Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Kembali ke Kamar


__ADS_3

"aku tidak salah dengar, kan? Izumi... memanggil namaku??" pikirku


lalu, dibelakangku tiba-tiba muncul pusaran hitam yang sama saat Izumi muncul disini. aku masuk kedalam pusaran hitam itu. dan saat aku sadar, aku sudah berada di kamarku.


"aku... kembali..." pikirku


***


"aku..." gumam ku


"oh? kau sudah bangun, Ririn?" tanya Yui


"kupikir kau akan tidur lebih lama" ucap Yui sambil membaca buku di meja belajarnya


"memangnya... aku tertidur berapa lama?" tanyaku


"kira-kira lima menit" ucap Yui


"lima menit? padahal saat aku berada di perbatasan hidup dan mati itu sekitar lima jam. apakah satu jam disana sama dengan satu menit disini?" pikirku


"kalau aku tahu perbedaan waktunya seperti ini, aku akan bermain lebih lama di sana" pikirku


"Ririn... apa kau masih tidur dengan tidak nyenyak?" tanya Yui dan memperhatikan aku


"aku... tidur dengan nyenyak kok... memangnya kenapa?" ucap ku yang kebingungan


"kupikir hantu itu masih menghantuimu, makanya kau bangun..." ucap Yui


"ah, maksudnya Izumi?" pikirku


"ng... nggak kok... dia sudah tidak menghantuiku lagi. bu... bukannya dia sudah di usir dari sekolah?" ucap ku agak ragu


"entahlah. tapi memang sudah tidak ada yang aneh di sekolah" ucap Yui


"kau juga sudah tidak di hantuinya. seharusnya dia sudah tidak ada lagi" ucap Yui santai


saat Yui selesai mengatakan itu, Izumi muncul dari belakang Yui dan duduk di meja belajar Yui.


"I... Izumi?!!" pikirku berteriak


aku kaget melihatnya. saat ini mata kami saling bertemu


"aah... dia pasti dengar yang aku katakan tadi. dia pasti marah..." pikirku


"jangan-jangan... aku akan di bunuhnya?" pikirku


*yang ada di bayanganku saat ini


"kau sudah lancang padaku! aku akan membunuhmu!" teriak Izumi


"jleb"


Izumi menusuk perutku menggunakan tangannya yang diselimuti asap hitam

__ADS_1


*


"tidak! tidak! tidak!! itu tidak boleh terjadi!!" pikirku dan menggeleng-gelengkan kepala


"kalau begitu... apa yang akan aku katakan padanya??!" pikirku


aku berpikir keras untuk mencari alasan agar tidak di bunuhnya


"Ririn, ada apa?" tanya Yui


"aaah... aku---" ucapanku terputus


saat aku melihat ke arah Yui, aku lihat Izumi mengambil buku yang dibaca Yui tadi dan membacanya.


wajahku menjadi pucat


"Ririn, kau kenapa??! wajahmu pucat!!" teriak Yui dan mendekatiku


"a... aku... tidak apa-apa" ucapku yang masih melihat Izumi


Izumi dengan santainya duduk di atas meja belajar Yui dengan kaki kanannya diatas kaki kiri dan membaca buku Yui


"I... Izumi!! apa yang kau lakukan??!!" pikirku berteriak


lalu, wajah Izumi berubah menjadi kesal bercampur jijik, dan melempar buku milik Yui


dan... aku tidak tahu aku salah apa dengan buku itu, tapi Izumi malah melihat ke arahku


Izumi mendekatiku dan duduk di pinggir kasurku, berseberangan dengan tempat duduk Yui sekarang


"Ririn? kau melihat apa? kenapa serius gitu?" tanya Yui


"ah... em... cicak! ada cicak!" teriakku


"memangnya kenapa dengan cicak?" tanya Yui dengan wajah datar


aku menatap Izumi dan memberi kode untuk membuat Yui tidur. aku melihat ke Izumi lalu melirik ke arah Yui dan kembali menatap Izumi


"kenapa? kau mau aku membunuhnya? tidak. aku tidak mau" ucap Izumi


aku langsung memukul-mukul bantal karena geram. tentu saja Yui dan Izumi kaget


"siapa juga yang ingin Yui mati??! makhluk ini..." pikirku kesal


"kau sangat ingin orang ini mati hingga kau kesal saat aku menolaknya? baiklah. akan aku bunuh sekarang" ucap Izumi


aku kaget


aku langsung menahan tangan Izumi yg ingin memegang Yui


"hey! maksudku buat dia tidur, bukan membunuhnya!!" bisikku


"hah?" Izumi bingung

__ADS_1


"kau ngomong apa, Ririn?" tanya Yui


"cepat lakukan!" bisikku


"baik, baik~" ucap Izumi santai lalu menjentikkan jarinya, dan Yui langsung jatuh tertidur


"haaah... kau mau membuatku jantungan?" aku menghela nafas lega


"oh, ya. kenapa kau tidak bilang kalau perbandingan waktu disini dan disana itu beda. jika tahu waktu yang berlalu disini hanya 1 menit dan disana 1 jam, aku ingin bermain disana lebih lama" ucapku


"jika kau disana lebih lama, kau bisa saja tidak bisa kembali lagi ke tubuhmu meskipun didunia ini kau seperti tertidur hanya 5 menit" ucap Izumi


"ngomong-ngomong... tadi saat sebelum aku masuk ke pusaran hitam itu, kau sungguh memanggilku dengan namaku, kan?" tanyaku


"emmm... apakah kau tidak suka? kalau begitu aku takkan melakukannya lagi..." ucap Izumi dengan wajah memerah


"tidak, tidak. bukan itu maksudku. aku hanya memastikan saja. aku kan sebelumnya sudah bilang tidak usah ragu memanggilku dengan namaku" ucapku


"hehe... wajah Izumi saat malu lucu juga..." pikirku


"lalu, kau ada perlu apa kesini?" tanyaku


"hanya memastikan mungkin saja sampah itu mampir ke sini" ucap Izumi sambil melirik keluar jendela


"sampah? maksudnya Maeru? aku penasaran mereka dulunya seperti apa, ya?" pikirku


"aku tidak apa-apa, kok. tidak ada yang aneh" ucapku


"oh... baguslah..." ucap Izumi yang masih menatap luar jendela


"aku mau ambil air minum dulu sebentar. kau tunggu saja disini" ucapku bangkit dari kasur dan berjalan ke arah pintu kamar. lalu, aku menendang sesuatu.


"buku?" pikirku


"ah, ini buku Yui yang dilempar Izumi tadi" pikirku


"Izumi, kenapa kau lempar buku Yui tadi? untung saja Yui tidak sadar saat kau melempar bukunya" ucapku menoleh ke Izumi


"jangan salahkan aku! salahkan bukunya yang isinya sangat menjijikkan!!" ucap Izumi mengelak


"menjijikkan?" pikirku


aku pun melihat buku tersebut dan ternyata itu buku novel romantis.


"memangnya kenapa dengan ceritanya?" tanyaku


"itu... itu sangat menjijikkan!! apa kalian sangat suka membaca buku seperti itu??!" ucap Izumi dengan ekspresi jijik


"padahal isinya tidak ada 'adegan-adegan berbahaya', dan karakternya hanya sebatas berpegangan tangan saja. apa yang perlu dijijikkan?" pikirku


"Izumi, apa kau pernah punya pacar?" tanyaku


"apa??!" Izumi kaget

__ADS_1


__ADS_2