
*
**
Pertarungan antara aku dan pembasmi roh tak bisa dihindarkan.
Trang! Zrash! Wosh!!
Pertarungan sengit pun terjadi.
Si pembasmi roh wanita itu berdecak kesal karena setelah berjam-jam bertarung, tetap tidak bisa mengalahkanku.
"'Cepat serahkan saja dirimu pada kami!! Seberapa keras pun kau berusaha, akhirnya kau tetap akan tersegel oleh kami juga!! Jangan ganggu manusia lagi dan bersikaplah baik!!" Teriaknya
Aku balik menatapnya tajam penuh amarah.
"Kalianlah yang lebih dulu menyerangku!! Seandainya kalian tidak lebih dulu menganggukuku, aku juga tidak akan menyerang kalian!!" Teriakku
"Omong kosong! Banyak orang yang sudah jadi korban karena ulahmu!!"
"Karena mereka sejak awal memang punya masalah denganku. Sedangkan kalian tidak punya masalah denganku awalnya!"
"Dasar roh jahat tak punya hati!! Masalah apapun itu, tetap saja banyak orang yang meninggal karenamu! Kau bilang kami tidak punya masalah denganmu? Sejak kau jadi roh jahat, kami sudah punya masalah denganmu!!"
"Roh jahat hanya memikirkan membunuh orang untuk kepuasan dirinya sendiri!! Padahal sudah mati, tapi masih mengganggu!!"
Deg...
Karena aku roh jahat, jadi posisiku selalu 'jahat' dimana manusia. Padahal... Aku sendiri tidak berharap jadi seperti ini. Dan lagi... Aku jadi seperti ini juga karena manusia.
Amarahku pecah dibuat mereka.
"Kalian bilang aku membunuh untuk kepuasan diri sendiri? Lalu kalian sendiri juga apakah melenyapkan roh tidak untuk kepuasan diri sendiri? Kembali ke rumah dan berkaca sebelum berkata dan bertindak!! Hanya karena aku roh jahat, bukan berarti semua perbuatan kalian benar!!"
"Kalian bilang aku tidak punya hati? Justru para manusia itulah yang merebut hatiku dan menghancurkannya!!"
"Jangan buat alasan!! Kalian sendiri juga adalah pembunuh berkedok pahlawan penyelamat manusia!!"
Mereka bertiga tersentak sekaligus kaget mendengar ucapanku, apalagi ketua mereka.
"Cih!"
Aku langsung teleportasi pergi.
"Dasar!! Ayo kita kejar!!" Teriak si wanita. Namun ketuanya langsung menahannya.
"Hari ini cukup sampai sini, tidak usah dikejar"
"Tapi ketua---"
"Kita sudah kelelahan karena pertarungan ini"
"..."
"Baik"
*
Hari-hari terus berlalu dan mereka kembali datang ke sekolah untuk mengusirku.
Mereka tak menyerah terus menyerangku.
Swosh!!
Aku yang penuh luka karena pertarungan sekarang terkepung oleh ketiga pembasmi roh.
Dengan kekuatannya, ketuanya yang memiliki jenis kekuatan penyihir menekan pergerakanku hingga tidak bisa bergerak. Bahkan hanya untuk menggerakkan bola mata saja sulit.
"Kau terkepung"
"Sial!! Aku menghemat kekuatan sebelumnya karena takut para roh nanti menyerangku seusai pertarungan ini. Tapi kalau seperti ini aku tidak bisa berhemat lagi. Haruskah aku menggunakan kekuatan kristal hati?" Pikirku
"Sangat memalukan jika aku yang sudah menaklukkan banyak wilayah ini berakhir begitu saja ditangan 3 manusia. Aku tidak bisa berakhir seperti ini"
"Selamat tinggal, roh menjijikkan!"
Aku menyeringai mendengarnya.
"Jangan anggap aku remeh, manusia! Kau akan menyesalinya!!"
Prang!!
Segel yang menekan diriku pecah hanya dengan satu serangan kekuatan kristal hati biru.
Aku menyerang balik mereka dengan membuat mereka terpelanting terdorong oleh aura. Setelahnya aku langsung teleportasi pergi untuk menghemat kekuatan.
Dan benar saja, seusai aku teleportasi, aku disambut oleh sisa pemberontak yang siap melenyapkanku.
"Semuanya, ayo serang!! Dia sedang sekarat dibuat oleh pembasmi roh! Sekarang waktu yang tepat untuk kita balas dendam padanya!!!"
Pertarungan kembali tidak bisa dihindari. Kali ini aku seorang diri melawan para roh dengan jumlah hingga hampir seribu.
Aku tidak bisa memanggil Kei datang karena dia sedang menahan para pemberontak yang berhasil ditangkap. Lalu Kagusa juga sedang mengerjakan tugas pemimpin yang kutitip padanya.
Tidak ada pilihan lain selain aku menghadapi mereka semua sendirian.
*
Semenjak pembasmi roh itu datang, tidak ada hari yang tenang untukku. Setiap saat aku terus bersiaga terhadap serangan, baik itu dari si pemburu roh itu sendiri atau dari roh pemberontak.
Selama 1 bulan awal aku masih bisa menghadapinya. Namun semakin lama, aku tidak bisa terus seperti ini lagi.
Tidak ada waktu untukku istirahat, artinya tidak ada waktu untukku mengisi kembali kekuatanku yang terbuang saat pertarungan.
Jika aku fokus membunuh ketiga pembasmi roh, kekuatanku akan habis terkuras. Disaat itu, para pemberontak akan mengambil kesempatan untuk melenyapkanku. Begitu juga sebaliknya.
__ADS_1
Aku kembali dihadapkan pada jalan buntu.
Pada suatu kesempatan, aku, Kagusa, dan Kei memulai rapat mengenai hal ini.
"Bagaimana kalau saya lenyapkan semua pemberontak, Tuan?" Tanya Kei
"Tidak. Wilayah akan mengalami kritis jika kekurangan kekuatan roh jahat. Kondisi wilayah ini jadi makin tidak seimbang karena rata-rata pemberontak adalah roh jahat"
"Kalau begitu, kita cepat bunuh si pembasmi roh" Ucap Kagusa cepat
"Kalau bisa semudah itu, sejak awal sudah ku bunuh mereka seperti yang lain" Sahutku sambil menyandarkan punggungku ke sandaran kursi.
"Jika melakukannya bertiga, kita pasti bisa! Kita hanya perlu 1 lawan 1 dengan mereka!" Ucap Kei semangat
"Timing mereka datang tidak tepat. Mereka datang di sore hari, dimana saat-saat roh sedang sibuk. Kei, kau sibuk mengurusi para pemberontak di penjara, sedangkan Kagusa sibuk pada urusan kepemimpinan yang tidak bisa ditinggal"
"Kalian tidak bisa membantuku kali ini. Selain itu, jiwa kalian dipertaruhkan karena hal ini"
Kagusa dan Kei langsung memasang wajah sedih bercampur khawatir.
"Kalau begitu, apa yang harus dilakukan?" Tanya Kei
Aku terdiam sejenak, dan satu hal terbesit di otakku.
Aku langsung menarik tubuhku condong ke arah mereka dan menatap dengan serius.
"Aku punya... Ide agar terhindar dari pemburu dan pemberontak sekaligus"
*
**
2 minggu kemudian, di halaman belakang sekolah kembali terjadi pertarungan sengit antara aku dan pemburu roh.
Disaat aku merasa kekuatanku sudah terkuras cukup banyak, aku langsung lari kedalam gedung sekolah untuk mengecohkan mereka. Di kesempatan itu, sekalian aku mengumpulkan sedikit kekuatan tambahan.
"Jangan lari!!"
Kembali terjadi pertarungan didalam kelas kosong itu.
Hingga beberapa saat setelahnya...
Klang!!!
Seluruh tubuhku terikat rantai kekuatan dan juga pergerakanku disegel.
Si ketua menatapku tidak percaya.
"Aku tidak menyangka bisa menangkapnya hanya seperti ini setelah sekian lama pertarungan yang sebelumnya"
"Apapun alasannya, yang penting dia sudah tertangkap. Cepat segel!!" Teriak si pria
Mereka bertiga langsung membuat formasi untuk menyegelku agar tidak menghantui sekolah lagi.
"Kali ini benar-benar berhasil! Dia tidak akan bisa lari lagi!!" Ucap si wanita kegirangan
Swosh!!
Mereka tampak senang karena berpikir berhasil menyegelku.
Aku tersenyum melihat reaksi mereka.
"Jangan senang! Aku tersegel karena diriku sendiri, bukan karena kalian!!" Teriakku
"Aku tidak pernah dikalahkan siapapun!!"
Si ketua menatapku serius beberapa saat, lalu dia angkat suara.
"Kau roh yang paling membuat kami kesulitan selama ini. Sebutkan namamu padaku untuk terakhir kalinya, aku akan mengingatnya"
Aku terdiam sejenak, lalu menjawabnya.
"Arato Izumi"
"Arato Izumi. Baiklah, aku mengingatnya. Aku Yasa Iruki, ingat nama itu baik-baik"
"Yasa Iruki... Aku akan kembali dan membalaskan dendamku" Gumamku
"Aku tunggu saat itu tiba"
Woosh...
Zuunggg...
Aku pun menghilang bersamaan dengan sinar dari lingkaran sihir itu yang memudar.
Mereka berpikir, aku tersegel di salah satu alat yang sudah mereka siapkan untuk jadi wadah dimana tempat aku disegel.
Namun nyatanya, aku tersegel di buku milikku yang masih berada di tempatnya semula, yaitu di kolong meja milikku dulu.
*
**
Kembali ke 2 minggu yang lalu.
"Aku punya... Ide agar terhindar dari pemburu dan pemberontak sekaligus"
"Tapi aku tidak yakin kalian akan setuju dengan ide ini karena terdengar gila"
"Disaat sekarang ini, ide segila apapun mungkin bisa jadi solusi" Jawab Kagusa
Kagusa dan Kei memasang wajah serius bersiap mendengar penjelasan Izumi.
"Bagaimana jika... Aku tersegel?" Tanya Izumi
__ADS_1
Kagusa dan Kei kaget mendengarnya.
"Apa maksud anda?" Tanya Kei
"Jika aku tersegel, tentu saja aku terhindar dari pemberontakan dan juga tidak akan dilenyapkan oleh pemburu"
Kagusa langsung memegang dahinya sambil memijat kecil.
"Segila apapun ekspektasi ku, tetap saja yang kau katakan terlalu gila. Aku tak menyangka ide mu segila itu untuk ukuran dirimu yang jenius"
"Kau tidak pernah dengar? Gila dan jenius itu beda tipis" Jawab Izumi cepat
Kagusa kembali menatap Izumi dengan serius.
"Setiap yang kau lakukan itu pasti ada maksudnya. Mungkin kami akan salah paham, jadi jelaskan dulu pada kami"
Izumi kembali menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dan merilekskan tubuhnya.
"Seperti yang ku bilang sebelumnya. Jika aku tersegel, para pemberontak tidak akan bisa berbuat apa-apa. Pemburu juga tidak akan melenyapkanku karena tidak ada lagi alasan mereka melakukannya"
"Tapi... Dari sekian banyak, kenapa harus disegel?" Tanya Kagusa khawatir
Izumi melirik ke arah Kagusa dengan matanya yang datar.
"Apakah di situasi sekarang ini banyak pilihan?" Tanya Izumi
Kagusa terdiam tidak bisa berkata.
"Tetap saja... Kau tahu kan apa yang terjadi jika kau tersegel?" Tanya Kagusa
"Kekuatan yang susah payah aku perkuat selama ini akan melemah karena tersedot oleh segel itu. Sebelum segel dibuka, aku tidak akan bisa keluar dari tempat gelap dan terus terkurung disana. Aku tahu itu"
"Jika kau tahu, kenapa masih mau?!" Teriak Kagusa khawatir bercampur sedikit emosi
"Hal itu sudah sering terjadi padaku saat hidup" Jawab Izumi santai
"Jangan samakan kau yang manusia dengan kau yang sekarang!!"
"Dan lagi, bagaimana dengan wilayah ini jika kau tidak ada?"
"Itu lebih baik, kan? Tidak akan ada wilayah musuh yang bisa mengambil tanah dari wilayah sekolah, karena aku, pemiliknya tidak ada. Mereka tidak akan bisa mengambil kristal hati di tubuhku"
"Izumi!!---"
"Kagusa!"
Kei yang sedari tadi hanya mendengar kini angkat suara.
Kei dengan matanya yang berwarna merah menyala itu menatap Izumi dan Kagusa dengan sendu.
"Tuan benar. Satu-satunya cara agar tuan terhindar dari semua itu hanyalah dengan menyegel Tuan. Dengan begitu, tidak akan ada satupun roh ataupun manusia yang bisa menyentuh Tuan"
"Kei--- Kau juga..." Gumam Kagusa tak percaya
Kagusa menggertakkan giginya.
"Izumi juga tersiksa selama tersegel!! Jadi apa bedanya dengan dia yang bebas seperti sekarang?!" Teriak Kagusa
"Setidaknya jiwa Tuan terjamin jika dia tersegel"
Kagusa kembali terdiam. Dia mengeratkan kepalan tangannya hingga gemetar dan uratnya keluar.
"...."
"Baiklah..."
Dengan berat hati Kagusa akhirnya menyetujuinya.
Kagusa masih tertunduk dan tangannya mengepal erat diatas meja.
"Aku akan baik-baik saja"
Kagusa tersentak lalu menatap Izumi yang ada di depannya.
"Kau pikir aku selemah apa hingga kau perlu mengkhawatirkan aku?" Tanya Izumi
Ucapan Izumi itu berhasil menenangkan kekhawatiran Kagusa. Tangannya melemas dan raut wajahnya mulai membaik.
"Kau itu masih anak-anak, aku jadi sedikit takut" Ucap Kagusa dengan senyum tipisnya
Izumi menghela nafas panjang.
"Wilayah ini... Aku titipkan pada kalian hingga aku kembali nanti. Pastikan saat segelnya terlepas, aku masih bisa melihat kalian"
"Kau pikir kami yang tangan kanan dan kiri pemimpin roh ini selemah apa?!" Teriak Kagusa
Izumi tertawa kecil melihat reaksi Kagusa.
Ditengah itu, Kagusa menepuk pelan puncak kepala Izumi.
"Kau harus baik-baik saja. Aku akan merasa sangat bersalah jika ada sesuatu padamu"
Dengan cepat Izumi menepis tangan Kagusa.
"Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!!"
"Kau itu masih kecil, dasar bocah"
Begitulah, setelahnya rapat singkat mereka pun usai.
Dan rencana pun dimulai.
*
**
__ADS_1
...Flashback kehidupan Izumi dari lahir hingga menjadi roh, selesai....