Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Sekolah Semester 2


__ADS_3

*


Malam pun telah tiba, bersamaan dengan Yui yang juga datang. Yui datang sekitar jam 8 malam. Begitu sampai, dia langsung mengeluarkan dan membereskan barang-barangnya sedikit, mandi, berbincang sebentar denganku, lalu tidur.


Aku yang sudah membereskan barangku sejak siang, di malam ini sedang menyiapkan pakaian dan barang yang akan kupakai dan kubawa untuk sekolah nanti.


Lalu sesaat sebelum aku tidur, Kagusa mendatangiku dan mengajakku bekerjasama.


"Yurin, aku rasa ada banyak hal yang Izumi sembunyikan dariku dan roh lainnya, dan hanya ia tampakkan padamu saja. Lalu aku rasa, Izumi juga menyembunyikan sesuatu darimu dan hanya menunjukkannya pada kami saja"


"Karena itu, bagaimana kalau kita kerjasama? Kita saling bertukar informasi umum tentang Izumi, karena kita berdua harus tau apa saja yang Izumi lakukan demi kehidupanmu dan kami para roh"


"Baiklah. Aku tidak masalah dengan itu"


Begitulah caraku dan Kagusa menjadi semakin dekat.


*


Di hari minggu, aku dan Yui sibuk mengurus persiapan kami untuk sekolah semester 2. Dan karena sekarang kami berada di kamar yang berbeda, kami bahkan tidak punya kesempatan berbincang dari pagi hingga siang hari.


Kami baru bertemu dan berbincang disiang hari saat Yui mengajakku keluar untuk membeli makan siang.


Dan setelah itu, kami kembali melakukan kegiatan kami.


*


Di hari ini, hari senin kami pun masuk sekolah semester 2. Aku dan Yui berangkat ke sekolah sejak pagi.


Begitu sampai di kelas, ternyata aku adalah orang pertama yang datang, dan disambut oleh Izumi yang duduk di kursiku dengan kaki diatas meja dan kedua tangannya dijadikan sandaran untuk kepalanya.


Aku pun mendekati Izumi. Aku tahu dia menyadari kehadiranku, tapi dia seperti berpura-pura tidak tahu ada aku.


"Kau pergilah, Izumi. Aku mau duduk" Ucapku sedikit kesal


Izumi melirik ke arahku sekilas lalu membuang mukanya. Dia langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


Aku yang merasa diabaikan, akhirnya berjalan ke belakang kursiku yang diduduki Izumi, lalu menggoyang-goyangkan kursinya.


"Aku sama sekali tidak mengerti denganmu. Apa maumu bertingkah seperti ini??" Ucapku geram sambil terus menggoyang-goyangkan kursi itu hingga Izumi merasa tidak nyaman


Izumi pun mulai bereaksi.


"Kau sendiri juga apa-apaan?!" Teriak Izumi dengan tangan kirinya menahan tangan kananku dan memasang wajah kesal.


"Apa maksudmu? Memangnya aku kenapa?" Tanyaku

__ADS_1


Izumi tersentak. Dia pun melepas tanganku yang ia genggam dan kembali duduk menghadap ke depan.


Aku terus menunggu Izumi menjawab pertanyaanku, tapi dia tidak kunjung menjawabnya.


"Hey, aku tanya memangnya ada apa denganku" Ulangku


"Kau... Kagusa..." Gumam Izumi


"Hah?"


"Kagusa? Memangnya kenapa dengannya?" Pikirku


"kau dan dia bertemu tanpa sepengetahuanku, kan?"


"Eh?..."


"Itu yang dimaksud Izumi saat Kagusa mengajakku bekerjasama?"


"Ketahuan. Aku harus jujur atau menghindar?" Pikirku


"Apa maksudmu, Izumi?" Tanyaku


Izumi melirik dan menatap tajam diriku.


"Aha! Dia hanya tahu aku dan Kagusa bertemu, tapi dia sendiri tidak yakin apa yang sebenarnya kami bicarakan"


"Bukankah hal wajar aku bertemu roh dengan kondisiku yang bisa berkomunikasi dengan mereka seperti sekarang?"


"Tapi terjadi sesuatu, kan?"


"Tidak ada" Jawabku santai


"Itu hanya asumsimu saja, Izumi. Kagusa memang datang, tapi dia hanya menyapa saja dan bilang kau sedang melakukan tugas"


"Kau ngambek seperti ini hanya karena pikiranmu yang berlebihan? Tidak seperti kau yang biasanya"


Izumi semakin mengerutkan dahinya dan menatapku dengan tajam, namun aku tetap santai menghadapi Izumi.


"Haah..."


Izumi menghela nafas dan kembali memasang ekspresi datarnya.


"Kau sudah mengerti, kan? Kalau begitu minggir" Ucapku ceria


Aku langsung menarik tangan Izumi dengan kencang secara tiba-tiba hingga Izumi terjatuh ke lantai, lalu aku dengan santainya duduk ke kursiku yang sebelumnya diduduki Izumi.

__ADS_1


"...."


Izumi tercengang tak percaya dia diusir olehku, lalu aku tersenyum ceria seakan sebelumnya tak terjadi apapun dan sama sekali tidak mempedulikan Izumi.


"Kau!! Beraninya pada pemimpin!!" Teriak Izumi


*


Beberapa menit kemudian, kelas sudah dipenuhi oleh teman-teman yang telah datang.


Lalu tanpa disuruh oleh guru, kami gotong royong membersihkan kelas, seperti saat kami pertama kali masuk kelas ini di semester 1.


"Bagus sekali, kalian semua. Kalian memang pantas menduduki kelas 10-2 ini. Teruskan semangat kalian. Ingatlah, kalianlah juaranya di angkatan kelas 10 di gedung kelas umum ini"


Begitu ibu wali kelas masuk, ia langsung memuji kami, baik itu karena kami yang langsung membersihkan kelas tanpa disuruh, maupun karena nilai kami di akhir semester 1 tidak ada yang buruk.


Dan mengenai soal kelas kami yang 'juara' di gedung kelas umum seperti yang ibu guru katakan, itu karena di gedung kelas umum, angkatan kelas 10-2 adalah yang tertinggi di angkatan kelas 10. Begitu juga dengan kelas 11-2 dan 12-2.


Hal itu karena kelas 10-1, 11-1, dan 12-1 yang merupakan kelas terbaik tidak berada di gedung kelas umum, melainkan berada di gedung kelas khusus. Karena itu juga, anak-anak dari kelas -1 biasanya disebut 'murid kelas khusus'


Mereka yang berada di kelas -1 terpisah dengan kelas lainnya agar mereka dapat dididik dengan sangat baik dan agar tidak terpengaruh oleh anak-anak nakal.


Di gedung kelas khusus, semuanya ada. Fasilitasnya juga lebih baik dan lengkap dibanding kelas umum, meskipun gedung kelas khusus hanya untuk 3 kelas saja. Bahkan guru yang mengajar disana juga berbeda dengan di kelas umum.


Dan karena gedung kelas khusus memiliki semua keperluan yang dibutuhkan siswa, maka terdapat aturan yang melarang mereka untuk keluar dari gedung kelas khusus selama jam sekolah. Murid dari kelas umum juga dilarang memasuki wilayah kelas khusus.


Murid kelas khusus diperbolehkan ke gedung kelas umum hanya pada saat ada acar besar di sekolah, karena aula sekolah ada di wilayah gedung kelas umum. Karena itu, tak heran murid kelas umum tidak banyak mengenal mereka dari kelas khusus, begitu juga sebaliknya.


Meski kami satu sekolah, namun terdapat batas yang tidak boleh kami sentuh.


Bisa dibilang, mereka diasingkan dari kami karena kepintaran mereka.


Banyak murid yang mengasihani mereka yang ada di kelas khusus karena banyaknya aturan dan tidak bisa bebas. Namun banyak juga yang berpikir mereka beruntung karena memiliki fasilitas yang lengkap dan mereka bisa saling menguatkan kerjasama karena hanya ada mereka di kelas khusus.


Dan seperti pemikiran murid-murid kelas umum, di setiap angkatan kelas khusus selalu ada murid yang menjadi 'Raja' atau 'Ratu', dan 'Prajurit gugur'.


Sebutan 'Raja' dan 'Ratu' diberikan pada mereka yang berada di peringkat pertama. Mereka adalah orang yang berhasil bertahan di kelas khusus yang penuh dengan aturan yang ketat serta dapat menikmati dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada.


Lalu mereka yang tertekan karena aturan yang banyak serta materi pelajaran yang melebihi kelas umum, tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik yang membuat nilai mereka turun, dan akhirnya mereka keluar dari kelas khusus. Mereka itulah disebut 'Prajurit gugur' yang tidak bisa bertahan di medan perang memperebutkan nilai.


Tidak sedikit juga 'Prajurit gugur' yang masuk ke kelas umum menjadi depresi akibat tekanan yang masih mereka rasakan di kelas khusus dan rasa malu yang tak tertahankan, ataupun mereka mejadi anak nakal karena rasa kesal dan marah karena mereka tidak bisa bebas saat di kelas khusus.


Ya, semua hal pasti memiliki sisi baik dan jahatnya tersendiri, tidak ada hal yang sepenuhnya condong ke hal buruk atau baik.


Jika terdapat cahaya, disana juga ada bayangan. Semakin terang cahaya itu, maka semakin gelap juga bayangan yang ada dibawahnya.

__ADS_1


__ADS_2