
saat di kamar...
"Ririn, kenapa kau lama sekali??!" tanya Yui
"maaf, tadi aku bertemu senior Izumi" ucap ku
"kau bertemu? bagaimana? apakah dia tampan?" tanya Yui menggodaku
"entah. aku tak terlalu jelas saat melihatnya" ucap ku
"tapi aku belum mengembalikan barangnya. Soalnya dia tadi tiba-tiba pergi begitu saja" ucap ku
"hmm~" Yui tampak sedang berpikir
"aku akan membantumu mencari senior Izumi besok" ucap Yui
"iya. makasih, ya" ucap ku
"tak usah sungkan dengan ku" ucap Yui senyum
keesokan harinya,saat berangkat sekolah buku senior aku pegang. karena jika begitu, aku akan ingat untuk mencarinya. kebetulan aku kenal dengan seorang senior.namanya adalah Eri. ia sekarang sudah kelas 12. seharusnya dia tahu banyak soal sekolah ini. aku memutuskan untuk bertanya padanya
"permisi, senior Eri. ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap ku
"ya? mau tanya apa?" tanya senior Eri
"senior tahu tidak dengan senior Izumi?" tanyaku
"I... Izumi??" tanya senior Eri dengan wajah takut
"iya" jawab ku singkat
"i... itu... di sekolah ini sekarang tidak ada murid bernama Izumi" jawab senior Eri
"lho? tapi kemarin aku bertemu dengan seorang dengan nama 'Izumi'. ia datang ke kelas ku kemarin"
"kau berada di kelas mana?" tanya senior Eri
"kelas 10-2" jawab ku
"apakah mungkin..." wajah senior Eri menjadi pucat
"ada apa?" tanya ku
"sebelumnya ada orang bernama Izumi. namun ia meninggal 5 tahun yang lalu. ia meninggal di kelasnya, kelas 10-1 yang sekarang menjadi kelas mu. ia memang suka menampakkan dirinya di kelas itu. kau pasti pernah kan mendengar soal ini?" jawab senior Eri dengan wajah pucat
"jadi maksudnya.... orang yang aku temui kemarin itu adalah hantu? penunggu sekolah ini??!" tanya ku
__ADS_1
"i... iya" jawab senior Eri
"aku harus melaporkan ini pada kepala sekolah" ucap senior Eri dan langsung lari ke ruang kepala sekolah
"bagaimana ini.... buku yang ada padaku itu juga adalah buku nya??" tanya ku pada diri ku sendiri
"apakah ia akan menghantui ku?" tanya ku
setelah itu, aku berjalan kembali ke kelas. di koridor tampak sepi. dan aku melihat... laki-laki yang aku lihat kemarin. senior Izumi, ia sedang berdiri di depan ku beberapa meter. ia menundukkan kepalanya dan perlahan berjalan ke arah ku
aku pun berjalan mundur dengan tubuh gemetar. karena saking terkejutnya, aku sampai tak sanggup berdiri lagi. kemudian aku memaksakan tubuhku untuk berlari. aku berlari ke belakang secepat yang aku bisa. saat aku ingin berbelok, tiba-tiba senior Izumi sudah ada di sana. aku berlari lagi ke tempat lain, tetapi senior Izumi itu sudah ada di depan ku lagi.
lalu, aku masuk ke sembarang kelas untuk bersembunyi. saat aku menoleh ke belakang, melihat para murid itu... mereka tergeletak di semua tempat di kelas itu dengan penuh darah. lalu satu per satu mereka berdiri. kemudian aku ingin keluar dari kelas itu. saat aku membuka pintu, Izumi sudah ada di depan pintu itu. aku terkepung.
karena saking takutnya, aku menangis dan pingsan.
*
saat aku sadar, di sampingku ada mesha
"oh, kau sudah sadar!" ucap Mesha
"aku... dimana?" tanyaku
"UKS" jawab Mesha
"tadi katanya kau masuk ke dalam kelas 12. saat para senior mendekatimu untuk bertanya, kau langsung menangis dan pingsan" ucap Mesha
aku langsung teringat kejadian tadi
"a... aku takut..." aku menangis lagi karena terbayang ketakutanku yang sebelumnya
"Yu... Yurin, ada apa?" tanya Mesha khawatir
"aku tidak ingin melihat itu lagi" ucap ku dan langsung memeluk Mesha
setelah itu, kami kembali ke kelas. dan beberapa jam kemudian, bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. aku mendatangi kelas Yui untuk pulang bersama seperti biasa
"Ri... Ririn!!" ucap Yui ketakutan
"Ririn, senior Izumi yang kau katakan itu.... sebenarnya adalah hantu sekolah ini!!" ucap Yui dengan suara gemetar
"aku... sudah tau" ucapku ragu
"jangan-jangan... dia marah?" ucap Yui ketakutan
"hentikan!" ucapku
__ADS_1
"Ririn, ini karena kau bilang mau memukulnya! dia jadi marah!" ucap Yui dengan mata berkaca-kaca
"bagaimana ini, Ririn? di muncul di depanmu? apa kau tidak salah lihat? apa dia melukaimu? tadi katanya kau pingsan, apa itu karena ulah hantu itu?" tanya Yui dengan menggoyang-goyangkan tubuhku
"tenanglah, Yui" ucap ku.
walau aku bilang begitu, tapi sebenarnya aku sendiri gelisah. aku mencoba tenang di depan Yui agar ia tidak khawatir
"ayo pulang" ucap ku dan menarik Yui
kami pun berjalan menelusuri koridor yang sepi, karena kami pulang terakhir. Yui terlihat gelisah. ia terus menoleh ke segala arah
"ada apa, Yui?" tanyaku
"aku merasa... sepertinya kita di buntuti" ucap Yui
"di buntuti?" tanya ku. lalu aku menoleh ke belakang
"iya. tapi tidak ada siapa-siapa disini" ucap Yui
saat Yui mengucapkan itu, bersamaan aku melihat Izumi di belakang kami
"Yui, ayo cepat lari" ucap ku dan menarik Yui
"ada apa? kenapa lari?" tanya Yui
"ikuti saja apa kataku!" ucap ku
kami terus lari. setelah turun dari tangga dan berbelok, tiba-tiba Izumi muncul di samping tangga.
aku tak menghiraukan Izumi dan tetap lari. saat kami berbelok untuk turun tangga lagi, tiba-tiba Izumi muncul lagi. karena kaget, aku salah menapakkan kaki ku, dan terpeleset
"bahaya!" teriak Yui dan menahan tanganku agar aku tidak jatuh
"Ririn, kau kenapa?" tanya Yui. lagi-lagi aku tak menjawab pertanyaannya, dan langsung menarik tangannya untuk berlari lagi
saat kami keluar dari gedung sekolah, ada banyak hantu sedang menunggu kami di depan gerbang sekolah, termasuk Izumi.
tanganku terasa sangat dingin dan terlihat pucat dan gemetaran
"Yui.... di depan... " ucap ku dan menunjuk ke arah hantu-hantu itu
"memangnya ada apa di depan? tidak ada apa-apa" ucap Yui
"ayo cepat pulang. entah kenapa aku merasa merinding sekarang" ucap Yui
kami melewati para hantu itu. saat berjalan, aku melihat Yui akan menabrak salah satu hantu itu. aku ingin menarik Yui agar tidak menabrak hantu itu, namun Yui terlanjur menabraknya. dan ternyata... Yui menembus tubuh hantu itu. saat aku menoleh melihat hantu yang ditabrak Yui tadi, hantu itu tersenyum seram padaku dengan matanya yang melotot. aku langsung melihat kedepan dan tak menghiraukan para hantu itu.
__ADS_1