
"suaranya dapat ku dengar..." pikir ku
"tidak, tidak! pasti aku salah dengar!!" pikir ku
"kau tidak salah dengar" ucap Izumi
"apa!! jadi kau sungguh bicara??!" tanyaku
"tapi... saat di sekolah ataupun tadi, aku tidak dapat mendengar kata-katamu" ucap ku
"itu karena... aku adalah hantu" ucap izumi
"kalau begitu, kenapa sekarang aku bisa mendengar suaramu??! dan lagi, apa maksudmu berkata 'bodoh' padaku??" tanya ku
"karena kau memang benar-benar bodoh" ucap Izumi santai
"karena kau adalah hantu, aku akan bersabar menghadapi mu" pikir ku
"kau tidak takut dengan ku?" tanya Izumi dan berjalan mendekat ke arahku
"padahal sebelumnya kau sampai gemetar melihat ku lhoo~" ucap Izumi dan menundukkan kepalanya untuk melihat wajahku
aku langsung mundur menjauh darinya dengan posisi masih duduk
"jangan dekat-dekat denganku, hantu!!" ucap ku
"jahat banget~ padahal saat pertama kali bertemu, kau bicara sangat ramah padaku~" ucap Izumi
"itu karena aku tidak tahu kalau kau adalah hantu!!" teriakku
"tapi... walau kau ingin menjauh dariku, itu takkan pernah bisa" ucap Izumi
"eh?" aku bingung dengan ucapan Izumi
"kau tidak penasaran kenapa sekarang kau bisa mendengar suaraku? atau kau tidak penasaran kenapa aku muncul di depanmu? kau tidak penasaran kenapa orang lain tidak bisa melihat ku?" tanya Izumi
aku hanya diam saja saat mendengar ucapan itu
"jangan bilang kau pikir aku muncul di depan mu karena aku hanya ingin main-main??" tanya Izumi
"a... aku tidak mengerti!" teriakku
"intinya... kau sudah memanggilku keluar" ucap Izumi
"memanggilmu... keluar?" tanyaku
"ya" ucap Izumi singkat
"bagaimana bisa aku memanggilmu keluar??! aku bahkan tidak tahu kalau kau adalah hantu! aku baru mengetahuinya kemarin kalau kau adalah hantu!!" ucap ku
"benar-benar bodoh" ucap Izumi
"biar aku jelaskan. aku selama ini tinggal di buku itu" ucap Izumi dan menunjuk bukunya
"saat kau membuka buku itu, kau sama saja memanggilku keluar. karena itu, hanya kau yang bisa melihatku. tapi sebenarnya aku juga bisa bersembunyi dari pandanganmu sih..." ucap Izumi
__ADS_1
"tapi sebelumnya banyak rumor kalau mereka melihatmu" ucap ku
"itu sebelum aku tinggal di buku itu. saat itu aku memang sering muncul. karena melihat wajah mereka yang ketakutan itu menyenangkan" ucap Izumi dengan memasang wajah senang yang membuatku kesal
"ternyata benar. kau muncul terus di dunia nyata ataupun di mimpi ku karena kau senang melihat orang ketakutan?" tanyaku dengan wajah kesal bercampur marah
"ah, kalau itu aku hanya ingin mengetes mu saja. ahahaha" ucap Izumi dengan sangat santai
"keterlaluan!" ucap ku lalu bangkit dan memukulnya. namun Izumi bergerak ke samping. akhirnya aku menabrak dinding
"adududuh..." ucap ku kesakitan
"bodoh! benar-benar mudah marah. aku hanya bilang begitu tapi sudah marah. ckckck" ucap Izumi mengejekku
"ugh... kalau begitu, kenapa kau mau mengetes ku?" tanyaku
"yah, soalnya kau bilang mau memukulku jika kau melihatku. jadi aku sengaja muncul untuk membiarkanmu memukulku. tapi kau malah lari" ucap Izumi sambil tertawa
"kalau begitu, kenapa kau menghindar saat aku mau memukulmu tadi?" tanyaku
"aku hanya membiarkanmu memukulku saat pertama kali bertemu. sekarang hal itu tidak berlaku lagi" ucap Izumi
aku benar benar merasa sangat kesal. tapi aku menahannya. jika aku melawannya, aku akan semakin kesal
"oh, iya... lalu sebelum kau tinggal di buku itu, kau tinggal di mana?" tanya ku
"di kelas itu. karena kelas itu adalah kelas ku dulu" ucap Izumi sambil melayang
"tapi kenapa kau mau tinggal di buku itu?" tanya ku
"itu karena kepala sekolah itu terus mencoba mengusirku. jika aku tidak bersembunyi di buku itu, aku akan lenyap." ucap Izumi
"itu terjadi karena kebodohanmu" ucap Izumi
"apa maksudmu" ucap ku dengan menahan amarah
"kau dan aku sekarang sudah terikat" ucap Izumi
"terikat?" tanya ku
"benar" ucap Izumi
"tapi bagaimana?" tanyaku
"darahmu tadi terkena buku itu. jadi sekarang kau dan aku terikat karena darah dan buku itu" ucap Izumi
"mulai sekarang, kita akan sering bertemu" ucap Izumi
"aku tidak mau!" ucap ku
"aku akan katakan kepada kepala sekolah kalau aku melihatmu! beliau pasti akan mengusirmu dari sekolah itu!" ucap ku
"kalau kau melakukannya... kau akan mati" ucap Izumi dengan wajah seram
"ka... kau bercanda" ucap ku
__ADS_1
"aku sungguh-sungguh. tempatku adalah sekolah itu. jika aku diusir, aku akan lenyap dari dunia ini. begitu juga denganmu" ucap Izumi
"setelah darahmu terkena buku itu, kita saling terhubung. buktinya, sekarang kita bisa berkomunikasi" ucap Izumi
"aku tidak percaya! bisa saja sebelumnya kau hanya pura-pura bicara" ucap ku
"tidak percaya?" tanya Izumi
"kalau begitu, bagaimana kalau ini?" tanya Izumi
Izumi mengarahkan tangannya ke arahku. dan tanganku bergerak sendiri seperti menyambut tangannya. saat tangan kami bersentuhan, tanganku tidak menembus tangannya
"bagaimana bisa?" pikirku
"apa kau masih tidak percaya?" tanya Izumi
aku hanya diam saja mencoba mencerna informasi yang baru saja aku dapatkan
"aku hanya perlu tidak memberi tahu orang lain soal kamu, kan? kalau begitu, kau jangan muncul lagi. aku juga tidak akan membicarakanmu" ucap ku
"tidak bisa begitu. kau harus menolongku" ucap Izumi
"menolongmu? untuk apa?" tanyaku
"karena itu memang sudah menjadi tugasmu setelah terikat denganku" ucap Izumi
"yah, padahal aku tidak ingin terikat denganmu. ini karena kebodohan manusia sepertimu" ucap Izumi merendahkanku
"setelah apa yang kau lakukan pada buku ku, sampai sekarang aku tidak rela melepaskanmu begitu saja" ucap Izumi
"benar juga. kenapa buku itu terus kembali ke kolong meja ku! padahal sudah ku musnahkan berkali-kali" ucap ku
"karena aku memperbaikinya" ucap Izumi
"kau melemparnya ke sungai, aku mengambil dan mengeringkannya, lalu menaruhnya ke kolong meja. setelah itu kau robek. aku menyusunnya kembali lalu menaruhnya lagi. kau membakarnya, lalu aku menyusunnya lagi seperti semula. benar-benar melelahkan" ucap Izumi
"kau harus membayarnya" ucap Izumi dan berjalan mendekatiku
"pergi! jangan dekat-dekat denganku!" ucap ku
"oh, benar juga... selama beberapa malam ini, aku menginap di sini lhoo~" ucap Izumi
"me... menginap?" ucapku
"ya. dan ternyata tidak nyaman. ada banyak benda disini. lalu kau terus bergerak saat tidur. sangat tidak nyaman. setiap malam kau terus mengejekku, tapi kau sendiri takut saat melihatku..." ucap Izumi dan terus bercerita soal tingkah ku tanpa henti. aku sudah sangat marah. lalu memukulnya saat ia tidak sadar aku mendekatinya
"BUK" aku memukulnya
"aduh~ jahat banget... padahal aku lagi cerita..." ucap Izumi
"kau tidak sopan padaku" ucap ku
"kau sendiri juga menghina di depanku secara terang-terangan. tapi aku tidak memukulmu" ucap Izumi
"tapi kau menghantuiku!" ucap ku
__ADS_1
"olehnya kau bilang tidak takut padaku" ucap Izumi santai
"dia ini..." pikir ku dan menahan amarah