
"Bukan seperti itu!" Teriak Izumi
"Eh?"
"Kau terlalu cepat menembakkan kekuatanmu. Jika kau menembakkannya dengan waktu yang tepat, segel roh itu akan pecah hanya dengan sekali tembakan"
"Kau ini benar-benar bodoh! Sangat sayang kekuatan itu diberikan pada orang sepertimu" Gumam Izumi
"Apa yang kau katakan, dasar hantu!!" Teriak Yui dan mengarahkan pistolnya ke Izumi
"Kau mau melenyapkanku? Mana mungkin bisa~" Ucap Izumi meremehkan
Psyuuu!
Yui menembakkan pistol itu ke Izumi, dan Izumi menangkap peluru itu dengan santai hanya dengan jari telunjuk dan tengahnya yang ia capit. Ia juga mengeluarkan kekuatannya di tangan agar tidak terluka ketika menyentuh peluru itu.
Izumi menyengir sambil membuang peluru itu.
"Kau lupa aku terikat dengan Yurin? Kau mau membunuh Yurin juga?" Tanya Izumi
"Aku tahu! Aku tau kau tidak semudah itu dilenyapkan, jadi aku asal tembak untuk melampiaskan amarahku!" Ucap Yui sedikit emosi
"Sepertinya sudah cukup aku melatihmu 1 jam. Selanjutnya kau latihan saja sendiri. Sekarang aku akan melatih Yurin"
Izumi pun berjalan mendekatiku yang tertidur dibawah pohon.
"Yurin.... Yu~rin" Panggil Izumi
Izumi memegang kedua bahuku dan sedikit menggoyang-goyangkannya.
"Ayo bangun. Sekarang giliranmu"
"Mmmm...."
"Waktunya latihan. Sekarang bangun" Ucap Izumi pelan dan mendekatkan wajahnya padaku
Aku pun perlahan membuka mataku. Aku kaget karena Izumi tiba-tiba sudah ada di hadapanku.
"Huwaaa!!"
Dan karena kaget, tanganku tak sengaja terbentur batang pohon di belakangku.
"Kau tak apa?" Tanya Izumi
"Iya. Nanti sakitnya akan hilang sendiri" Ucapku sambil meniup-niup tanganku yang terbentur.
Ditengah aku meniup tanganku, Izumi langsung menarik tanganku yang terbentur itu dan menatapnya lekat.
"Izumi?" Tanyaku
Dan tiba-tiba, bibir Izumi yang lembut dan halus serta terasa agak dingin itu menyentuh kulit tanganku.
Izumi mencium tanganku.
"Maaf. Karena aku kau jadi kaget" Ucapnya yang masih mencium tanganku.
"!!!!!" Aku sangat kaget sekaligus merinding. Refleks aku langsung menarik tanganku lalu berdiri dengan wajah memerah.
"Ah, eh... emm... Kita... Kita mau latihan, kan? Jadi, ayo mulai latihannya...." Ucapku gugup dan langsung pergi meninggalkan Izumi
Setelah cukup aku menjauh dari Izumi, aku langsung berjongkok dengan memegang kedua pipiku yang memerah.
"Aaaaaahhh!!! Apa itu tadi? Sepertinya aku masih tertidur dan yang barusan itu mimpi" Pikirku teriak
Dadaku terus berdegup kencang dan mulutku entah bagaimana tersenyum dengan sendirinya.
"Sadarlah, diriku!! Kau tidak boleh seperti ini" Pikirku teriak lalu menampar ringan wajahku
"Sekarang aku harus latihan"
Aku pun menatap tanganku yang dicium Izumi tadi.
"Eh? Omong-omong tanganku tidak sakit lagi. Tidak ada bekas merah juga" Pikirku
"Jadi yang barusan itu Izumi menyembuhkan tanganku?" Pikirku
Aku terdiam sebentar dan tiba-tiba ingatan saat Izumi mencium tanganku muncul kembali.
__ADS_1
"Tapi jika dia memang benar menyembuhkan tanganku, kenapa dia harus mencium tanganku segalaaaaaa??!!!" Pikirku teriak sambil mengacak-acak rambutku
"Sekarang kau kenapa lagi?"
Aku tersentak. Ternyata Izumi mengikutiku di belakang.
"Izumi? Dia datang kesini?" Pikirku
Aku pun menoleh mendongak ke belakang, bersamaan dengan dia menunduk kearahku.
!!
Wajah kami menjadi sangat dekat hingga bibir kami berdua hampir bersentuhan.
Refleks kami berdua langsung menjauhkan wajah kami satu sama lain.
"Izumi ini ada apa sih dari tadi??!" Pikirku frustasi
Wajahku rasanya kembali memanas. Selain itu, Izumi juga terlihat kaget dan telinganya merah.
Aku pun menjauh dari Izumi dengan posisi terduduk di tanah.
"Ah, eh? Aku... Aku tidak apa-apa, kok!!" Teriakku panik
Izumi berdiri tegap dan mendekatiku lagi. Setelah berdiri di depanku, dia sedikit menunduk dan mengulurkan tangannya padaku.
"Nanti rok mu bisa kotor kalau duduk di tanah seperti itu. Ayo berdiri" Ucapnya
Aku terdiam sebentar dan menatap uluran tangan Izumi sebelum akhirnya aku menyambut uluran tangannya dan berdiri.
"Terima kasih" Gumamku malu sambil menepuk-nepuk rok ku yang kotor
"Iya" Jawab Izumi singkat
"Kita sudah mengulur waktu beberapa menit. Bagaimana kalau sekarang kita mulai?" Tanya Izumi
*
Kami pun kembali ke lapangan luas yang ada di tengah hutan.
"Jadi, apa yang harus ku lakukan?" Tanyaku
"Kita hanya tahu kau punya kekuatan. Tapi kita tidak tahu apa jenis kekuatanmu" Ucap Izumi
"Jenis?" Tanyaku
"Sama seperti roh yang punya jenis kekuatan merah dan biru, kekuatan indra keenam juga ada jenisnya"
"Jenis kekuatan indra keenam ada 5 macam. Pertama, jenis kekuatan yang hanya bisa menggunakan senjata. Orang yang berjenis ini biasanya adalah orang yang punya stamina yang besar, sama halnya seperti seorang tentara. Ia bisa menggunakan senjata berupa senjata jarak jauh seperti pistol, atau senjata jarak dekat seperti pisau atau pedang. Meskipun itu senjata, tapi senjata itu aman untuk manusia"
"Kedua, jenis kekuatan yang hanya bisa digunakan pada kertas segel. Jenis ini mengharuskan ia terus memiliki kertas segel. Dengan dia mengalirkan kekuatannya pada kertas segel, dia bisa mengeluarkan serangan apapun dari kertas segel itu"
"Ketiga, jenis ini hampir mirip dengan kedua, yaitu menggunakan kertas segel. Hanya saja, jika yang kedua itu penyerang, maka ketiga adalah pelindung. Jenis ini hanya bisa menangkis serangan roh. Namun jika berada di tingkatan yang cukup tinggi, ia bisa melempar balik serangan roh tersebut kembali pada roh itu. Orang punya jenis ini sangat dibutuhkan di setiap kelompok pemburu roh, apalagi jika berlawanan pada roh yang kuat"
"Keempat, yaitu jenis peramu. Dia tidak langsung terjun ke lapangan, tapi berada di garis belakang sebagai penyembuh jika ada rekannya yang terluka. Selain mengobati, seperti namanya 'peramu', ia juga meramu bermacam obat dan racun untuk keperluan pembasmian roh"
"Jenis kelima dan yang paling kuat, yang bisa digunakan untuk menyerang dan melindungi, yaitu penyihir. Ia tak menggunakan alat apapun sebagai media kekuatannya. Ia bisa langsung menembakkan serangan seperti jenis pertama dan kedua, atau juga bisa melindungi seperti jenis ketiga dengan lebih simpel karena tidak menggunakan alat tertentu. Terkadang, jenis ini juga sedikit bisa dalam medis, jadi ia berguna di semua jenis kekuatan" Jelas Izumi
"Setiap orang yang punya kekuatan, pasti bisa salah satu diantara kelima itu. Terkadang juga ada orang yang punya jenis kekuatan lebih dari satu. Sama seperti Yasa Iruki, ayahnya Ayui, dia punya dua jenis kekuatan, yaitu tipe senjata dan penyihir"
"Keren sekali!! Aku ada di salah satu diantara kelima itu, kan? Kira-kira aku ada di jenis yang mana, ya?" Pikirku semangat
"Jadi, apa yang harus kulakukan untuk melihat jenis kekuatanku?" Tanyaku semangat
"Tentu saja dengan mengetesnya" Jawab Izumi
*
"...."
Aku menatap lekat benda yang ada di genggamanku saat ini.
"Ini..." Gumamku
"Benar. Itu pistol" Ucap Izumi santai
"Agak.... berat...." Gumamku
__ADS_1
"Tentu saja, kau pikir itu kertas?" Tanya Izumi
"Kalau begitu kita mulai saja. Coba kau tembak ke arah lingkaran segel didepan sana" Ucap Izumi sambil menunjuk arah segel yang berjarak sekitar 10 meter.
"Em, Izumi, itu terlalu jauh jika aku menembak dari sini...." Ucapku ragu
"Ini sudah jarak yang paling dekat untuk ukuran pengguna pistol. Karena kalau semakin dekat dengan lawan, maka akan semakin mudah dilukai juga"
"Dan lagi, tes ini tidak susah. Kau hanya perlu menembak ke segel itu hingga setidaknya lingkaran sihir itu retak. Lingkaran sihir itu hanya di level rendah, jadi sangat, sangat, sangat, sangat mudah untuk menghancurkannya, tidak hanya retak"
"Sekarang, coba tembak"
Aku pun mengarahkan pistol itu ke lingkaran segel dengan tangan gemetar karena aku tidak pernah memegang pistol sebelumnya. Dan lagi, pistol ini terasa berat.
Aku menutup kedua mataku karena tidak tahu harus apa.
"Apa yang kau lakukan? Jangan menutup matamu. Lihat kedepan"
"Baik!" Teriakku panik
Aku langsung membuka mataku lebar-lebar kemudian menarik pelatuk di pistol itu.
Psyuu...
"Eh?"
Dan karena sebelumnya aku tidak pernah menembak, saat aku menarik pelatuknya, pistol itu sedikit terangkat dan pelurunya mengarah ke tempat lain.
Syuuut.... tak! wush....
Dan karena pelurunya bisa memantul, ketika mengenai dahan pohon, peluru itu kembali ke arahku. Tidak, lebih tepatnya ke arah Izumi.
"!!!"
Dengan cepat Izumi mengulurkan tangannya ke depan lalu muncul lingkaran sihir di depannya.
Zuuuung....
Peluru itu pun meleleh begitu mengenai lingkaran sihir yang dibuat Izumi.
"Kau... mau melenyapkanku? Aku sangat kaget hingga refleks mengeluarkan kekuatanku" Ucap Izumi dengan wajahnya yang pucat.
"Maaf! Aku tidak sengaja!!" Teriakku dan langsung membungkuk meminta maaf
"Lupakan. kau bukan jenis senjata"
"Ayo ke yang selanjutnya"
*
Sebelumnya aku memegang pistol, sekarang aku memegang sebuah kertas berwarna kuning dan terdapat simbol-simbol aneh mirip seperti yang ada di batu sebelumnya.
"Tes kedua, kali ini kita lihat apakah kau jenis penyerang menggunakan kertas segel"
"Kali ini aku harus apa?" Tanyaku
"alirkan kekuatanmu ke tangan lalu lepaskan kekuatan itu dan biarkan dia masuk ke kertas itu. Setelah itu, kau sebut saja apa yang kau inginkan"
"Apa maksud---" Gumamku
"Pertama, coba kau lakukan serangan"
"Ya! Sekarang lakukan!"
"???" Aku kebingungan
"Terserah. Ayo coba saja dulu" Pikirku
Aku memegang erat kertas segel di tanganku lalu menutup mata, dan fokus pada pikiranku.
"Alirkan kekuatan ke tangan... Lalu lepas kekuatan itu dan biarkan dia masuk ke kertas segel..." Pikirku
Aku fokus dan terus mengulang pikiranku itu beberapa kali.
Setelah aku merasa sudah saatnya aku melakukan serangan, aku pun membuka mataku.
"Serang!" Teriakku
__ADS_1
Bom!!!
Kertas segel itu meledak.