
setelah itu, aku mencoba membuat suasana sekolah menjadi ribut soal hantu itu. namun tidak berhasil
"hantu itu benar-benar ada! kakak sepupuku dulu bersekolah disini. dia sering bercerita padaku soal hantu itu" ucap teman kelasku
"lalu, kenapa kau masih mau sekolah disini?" tanya Mesha
"olehnya aku mau lihat hantu itu" ucapnya
"jika aku tahu sekolah ini berhantu, aku pasti tidak akan sekolah disini, walaupun ini sekolah favoritku" pikirku
setelah beberapa hari aku membuat ribut sekolah, aku dan Izumi berdiskusi lagi saat di rumah. tentu saja harus menunggu Yui keluar rumah atau tertidur
"bagaimana? mereka tidak bisa dibohongi dengan rumor semacam itu" ucap ku
"ini semua salahmu, dan aku yg harus membereskannya. itu tidak adil bagiku" ucap ku
"kau tidak mau melakukannya? kalau begitu, bersiap-siaplah menjadi hantu" ucap Izumi
"baik, baik!! kalau begitu, apa yang harus aku lakukan?" ucap ku
"hmm..." Izumi berpikir
lalu, Izumi berkata "ada cara lain"
beberapa hari kemudian, saat di sekolah, Izumi mengajakku mengobrol lagi
"ada apa lagi? aku tidak mau membantumu lagi! aku yakin kau sendiri bisa mengurus beberapa orang" ucap ku
"tidak bisa! mereka bisa merasakan hawa kehadiranku walau aku terikat denganmu" ucap Izumi
"kau menyuruhku melakukan semua yg kau mau, aku jadi di bully temanku karena aku terlihat aneh!" ucapku
"yah, sebenarnya nggak di bully juga sih..." pikir ku
"huh! hanya dibilang aneh saja kau bilang itu di bully. kalau begitu seluruh orang di dunia ini selalu kena bully" ucap Izumi
"be... benar juga..." pikir ku
"yah, pokoknya aku tidak mau melakukan apapun lagi!" ucap ku
"lagian, kau kan bisa membuat mereka tertidur seperti apa yang kau lakukan padaku dan Yui" ucap ku
"kau diam saja. aku punya ide yang lebih bagus daripada membuat mereka tertidur" ucap Izumi
"memang apa idemu?" tanyaku
"tenang saja. kau tak perlu mengatakan apapun" ucap Izumi
__ADS_1
beberapa hari berlalu, dan sejak Izumi mengatakan kalau ia ada ide baru, ia tidak lagi muncul di hadapanku. awalnya aku agak khawatir karena mungkin idenya kali ini tidak berguna, lalu ia terusir dari sekolah ini, dan akhirnya aku mati karena tidak dapat membantunya. tapi, entah kenapa sekarang aku tidak terlalu khawatir.
tiba-tiba Mesha memecahkan lamunanku karena memikirkan hantu itu dan berkata"Yurin, kau melamun lagi"
"ah, aku sedang memikirkan sesuatu" ucap ku
"aku selalu merasa apa yang kau pikirkan berbeda dari kami semua" ucap Mesha
"benar. dan itu semua karena hantu itu" pikir ku
"eh, aku dengar dari temanku, katanya 1 minggu lagi kita akan kedatangan tamu" ucap Riki, teman yang duduk di depanku
"apa, ada tamu lagi? rasanya di sekolah ini selalu ada tamu" ucap Mesha
memang benar, di sekolah ini selalu ada tamu. padahal kami anak baru yang baru sekolah selama 1 bulan, tapi sudah kedatangan tiga tamu dan sekarang akan ada tamu keempat. apa mungkin karena ini tahun ajar baru jadi mereka datang? atau karena...
"kira-kira ada apa ya?" tanya Riki
"entahlah. kita lihat saja nanti" ucapku
tiba-tiba terdengar suara di kepalaku. dan ternyata itu adalah Izumi. ia berkata "orang itu mau mengusirku. tapi kemampuannya kecil dan bisa aku hadapi, sih..."
"lho? padahal disini Izumi tidak ada. darimana asal suaranya?" pikirku sambil celingak-celinguk melihat sekelilingku
"aku sekarang ada di dalam tubuhmu" ucap Izumi
"Yurin, ada apa?" tanya mesha. Riki pun terlihat bingung
"ma... maaf. aku salah melihat sepatumu dengan tikus..." ucap ku membuat alasan
"sepatuku itu tikus? sepertinya kau sudah harus memakai kacamata ya, Yurin" ucap Riki
"ahahahahaha...." aku tertawa dengan sangat canggung
"mu... mungkin aku salah lihat karena aku agak mengantuk. aku mau membilas wajah dulu" ucap ku, lalu pergi ke toilet
saat aku menyusuri koridor...
"kenapa kau tadi menjerit? aku kan jadi ikut kaget!" ucap Izumi di dalam tubuhku
"kau pergilah dari tubuhku! aku ini bukan boneka!" pikirku
"aku hanya ingin istirahat, tapi tidak punya tempat untuk istirahat selain di tubuhmu. aku numpang sebentar ya..." ucap Izumi dengan suara santai
"dasar hantu tidak tahu untung!! aku telah membantumu dengan taruhan harga diriku terhadap temanku, dan kau masih ingin mengambil tubuhku?!" pikirku kesal
"tentu saja aku tahu apa itu keuntungan. dan sekarang aku sedang mengambil 'keuntungan' itu"
__ADS_1
"keluar dari tubuhku!! hantu brengs*k!!" pikirku dan memukul kepalaku untuk menyuruhnya keluar
"tidak mau..." ucap Izumi
"DUK!" aku menyantukkan kepalaku ke dinding untuk menyuruhnya keluar
"pergi! pergi! pergi!!!" pikir ku
"walau kau menyantukkan kepalamu ke dinding, aku tak merasa sakit, karena ini tubuhmu. tidak usah bertingkah bodoh, bodoh!" ucap Izumi
"kau!!" aku sudah sangat kesal
aku berjalan menuju tempat yang sepi, lalu duduk dengan menyandar dinding sekolah
"sudahlah... sejak aku bertemu denganmu, hidupku sudah tidak normal" ucap ku
"aku juga sudah sangat kesal denganmu" ucapku
"aku belajar menjadi tidak fokus. terus diganggu oleh hal-hal aneh seperti ini. selalu terlibat hal yang seharusnya tidak perlu kulakukan. nyawaku juga terancam... apa lagi yang ingin kau ambil dariku?" tanyaku
"kau melakukan semua hal semaumu tanpa memikirkanku. kau selalu mengataiku 'bodoh' walau aku sudah berusaha belajar setiap hari, dan kau sendiri juga mengetahuinya" ucapku
"aaah... untuk apa aku bicara seperti ini? kau takkan mengerti maksudku, kan?" ucapku dengan mata berkaca-kaca
"karena kau adalah hantu. tidak mungkin bisa mengerti aku" ucapku
"walau sekarang aku adalah hantu, tapi dulu aku tetaplah seorang manusia!" ucap Izumi
Izumi keluar dari tubuhku dan berdiri di depanku
"kau mungkin berpikir aku mengesalkan, tidak berperasaan. tetapi dulu aku juga adalah manusia yang memiliki hati sepertimu. walau sekarang aku tak memiliki tubuh seperti manusia, namun ingatanku saat masih hidup tetap tersimpan di jiwa ku!" ucap Izumi
"aku minta maaf jika aku membuatmu marah. tapi kata-katamu itu juga sudah keterlaluan" ucap Izumi
"padahal kau sendirilah yang memanggilku dan membuat ikatan denganku. padahal membantuku memang tugas kau yang terikat denganku" ucap Izumi
"sudah cukup. aku juga tidak mau menyakiti wanita" ucap Izumi lalu memalingkan wajahnya dan menghilang.
hatiku terasa sangat sakit. apa Izumi juga merasakan hal yang sama? entah kenapa aku jadi merasa bersalah padanya
"manusia... kau sudah keterlaluan" ucap hantu yang tiba-tiba muncul dari belakangku
"aku bisa tahu kalau Izumi sedang sangat sakit dengan kata-katamu tadi. kau juga pasti merasakannya juga kan? karena apa yang terjadi pada tubuh kalian saling terhubung" ucap hantu itu
"aku... aku tidak bermaksud menyakitinya. aku tadi hanya kesal dan kata-kata itu tiba-tiba keluar begitu saja dari mulutku" jelas ku
"aku mengerti... tapi Izumi mungkin memerlukan waktu untuk menyendiri" ucap hantu itu
__ADS_1