Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Sumpah Setia


__ADS_3

Keesokan harinya.


"...."


"Tak kusangka kau mau melihatku" Ucap Izumi


sekarang aku, Izumi, Hana dan Niki sedang duduk bersama. aku duduk disamping Izumi dan berhadapan dengan Hana, dan Izumi duduk menghadap Niki.


"Itu karena kakak memintaku. Lagian, untuk apa kau datang ke wilayah kami?" Gumam Niki dengan membuang muka dari Izumi


"Aku rasa kau tahu kalau aku dan Yurin terikat. Jadi untuk apa kau bertanya? Aah, benar juga, kau kan bodoh" Ucap Izumi yang menusuk hati Niki


"Aku tidak bodoh!" Teriak Niki yang langsung berdiri


"Iya, iya. terserah kau. Benar, kau yang paling pintar" Ucap Izumi yang bodo amat.


"Kalian mau bertengkar lagi? Lagian Izumi, bisa-bisanya kau bicara seperti itu ke anak kecil yang baru kemarin kau temui?" Omelku


"Iya, iya, aku salah. Maaf" Ucap Izumi cuek.


"Kau sama sekali tak berniat minta maaf, kan"


Izumi terdiam. Dengan wajah yang terlihat serius, Izumi menundukkan sedikit kepalanya dan meminta maaf ke Niki.


"Maafkan aku, aku hanya merasa sepertinya kau seru jika dijadikan lelucon"


"Kau pikir aku akan memaafkanmu?" Tanya Niki


Izumi hanya membuang wajahnya dari Niki dengan ekspresi datar seolah tak mengharap dimaafkan Niki.


"Baiklah, kita langsung saja masuk ke topik utama pembahasan kita bertemu kali ini" Ucap Hana sambil menepuk tangannya.


"Seperti yang aku katakan kemarin, hari ini kedua wilayah akan menjadi sekutu. Namun sebelum itu, kita harus melakukan sumpah setia terlebih dahulu" Ucap Hana.


"Dengan dia?!" Tanya Niki tak percaya sambil menunjuk Izumi.


"Yah, aku tidak memaksa, sih. Kalau kau tidak mau juga tak apa" Ucap Izumi sambil menatap remeh Niki.


"Siapa bilang?! Aku hanya bertanya saja" Ucap Niki


"Ooh~" Jawab singkat Izumi

__ADS_1


Izumi langsung maju mendekati Niki yang ada di depannya lalu memegang tangan kiri Niki dengan posisi tangan Izumi dibawah tangan Niki.


"A... Apa yang kau lakukan?" Tanya Niki kaget


Dengan mata tertutup dan wajah yang serius, Izumi duduk dengan tangan kanannya menggenggam tangan Niki. Lalu tiba-tiba muncul seperti lingkaran sihir yang berpusat pada Izumi dan Niki.


Perlahan aku juga merasakan aura yang mengerikan sampai aku merasa merinding.


"Apa ini?!" Tanyaku kaget.


Dari tangan kanan Izumi muncul asap berwarna merah. Bersamaan dengan itu, Izumi juga membuka matanya yang menjadi merah dan pupil matanya memanjang seperti ular.


Beberapa detik kemudian, muncul sebuah simbol berwarna hitam yang bersinar di telapak tangan Niki.


Lalu Izumi mengangkat tangan kirinya. Asap yang ada di sekitarnya itu mengerumuni telapak tangannya, lalu telapak tangannya berdarah. Dia mengarahkan tangan kirinya ke atas tangan Niki hingga darahnya jatuh ke telapak tangan Niki.


Dengan cepat darah Izumi yang ada di telapak tangan Niki hilang dan simbol di tangan Niki berubah menjadi merah dan simbol itu menghilang.


Niki menatap tangan kirinya yang sebelumnya terdapat simbol, lalu menatap mata Izumi.


"Walau baru berumur sekitar 5 tahunan, ternyata kau hebat juga. Auramu sampai berwarna merah" Ucap Niki


"Aku tahu kalau aku hebat" Jawab Izumi menyeringai.


Seperti Izumi tadi, dari telapak tangan Niki muncul asap bersamaan dengan lingkaran sihir. Jika asap dan lingkaran sihir saat Izumi melakukannya tadi berwarna merah, sekarang asap dan lingkaran sihir itu berwarna ungu tua.


Setelah muncul sebuah simbol di telapak tangan Izumi, kuku di tangan kiri Niki memanjang. Dan Niki menusukkan kukunya ke telapak tanga kirinya sendiri. Darahnya jatuh ke tangan Izumi, lalu menghilang.


Simbol di tangan Izumi berubah menjadi ungu dan perlahan menghilang bersamaan dengan lingkaran sihir itu.


"Jadi... Kalian baru saja melakukan sumpah setia itu?" Tanyaku


"Begitulah" Jawab singkat Izumi


"Tapi coba lihat! Tangan kirimu terluka! Lukanya terlihat seperti luka bakar. Apa asap merah itu terasa panas? Tapi jika dilihat dari darah yang keluar, sepertinya ini bukan hanya luka bakar biasa. Sepertinya lukanya dalam!" Ucapku dan langsung melihat luka di tangan Izumi


"Apa kau kesakitan?" Tanya Izumi


"Em, tidak. Tanganku tidak merasakan apapun..." Gumamku


"Itu artinya lukanya tidak parah jika kau saja tidak merasakan apapun" Ucap Izumi dan menepis tanganku yang menggenggam tangannya

__ADS_1


"...."


Hana hanya diam dengan mata yang fokus menatap luka di tangan kiri Izumi.


"Lukanya bukanlah luka ringan" Gumam Hana


"Hm? Ada apa, Hana?" Tanyaku bingung


"Tidak, tidak apa-apa, kak" Jawab Hana tersenyum


"Bagaimana kalau sekarang kita melakukannya juga?" Tanya Hana


Izumi mengangguk.


Meskipun mereka sama-sama melakukan sumpah setia, tapi cara yang dilakukan oleh roh baik dan roh jahat ternyata berbeda. Jika roh jahat berfokus pada banyak darah yang dikeluarkan, maka roh baik berfokus pada kekuatan yang dikeluarkan.


Hana menggingit jempol kanannya hingga mengeluarkan setetes darah lalu mengulurkan tangannya ke arah Izumi.


Izumi membalas uluran tangan Hana dengan mengulurkan tangan kirinya yang masih mengeluarkan darah.


Izumi dan Hana menutup kedua matanya dengan tangan masih terulur. Tak lama kemudian terasa ada angin segar di sekitar mereka. Rambut halus Izumi dan Hana bergoyang-goyang tertiup angin yang entah muncul dari mana itu.


Lalu perlahan muncul cahaya berwarna kuning dan hijau yang sangat banyak. Cahaya berwarna hijau masuk ke darah yang ada di jempol Hana, dan berwarna kuning masuk ke darah di tangan Izumi.


Hana dan Izumi membuka kedua mata mereka dengan kekuatan yang sudah terkumpul di depan tepalak tangan masing-masing. Mata Izumi berwarna biru, namun pupil matanya berbentuk oval yang di tengah dan sekitar pupil matanya terdapat corak berwarna emas. Sedangkan warna mata Hana terlihat lebih terang dan terdapat bintik-bintik kecil berwarna putih. Kedua keunikan itu menandakan mereka sedang menggunakan kekuatan kristal hati biru mereka.


kumpulan kekuatan dan darah itu pun bertukar posisi. Kekuatan berwarna hijau masuk ke tangan Izumi, dan yang berwarna kuning masuk ke tangan Hana. Setelahnya muncul simbol di tangan masing-masing dengan warna yang sama dengan kekuatan yang dimasuki, dan menghilang.


"Dengan ini kita sudah menjadi sekutu. Jika salah satu dari kita berkhianat, dia akan mengalami siksaan" Ucap Hana dan menarik kembali tangannya.


Izumi menyeringai.


"Jika aku berkhianat, bukankah Yurin akan tersiksa juga?" Ucap Izumi


"Aku tahu kak Izumi takkan melakukan itu. Namun jika hal itu sungguh terjadi aku akan memberi kak Izumi kutukan"


"Kutukan untuk hidup selamanya dalam kehampaan. Dengan begitu kak Izumi hidup sebagai roh dengan tidak bersemangat dan hanya menunggu sampai dunia berakhir"


Izumi menunduk dengan senyum lebar di bibirnya.


"Kenapa aku merasa takut melihat senyum Izumi itu? Apa dia marah? Tapi karena apa?" Pikirku merinding

__ADS_1


Izumi mendongakkan kepalanya dan menatap tajam Hana.


"Kau mengancamku?" Tanya Izumi


__ADS_2