Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Menjadi Roh : Bertemu Roh Lain


__ADS_3

Rusen terjatuh dari jendela dan kepalanya pecah karena terkena batu dipinggir taman rumah.


Rusen pun mati seketika.


*


"Apa yang kau lakukan, Rio?!" Teriak Kirian dan langsung mencengkeram kerah baju Rio dengan mata berkaca-kaca.


"Aku.... Aku tidak bermaksud..."


Kirian langsung mendorong Rio dan berlari keluar.


"Siapapun disana, cepat lihat Ruu!!" Teriak Kirian


Para pelayan disekitar sana pun mendekati Kirian dengan bingung.


Begitu mereka keluar, mereka sangat kaget melihat Rusen, bahkan ada yang muntah dan pingsan begitu melihatnya.


"I... Itu Tuan Muda Rusen?..."


"Rusen!!!"


"Papa!! Telpon papa untuk kembali!!"


Aku pun muncul ditengah kebisingan itu dengan tersenyum puas.


"Dua... Mati..." Gumamku


"Selanjutnya... Siapa yang mati?"


*


Keesokan harinya, sama seperti biasa, aku kembali meneror sekolah dengan terus muncul di berbagai tempat di sekolah.


"Kyaaaaaaa!!!"


Ini sangat menyenangkan, mendengar teriakan ketakutan mereka.


Namun, ditengah keasikan aku itu, tiba-tiba aku merasakan aura yang kuat mendekatiku.


Aku langsung menoleh ke belakang dan langsung bersiaga.


"Siapa kau?! Jangan ganggu kesenanganku!!" Gumamku kesal


Tap... Tap... Tap...


Roh laki-laki dengan memakai seragam sekolah muncul dari kegelapan. Wajahnya tidak terlihat karena tertutup bayangan.


"Berhenti melakukan itu. Kalau kau teruskan, kau akan jadi makin gila" Ucap roh asing itu


"Aku tanya kau siapa. Kau tuli?" Ucapku kesal


"Aku hanya mengingatkanmu. Aku siapa, itu tidak ada hubungannya denganmu" Ucapnya dan perlahan menghilang.


"Pengganggu" Gumamku dan kembali berjalan ke depan


*


Sejak roh asing itu menghampiriku, sekarang mulai terlihat roh-roh yang lainnya terkadang mengintip aku yang sedang meneror murid sekolah.


Aku jengkel karena merasa jadi bahan tontonan mereka.


"Kalau ada yang mau kau katakan, keluar dan hadapi aku!!" Teriakku


Seketika semua roh yang mengintip itu menghilang.


*


Aku, Arato Izumi.


Roh yang umurnya baru beberapa bulan, tapi sudah berkuasa di sekolah. Begitu menjadi roh, aku langsung menjadi roh tingkat atas yang sangat jarang terjadi.


Aku menjadi roh tingkat atas karena semua rasa sakit dan dendam yang terpendam di diriku saat masih hidup.

__ADS_1


Meski aku yang sekarang berubah 180 derajat dari saat aku masih hidup dan jadi sangat kuat, tapi tetap ada hal yang tidak berubah dan juga kelemahanku.


Hal yang tidak berubah adalah traumaku saat masih hidup. Dan kelemahanku adalah masa laluku.


Begitu teringat masa-masa saat aku masih hidup, tubuhku refleks gemetar hebat karena trauma itu masih ada.


Mati bukan berarti semua yang ada saat masih hidup menghilang begitu saja. Yang mati hanyalah tubuhku, sedangkan jiwaku masih sama.


Jiwaku yang rapuh dan penuh luka saat masih hidup masih sama dengan aku yang sekarang menjadi roh.


Kupikir meski aku punya kelemahan seperti itu, itu bukan masalah karena tidak ada yang tahu.


Hingga suatu hari di sekolah, ketika aku sedang meneror orang seperti biasa....


"I... Zumi..."


Aku menoleh ke sumber suara dengan kesal.


Begitu aku melihat roh itu, aku langsung kaget.


"Kita bertemu lagi"


Hazuki Maeru, orang yang kubunuh sebelumnya tiba-tiba menjadi roh jahat dan terkurung di dunia manusia.


Selain rasa dendam, orang bisa jadi roh jahat karena saat hidup dia terlalu banyak membuat kejahatan dan hatinya busuk.


Selain karena hal itu, setelah aku mati dan meneror murid sekolah ternyata diam-diam Maeru menyimpan dendam padaku karena aku terus menerornya.


Setelah mati, kini Maeru jadi roh jahat tingkat menengah.


Alasan aku jadi roh adalah karena mereka, termasuk Maeru. Dan Maeru jadi roh karena aku.


Hanya dengan melihat itu saja sudah bisa menunjukkan kami tidak akan pernah bisa bekerja sama meski sama-sama roh jahat.


*


Aku menatap jengkel ke arah Maeru.


"Aku tidak ada urusan dengan kau!" Ucapku kesal


Aku langsung menepis tangannya dan mendorongnya dengan kesal.


"Kau bicara seolah kau adalah korban. Memangnya siapa yang lebih dulu membunuh diantara kita?!"


Aku langsung berbalik dan pergi meninggalkannya.


"Aku tidak ada urusan dengan roh meski itu adalah roh dari pembunuhku. Aku hanya mau membunuh manusia busuk di sekolah ini"


"Dasar sombong!!"


Aku berhenti berjalan dan melirik tajam kearahnya.


"Roh tingkat menengah berani melawan aku yang ada di tingkat atas?" Tanyaku


Dalam sekejap aku langsung teleportasi ke belakangnya dan memukulnya sangat keras.


"Ugh!"


"Sepertinya kau masih belum mengerti aturan di dunia roh karena terlalu senang terus berada di atas saat masih jadi manusia"


Aku kembali teleportasi ke belakangnya dan tenendangnya.


"Disini, kau bukan apa-apa jika dibanding denganku!!"


Aku pun langsung pergi dari sana setelah puas memukulnya.


Setelah aku berjalan agak jauh dan tidak dilihat Maeru lagi, aku berhenti berjalan.


Seluruh tubuhku seketika gemetar karena begitu melihatnya, ingatan masa lalu muncul lagi.


"Aku lebih kuat darinya... Tidak boleh seperti ini!" Gumamku dan mengepalkan tangan.


*

__ADS_1


Sejak itu, aku tidak lagi bertemu dengan Maeru.


Lalu roh-roh jahat yang juga tingkat atas atau master mulai sering menemuiku.


"Aku melihat potensi besar padamu. Apa kau mau masuk kedalam kelompok kami?"


"Aku tidak tertarik" Jawabku datar


"Kalau kau masuk, keamananmu akan terjamin. Kita akan saling menolong antar anggota. Kau juga sangat suka membunuh, jadi kalau kau melenyapkan roh, kau tidak perlu takut roh lain melenyapkanmu juga"


Aku berdecak kesal.


Sudah kubilang aku tidak tertarik!!" Teriakku


"Ini tawaran bagus. Kau jadi pusat perhatian di kalangan roh akhir-akhir ini. Diantara mereka pasti ada yang berpikir untuk melenyapkanmu karena merasa posisi mereka terancam"


Aku melipat kedua tanganku didepan dada dan menatap tajam roh itu.


"Lalu, apa ada jaminan kalau kelompok kalian tidak akan melenyapkanku?" Tanyaku


Roh itu langsung tersentak.


"Tentu saja kami tidak akan mengkhianati kelompok kami sendiri" Jawabnya


"Bagaimana kalau aku yang berkhianat begitu aku masuk?" Tanyaku


"Apa?!"


"Aku bilang, apa yang kalian lakukan jika aku berkhianat?" Tanyaku


"Aku tidak akan mau menyerahkan diriku pada organisasi yang bahkan tidak aku ketahui. Jika kau masih memaksaku masuk, aku yang akan melenyapkan kalian semua hingga tersisa aku seorang"


"Kau terlalu percaya diri! Roh yang bahkan belum berumur setengah tahun berani menantang kami yang sudah puluhan tahun" Ucapnya kesal


"Disini, kekuatan yang berbicara" Jawabku cepat


"Ck! Kami tidak perlu anggota sepertimu!" Teriaknya dan langsung teleportasi


Tidak hanya satu atau dua tawaran masuk kelompok yang datang padaku. Setiap hari selalu ada yang datang untuk mengajakku masuk kelompok mereka hingga aku kesal.


Hingga di malam hari, ada satu roh yang mendatangiku.


Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena gelap.


Roh itu mengajakku berbicara berdua di tempat sepi.


"Arato Izumi, ada yang ingin aku bicarakan denganmu"


"Hah?!"


"Aku tertarik dengan kekuatanmu itu. Bagaimana kalau kita bekerjasama?" Tanyanya


"Sudah berapa kali kubilang, aku tidak tertarik!" Teriakku saking kesalnya


"Ini bukan tawaran masuk kelompok. Ini kerjasama antara kita saja, tidak ada yang lain"


"Tidak!!"


"Aku berniat untuk menjadikanmu tangan kanan dari pemimpin roh jahat begitu kau masuk tingkat master" Ucapnya


"Aku tidak mau berhubungan dengan roh manapun, aku tidak perlu perlindungan siapapun, dan aku tidak mau terikat dengan hal apapun!!"


"Kau tak perlu mengabdikan dirimu pada pemimpin roh. Kau bisa jadi pengganti pemimpin roh jika ada keperluan, dan kau juga bisa mengatur bawahan" Ucapnya


"Aku tidak tertarik dengan jabatan itu. Aku tidak mau dikekang. Aku mau bebas melakukan apapun yang kumau!"


"Kau mau membunuh, kan? Kau bisa terjun ke medan perang saat ada perang antar wilayah jika mau"


"Dendamku itu pada manusia yang ada di sekolah ini. Aku hanya membunuh manusia. Aku tidak tertarik melenyapkan roh yang tidak melakukan kesalahan padaku. Jadi berhentilah mengatakan omong kosong!"


"Kalau kau masih punya otak, maka pergilah dari hadapanku!"


"Kau akan menyesal"

__ADS_1


"Aku tidak akan menyesal menolak penipu"


"Baiklah, untuk sekarang aku akan pergi. Tapi kuharap kau masih mempertimbangkan ucapanku tadi" Ucap roh itu dan menghilang


__ADS_2