
Sriiiiing....
"!!"
"Itu...."
Tiba-tiba muncul suara yang nyaring. Terdengar juga suara Izumi dan Yui yang kaget. Sontak aku langsung membuka kedua mataku.
"Ada apa?"
Ternyata, di depanku muncul tiga buah lingkaran sihir yang sangat besar berada di kanan, kiri dan didepanku.
*
"Ini... Ini..." Gumamku tak percaya
Aku perlahan melirik kearah Izumi dan Yui, bersamaan dengan mereka berdua juga perlahan melirik kearahku.
Awalnya wajah mereka terlihat kaget, lalu setelahnya raut wajah Izumi berubah. Dia langsung tersenyum hangat padaku.
"Selamat. Aku tau kau itu hebat, tapi tetap saja aku merasa kaget"
"Ririn! Kau hebat sekali!! Tak kusangka kau bahkan bisa mengeluarkan tiga lingkaran sihir sekaligus!!" Teriak Yui dan langsung berlari memelukku.
Aku sama sekali tidak bereaksi. Aku masih merasa kalau lingkaran sihir didepanku ini adalah ilusi belaka.
setelah Yui melepas pelukannya, aku langsung mendekati salah satu lingkaran sihir itu dan menyentuhnya.
Zuuun....
Begitu menyentuhnya, aku merasa seperti ada sebuah dinding didepanku. Tanganku sama sekali tidak bisa menembus lingkaran sihir itu.
"Ini nyata...." Gumamku
Aku berbalik dan menatap Izumi dan Yui. Aku masih tidak percaya aku mengeluarkan lingkaran sihir.
"Izumi... Yui..." Gumamku
Aku langsung berlari kearah mereka dan memeluk mereka berdua dengan erat.
"Bisa! Lingkaran sihirnya keluar!!" Teriakku senang
Izumi tertawa kecil lalu mengelus ringan kepalaku.
"Bagaimana kalau sekarang kita istirahat dulu?" Tanya Izumi
"Hei! Singkirkan tanganmu dari kepala Ririn, hantu!!" Teriak Yui kesal
*
Kami bertiga keluar dari hutan dan memutuskan hari ini istirahat, dan melanjutkannya besok pagi, di hari minggu.
Karena sekarang ini sudah masuk jam makan siang, Yui menyarankan untuk membeli makan siang.
Di sebuah rumah makan....
"Yui..." Gumamku
"Ya?" Tanya Yui
Aku menatap meja yang ada diantara aku dan Yui. Meja itu penuh dengan makanan. seperempat makanan di meja itu adalah yang aku pesan, dan sisanya adalah milik Yui.
"Bukankah... Kau membelinya terlalu banyak? Nanti berat badanmu bertambah, lho" Ucapku
"Aku tidak akan gemuk!" Teriak Yui
"Tidak apa, sesekali makan besar juga tak masalah. Dan lagi, ini aku beli sekalian untuk mentraktir Ririn yang sudah berusaha keras"
"Bagaimana denganku?" Tanya Izumi yang tiba-tiba muncul
"Iya, iya. Kau boleh makan makanan sisa aku dan Ririn"
"Kau kejam! Padahal siapa yang sudah mengizinkan kalian berdua latihan?!"
"Yasudah, ini makanlah" Ucap Yui sembari memberikan sepotong roti
Izumi menerimanya dengan terpaksa dan wajahnya dengan jelas menunjukkan kalau dia tidak suka. Namun dia tak mengatakan apapun.
__ADS_1
"Aku akan membagi makananku untukmu" Bisikku
"Yurin memang yang terbaik"
Aku hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Izumi
Setelahnya, kami pun makan sembari sedikit berbincang.
"Izumi, dimana kedua pria tampanku? Terakhir kali aku melihat mereka 2 bulan lalu, saat Ririn membangkitkan kekuatannya. Aku jadi merindukan mereka"
"Mereka berdua? Tentu saja mengerjakan tugas. Kei sekarang pasti sedang menjaga perbatasan, sedangkan Kagusa diskusi dengan roh lain"
"Memang benar, roh kepercayaan pemimpin memang tidak biasa, ya~" Ucap Yui sembari memasukkan makanannya ke mulut.
"Mereka berdua memang tidak biasa, terutama Kagusa. Dia ahlinya bicara, karena itu setiap ada rapat pengurusan wilayah dia selalu ada. Kalau ada perundingan dengan wilayah lain juga biasanya aku serahkan padanya"
"Heee~ Pria tampanku memang luar biasa~ Selain kuat, dia juga tampan dan baik. Seandainya saja dia manusia, bukan roh..." Ucap Yui sembari kembali memasukkan makanan ke mulut
"Yui, jangan makan sambil bicara" Ucapku
"Benar. Ditambah lagi dia tidak memberiku makan"
"Walau tidak makan juga kau tidak akan lapar. Untuk apa aku membuang-buang makanan untukmu? Lebih baik aku beri ke anjing di pinggir jalan" Ucap Yui ketus
"Setidaknya itu bisa aku anggap sebagai kau mengucapkan terima kasih untuk latihan yang aku berikan. Anjing di pinggir jalan tidak memberi apapun padamu untuk makanan yang kau berikan" Ucap Izumi yang berusaha menahan emosi
"Berterima kasih? Untuk apa? Kau melakukan itu kan untuk balas dendam pada ayahku" Ucap Yui
"Hei, kalian berdua!"
Aku ingin memasukkan makanan ke mulutku, tapi terhenti karena mereka kembali bertengkar dan kurasa jika aku biarkan saja, pertengkaran ini akan menjadi semakin besar.
Izumi menghela nafas mencoba menenangkan diri setelah mendengar gertakanku.
"Lupakan. Aku akan makan milik Yurin"
Tiba-tiba Izumi menunduk ke arahku lalu memakan makanan di sendok yang ku pegang.
"Izumi!!" Teriak Yui dan langsung berdiri
"Yui!" Bentakku sambil melirik ke sekeliling, memberi kode ke Yui untuk diam karena ada banyak orang
"Kau.... Dasar hantu tidak tahu diri.... Beraninya kau pada Ririn!" Gumam Yui kesal
"Kenapa~ Aku tidak mengganggumu lagi, kenapa kau marah?" Tanya Izumi
Izumi menatap Yui sambil menyeringai, seakan dia merasa kalau dia menang dari Yui
"Beraninya kau makan di sendok yang sama dengan Ririn!" Gumam Yui
"Memangnya kenapa? Yurin saja tidak marah. Lihat, dia melanjutkan makan menggunakan sendok tadi"
Izumi menunjukku yang ingin melanjutkan makan karena tidak mau ikut campur lagi dengan pertengkaran mereka.
"Aku tidak mau ikut campur lagi. Walau aku melerai mereka, akan muncul pertengkaran lainnya" Pikirku dan bersiap lanjut makan
"Ririn! Singkirkan sendok itu! Jangan gunakan!" Teriak Yui. Namun terlambat, aku sudah memasukkan sendok itu ke mulut lebih dulu
"Yui! Suaramu terlalu besar, itu mengganggu pembeli lainnya" Ucapku sambil mengunyah
"Kenapa... kau gunakan lagi sendok itu..." Gumam Yui
Aku menelan makanan di mulutku lalu menjawab Yui.
"Memangnya kenapa? Mulut Izumi tidak mengandung racun. Dan lagi akan aneh kalau aku tiba-tiba meminta sendok baru padahal tidak ada apa-apa" Ucapku
"Tidak ada apa-apa??!" Tanya Yui mengulang ucapanku
"Ingatlah mereka tidak bisa melihat Izumi. Kau juga bukannya tidak bisa melihat Izumi? Memangnya aku perlu alasan apa untuk menukar sendok? Sendoknya jatuh ke lantai? Meski bisa menggunakan alasan itu, tapi aku tidak mau menggunakannya karena akan memperlambatku untuk melanjutkan makan" Jawabku santai
"Ririn, aku tahu kau tidak suka membuang waktu untuk hal tidak penting. Tapi ini kan...."
"Seperti katamu, Izumi itu hantu. Jadi jangan terlalu menanggapinya seperti manusia. Kalau dia manusia, baru kau bisa marah dia makan dari sendokku"
Yui terdiam sambil menatap tajam Izumi, sedangkan Izumi tersenyum puas ke Yui.
Yui kembali menatapku dengan hangat lalu mengulurkan sendoknya berisi makanan kepadaku.
__ADS_1
"Kalau begitu, Ririn cobalah ini"
"Ada banyak orang, Yui" Jawabku lalu kembali memasukkan makanan ke mulut
Izumi tidak mengatakan apapun, tapi diam-diam dia menahan tawa seperti mengejek Yui.
Lalu Izumi duduk dipinggir kanan kursi tempatku duduk sekarang.
"Kenapa?" Tanyaku
"Aku capek terus berdiri. Jadi bagi kursinya denganku"
"Yasudah, mau bagaimana lagi..."
Aku sedikit bergeser ke kiri agar Izumi duduk lebih luas.
Setelahnya Izumi melirik ke Yui dengan senyum kemenangannya.
"Ririn! Itu hanya trik-nya saja! Dia sama sekali tidak kelelahan! Lihat! Dia mengejekku barusan!" Teriak Yui
Aku menoleh ke kanan, tapi wajah Izumi hanya datar seperti biasa.
"Aku tahu kau tidak suka dengan Izumi, tapi kau tidak boleh memfitnahnya, Yui"
"Aku tidak bohong! Tadi dia tersenyum mengejek padaku!"
"Sudah, Yui. Ayo lanjut makan"
Tanpa sepengetahuanku, Izumi kembali tersenyum mengejek ke Yui. Senyuman Izumi itu seakan bilang, "Aku menang. Jadi jangan coba-coba cari masalah denganku". Melihat itu Yui hanya diam saja dengan tubuh gemetar karena menahan emosi.
"Iya... Kita selesaikan makan ini dengan cepat" Jawab Yui dengan senyum terpaksa
"Kalau tidak hantu itu pasti bikin ulah lagi..." Gumam Yui
"Hm? Kau mengatakan sesuatu?" Tanyaku
"Tidak bukan apa-apa"
Aku hanya menatap bingung Yui, lalu kembali menyendoki makanan.
Saat aku ingin memasukkan makanan ke mulut, Izumi tiba-tiba memegang tanganku lalu mengarahkan sendok ke mulutnya.
"Kali ini ada apa lagi?" Tanyaku
"Kau sudah berjanji membagi makananmu padaku. Tidak mungkin kau sudah lupa dengan perkataanmu sendiri, kan?" Ucap Izumi lalu memakan makanan di sendokku
"Kau ini, daripada seperti itu lebih baik langsung bilang saja. Aku kaget kau tiba-tiba memegang tanganku tadi"
"Baiklah~ Karena Yurin yang bilang sendiri, jadi kita makan bergantian"
"Kau sepertinya suka kare, ya"
"Yah, sebenarnya rasa makanannya tidak sebanding dengan standar selera makananku, sih. Tapi karena ini disuapi Yurin jadi enak" Gumam Izumi sambil mengusap bibirnya.
Deg...
Dadaku kembali berdetak kencang dan mulai salah tingkah dibuat Izumi. Dan tentu saja, Yui tidak tinggal diam.
Brak!
"Ririn!" Teriak Yui geram
"Ah, em, ya? Ada apa, Yui?" Tanyaku yang masih salah tingkah
"Aku melupakan sesuatu yang penting. Kita harus cepat kembali" Ucap Yui memaksa senyum dengan wajahnya yang kesal
"Tunggu kita selesaikan makan saja"
"Tidak bisa! Ini sudah dibiarkan terlalu lama, nanti bisa menimbulkan bencana"
"Yang punya urusan itu kamu, untuk apa ngajak Yurin? Kalau memang penting, pergi saja sendiri!" Ucap Izumi ketus dengan tangan kirinya memeluk pundakku dari belakang
"Ini tidak ada hubungannya dengan hantu gentayangan sepertimu!" Gumam Yui menahan emosi
"Aku hanya mengutarakan pendapat" Jawab Izumi santai
"Ririn!! Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi!! Jika kita tidak segera pergi dari sini, aku yakin cepat atau lambat aku akan meledak!!" Gumam Yui dengan tubuh gemetar karena menahan emosi
__ADS_1
"Em.... Baiklah, ayo kita pulang"
Dan begitulah, makan siang bertiga yang cukup menegangkan pun berakhir.