun menjadi hening.


*


Di malam hari, aku sedang duduk di kursi belajarku sambil menatap buku Izumi yang ada di genggamanku.


"Rahasia Izumi ada banyak. Tidak, bahkan sangat banyak. Bagaimana dia bisa mati, bagaimana dia bisa menjadi pemimpin, bagaimana dia bisa punya 2 jenia kekuatan, bagaimana kehidupannya dulu, dan banyak lagi. Semua tentang Izumi adalah misteri" Pikirku


"Termasuk juga dengan buku ini" Pikirku dan menggenggam buku itu lebih kencang.


"Aku memang tidak seharusnya tahu tentang hal pribadi Izumi. Tapi...."


Aku mengingat kami yang begitu dekat hari demi hari. Kami yang tertawa bersama, bertengkar, dan bercanda. Itu seperti mimpi yang tidak pernah aku bayangkan dulu.


"Mengingat kami yang dekat begini, rasanya aneh jika aku tidak tahu apapun tentangnya, sedangkan dia tahu identitasku"


"...."


"Tidak apa.... kan? Sedikit saja, aku ingin tahu sedikit saja" Pikirku


"Izumi" Panggilku


Syush....


Izumi pun muncul didepanku dengan wajah datarnya seperti biasa.


Izumi menatapku lalu melirik kearah bukunya yang ada di tanganku.

__ADS_1


"Sepertinya aku tahu apa yang mau kau katakan" Gumam Izumi


"Seperti dugaanmu. Izumi, beri tahu aku. Sedikit saja. Bukankah aneh jika aku tidak tahu apapun tentang Izumi?"


"Aku tahu, dan memang seharusnya kau tahu sebagai orang yang terikat denganku. Tapi ini bukan waktu yang tepat" Jawab Izumi datar


"Bukan waktu yang tepat?" Tanyaku


"Iya. Ketika waktu itu tiba, akan aku katakan semuanya. Jadi tunggulah.... Sebentar lagi...." Ucap Izumi yang suaranya perlahan semakin mengecil


"Aku harus menyiapkan diri ketika mengatakannya, jadi kuharap kau mengerti"


"Dan aku bisa pastikan, waktu yang tepat itu tidak akan lama lagi"


"...."


Aku terdiam sejenak.


"Tidak. Apa seharusnya aku memang tidak perlu tahu masa lalu Izumi?" Pikirku


"Sebelumnya aku tidak merasakannya, tapi sekarang aku merasa sepertinya ada yang tidak beres dengan kehidupan Izumi, karena itu dia ingin menutupinya" Pikirku


"Iya. Maaf tiba-tiba aku malah berbicara aneh di malam hari begini" Ucapku dengan tersenyum lembut ke Izumi


"Tidak, akulah yang salah. Aku sudah mengulurnya sampai hampir 10 bulan"


"Sudah, tak apa. Omong-omong, bagaimana dengan pekerjaanmu?" Tanyaku


"Tak masalah. Semuanya dikerjakan Kagusa" Jawab Izumi santai


..."Semuanya?!" Pikirku kaget...


*


Disisi lain, ruang kerja pemimpin roh baik...


Kagusa sedang dikelilingi oleh tumpukan kertas, buku, gulungan, serta segel.


Kagusa hanya diam dengan tangan kanannya gemetar karena memegang pena terlalu kencang.


"Da...." Gumamnya


"Dasar pemimpin gila!!! Bisa-bisanya dia menyuruhku menyelesaikan semua ini sendiri!!!!" Teriak Kagusa murka dan membuat pena itu patah


Karena marah, tanpa sadar Kagusa mengeluarkan kekuatannya dan membuat kertas-kertas dan segel jadi berhamburan.


"Aaah, kertas dan segelnya!!" Teriak Kagusa panik


Pekerjaan Kagusa pun bertambah karena ulahnya sendiri.


*


Kembali ke kamar Yurin.


"Fufufu... Aku bisa merasakan teriakan Kagusa yang sedang kesulitan" Pikirku


"Apa yang lucu?" Tanya Izumi


"Ah, tanpa sadar aku sedikit tertawa begitu memikirkan Kagusa" Pikirku


"Tidak, hanya saja... Kagusa pasti sedang bekerja keras sekarang" Ucapku sedikit tertawa


Izumi mengernyitkan dahinya.


"Aku kembali dulu" Ucap Izumi lalu berbalik badan


"Secepat ini? Padahal pekerjaannya sudah dikerjakan Kagusa" Ucapku bingung


"Urusan roh jahat belum selesai, jadi akan aku selesaikan malam ini. Kau juga cepat tidur. Selamat malam"


Izumi pun menghilang dari pandanganku.


"Ada apa dengannya? Sebelumnya saat membicarakan adik sepupunya juga begitu...." Gumamku bingung


"Sudahlah, tidak usah pikirkan. Sekarang aku harus tidur..."

__ADS_1


__ADS_2