Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Ujian Dimulai


__ADS_3

namaku adalah Asahi Yurin. kemarin aku belajar bersama Izumi di kamar saat Yui pergi belajar bersama teman sekelasnya. hari ini, di minggu pagi aku kembali belajar dengan Izumi dibawah pohon depan rumahku. hari ini kami lebih fokus ke pelajaran yang akan menjadi ulangan esok hari. memang sulit untuk cepat mengerti semua yang kupelajari. tetapi, setidaknya aku mengerti hal-hal penting yang kupelajari.


*


lalu, hari yang kami tunggu-tunggu itu akhirnya tiba. hari ini adalah hari pertama ulangan kami. ruang tempatku ulangan bernomor 4 di lantai 2 bangunan sekolah.


saat menjawab ulangan pertama yaitu fisika, ada beberapa soal yang menurutku sulit. di ulangan kedua dan ketiga pun begitu. ada beberapa soal yang tak bisa aku temukan jawabannya.


saat semua orang di ruang kelas tempatku ulangan itu telah selesai mengerjakan ulangannya, mereka berkumpul dan membicarakan tentang soal di ulangan itu. ada juga murid dari ruangan lain yang masuk untuk bertemu teman mereka dari ruang ini.


"hey, bagaimana soal ulangan tadi? menurut kalian sulit tidak?" tanya seorang wanita berkacamata.


"sangat sulit. banyak sekali soal yang jawabannya aku asal isi karena terlalu bingung" jawab seorang laki-laki berjaket


"benar sekali! ada juga soal yang tak kami pelajari saat di kelas" jawab perempuan yang rambutnya dikepang


"padahal ini baru hari pertama ulangan, tapi kepalaku sudah sangat sakit saat melihat soal-soal tadi" ucap perempuan berambut pendek


"benar! apalagi saat memikirkan beberapa hari kedepan masih harus berhadapan dengan soal-soal seperti ini, rasanya jadi mau muntah" ucap seorang laki-laki berambut pirang


mereka terus berbicara tentang ulangan tadi. saat aku berjalan keluar kelas melewati mereka, aku juga disapa oleh mereka


"hai, kamu dari kelas berapa?" tanya perempuan berambut pendek


"aku dari kelas 10-2" jawabku


"oh, aku dari kelas 10-5" jawab perempuan berambut pendek


"aku dari kelas 10-3" jawab perempuan berkacamata


"bagaimana soal ulangan tadi? sulit tidak?" tanya perempuan berkacamata


"lumayan sulit. aku kurang waktu karena terlalu lama mencari jawabannya tadi" jawabku


"iya! para guru tidak memikirkan kita yang kesulitan menjawab soal dan lagi dengan waktu yang singkat" ucap laki-laki berjaket


"bukankah kau yang paling pertama mengumpulkan jawaban tadi?" tanya laki-laki berambut pirang


"yah, itu... aku terlalu bingung jadi asal isi lalu aku kumpul" jelas laki-laki berjaket dengan terbata-bata


"itu salahmu sendiri, jadi jangan salahkan guru dong!" ucap perempuan berkacamata dengan tegas


"aku yakin ini baru pertama kalinya mereka berbincang satu sama lain. tapi mereka sudah terlihat sangat akrab" pikirku sambil memperhatikan mereka


*


saat aku dan Yui telah pulang dan sampai di rumah, Izumi mendatangiku.


"bagaimana ulangan tadi?" tanya Izumi


"seperti itulah" jawabku dengan suara kecil

__ADS_1


"kau tak bisa menjawab soalnya?" tanya Izumi


"sedikit" jawabku


"apakah ulangan tadi sulit?" tanya Izumi


"mungkin" jawabku


"jawabanmu dari tadi sama sekali tak memuaskanku" ucap Izumi


"kau daritadi bertanya terus. setidaknya biarkan kepalaku istirahat sebentar" gerutuku lalu membaringkan tubuh ke kasur dengan posisi tengkurap


"aku hanya tak mau kau dapat nilai jelek" ucap Izumi dengan melipat tangannya di depan dada


"memang kenapa jika aku dapat nilai jelek?" tanyaku dan mengintip ke belakang melihat Izumi


"aku akan malu" jawab Izumi


"kenapa kau harus malu? bukankah seharusnya aku yang malu jika nilaiku jelek?" tanyaku


"jika kau malu karena nilaimu jelek, itu sudah pasti. tapi aku malu karena aku tak dapat membuatmu mendapat nilai bagus" jawab Izumi


"tapi tak ada yang tahu kalau aku diajari Izumi" ucapku


"malu bagiku tak diukur dari apa yang dinilai orang lain. aku akan malu jika aku merasa salah atau gagal melakukan sesuatu" jawab Izumi


"wah, kata-katanya bagus sekali" gumamku


"itu kata-kata yang ibu... mama katakan padaku" ucap Izumi lalu duduk di pinggir kasur


1 jam kemudian, Izumi membangunkan aku yang sedang tidur


"hey... heeeyy... bangun!" ucap Izumi


"Rin... Yurin... Yuriiiin!" panggil Izumi


"Yui, aku masih mau tidur... nanti saja makannya" gumamku


"Yurin!!" teriak Izumi


"ya!" aku langsung menjawab teriakan Izumi dan langsung duduk begitu membuka mata


"eh? lho?" aku bingung


"akhirnya kau bangun juga" ucap Izumi menghela nafas


"besok masih ada ulangan. cepat belajar!" suruh Izumi


"lupakan. aku masih mau tidur dan bermimpi indah" ucapku lalu kembali berbaring di kasur


"cepat bangun! atau kau akan menyesal karena tidak mengikuti kata-kataku" ancam Izumi

__ADS_1


"tidak peduli~" gumamku lalu kembali tidur


*di dalam mimpiku


"waah! nilai ulanganku berada di peringkat pertama seangkatan!" ucapku senang


"apa gunanya berada di peringkat pertama tapi bukan berasal dari otak sendiri" ucap orang di sampingku


"apa maksudmu?" tanyaku


"padahal kau tidak belajar, tapi kau berada di peringkat pertama. tentu saja artinya kau mencontek!" jawab orang itu


"apa? tentu saja aku belajar!" bantahku


"kau tidak belajar! padahal Izumi sudah berbaik hati ingin mengajarimu yang bodoh, tapi kau menolaknya" ucap orang itu


"tidak!!" teriakku


lalu tiba-tiba, aku sudah berada di kantor kepala sekolah


"Asahi Yurin, kau di keluarkan dari sekolah ini" ucap kepala sekolah


"kenapa?" tanyaku


"sekolah ini adalah sekolah favorit semua murid. aku tak bisa membiarkan murid tidak jujur dan malas belajar berada disini. masih banyak orang diluar yang lebih baik darimu yang ingin masuk ke sini, jadi aku tak ada alasan untuk mempertahankan dirimu" jelas kepala sekolah


lalu, aku berpindah ke rumah


"Ririn, kau mengecewakanku" ucap Yui


"Yui..." ucapku


"ternyata aku salah menilaimu. bisa-bisanya kau berbuat kotor begitu untuk dapat nilai bagus" ucap Yui


"tidak!!" teriakku


aku berpindah lagi, kali ini aku berada di rumah asliku bersama kedua orang tuaku


"Yurin! aku tidak pernah mengajarimu berbuat tidak jujur" teriak papa


"papa! aku tidak melakukannya" teriakku


"ternyata tidak ada gunanya kami menyekolahkanmu di sekolah itu. kau pasti tertekan karena disana muridnya pintar semua, kan? karena itu kau berpikir untuk memakai jalan pintas mendapat nilai bagus" ucap mama


"tidak, mama!" ucapku


"tak apa, Yurin. kau tak perlu sekolah lagi sekarang. kau malas belajar, jadi untuk apa kau sekolah? hanya menghabiskan uang saja" ucap mama dengan suara dingin


"sekarang terserah apa yang kau inginkan, kami tak ingin mengurusmu lagi" ucap papa


"aku tidak melakukannya!" teriakku

__ADS_1


"aku tidak mencontek atau apapun!" teriakku


tiba-tiba aku terbangun dari tidurku


__ADS_2